Jodoh Takkan Pergi Kemanapun

Jodoh Takkan Pergi Kemanapun
3 Pahlawan untuk keluarga


__ADS_3

Keluarga pak hendra kaget ketika ketiga putranya itu mempunyai kekuatan


"pa jadi sebenarnya kita bertiga setelah mati suri itu mempunyai kekuatan yg aneh" ujar andra pada ayahnya


"maksud kalian kekuatan apa" tanya pak hendra


"kalau aku bisa membaca pikiran & kata hati seseorang" jawab andra


"kalau apa yg akan aku katakan pasti semua akan terjadi sebentar lagi" jawab andre


"kalau aku bisa lari secepat kilat" jawab andri


"coba kamu bisa gk baca pikiran papa kok" tanya pak hendra


"kok bisa begitu ya kalian bertiga" pikir pak hendra


"papa lagi mikir kok bisa begitu ya kalian bertiga" jawab andra


"kok bisa begitu ya pa" tanya bu indri


"iya ma" jawab pak hendra


"kalo kamu ndre coba" tanya pak hendra


"hati2 mama nanti ketumpahan kopi papa" jawab andre


saat pak hendra meminum kopinya,tiba" kopi jatuh ke kaki bu indri


"aww panas pa" ujar bu indri


"maaf ma" jawab pak hendra


"kok bisa ya coba kami ndri,pergi ke atas ambil buku terus balik lagi kesini" ujar pak hendra


andripun bergegas lari belum satu menit diapun kembali


"ini pa bukunya" ujar andri


"ya ampun cepat banget" jawab pak hendra


ketiga istri itupun saling berbisik


"oh iya suamiku bisa membaca pikiran & kata hati seseorang,cukup keluarga dan kita aja yg tahu" ujar aisyah


"suamiku bisa mengetahui apa yg akan terjadi,cukup kita dan keluarga aja yg tahu" ujar rahma


"terus suamiku bisa lari cepat,cukup kita dan keluarga aja yg tahu" ujar fatimah


"kalian kenapa kok bisik2??" tanya bu indri pada ketiga menantunya


ketiganyapun kaget mendengar pertanyaan sang ibu mertua


"nggak apa2 ma" jawab ketiganya


"mereka itu cuma berbisik,suami masing2 itu bisa begini cukup mereka dan keluarga yg tahu" ujar andra


"oh begitu,tapi benar juga lebih baik dirahasiakan daripada dipamerkan ke publik" jawab bu indri


setelah itu andrepun mengajak istrinya pergi ke kamar untuk mengambil kedua anaknya


"sayang ke kamar yuk" ujar andre pada istrinya


"iya" jawab rahma pada suaminya


sesampainya dikamar


"ayo sayang kita sama nenek yuk" ujar andre pada anak laki lakinya


"iya" jawab dewa


"ayo sayang sama nenek yuk" ujar rahma pada anak perempuannya

__ADS_1


"iya" jawab dewi


kemudian mereka kembali ke ruang tamu


"awas sayang dotnya dewi jatuh" ujar andre pada istrinya


kemudian dot dewipun jatuh


"yah jatuh" jawab rahma


"nenek,nenek" ujar kedua anak kembar andre


"hey cucu2 nenek makin lancar aja ngomongnya" jawab bu indri


"nih ma" ujar andre yg mengoper anaknya ke ibunya


"cucu nenek ganteng banget" ujar bu indri pada cucu laki2nya


"iya,iya" jawab dewa


kemudian fatimah meminta keponakannya pada adiknya


"sini kak dewi sama aku" ujar fatimah


"nih dek" jawab rahma dan mengoper anaknya pada adiknya


"kamu sama tante dulu ya" ujar fatimah pada keponakannya


"atte,atte" jawab dewi


"makin gemesin aja nih anaknya kakak" tanya fatimah pada kakak keduanya


"kan mamanya gemesin" jawab rahma


"awas kak aisyah nanti jilbabnya ditarik sama dewi" ujar andre pada kakak iparnya


kemudian dewipun menarik jilbab aisyah


"atte,atte" ujar dewi


"yaudah sebagai hukumannya kamu sama tante aja" tanya aisyah


"iya,iya" jawab dewi


"sini dek dewi sama kakak aja" pinta aisyah pada fatimah


"nih kak" jawab fatimah kemudian mengoper keponakannya pada kakak sulungnya


"atte,atte" ujar dewi


"iya,sama tante aisyah sekarang" jawab aisyah


"oh iya kok ayahnya kembar kaya dukun ya" tanya aisyah pada adik iparnya


"aku juga gk tau,tapi efek mati suri buat aku itu kayanya ini" jawab andre pada kakak iparnya


"iya kamu kaya dukun tau ndre" ujar andra


"tapi bang andra juga lumayan lo bisa baca pikiran orang" jawab andre


"si andri juga lumayan bisa lari cepat" ujar andre


"tapi kalo ada seseorang yg mau minta pertolongan,harus kita tolong jangan kita manfaatkan kekuatan ini untuk yg gk benar,seperti jahilin orang gitu" jawab andri sambil menganggukkan kepalanya


"bisa aja pak guru" ujar andra lalu tersenyum pada adik bungsunya


"iya pak bos" jawab andri sambil membalas senyum pada kakak sulungnya


"oh iya bang kira2 soal pengganti manager kantor gimana bang" tanya andre pada kakak sulungnya


"gak tau juga ndre bingung" jawab andra lalu menyenderkan kepalanya di sofa

__ADS_1


"aku juga bingung itu soal gantinya guru kelas 2 itu" ujar andri


"sama tuh penyiar gantinya si yuyun" jawab andre


"oh iya bang kalo jadi penyiar itu caranya gimana sih" tanya rahma pada suaminya


"kita itu harus pintar berkata2,jangan sampai kita itu emosi dengan kata2 dia,jawab aja seperti kok mbak ngomongnya seperti itu" jawab andre


"emang kalo jadi penyiar radio itu digaji berapa bang" tanya fatimah


"kalo digaji itu seminggu bisa 1 juta jadi kalo sebulan bisa 5 juta" jawab andre


"waduh banyak juga ya bang" tanya andri


"kan kalo dihitung satu bulan ada 4 minggu,jadi kenapa bisa dapet 5 juta karena satu juta itu bonusnya" jawab andre


"sebenarnya aku juga punya rahasia yg selama ini papa & mama juga gak tau" ujar andre


"rahasia apa ndre" tanya pak hendra


"yaudah ayo ikut aku ke kamar" ujar andre pada semuanya


sesampainya di kamar andre & rahma


"bagus banget kamarmu ndre" ujar bu indri


Andrepun membuka 4 keramik yg ada di dekat box bayinya


"buat apa itu ubin dibuka" tanya andra


"udah tenang aja bang" jawab andre


setelah keempat keramik dibuka semuanya heran mengapa ada triplek dibawahnya


"kok dibawah keramiknya malah triplek bukan cetakan semen bang" tanya andri pada abang keduanya


kemudian andre membuka triplek & membuat semuanya kaget dengan isinya


"akhirnya kebuka juga" ujar andre


"astaghfirullah,isinya yg benar itu" tanya rahma


"iya sayang" jawab andre


"sejak kapan kamu menyimpan emas & uang sebanyak ini ndre" tanya pak hendra


"sejak baru menikah pa" jawab andre


"tapi ini emas asli kan bang" tanya rahma sambil memegang salah satu emas milik andre


"iya" jawab andre


"tau gk kenapa aku pindah ke kamar bawah" tanya andre pada semuanya


"gak tau" jawab semuanya


"jadi aku itu habis menikah terus menabung,beli emas & uang hasil siaran aku tabung juga disini makanya kalau misalkan aku punya anak aku mau pindah ke kamar ini biar box bayinya gk harus angkat lagi ke atas" andre menceritakan semuanya


"tapi kira2 emas sama uang ini dipake gk ndre" tanya andra


"dipake bang pasti,ini kan uang darurat apabila aku lagi gk ada uang pasti aku pake uang ini" jawab andre


"wih hebat juga kak rahma punya suami seperti bang andre" tanya fatimah pada kakak keduanya


"bisa aja kamu" jawab rahma


"tapi kalo ini sebenarnya bukannya aku sombong atau apa tapi aku sudah menyiapkan semuanya itu siapa tau ada yg terjadi sesuatu pada keluargaku ya aku bisa pakai uang dan menjual emas ini" ujar andre


"yang kamu bilang itu benar ndre" jawab andra


kemudian andre menutup kembali emas & uangnya lalu masing2 pindah ke kamarnya

__ADS_1


__ADS_2