
setelah 3 bulan bekerja menjadi penyiar radio saat hari minggu inem membuka celengan yg berjumlah 65 juta dalam 3 galon itu dan ingin membeli mobil
"akhirnya selesai juga" gumam inem yg baru saja memasukkan semua uangnya ke tas
"aku tanya pak andre dulu kali ya di mana tempat beli mobil" inem membatin
kemudian inem membawa tasnya dan pergi ke rumah andre
"assalamualaikum" ujar inem yg sedang mengetuk pintu rumah itu
"waalaikumsalam,eh inem" jawab aisyah yg membuka pintu rumah
"eh bu aisyah,saya mau nanya pak andre ada buk" tanya inem pada aisyah
"ada ayo masuk" jawab aisyah
mereka berduapun masuk
"ayahnya ada yg nyari tuh" ujar aisyah pada adik iparnya
"siapa kak" tanya andre pada kakak iparnya
"ini inem" jawab aisyah
"ada apa nem sambil bawa tas begitu mau pulang kampung kamu" tanya andre pada inem
"nggak pak" jawab inem
kemudian ketiga suami istri itu kaget ketika inem membuka isi tasnya yg berisi uang itu
"ini pak saya mau minta tolong dimana tempat beli mobil ya saya mau punya mobil" tanya inem pada andre
"ya ampun itu duit banyak banget" kaget semuanya sambil membulatkan bola matanya
"oh kamu mau beli mobil pake duit itu bagus dong" jawab andre pada inem
"tergantung yg kamu mau nem mobil baru apa bekas" ujar andra pada inem
"kalo yg baru berapa kalo yg bekas berapa" tanya inem pada semuanya
"kalo yg baru ratusan juta kalo yg bekas puluhan juta" jawab andre pada inem
"yg bekas aja dah pak" ujar inem pada semuanya
"yaudah saya antar kamu ke dealer mobil bekas" jawab andre
"yg lain ikut gk" tanya andre pada semuanya
"ikut" jawab semuanya
kemudian mereka semua pergi mengantarkan inem ke dealer mobil bekas dengan mobil innova mereka
"ayo nem naik" tanya andre pada inem yg sudah dibangku setir
"inem di depan aja" ujar rahma pada inem
"makasih ya buk" jawab inem lalu naik ke mobil di sebelah andre
lalu mereka semua berangkat
"duitmu emang ada berapa nem yg di tas" tanya andre pada inem
"65 juta pak" jawab inem
"kalo mobil ini kalo dikampung saya udah termasuk orang kaya pak" ujar inem pada andre
"masa sih" tanya andre pada inem
"iya pak" jawab inem
"kamu kalo naik mobil mabuk gak nem" tanya andra pada inem
"ya kan saya gak minum minuman keras kalo naik mobil pak" jawab inem
"maksud abang saya,kamu muntah gak kalo naik mobil misalkan AC atau ngebut" ujar andre pada inem
"ya nggak lah pak" jawab inem
kemudian andre menginjak gas dari 40 hingga 100 di jalan raya hingga membuat inem takut
"ya ampun pak,awas mobil pak saya masih mau hidup pak,aku takut pak" teriak inem pada andre
"biasa aja sih nem" jawab andre dengan santai
kemudian andrepun sampai di dealer mobil
"akhirnya sampai juga,tuh nem dealer mobilnya " ujar andre pada inem
"saya masih hidup kan pak" tanya inem pada andre dengan ekspresi masih ketakutan
"kamu masih hidup nem,udah ayo turun" jawab andre yg sudah keluar dari mobil
kemudian inem dan yg lainnya turun dari mobil
"waduh bang andre gak nyangka ya udah jadi ayah masih juga berani ngebut ngebutan" ujar fatimah pada abang iparnya
"iya ayahnya kembar mah asal bawa mobil yg diinjak gas melulu gk pernah injak rem" aisyah melanjutkan kata2 adik bungsunya
"yg penting cepat sampai tujuan,ya nggak sayang" jawab andre sambil menautkan alisnya di depan istrinya yg sudah melotot padanya
"iya aja dah" jawab rahma dengan mata yg masih melotot pada suaminya
"mungkin Vin diesel Fast and Forius,bisa dikalahin sama abang kali ya" tanya andri pada abang keduanya
"mungkin juga ndri,jangankan nyetir berantem aja lebih hebat dari Bruce Lee" ujar andra
__ADS_1
"udah ayo masuk ke dealer" jawab andre dengan perasaan yg biasa2 saja
kemudian mereka masuk ke dealer
"selamat siang pak buk ada yg bisa saya bantu" tanya pegawai dealer pada mereka semua
"lagi mau milih2 aja pak" jawab andre
kemudian inem melihat ada 2 mobil kijang,yang depan Kijang Super G dan yg belakang Kijang Grand Extra 1.8
"kalo yg ini berapa pak" tanya inem sambil menunjuk kijang grand extra 1.8 warna biru itu
"yg itu 35 juta buk" jawab pegawai
"kalo yg ini pak" tanya inem sambil menunjuk kijang super g warna abu2 itu
"yg itu 40 juta buk" jawab pegawai
"perbedaannya apa pak" tanya andre pada pegawai
"kalo kijang super g ini sudah ada kameranya,kalo grand extra 1.8 belum ada kameranya pak" jawab pegawai pada andre
"pilih yg mana ya" ujar inem sambil menunjuk kedua mobil kijang itu
"yang 40 aja nem" jawab andre pada inem
"yaudah yg 40 aja pak" ujar inem pada pegawai
"baik buk persyaratan sudah ada kan" tanya pegawai pada inem
"ini pak sudah ada" jawab inem sambil memberikan persyaratan membeli mobil
"tunggu sebentar ya buk" tanya pegawai pada inem
"iya pak" jawab inem
beberapa menit kemudian pegawaipun memberikan kunci serta bpkbnya pada inem
"nih buk kunci dan bpkbnya" ujar pegawai sambil memberikan kunci dan bpkb mobil
"iya pak" jawab inem
"tolong tanda tangani ini" tanya pegawai sambil memberikan kertas serah terima pada inem
"baik pak" jawab inem lalu menandatangani kertas serah terima itu
kemudian andre bertanya pada inem
"kamu bisa nyetir nem" tanya andre pada inem
"belum pak" jawab inem sambil menggelengkan kepalanya
"nem kamu mau belajar nyetir sama dia atau sama istri saya" tanya andra pada inem sambil memegang bahu adik keduanya
"sama bu aisyah aja dah pak" jawab inem
"nih buk" jawab inem sembari memberikan kunci mobil pada aisyah
"nih ndri innova kamu aja yg bawa" ujar andre sambil memberikan kunci mobil innova pada adik bungsunya
"iya bang" jawab andri sambil menerima kuncinya
"sayang kamu mau ikut pulang sama andri aja ya,aku sama bang andra mau ikut ngajarin inem belajar nyetir" ujar andre pada istrinya
"iya bang" jawab rahma
kemudian rahma,andri,dan fatimah pulang sedangkan andra,andre ikut mengajari inem belajar nyetir oleh aisyah
"sini kak kuncinya biar aku kasih tunjuk dulu semuanya sama si inem" tanya andre pada kakak iparnya
"nih" jawab aisyah lalu memberikan kunci mobil inem pada adik iparnya
"ini nem,ini namanya meteran kecepatan,yg kecil ini meteran bensin kalo 2 panah ini lampu sein pertanda kalau mau belok ke kiri dan kanan,yg di bawah itu yg kanan gas yg tengah rem yg kiri kopling,yg seperti tongkat itu perseneling atau gigi,terus yg di depannya rem tangan,yg seperti tv itu adalah layar ketika kamu mau parkir,yg lubang di bawah setir itu tempat kuncinya kalau ke on gak langsung hidup tapi kita dorong lagi baru hidup ntar setelah hidup kunci akan kembali ke on,nah sekarang kak aisyah yg ngajarin kamu kegunaan dan cara pakainya" ujar andre secara detail lalu memberikan kunci pada kakak iparnya
kemudian mereka semua naik ke mobil
"ini prosesnya nem kunci kita masukin ke off dulu habis itu ke on lalu dorong lagi,tuh kan sudah hidup mobilnya" ujar aisyah sambil menghidupkan mesin mobil inem itu
"terus buk" tanya inem pada aisyah
"kita injak kopling dulu baru pasang gigi 1,kita injak rem kaki baru kita dorong rem tangan,baru injak gas jalan kan" jawab aisyah pada inem yg sudah menjalankan mobil kijang milik inem itu
"kok kamu milihnya mobil ini nem" tanya andra pada inem
"kalo dikampung saya pak yg punya mobil seperti ini sudah dibilang keren,kalo orang yg punya mobil innova yg di bawa sama pak andre ngebut tadi itu sudah termasuk orang paling kaya pak" jawab inem pada andra
"masa nem kalo misalkan saya bawa mobil saya ke kampung kamu gimana nem" tanya andre pada inem
"di kampung saya belum ada mobil seperti punya pak andre yg bannya gede itu bisa dibilang kalo yg punya mobil seperti itu apalah istilahnya itu zaman sekarang Crazy Rich" jawab inem
"beda nem penghasilan di kota dan di kampung,seperti mobil innova yg tadi saya bawa itu bukan mobil saya,melainkan punya almarhum orang tuanya istri saya" ujar andre pada inem
"tapi kok mobilnya ada di rumah pak andre" tanya inem pada andre
"itu mobil ditaro di rumah biar gak nganggur di rumahnya istri saya nem" jawab andre
"emang mobilnya ibuk sejak kapan ada di rumah pak andra" tanya inem pada aisyah
"waktu kami bulan madu berenam,itu juga yg bawa ayahnya kembar,ngebut banget lagi melebihi yg tadi" jawab aisyah pada inem
"ya ampun pak andre bisa segila itu ya bawa mobil" tanya inem pada andre
"saya juga bisa pelan kalau bawa mobil nem,kalo saya bawa istri saya dan anak2 saya gk ngebut,waktu istri saya masih hamil 6 bulan saya bawa pelan" jawab andre
"waduh pak andre sayang banget sama bu rahma ya" tanya inem pada andre
__ADS_1
"dia bukan sayang istri doang nem,dia juga sayang keluarga" andra menjawab pertanyaan inem
"kok bisa pak" tanya inem pada andra
"waktu istri saya,istrinya,dan fatimah melahirkan dia juga yg nganterin ke rumah sakit,saya dan andri belakangan tiba ke rumah sakit" jawab andra
"kamu terus aja nem belajarnya" tanya andre pada inem
"iya pak" jawab inem
kemudian inempun bergantian dengan aisyah
"nih nem sekarang sekarang giliran kamu yg nyoba" ujar aisyah pada inem sambil mematikan mesin mobil
"iya buk" jawab aisyah
"oh iya ayahnya kembar di depan aja dah" tanya aisyah pada adik iparnya
"kok gak mau ngajarin teorinya" ujar andre pada kakak iparnya
"udah gantian lah kan ayahnya kembar itu udah termasuk SUHU" jawab aisyah sambil tersenyum
kemudian andre pindah ke depan dan menjadi guru untuk inem praktek mengemudi
"kok pak andre yg di depan" tanya inem pada andre
"masih mending disini nem daripada saya yg nyetir" jawab andre
"udah nem" tanya andre pada inem
"sudah pak" jawab inem
"sabuk pengaman pakai" ujar andre
"sudah" jawab inem
"hidupkan mesinnya" ujar andre
"sudah" jawab inem sambil menghidupkan mesin mobilnya
"injak kopling,oper gigi ke 1,injak rem,lepaskan rem tangan,injak gas pelan" ujar andre pada inem
"oh iya udah jalan pak" jawab inem
"setelah beberapa meter jalan,injak kopling lagi pindah ke gigi 2,turunkan yg dibawah setir yg sebelah kanan ke bawah" ujar andre
"oh mau belok kanan ya pak" tanya inem pada andre
"iya itu lampu sein namanya" jawab andre
"naikkan lagi ketengah biar lampu seinnya mati" ujar andre pada inem
"oh iya mati lampu panahnya,kalo kita mau belok kiri gimana pak" tanya inem pada andre
"kalo itu kamu naikin lagi ke arah atas,tapi jangan di naikin kan gk ada tikungan ke kiri" jawab andre
setelah 2 jam belajar menyetir inempun membawanya hingga sampai ke rumahnya
"udah sampai rumah pak,kalo mau naro di depan rumah gimana pak" tanya inem pada andre
"kamu tarik aja yg warna merah yg di belakang setir itu" jawab andre pada inem
"lah kok lampu seinnya hidup dua duanya pak" tanya inem pada andre
"itu kalo mau parkir nem,kita harus hidupkan sein 2 fungsinya itu nem,terus kamu injak kopling lagi oper gigi ke R yg berarti mundur,tuh kan kelihatan pemandangan belakang mobil kamu terus belok kiri gas terus,oper lagi giginya ke 1 belok kanan,mundur lagi terus tuh rumahmu sudah kelihatan di layar berhenti netralkan giginya ke tengah,tarik rem tangannya matikan mesinnya" jawab andre sambil mengajarkan inem cara parkir mobil
kemudian mereka semua turun dari mobil
"makasih ya pak buk sudah mengajarkan saya" ujar inem
"sama sama nem" jawab mereka semua
kemudian mereka semua pulang
"assalamualaikum" ujar semuanya
"waalaikumsalam" jawab andri yg membuka pintunya
kemudian mereka semua masuk
"oh iya gimana bang si inem belajar mobilnya" tanya andri pada kedua abangnya lalu duduk di sofa
"lumayan sih udah paham,tapi dia perlu dilatih lagi paling seminggu atau dua minggu lagi" jawab andre
"tapi mobil si inem itu enak dipake sih" ujar aisyah pada semuanya
"emang kak,masalahnya mesin mobil kijang ini emang bandel,aku ada usul sebenarnya" jawab andre pada semuanya
"usul apa ndre" tanya andra pada adik keduanya
"kita kan punya mobil masing2 bagaimana kalo kita patungan beli mobil kijang grand extra 1.8 warna biru yg 35 juta itu" jawab andre
"boleh juga tuh bang" jawab andri
"maksud kamu patungan,jadinya mobil itu milik kita bersama ndre" tanya andra pada adik keduanya
"betul bang jadi kita patungan,bang andra 10 juta,aku 10 juta,andri 10 juta,kalo 5 jutanya mending 3 ibuk2 ini" jawab andre
"yaudah aku 2 juta" ujar aisyah
"aku 1,5 juta" ujar rahma
"aku juga 1,5 juta" ujar fatimah
"jadi gini ya besok sore kita pulang kerja,kita ke dealer itu,berangkatnya kita minta anterin pake mobil inem,sekalian kita ajarin inem bawa mobil malam2,sepakat" tanya andre pada semuanya
__ADS_1
"sepakat" jawab semuanya
kemudian mereka semua sepakat untuk patungan membeli mobil