Jodoh Misterius

Jodoh Misterius
Eps 24


__ADS_3

"Ibu senang mendengarnya tapi" ucapan ibu terpotong saat melihat aku didepan pintu.


"Masuk lah nak" lanjut ibu.


"Tidak usah bu aku akan bermain dengan anak-anak saja silahkan ibu lanjutkan pembicaraannya" kata ku dan pergi begitu saja. Ku ketaman depan panti duduk di bawah pohon rindang tidak lama aku di hampiri seseorang dan duduk di samping ku.


"Aku ingin minta maaf pada mu" ucapnya dengan kepala tertunduk.


"Tidak apa itu hak mu" jawab ku lirih tanoa melihat kearah sedikit pun.


"Apakah aku sudah tidak ada harapan lagi" tanya dia sendu.


"Tidak kamu sudah mengambil keputusan dan sudah melukai hati ku" jawab ku dengan lantang.


"Sepatal itu kah kesalahan ku" ucapnya dengan derai air mata.


"Kamu sadari sendiri. Aku pergi dulu" beranjak dan melangkahkan kaki tiba-tiba ada tangan yang menarik ku.


"Aku melakukan demi kebahagian ibu ku yang sedang sakit keras tidak bisakah kamu memahami keadaan ku" jelasnya aziz.


"Karna ibu mu lah aku rela melepas mu walau sangat menyakitkan" balas ku dan melepaskan tangan itu dan pergi dari sana menghampiri anak-anak yang sedang bermain.


Tuhan aku rela melepas dia demi kebahagian ibu dia tapi ku mohon buat lah dia juga bahagia dengan takdir ini. Ucap ku dalam hati.


"Anak-anak apakah kalian sudah mengerjakan PR dari sekolah?" tanya ku pada mereka.


"Belum kak" jawab mereka bersama-sama.


"Astaga kalian ini kenapa bermain kalau belum mengerjakan tugas" kata ku geleng-geleng kepala.


"Maaf kak" ucap mereka.


"Sekarang kerjakan sampai selesai" ucap ku tegas dan membawa mereka kedalam dan membantu mengerjakan tugas sekolah.

__ADS_1


Setelah membantu mereka karna hari sudah sore aku menyuruh mereka mandi dan aku merasa ada yang kurang tapi apa dan.


Astaga aku lupa hari ini belum melihat desya. Ucap ku dalam hati.


Ku telusuri semua ruangan namun tidak melihat desya saat aku akan kedapur terdengar suara tangisan di belakang dan aku langsung melihat siapa yang menangis dan ternyata itu.


"Sayang kenapa di sini?" tanya ku lembut mengelus kepala nya.


"Kak aku tidak mau pergi dari panti" ceritanya kepada ku dengan isak tangis yang sudah semakin kencang.


"Kalau tidak mau kan bisa bicara sama ibu dan kenapa harus menangis seperti ini?" tanya ku penasaran.


"Hiks kak hiks bawa aku pulang hiks hiks dia jahat kak" ucapnya pilu.


"Dia siapa sayang" kata ku penasaran.


"Dia akan melukai kakak hiks hiks" tangisnya tambah keras dan sangat ketakutan.


"Tapi kak" ucapanya terpotong oleh seorang wanita.


"Desya ayo kita kedalam ibu memanggil" teriaknya.


"Kak" rengek desya.


"Ayo masuk kakak temenin" kata ku dan membawa desya kedalam.


"Ada apa bu?" tanya desya pelan saat sudah di depan ibu panti dan aziz tidak lupa pasangan aziz.


"Duduk lah nak ada yang mau ibu bicarakan" kata ibu panti dan desya menarik tangan ku dan ku balas dengan senyuman.


"Silahkan bicara bu" ucap desya saat sudah duduk di samping ibu.


"Begini nak kakak ini mau mengadopsi mu bagaimana?" tanya ibu lembut.

__ADS_1


"Bu aku akan ikut kak duwi" jawab desya pelan.


"Tapi nak" ucap ibu.


"Bu saya akan mengadopsi desya dan saya sudah bicara kebunda dan ayah tentang masalah ini mereka setuju" jelas ku pada mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2