Jodoh Takkan Pergi Kemanapun

Jodoh Takkan Pergi Kemanapun
Bicara tentang kekuatan anak


__ADS_3

Siang hari sesudah andri pulang dari sekolah, mereka bertiga berada di teras atas untuk bicara tentang kekuatan anak²


"kira² kenapa ya anak kita sendiri bisa dapat kekuatan itu??" andra bertanya pada kedua adiknya


"makanya itu bang aku juga bingung sejak kapan mereka dapat kekuatan ini" jawab andre pada abang sulungnya


"kita tanya aja langsung sama mereka gimana" ujar andri pada kedua abangnya


"iya" jawab andre dan andri


Mereka bertiga turun ke bawah


"siang tuan²" ujar sri pada mereka bertiga


"siang sri" jawab mereka bertiga


"sepi banget ma,pada kemana yg lain" andra bertanya pada ibunya


"pada di kamar kalau nggak salah" jawab bu indri pada anak sulungnya


"memangnya kalian ada perlu??" pak hendra bertanya pada ketiga anaknya


"nggak banget sih pa,tapi kalau mereka ada kita juga mau nanya sesuatu" jawab andre pada ayahnya


"oh iya sri,kalau dikampung anak kamu itu kan sama ibu kamu,kalau ayah kamu masih hidup??" andri bertanya pada sri


"bapak saya juga sudah meninggal tuan waktu saya kelas 2 SMA" jawab sri pada andri


"kalau boleh tau sakit apa sri bapak kamu" andra bertanya pada sri


"sakit jantung tuan" jawab sri pada andra


"jadi sejak bapak kamu meninggal,ibu kamu jadi tulang punggung keluarga" andre bertanya pada sri


"iya tuan,ibu saya hanya petani setelah saya menikah almarhum suami saya yg menggantikan ibu saya jadi petani,setelah suami saya meninggal sawah itu dijual untuk kebutuhan sehari²" jawab sri pada andre


"oh iya sri,saya mau tanya misalkan anak² saya ini masih bujangan terus kamu juga masih gadis,kamu mau menikah dengan siapa??" bu indri bertanya pada sri


"kalau disuruh pilih,jelas saya pasti pilih tuan andre nyonya besar,masalahnya tuan andre itu spesial" jawab sri pada bu indri


"jujur ya sri,mungkin kalau 8 tahun yg lalu saya belum bertemu dengan rahma saya mau menikah sama kamu bukannya saya menolak kamu,tapi dulu dia itu adalah adik kelas saya dan dia sering sekali bertengkar dengan saya,saya juga nggak tau kalau rahma yg datang ke Gudang Galau FM hanya untuk bertemu dengan saya itu ternyata adik kelas saya dulu" ujar andre pada sri


"8 tahun yg lalu saya masih sekolah tuan" sri kaget dengan ucapan andre


"kalau begitu saya ke kamar dulu ya sri" andre pamit pada sri


"iya tuan" jawab sri pada andre


Andre menuju kamarnya untuk menanyakan tentang kekuatan anaknya


"sayang,kita perlu bicara" ujar andre pada istrinya


"bicara apa???" rahma bertanya pada suaminya


"soal kekuatan anak²" jawab andre pada istrinya


"lebih baik kamu bicara langsung sama mereka berhubung mereka lagi disini" ujar rahma pada suaminya


"dewa dewi,sini ayah mau ngomong!!!" andre memanggil anak²nya


"ada apa ayah??" dewa dan dewi bertanya pada ayahnya


"benar ada teman kalian yg nakal karena nilai kalian jelek,dan kalian bilang nilai teman kalian itu bakal lebih jelek" ujar andre pada anak kembarnya


"iya ayah" jawab dewa dan dewi pada ayahnya


"kalian nggak bohong kan??" rahma bertanya pada anak kembarnya


"nggak ma,kan mama yg bilang kalau kita nggak boleh bohong" jawab dewa dan dewi pada ibunya


"siapa yg paling duluan selesai kerjain tugas dari guru" rahma bertanya pada anak kembarnya


"syifa ma" jawab dewa dan dewi pada ibunya

__ADS_1


"syifa anaknya om andri dan tante fatimah kan" andre bertanya pada anak kembarnya


"iya ayah" jawab dewa dan dewi pada ibunya


"coba kalian bilang om andri akan datang kesini sebentar lagi" ujar andre pada anak kembarnya


"om andri akan datang kesini sebentar lagi" dewa dan dewi menurut


5 menit kemudian


"udah 5 menit om andri nggak datang juga" rahma penasaran akan kedatangan adik iparnya


"ayah yakin kalau tante aisyah dan tante fatimah akan datang" ujar andre pada anak kembarnya


Tak sampai 5 menit aisyah dan fatimah datang mengetuk pintu


"assalamualaikum" aisyah mengetuk kamar adiknya


"iya waalaikumsalam" rahma menghampiri pintu


"ada apa kak,dek??" rahma bertanya pada kakak sulungnya dan adik bungsunya


"hari ini kita pergi bareng² yuk dek ke pasar" jawab aisyah pada pada adik keduanya


"sama sri juga nggak kak??" rahma bertanya pada kakak sulungnya


"boleh" jawab aisyah pada adik keduanya


"ayahnya kembar habis pacaran lagi ya??" aisyah bertanya pada adik iparnya


"nggak kok kak" jawab andre pada kakak iparnya


"pacarnya aku pinjam dulu ya" ujar aisyah pada adik iparnya


"jangan lama² ya" jawab andre sambil tersenyum


mereka bertiga pergi ke pasar bersama sri sedangkan si kembar heran dengan ayahnya


"kok ayah bisa,tante aisyah sama tante fatimah datang buat jemput mama" dewa heran dengan ayahnya yg sekejap bisa mendatangkan kedua tantenya


"masih untung cuma masakannya gosong,mungkin kalau ayah bilang rumah kebakaran bisa jadi kebakaran juga" ujar dewi pada ayahnya


"ya kalau kebakaran kasian tante inem nggak punya rumah lagi" jawab andre pada anaknya


Sementara di kamar andra


"ilham ayah mau tanya sama kamu" ujar andra pada anaknya


"tanya apa ayah" ilham bertanya pada ayahnya


"benar kamu bisa membaca pikiran ibu guru kamu" jawab andra pada anaknya


"ayah tau dari mana??" ilham bertanya pada ayahnya


"guru kamu yg bilang,dia bilang seakan² dia muridnya kamu gurunya" jawab andra pada anaknya


"aku juga nggak tau kenapa aku bisa baca pikiran bu guru" ujar ilham pada ayahnya


"apa kamu bisa baca pikiran ayah??" andra bertanya pada anaknya


"nggak yah" jawab ilham pada ayahnya


"ayah tau kalau kamu itu nggak bohong,sekarang kamu bingung kan kenapa ayah tanya ini" ujar andra pada anaknya


"kok ayah bisa baca pikiran aku" ilham kaget dengan ucapan ayahnya


"ayah ini bisa baca pikiran orang,tetapi kamu cuma bisa baca pikiran guru kamu,ini sama aja kontak batin kalau kamu ada di dekat ayah kamu nggak bisa baca pikiran orang tetapi kalau kamu lagi jauh dari ayah kemungkinan kamu bisa baca pikiran orang,intinya jangan salah gunakan kekuatan ini apalagi untuk kejahatan" andra memberitahu anaknya


"iya ayah" jawab ilham pada ayahnya


Sedangkan di kamar andri


"syifa kamu lagi ngapain" andri bertanya pada anaknya

__ADS_1


"lagi ngerjain pr yah" jawab syifa pada ayahnya


"susah nggak pr kamu" andri bertanya pada anaknya


"nggak yah" jawab syifa pada ayahnya


"boleh ayah bantu" andri bertanya pada anaknya


"nggak usah yah" jawab syifa pada ayahnya


"kok kamu lama nulisnya,bukannya kamu selalu duluan kalau ngerjain tugas di sekolah" andri bertanya pada anaknya


"nggak tau yah,kalau kerjain pr sama mama juga biasa kok kaya begini juga nggak cepat kaya di sekolah" jawab syifa pada ayahnya


Setelah itu andri mengambil sebuah kertas dan menulis dengan cepat


"syifa ini kertas kosong kan" ujar andri pada anaknya


"iya yah" jawab syifa pada ayahnya


"sekarang ayah tulis HARIMAU BETINA SEDANG PERGI KE PASAR" andri menulis kalimat itu ke kertas kosong itu


melihat kertas itu sudah penuh dengan tulisan syifa kaget


"kok ayah nulisnya cepat banget" syifa kaget dengan tulisan ayahnya


"bukannya ayah sombong ya,sebenarnya ayah juga bisa lari cepat" andri memberitahu anaknya


"tapi aku belum pernah ngeliat ayah lari cepat" syifa belum yakin dengan ayahnya


"ayah punya kekuatan mengerjakan apapun dengan cepat,sedangkan om andre bisa melakukan hal yg belum terjadi bisa terjadi,sedangkan om andra bisa membaca pikiran orang" andri memberitahu anaknya


"seperti yg ayah bilang tadi kak dewa dan dewi juga bisa seperti yg dilakukan oleh om andre di sekolah sedangkan kak ilham juga bisa seperti yg dilakukan om andra di sekolah sedangkan aku bisa menulis cepat seperti ayah di sekolah" ujar syifa pada ayahnya


"mungkin itu bisa kalian lakukan di sekolah bukan di rumah" jawab andri pada anaknya


Ketiga saudara itu kembali ke ruang tamu


"kenapa wajah kalian gelisah seperti itu??" bu indri bertanya pada ketiga anaknya


"aku heran ma masalahnya anak² di sekolah bisa melakukan apa yg kita lakukan" jawab andra pada ibunya


"yg benar kamu,terus gimana dong cucu² mama" bu indri kaget dengan jawaban anak sulungnya


"tapi mereka hanya bisa melakukan di sekolah ma,tidak bisa melakukan di rumah" andre memberitahu ibunya


"maksudnya" bu indri bertanya pada anak keduanya


"intinya mereka nggak bisa menggunakan kekuatan itu disini ma,hanya bisa dia lakukan di sekolah" andri menjawab pertanyaan ibunya


"jadi si ilham sama seperti kamu dra,si kembar seperti kamu dre,dan syifa seperti kamu ndri,tapi cuma di sekolah bukan disini" bu indri bertanya pada ketiga anaknya


"betul ma" jawab ketiga saudara itu pada ibunya


"kalau disini mereka bisa memakai kekuatan itu,yg ada mama bisa stres disini" ujar bu indri pada ketiga anaknya


"kenapa ma??" andre bertanya pada ibunya


"mereka berempat juga kan kadang jahil sama neneknya sendiri" bu indri menggelengkan kepalanya


"oh iya aku masih ingat,dulu waktu ilham masih bayi dia pernah ngompol di gendongan mama ya bang" andre bertanya pada abang sulungnya


"iya dre" jawab andra pada adik keduanya


"bukan ilham doang dre,mereka berempat udah pernah ngompol di gendongan mama" bu indri memberitahu anak keduanya


"iya aku juga tau ma" jawab andre pada ibunya


"itu namanya resiko ma,kan dulu mama yg bilang pingin gendong cucu waktu mau jodohin kita bertiga" ujar andra pada ibunya


"iya juga sih,tapi nggak apa² yg penting mama juga senang sih punya cucu seperti mereka waktu bayi lucu² semua mereka dan mereka bukan anak² yg durhaka" jawab bu indri pada anak sulungnya


"nah itu mama tau,mereka lebih senang bukan hanya dengan papa dan mama,mereka juga senang kalau mertua kita masih hidup" ujar andri pada ibunya

__ADS_1


"pasti mereka senang kalau kakek dan nenek bukan dari ayahnya doang tetapi mereka juga senang kalau kakek dan nenek dari mamanya" jawab bu indri pada anak bungsunya


__ADS_2