
"Hay sayang! Ngapain kamu disini?" tanya wanita itu.
"Cari makan lah gak liat lo" jawabnya ketus.
"Santai sayang. Kenapa jadi marah-marah sih" ucapnya.
"Suka-suka gua. Lo sama siapa di caffe ini?"tanya aziz.
"Janjian sama temen sekolah" jawabnya santai.
"Hai kenalin aku Yasmin adek sepupu aziz" lanjutnya sambil mengulurkan tangan kepada ku.
"Nama aku duwi teman aziz" balas ku sambil menyambut uluran tangannya.
"Aku rasa lebih dari teman hubungan kalian" jawab yasmin santai.
"Udah gak usah introgasi duwi kebiasaan deh" ucap aziz kesal.
"Iya gak gua ganggu lagi kalian"ucapnya lalu pergi.
"Kamu semestinya gak kasar gitu kasian tau" ucapku.
"Gak papa udah biasa juga" jawabnya santai. Di saat mau membalas ucapan aziz makanan sudah ada jadi kami melanjutkan makan dengan tenang. Seusai makan kami melanjutkan perjalanan menuju Rumah sakit untuk mengecek kepala aziz apa kah benturan kecelakaan itu mengakibatkan efek samping atau tidak. Sampai di rumah sakit kami menuju ruangan dokter yang merawat aziz.
"Assalamualaikum" ucap kami serempak.
"Walaikum salam" jawab seseorang dari dalam ruangan.
"Silahkan masuk tuan dan nona" lanjut dokter itu.
__ADS_1
"Terimakasih dok" balas ku ramah. Kami di izinkan untuk duduk.
"Apa ada keluhan tuan?" tanya dokter.
"Saya sering sakit kepala dok" jawab aziz dingin.
"Baik lah mari kita periksa tuan. Silah kan berbaring di sini" kata dokter.
Dokter itu mulai memeriksa banyak berbagai tes yang di lakukan untuk memastikan semuanya aman tapi merasa ada yang mengganjal akhirnya di melakukan scan di kepala. Semua tes sudah mendapatkan hasil kami duduk kembali berhadapan menunggu dokter menjelaskan isi dari kertas itu.
"Bagaimana hasilnya dok?" tanya ku kawatir.
"Begini nona" ucapan doter itu terputus saat melihat mata tajam tuan muda itu.
"Semuanya baik-baik saja tidak ada yang perlu di hawatirkan" lanjut dokter itu.
"Apa dokter yakin?" tanya ku sekali lagi untuk meyakin kan diri ku sendiri.
"Baik lah kami permisi dulu dok" pamit aziz.
"Silahkan tuan, nona" balas dokter.
"Assalamualaikum" ucap kami berdua sambil melangkahkan kaki ke luar ruangan itu. Entah mengapa aku merasa ada yang di sembunyikan antara aziz dan dokter itu. Tapi aku tak pantas bertanya karna aku bukan siapa-siapa aziz, jadi ku putuskan untuk diam saja.
Sepanjang perjalanan pulang kami diam dengan pikiran masing-masing sampai mobil berenti di depan rumah ku kami tetap saling diam.
"Aku turun dulu ya ziz" ucap ku.
"Tunggu wi ada yang ingin aku bicara sama kamu" ucap aziz serius.
__ADS_1
"Bicara aja ziz" balas ku.
"Mungkin ke depannya aku akan jarang ketemu sama kamu wi" katanya sendu.
"Iya gak papa ziz kan aku bukan siapa-siapa jadi santai aja" balasku menahan sesak di dada yang tiba-tiba muncul entah apa sebabnya.
"Wi" panggil nya.
"Aku pamit dulu ya ziz. Assalamualaikum" ucap ku dan mengabaikan panggilannya. Ku langkahkan kaki menuju didalam rumah yang sepi sudah di pastikan ayah dan bunda di toko di saat siang hari seperti ini.
Ku tapakkan kaki ku di tangga satu persatu hingga sampai di kamar lalu ku segarkan tubuh dengan air dan melakukan solat asar. Setelah solat aku berbaring di atas kasur sambil memikirkan ucapan aziz tadi. Sampai diriku terlelap dan lagi-lagi aku bermimpi buruk itu lagi. Saat aku bangun sudah waktu solat magrib ku putuskan solat sendiri saja.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.