
Di pagi hari andra,andre,dan andri berangkat kerja dan berniat untuk membeli mobil Kijang Grand Extra 1.8 seharga 35 juta itu nanti sore
"oh iya sayang,kamu jangan cemburu ya aku itu gk ada rasa sama inem jadi aku hari ini berangkat kerja sama inem pakai mobil aku" tanya andre pada istrinya
"iya aku tau,lagipula inem itu sudah kuanggap seperti saudara sendiri" jawab rahma sambil tersenyum
saat sudah megeluarkan mobilnya andre melihat inem yg sudah siap
"inem bareng saya yok" ujar andre dari mobilnya
"gak apa2 pak" tanya inem pada andre
"nggak" jawab andre pada inem
kemudian inem naik ke mobil andre dan bertanya" pada andre tentang mobil andre yg mewah itu
"sudah pak" ujar inem pada andre
"oke" jawab andre lalu menjalankan mobilnya
"ini kok gk seperti mobil saya pak" tanya inem pada andre yg masih bingung dengan mobil andre itu
"ini mobil matic nem" jawab andre pada inem
"ban mobil bapak juga gede banget" tanya inem pada andre
"saya sengaja nem beli mobil ini karena bannya gede itu jadi kalo di jalanan becek dia gk perlu di dorong" jawab andre
"kalo layar kamera itu kok beda sama mobil saya pak,kalo layar kamera di mobil bapak itu kok terlihat lebih rapi ya pak kalo yg di mobil saya agak keluar layarnya" tanya inem pada andre
"ini udah dari pabriknya nem dibikin,kalo layar yg di mobil kamu itu yg bikin pemilik sebelumnya" jawab andre
"oh jadi begitu pak" tanya inem pada andre
"iya,tapi bukan itu doang nem kalo layar yg ada di mobil saya ini juga layar sentuh jadi kalo mau nyetel lagu,video musik seperti ini" jawab andre lalu menyetel video musik di layar mobilnya
"wah benar2 hebat ya pak" ujar inem pada andre
"iya,kamu juga bisa kalo mau lihat layar seperti di mobil abang saya dan adik saya" jawab andre
"ini nama mobil bapak ini namanya apa ya" tanya inem pada andre
"Jeep Wrangler RUBICON" jawab andre
"kalo punya pak andra itu namanya mobil apa pak???" tanya inem pada andre
"itu namanya Toyota Fortuner" jawab andre
"kalo punya pak andri itu apa pak" tanya lagi inem pada andre
"itu namanya Mitsubishi Pajero Sport Dakar" jawab andre
"kalo itu foto siapa pak??" tanya inem sambil menunjuk 4 foto yg ada di atas dashboard mobil andre
"ambil aja nem,kamu lihat sendiri" jawab andre
"ya ampun,pak andre ganteng bu rahma juga cantik waktu menikah pakaiannya biru2 lagi,yang ini bapak lagi makan stroberi muka bu rahma udah hamil tapi terlihat senang sedangkan pak andre terlihat lucu mukanya,yg ini bu rahma sama anak punk fotonya,yg ini bu rahma baru melahirkan anak kembarnya,yang ini foto bapak dan bu rahma seperti ustadz & ustadzah bareng anak2" ujar inem yg melihat foto2 andre dan keluarganya
"yang anak punk itu saya nem,itu dia lagi ngidam waktu itu usia kandungannya istri saya masih 6 bulan,itu waktu habis dari ke kebun stroberi" jawab andre
"oh,tapi kalo diliat bu rahma sekarang agak galak ya pak" tanya inem pada andre
"dia sebenarnya baik nem,cuma dia itu cemburuan kalo saya dekat sama perempuan lain,saya juga bukannya takut istri tapi saya lebih mencintai dia nem melebihi wanita lain,bang andra juga gk bisa terpisahkan dari kak aisyah,andri juga gk bisa terpisahkan dari fatimah" jawab andre
kemudian mereka sampai ke ke gudang galau fm
"udah sampai ayo turun nem" ujar andre pada inem
"iya pak" jawab inem
kemudian teman andre budi keluar dan melihat inem sudah sampai dan menghampiri mereka
"halo ndre,nem" ujar andre pada mereka berdua
"hai bud,hai mas budi" jawab andre dan inem
budi ingin mengungkapkan perasaannya pada inem bahwa dia mencintainya
"nem bisa kita bicara berdua" ujar budi pada inem
"bicara apa mas" jawab inem
"saya sebenarnya suka sama kamu nem,saya berharap kamu bisa menjadi istri saya" tanya budi pada inem
"saya gak mau mas,saya gk mau yg namanya menikah" jawab inem
"kenapa nem" tanya budi pada inem
"nganu mas,nganu" jawab inem yg masih gugup itu
"bud,nem mendingan kita obrolin di bangku sana yuk" tanya andre pada keduanya
kemudian andre memberitahukan kisah masa lalu inem pada budi
"jadi bud,dulu si inem ini pernah dibawa sama pacarnya ke sebuah kamar dan tiba2 saat pagi hari si inem udah gak pakai baju dan pacarnya menghilang terus sekitar 2 bulan kemudian si inem ini udah hamil,di saat si inem mau ke rumah pacarnya untuk meminta pertanggung jawaban tiba2 pacarnya sudah menikah dengan orang lain,lalu ia terpaksa menjual rumah dan sawah bapaknya pergi dari kampungnya dan ia ketemu sama kedua pasang suami istri yg sudah lama tidak mempunyai keturunan lalu si inem kerja di rumah orang itu dan memberikan anaknya pada mereka dan diberikan uang yg banyak,lalu uang hasil memberikan anaknya dan hasil jual sawah dan rumah bapaknya dia beli rumah yg di seberang rumah gua" andre menceritakan masa lalu inem itu pada sahabatnya
"astaghfirullah hal adzim" jawab budi sambil mengeluarkan air matanya
"tapi nem bukannya saya memaksa kamu untuk menikah,sebab itu adalah ibadah jadi kamu buang semua masa lalumu dan bukalah lembaran baru,saya yakin kamu ini berjodoh dengan budi,dia tidak seperti pacarmu itu,dulu saya juga punya pacar nem tapi dia lebih memilih om om hidung belang yg lebih kaya di saat saya ingin melamarnya,tapi untungnya saya bertemu dengan rahma cukup maut yg bisa memisahkan antara saya dan rahma,saya abang saya dan adik saya pernah mati suri nem dan alhamdulillah dengan izin yg maha kuasa kami memiliki kelebihan,abang saya bisa membaca pikiran dan membaca isi hati seseorang,adik saya bisa lari secepat kilat,dan saya mungkin lebih mustahil apa yg saya katakan pasti akan terjadi,seperti yg saya mau kondangan saya sempat bilang hati2 kepeleset sama kamu dan mungkin kamu waktu itu kepeleset" ujar andre pada inem
"yg bapak katakan itu benar waktu bapak bilang masakan saya gosong dan benar ikan yg saya masak gosong,dan yg bapak bilang hati2 kepeleset saya benar2 kepeleset" jawab inem
"saya bisa menerima kamu nem apa adanya meskipun masa lalumu itu kelam tapi saya bisa menerima apa adanya" ujar budi pada inem
"mas budi serius kan yaudah saya mau menjadi istri mas budi" jawab inem lalu tersenyum pada budi
Sementara di PT.Maju Jaya Grup
semenjak posisi dina digantikan oleh yuli perusahaan semakin berkembang,andra dan aisyah sangat berterima kasih pada yuli
"terima kasih ya yul kamu sudah menerima karyawan yg baik dan untuk pekerjaan cleaning service bagi yg lulusan sma,saya suka dengan kinerja manager seperti kamu" ujar andra pada yuli
"sama sama pak karena menurut saya semua orang itu berhak bekerja pak,karena pengangguran itu bukan berarti malas bekerja tetapi mereka hanya kurang dalam percaya diri" jawab yuli
"terima kasih juga ya mbak yuli sudah membuka lowongan untuk orang yg lulusan sma saya beruntung bisa bertemu seperti mbak yuli" ujar aisyah lalu tersenyum
"justru seharusnya saya yg berterima kasih bisa bertemu pak direktur seperti pak andra dan bu direktur seperti bu aisyah" jawab yuli
kemudian ilham berjalan ke arah yuli dan mencium pipinya
"atte atte" ujar ilham sambil menepuk kaki yuli
"apa den ilham" tanya yuli pada ilham
"sini sini" jawab ilham sambil memberikan kode untuk yuli menunduk
"apa apa" tanya yuli pada ilham sambil menunduk
"muach" ilham mencium pipi kanan yuli
__ADS_1
"ih den ilham bisa aja" ujar yuli yg malu
"hehehe" ilham tertawa
kemudian andra dan aisyah tertawa lalu andra mendapatkan telepon
'Drrtt'
"halo dengan siapa dimana" tanya andra pada penelpon
(ini saya dari pihak kepolisian pak) jawab polisi
"ada apa pak polisi" tanya andra pada polisi
(begini saya meminta pak andra datang untuk besok ke sidang hukuman untuk saudari Dina,Yuyun,Sari,dan Seli pak dan bapak juga ajak pak andre serta pak andri) jawab polisi
"ya sudah terima kasih atas pemberitahuannya pak insyaallah saya dan kedua adik saya akan datang besok pak,kalau boleh tahu jam berapa saya datang besok pak" ujar andra
(baik pak,kalo datangnya sekitar jam 9 pagi) jawab polisi sambil mematikan telponnya
"polisi kenapa nelpon kamu bang" tanya aisyah pada suaminya
"dia minta aku untuk besok datang ke sidangnya dina,yuyun,sari,dan seli" jawab andra pada istrinya
"yul saya minta besok pagi jam 9 kamu ikut saya ke pengadilan ya untuk sidangnya dina" tanya andra pada yuli
"baik pak" jawab yuli
Sedangkan di Sdn Harapan Bangsa
Di ruang guru bu tuti memuji kinerja bu susi sebagai guru kelas 2,dan membuat guru lainpun memuji dirinya
"saya terima kasih sama bu susi,karena bu susi membuat kelas 2 lebih semangat belajar" puji kepala sekolah pada bu susi
"seharusnya saya yg terima kasih buk,karena ibu masih memberikan saya kesempatan untuk menjadi guru lagi" jawab bu susi
"iya semenjak bu susi jadi guru kelas 2,anak kelas 2 lebih bersemangat" puji guru kelas 1
"makasih pak" jawab bu susi
"bu susi hebat ya,tipsnya apa sih bisa bikin murid semangat" puji fatimah pada bu susi
"makasih ya buk,kalo soal tips sih saya gak ada" jawab bu susi
"memang beda kelas 2 masa bu sari sama bu susi,kalau era bu sari kelas 2 terlalu tidak bersemangat" puji andri
"makasih pak,tapi setiap ajaran guru itu memang beda pak" jawab bu susi
"bu susi emang the best deh" puji guru kelas 5
"makasih ya buk" jawab bu susi
"pertahankan kalo bisa bu susi mendidik mereka seperti ini" puji guru kelas 6
"iya makasih pak" jawab bu susi
kemudian kepala sekolah dan semua gurupun pulang ke rumahnya
Sore harinya..!!!
setelah pulang dari pekerjaan masing",andra,andre,andri serta istri masing2 sudah ingin berangkat ke dealer mobil bekas bersama inem
"oh iya kira2 siapa yg mau bawa mobil inem buat ke dealer" tanya andra pada semuanya
"ya yg punyalah" jawab andre
"ya siapa dong,kalo saya nanti takut semua" jawab andre
"ya siapa dong" tanya aisyah pada semuanya
"yaudah andri aja dah" ujar andre sambil menunjuk andri
"oke" jawab andri
inempun memberikan kunci mobilnya pada andri
"nih pak kuncinya" ujar inem pada andri
"makasih nem" jawab andri
kemudian mereka semua berangkat ke dealer
"mobilmu ini asyik juga bawanya nem" tanya andri pada inem
"tapi saya masih belum tau tentang caranya hidupin lampunya dimana pak" jawab inem pada andri
"gampang nem,nih putar aja nih yg di bawah setir kalo dinaikin sama di turunin itu buat lampu sein,kalo diputar seperti ini meteran kecepatannya hidup" ujar andri pada inem
"oh jadi begitu" jawab inem
"tadi ya pak pas saya naik mobilnya pak andre,cakep banget bagian layarnya,ACnya juga adem banget di jalan bannya juga halus banget" ujar inem pada andri
"sama nem,mobil saya,mobil bang andra juga enteng kalo di jalan setirnya juga enteng" jawab andri pada inem
kemudian andra memberitahu tentang sidang besok pada kedua adiknya
"oh iya ndre ndri tadi aku dapat telpon dari pihak kepolisian katanya besok Dina,Yuyun,Sari dan Seli di sidang kita semua harus hadir" ujar andra pada kedua adiknya
"oh yaudah besok aku,istri anak2 serta papa mama aku ajak,inem juga biar yuyun tahu siapa penggantinya" jawab andre pada abang sulungnya
"iya aku juga bawa istri anak sama bu susi,biar sari tau siapa penggantinya" jawab andri pada abang sulungnya
kemudian mereka sampai ke dealer dan turun
"alhamdulillah sampai juga,ayo turun" ujar andri sambil mematikan mesin mobil lalu turun
"iya" jawab semuanya sambil turun
"assalamualaikum" ujar semuanya pada pegawai
"waalaikumsalam" jawab pegawai
"pak saya mau membeli mobil kijang grand extra 1.8 itu pak" ujar andre pada pegawai sambil menunjuk Kijang Grand Extra 1.8 warna biru itu
"iya pak,syarat2 sudah ada kan" tanya pegawai pada andre
"oh ada nih pak dan ini uangnya 35 juta" jawab andre sambil memberikan uang hasil patungan itu pada pegawai
"tunggu sebentar ya pak" tanya pegawai pada andre
"iya pak" jawab andre
beberapa menit kemudian pegawaipun kembali dan membawa kunci dan bpkbnya
"ini kunci dan bpkbnya dan tolong tanda tangani ini" tanya pegawai pada andre
"iya pak" jawab andre lalu menandatangani kertas serah terima pada andre
"terima kasih ya pak" ujar andre pada pegawai
__ADS_1
"sama sama pak" jawab pegawai pada andre
kemudian andre memberi saran agar wanita di mobil Kijang Super G milik inem dan laki2 di mobil Kijang Grand Extra 1.8
"oh iya btw,istri di mobil inem dan suami di mobil kita semua setuju" ujar andre pada semuanya
"oke siapa takut,bagaimana kalo kita balapan" tanya 3 istri pada 3 suami
"yaudah" jawab 3 suami
"btw siapa supir mobil inem" tanya andra pada 3 wanita
"aku bang" jawab aisyah
"yaudah nih kak kuncinya" ujar andri pada aisyah sambil memberikan kunci mobil inem
"kalo supir di mobil suami siapa" tanya aisyah pada 3 suami
"jelas aja andre sayang" jawab andra pada istrinya
kemudian andre mengeluarkan mobil kijang warna biru itu dari dalam dealer
"ayo bang,ndri naik" ujar andre yg sudah mengeluarkan mobil itu
"iya" jawab andra dan andri sambil naik ke dalam mobil
"wow ini kijang dashboardnya masih original warnanya coklat lagi,sedangkan mobil inem hitam" ujar andra yg sudah di sebelah andre
"benar bang masih mulus yg ini" andri menjawab pertanyaan abang sulungnya
"ayo mulai bang" tanya rahma pada suaminya yg sudah disamping aisyah
"iya sayang" jawab andre pada istrinya
Balapan antara Aisyah dan Andre dimulai
"1 2 3 go" ujar fatimah dari mobil inem
"wow ini mobil udah power steering mesinnya juga gak kalah halus bang" ujar andre pada abang sulungnya
"ngacir ndre" tanya andra pada adik keduanya
"iya bang" jawab andre pada abang sulungnya
"finishnya rumah kan ya bang" tanya andri pada abang keduanya
"iya" jawab andre pada adik bungsunya
sedangkan di mobil inem
inempun ketakutan melihat aisyah yg membawa mobilnya sama seperti andre
"ya ampun buk jangan seperti pak andre dong buk" tanya inem pada aisyah
"tenang aja nem" jawab aisyah dengan santai dengan berharap dirinya menang karena berada di depan sedangkan andre di belakang
Di mobil andre
"Ayo bang jangan ketinggalan jauh itu mereka sudah di depan" tanya andri pada abang keduanya
"tenang aja ndri" jawab andre dengan santai
"bisa2 mereka yg menang ndre" tanya andra pada adik keduanya
Andre yg masih fokus ke jalan dan melihat meteran bensin masih setengah kemudian menginjak gas mobilnya dan langsung membalap aisyah hingga sampai ke rumah
"ayo ndre jangan dibelakang terus balap mobilnya inem" ujar andra pada adik keduanya
"santai aja bang" jawab andre lalu menginjak gas mobil itu
kemudian andre menyalip aisyah dan memenangkan pertandingan
"wow padahal tadi ketinggalan jauh bang tapi kesalip juga" tanya andri pada abang keduanya
"kan aku udah bilang santai aja" jawab andre pada adik bungsunya
"hore sampai juga ke rumah" ujar andra yg senang karena menang
"nih siapa yg mau masukin mobilnya" tanya andre pada kedua saudaranya lalu membuka pager rumah dan menuju garasi
"aku aja" jawab andri lalu pindah dari bangku tengah ke bangku setir
kemudian para wanita pun sampai
"yah kita kalah kak" ujar rahma dan fatimah
"namanya juga pertandingan menang kalah udah biasa yg penting gk pakai duit dek" jawab aisyah pada kedua adiknya sambil memarkirkan mobil inem depan rumahnya
"nih nem kuncinya" ujar aisyah sambil memberikan kunci mobil pada inem
"iya buk,ngeri juga ya kalo sama bu aisyah tapi pak andre lebih gila bawa mobilnya sampai ibuk dibalap sama pak andre padahal ketinggalan jauh" jawab inem yg sudah merasakan dibawa oleh keduanya
"yaudah kita pulang ya nem,ayo dek" tanya aisyah pada inem lalu mengajak kedua adiknya pulang
"iya kak" jawab rahma & fatimah pada kakak sulungnya
"ya ampun ini mobil lebih enak daripada punya inem bang" tanya andri pada abang sulungnya yg sudah memasukkan mobil ke garasi dan mematikan mesin mobil
"suaranya juga agak halus" jawab andra pada adik bungsunya lalu turun dari mobil
"gimana mobilnya enak gk dibawa ayahnya syifa" tanya aisyah pada adik iparnya yg sudah masuk ke garasi
"mantep kak lebih enak dari mobilnya inem" jawab andri pada kakak iparnya
kemudian andre yg sudah menutup pager rumah lalu menghampiri yg lain di garasi
"gimana ndri enak kan mobilnya" tanya andre pada adik bungsunya lalu menghampirinya
"benar bang udah power steering" jawab andri pada abang keduanya
"oh iya kak aisyah jangan ngambek ya karena kalah" ujar andre pada kakak iparnya
"ya nggak lah ayahnya kembar,si inem aja bilang ngeri sama aku bawanya tapi dia bilang katanya pak andre lebih gila malahan" jawab aisyah pada adik iparnya
"btw ini mobil masih ori loh dashboard sama setir warnanya coklat dan ngacir di jalanan" ujar andre pada semuanya
"berarti kita semua beruntung dong meskipun harganya lebih murah tapi masih bagus ya nggak,kita tos dulu" tanya aisyah pada semuanya
"oke" jawab semuanya
kemudian mereka semua tos bersama
"aku ada ide sih bagaimana kalian ke pengadilan pakai mobil ini sama papa,mama dan anak2,aku sama inem naik mobil aku,bang andra sama manager barunya,andri sama guru kelas dua yg baru itu" tanya andre pada kakak iparnya dan semuanya
"boleh juga tuh" jawab aisyah pada adik iparnya
"iya boleh juga tuh" jawab rahma pada suaminya
"benar boleh juga tuh" jawab fatimah pada abang iparnya
__ADS_1