Jodoh Misterius

Jodoh Misterius
Eps 27


__ADS_3

"Udah yok kita kekantin aja" ajak helsi mencoba menghibur ku.


"Si gua lagi pengen di sini aja" kata ku dengan pandangan kosong.


"Hai nona" ucap laki-laki di belakang dan mengagetkan kami.


"Iya ada apa tuan" jawab kami.


"Apakah anda masih mengingat saya?" tanya laki-laki itu pada ku dan kening ku berkerut berfikir dan ya laki-laki itu adalah laki-laki di rumah sakit.


"Iya saya ingat ada apa tuan?" tanya ku lagi penasaran.


"Perkenalkan saya Roi nona" ucapnya dengan mengulurkan tangan dan aku sambut dengan tangan ku.


"Saya duwi ada apa tuan" kata ku heran.


"Begini nona tuan muda mencari anda dan saya harap anda mau bertemu dengan beliau" ucapnya tegas pertanda tidak ada penolakan di ucapanya.


"Tapi saya sudah bilang waktu di rumah sakit bahwa saya tidak ingin di cari hanya ingin membantu" kata ku tidak kalah tegas.


"Saya tau nona tapi jika saya tidak membawa anda bertemu dengan tuan muda saya bisa di pecat" jelasnya.


"Baik lah saya akan bertemu dengan tuan muda anda! Dimana saya bisa menemuinya?" tanya ku.


"Di taman rumah sakit kalau anda tidak keberatan nona" katanya.


"Baiklah setelah jam kuliah berakhir saya akan kerumah sakit untuk menemuinya" putus ku dan laki-laki itu pergi setelah berpamitan.


"Saya permisi nona" katanya dan menghilang entah kearah mana. Sungguh rasanya aku kesal sekali.


"Lo hutang penjelasan ke gua" ucap helsi pada saat aku berbalik badan kearahnya dan hanya ku pamerkan gigi ku saja.


"Udah yok kekelas udah mau ganti jam" ajak ku agar helsi tidak banyak bertanya lagi yang membuat aku bingung harus menjawab apa nantinya.

__ADS_1


Helsi hanya bisa mendengus kesal karna tidak mendapatkan apa yang dia mau dan aku hanya tersenyum dengan menyembunyikan beban. Sampai di kelas kami belajar dengan husuk hingga selesai. Setelah itu aku keluar ruangan dengan helsi dan berbeda arah di saat depan gerbang. Aku menuju rumah sakit di mana laki-laki itu berada. Tiba di rumah sakit aku menusuri lorong.


Aduh aku lupa lagi gimana cara menghungi mereka kan tidak ada no hp nya. Ucap ku dalam hati.


Ku putuskan aku menuju ruangan di mana laki-laki itu aku temui sebelum mendonorkan darah. Tiba di depan pintu aku tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka di dalam.


"Apa kamu sudah menemukan orang yang membantu ku?"


"Sudah tuan"


"Terus kenapa sampai sekarang dia belum juga tiba? 😠"


"Saya akan mencarinya tuan"


"Cepat jangan lambat kerjanya"


Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan Keluar lah laki-laki yang menghampiri Ku tadi di kampus.


"Nona sudah sampai?" tanya rio.


"Silahkan nona" jawabnya dan dia pergi dari ruangan itu dan hanya mesisahkan aku dengan laki-laki yang di panggil tuan itu. Di saat dia melihat ku betapa terkejut nya aku dan dia ternyata dia adalah laki-laki yang menemani ku di taman di saat patah hati tempo hari.


"Kamu" ucap kami serempak.


"Kenapa kamu bisa disini?" tanya laki-laki itu penasaran.


"Saya disini ingin menemui tuan muda yang berkuasa dan suka memaksa yang telah saya tolong beberapa hari lalu" jawab ku santai dan duduk di samping ranjang pasien itu.


"Jadi kamu yang membantu ku saat sedang keritis" tanya dia memastikan lagi.


"Iya saya ada apa memang nya?" tanya ku malas karna bertanya seperti itu seolah diri ku seperti penipu saja.


"Terimakasih karna kamu mau menolong saya dan kamu bisa meminta imbalan apa saja" ucapnya yang beehasil membuat harga diri ku terluka.

__ADS_1


"Maaf tuan saya tidak membutuhkan apa pun dari anda" jelas ku dengan tegas.


"Saya tidak ingin berhutang budi dengan siapa pun" ucapnya tegas.


"Saya iklas membantu anda tanpa mengharapkan apa pun tuan yang terhormat" tegas ku dengan jengkel bahkan sangat jengkel dengan laki-laki yang sedang berstatus pasien ini.


"Ayolah kamu minta saja hanya perlu sebutkan saja" katanya santai seolah tanpa beban saat bicara dengan ku.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2