
Ku putuskan untuk tidur karna ngantuk mulai melanda. Disaat tidur aku bermimpi bertemu laki-laki yang akan menolongku dari bahaya yang sangat menakutkan. Dia selalu datang setiap ada bahaya yang datang.
Aku terbangun karna ketakutan, keringat bercucuran di wajah dan tubuhku. Ku usap keringat ku sambil ngucap istigfar sebanyak-banyaknya. Pertanda apa ini kenapa aku bermimpi seperti ini. Ku lihat jam menunjukkan pukul 02:30.am ku putuskan untuk solat tahajut. Selesai tahajut ku baca Al-Qur'an, hingga waktu menunjukkan subuh, ku laksanakan solat subuh. Setelah itu ku bereskan kamar dan turun kebawah membantu bunda memasak seperti biasa.
"Pagi bunda" ucapku.
"Pagi sayang" balas bunda.
"Masak apa bun?" tanya ku.
"Nasi goreng sama telor ceplok aja" jawab bunda.
"Ya udah bunda masak nasinya aku goreng telor ya bun" ucapku antusias.
"Ya nak" balas bunda.
Setelah selesai semua ku tata di meja makan.
Ku panggil ayah dan bunda untuk sarapan bersama-sama. Setelah sarapan aku mencuci piring, setelah beres aku kekamar untuk mandi karna sudah jam 08:25 pagi. Itu artinya aku akan berangkat kekampus tapi aku belom mandi astaga....
"Bun aku kekamar dulu mau mandi nanti ada jam kuliah" ucapku pada bunda.
"Iya nak sana nanti telat lagi" balas bunda.
Ku naiki tangga menuju kamar ku di lantai dua sesampai di sana aku membukak pintu dan menuju kamar mandi langsung menyegar kan diri. Setelah ritual mandi aku memilih baju dan merias sedikit wajah ku dengan bedak tipis dan lipbam di bibir.
Ku pastikan semuanya siap ku lihat jam ternyata sudah 09:00 ku pandang hp ku tapi belom ada notifikasi Atau telpon dari aziz.
Apakah dia lupa atau bagaimana sih gumam ku. Sudah lah lebih baik aku duluan aja kali dari pada telat nanti lanjut ku.
Ku turuni tangga sampai di lantai dasar ku lihat bunda sedang berbicara pada seseorang di ruang tamu. Dan ternyata yang ku tunggu sudah ada tanpa mengabariku.
"Apa kamu sudah lama ziz?" tanya ku.
"Belum wi" jawabnya.
__ADS_1
"Ya udah bun aku berangkat dulu ya" ucap ku sambil mencium tangan bunda.
"Saya pergi dulu tante" pamit aziz.
"Iya hati-hati" balas bunda.
Kami keluar dan menuju mobil aziz. tiba didekat mobil aziz membukakan pintu mobil lalu berputar baru masuk mobil di kemudikan.
Dalam perjalanan hanya keheningan sampai aku merasa malas berada di situasi seperti ini.
"Terimakasih karna sudah menjemput ku" ucap ku tulus.
"Sama-sama. Kan aku yang mau jemput kamu wi" balasnya tersenyum.
"Oouh iya wi kamu semester berapa?" tanya nya.
"Semester 4 ziz. Kalo kamu?" balas ku.
"Aku gak kuliah lagi wi udah kelar" jawabnya.
"Aku lagi penelitian aja kok di kampus" jawabnya tersenyum manis.
"Oouh gitu ya" kata ku.
"Gimana sama luka kamu udah sembuh?" tanya ku lagi setelah melihat goresan di kepala aziz.
"Udah kok cuman sekali-kali pusing aja" jawabnya santai.
"Udah cek kedokter lagi?" tanyaku mulai kawatir.
"Belom" jawabnya tanpa beban.
"Kenapa gak kedokter sih? Gimana kalo itu berimbas ke otak? Apa kamu gak mikir? Kenapa bisa seceroboh itu? Kalau terjadi se... " ucapanku berhenti tiba-tiba karna ada jari telunjuk yang menempel tepat di bibir ku.
"Pulang kamu kekampus mau nemenin aku ke dokter gak?" tanya dia sambil terkekeh kecil.
__ADS_1
"Males" balas ku jutek.
"Eeee ngambek ni cerita nya?" ucapnya.
"Gak kok" jawabku.
"Aku turun dulu ya" pamit ku karna sudah sampai kampus.
"Ya nanti kabarin aku kalau sudah kelasnya" ucapnya.
"Iya. Assalamualaikum" kata ku.
"Walaikum salam" balasnya.
Keluar dari mobil aku menuju kelas di setengah jalan ada wanita kemaren menghadang sambil memandang renda diri ku. Dan dia mengangkat tangan untuk menampar diri ku.
Plaaaaaaak 5 jari tangannya menempel di pipi ku dan itu berhasil menarik perhatian mahasiswi dan mahasiswa lain.
"Kamu" ucapku geram menahan emosi.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.