
"Duwi" ucapnya tambah malu.
"Hem kenapa kamu disini?" tanya laki-laki di belakang pacar helsi dan aku tertawa terbahak-bahak mereka seperti orang ketahuan selingkuh.
"Tuan anu saya" ucapnya terbata-bata.
"Apa" tanya renal dingin.
"Saya sedang makan siang dengan pacar saya tuan" jawabnya menunduk takut di pecat oleh atasanya.
"Oouh begitu ternyata tapi setahu saya ini belum jam makan siang" tegas atasanya.
"Sudah-sudah ayo kita makan dulu baru lanjut bicaranya lagi" ucap ku menengahi agar tidak terus tegang.
Selesai makan kami melanjutkan aktivitas masing-masing dan biarlah masalah ini menjadi urusan mereka. Aku pergi dari kampus menuju parkiran dengan ragil hingga kami mulai berjalan kerumah sakit lagi.
**********
Sedangkan di tempat lain tepatnya fi rumah sakit. Mama sedang berbincang dan mulai mengungkit masalah ku karna dia tidak senang dengan kelakuan anak temannya ini.
"Jeng siapa nama laki-laki yang duduk di samping anak kamu?" tanya mama.
"Oouh ini pacar anak saya jeng ganteng kan" jawabnya antusias.
"Jeng saya bukan mau buruk-burukin anak kamu tapu saya sungguh jengkel dengan anak kamu yang ngambil calon suami orang hanya demi cinta yang lalu" ucap mama jengkel dengan anak temannya yang tidak ada sopan bermesraan di depan orang tua.
"Maksud kamu apa jeng" tanya mama yasmin marah.
"Asal kamu tau laki-laki ini calon suami wanita yang keluar tadi dia menemani laki-laki ini untuk berjuang hidup melawan penyakitnya dan di saat sembuh anak kamu malah ngajak balikan apa itu namanya cuman mau enaknya doang" jelas mama kepada mamanya yasmin panjang lebar dan mamanya yasmin melotot matanya saking kaget dia sangat syok bahwa anaknya mengambil calon suami orang.
"Benar itu yasmin" tanya mamanya dengan tegas.
"Be-ner ma" jawab yasmin terbata-bata karna takut.
__ADS_1
"Astagfirullah yasmin mama kecewa dengan kamu" ucap mamanya sedih dan marah.
"Mulai sekarang kamu jangan hubungi lagi anak saya dan jauhi dia karna saya tidak mau dia di cap perbut calon orang" lanjut mamanya yasmin kepada eki.
"Ma tapi yasmin sayang sama mas eki" ucap yasmin dengan derai air mata.
"Kamu lebih pilih dia dari pada mama" ucap mamanya yasmin tidak percaya dengan anaknya itu.
"Ma tolong mengertilah. Lagian mereka sudah batal nikah ma" ucap yasmin.
"Dan mereka batal karna kamu yasmin sungguh mama tidak habis pikir" kata mamanya yang teramat kecewa.
Tok... Tok... Tok....
"Assalamualaikum" ucap ku dan mas ragil dan saat aku masuk keruangan itu desya berbaring dengan senyum sedangkan di sopa sepertinya sedang bertengkar hebat.
"Walaikum salam" jawab mereka kecuali mamanya yasmin dan yasmin.
"Maksudnya apa ya saya tidak paham" kata ku bingung karna baru masuk ruangan sudah di serobot dengan pertanyaan seperti itu.
"Apa benar kamu calon istri eki?" tanya mamanya yasmin.
"Sudah bukan lagi tante" jawab ku malas karna kedua laki-laki yang sudah menyakiti hati ku melihat ku dengan sendu.
"Apa benar kamu batal karna anak saya" tanyanya lagi.
"Benar tante" tegas ku.
"Saya harap kamu tidak batal nikah hanya karna putri saya" pinta mamanya yasmin.
"Maaf tante saya tidak bisa kembali karna hati saya sudah sangat kecewa dengan laki-laki ini karna disaat dia merasa putus asa tidak bisa sembuh dari sakitnya. Tapi saya selalu menemani dia di saat terpuruk dan dengan teganya dia menghianati saya setelah semua pengorbanan saya di saat sudah sembuh" jelas ku dengan air mata meluncur kepipi.
"Maaf wi saya menyesal" ucap mas eki lirih.
__ADS_1
"Penyesalan kamu sudah tidak berguna bagi saya semua sudah berakhir" tegas ku.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1