Jodoh Takkan Pergi Kemanapun

Jodoh Takkan Pergi Kemanapun
Andra,Andre dan Andri menjadi muda kembali part 2,(kembali ke wujud asli)


__ADS_3

saat menulis surat untuk istri mereka bertiga bingung apa yg harus ditulis di surat itu


"kira² apa yg ditulis buat mereka ya,oh iya aku tau apa" andra berpikir sejenak dan menulis


"gimana bang udah nulis surat belum,kalau aku hampir selesai" andri bertanya pada kedua abangnya


"ya ini sebentar lagi ndri nggak perlu panjang² sih menurut aku" jawab andre pada adik bungsunya


"tapi lebih baik surat ini gua aja yg kasih ke mereka dre,dan kalian ganti nama dulu dan di surat menunjukkan contohnya andre junior itu anaknya andre dari teman smp yg dulu" ujar budi pada andre


"nggak usah lu kasih tau gua udah tau duluan" jawab andre pada budi


"oh begitu toh" budi menganggukkan kepalanya


"coba panggil inem kesini" andra menyuruh budi memanggil inem


"sayang tolong dong kesini" budi memanggil istrinya dari luar


"iya sebentar" jawab inem dari dalam


Kemudian inem keluar


"ada apa mas??" inem bertanya pada suaminya


"itu ada yg manggil" jawab budi pada istrinya


"ada apa ya dek manggil tante" inem bertanya pada andra junior


"nem,saya mau kasih tau sama kamu ya sebenarnya saya ini andra,dan ini andre terus yg ini andri,kita nggak tau harus bagaimana sekarang,bangun tidur fisik kita sudah berubah seperti ini" jawab andra pada inem


"hah,nggak mungkin masa sih" inem tidak percaya pada andra


"benar yg pak andra bilang,sewaktu aku smp andre itu sekelas aku dan wajahnya seperti itu" budi memberitahu istrinya


"hah,yg benar mas tapi kenapa jadi seperti ini mukanya" inem memegangi wajah ketiganya


"itu yg saya bingung nem,sekarang saya lapar lagi" andri memelas


"ya udah kita makan dulu yuk" inem mengajak mereka semua masuk


"makasih tante" canda andre pada inem


"apaan sih pak andre" inem malu²


mereka semuanya makan masakan yg sudah dimasak oleh inem


"masakan kamu enak juga nem" andra memuji masakan inem


"biasa aja kok pak" jawab inem pada andra


"emang benar nem" andre ikut memuji masakannya


"mungkin bapak² ini mukanya berubah pas ada petir yg gede itu kali ya mas" ujar inem pada suaminya


"bisa juga ya kalau nggak salah jam 2 : 30 semalam petir gede benget" jawab budi pada istrinya


Beberapa menit kemudian


"ini bud suratnya terus kita ke rumah dan makasih ya nem makanannya" ujar andre pada pasutri itu


"sama² pak" jawab inem pada andre


Mereka berempat langsung ke rumah


"assalamualaikum" sapa budi dari luar pager


"iya,waalaikumsalam" aisyah menuju pager


"oh iya mas budi melihat suami saya,sama adik²nya nggak,dan 3 bocah ini kenapa ada sama mas budi" aisyah bertanya pada budi sambil menunjuk 3 bocah yg bersama budi


"ada yg mau saya bicarakan buk,ini penting kalau bisa di dalam saja ya" jawab budi pada aisyah


"oh ya udah nggak apa² ayo masuk" aisyah mengajak mereka semua masuk


sesampainya di dalam!!


"maaf ya mungkin kedatangan saya ini lancang kesini" ujar budi pada mereka semua


"memangnya kenapa kok bisa lancang" bu indri bertanya pada budi


"jadi ini ada surat untuk bu aisyah,bu rahma,sama bu fatimah dan surat ini mereka berikan tadi malam pada saya dan kalau ibu² bertiga sudah membaca surat ini ibu² juga yg menentukan nasib ketiga bocah ini" ujar budi pada mereka bertiga


Setelah itu mereka bertiga membaca surat itu


"Untuk istriku aisyah,mungkin ini terlalu mendadak aku kasih tahu kamu soal anak ini,anak ini adalah anak aku dari teman aku smp yg dulu,dulu sewaktu aku baru lulus smp ibunya anak ini sudah putus sekolah karena harus mengandung benih dariku,dan sekarang aku sedang membawa ibunya anak ini ke rumah sakit di luar negeri karena menderita penyakit yg serius" aisyah membaca surat dari andra


"Untuk istriku rahma,memang aku ini dikenal buaya darat dan memiliki banyak penggemar wanita,tapi sewaktu dulu aku smp pernah dijebak oleh seorang wanita yaitu ibu dari anak ini,ibunya dulu pernah memberiku sebuah minuman yg berisikan obat penenang dan saat aku bangun dari tidur tiba² aku sudah seranjang dengan wanita itu beberapa bulan kemudian dia hamil dan tadi malam ibunya datang ke rumah,sekarang aku sedang pergi bersama ibunya anak ini untuk menyelesaikan masalahku dengannya" rahma membaca surat dari andre


"Untuk istriku fatimah,maafkan aku karena telah pergi dan menitipkan anak ini padamu sesungguhnya aku tidak tau harus kemana sekarang aku harus menanggung jawabkan perbuatanku dulu pada ibunya anak ini,aku titip anak ini padamu ya sayang tolong rawat dia seperti kamu merawat anak kita" fatimah membaca surat dari andri


"jadi kamu anaknya andra" aisyah bertanya pada suaminya versi abg


"iya tante" andra terpaksa memanggil istrinya tante


"siapa nama kamu" aisyah bertanya kembali


"nama aku andra junior tante" jawab andra pada istrinya


"kalau kamu namanya siapa" rahma bertanya pada suaminya versi abg


"aku andre junior tante" jawab andre pada istrinya


"kalau kamu" fatimah bertanya pada suaminya versi abg


"aku andri junior tante" jawab andri pada istrinya

__ADS_1


"sumpah ma,aku nggak nyangka ternyata suamiku sendiri bisa berbuat demikian" aisyah memegangi dahinya


"benar,berangkat kerja aja jadi males karena mereka ma" fatimah tak bersemangat setelah membaca surat itu


"mama juga kaget pas kalian baca surat itu,kenapa mereka mendadak banget kasih tau ini" bu indri pusing mendengar kabar itu


"jadi bagaimana buk,apa ibu² mau merawat mereka,kalau tidak saya juga bisa merawat mereka semua" budi bertanya pada para istri


"nggak usah mas budi,biar kita aja yg ngurusin mereka,lagipula mereka kan nggak ada salah apa²" jawab aisyah pada budi


"kalau begitu saya pulang ya,assalamualaikum" budi pamit pada mereka semua


"iya,waalaikumsalam" jawab mereka semua


"kalau begitu aku juga mau berangkat ke kantor aja ya ma" aisyah pamit pada ibu mertuanya


"iya hati²" jawab bu indri pada menantunya


"aku juga ya ma berangkat ke sekolah" fatimah pamit pada ibu mertuanya


"iya hati²" jawab bu indri pada menantunya


"oh iya tante,aku minta maaf ya kalau papa aku udah berbuat salah sama tante" andre membujuk istrinya


"sudahlah,lagipula nasi sudah jadi bubur,nanti kalau papa kamu pulang aku tau harus berbuat apa" rahma semakin geram dengan suaminya


"ya ilah suami kamu ada disini juga,cuma kamu aja yg nggak tau masa muda aku itu seperti apa" andre membatin


"sabar aja ya" andra merangkul bahu adik keduanya


"iya" jawab andre pada abang sulungnya


Di PT Maju Jaya Grup


"Ya Allah,kenapa kehidupan rumah tanggaku tiba² seperti ini,dimana suamiku berada" aisyah menangis di singgasana suaminya


"permisi buk" yuli membuka pintu


"iya,waalaikumsalam" aisyah menyeka air matanya secara terburu²


"bu aisyah nangis ya" yuli bertanya pada aisyah


"nggak kok,tadi habis kelilipan" aisyah membantah pertanyaan yuli


"ada apa mbak yuli" aisyah bertanya pada yuli


"sebenarnya saya butuhnya tanda tangan bapak sih buk buat menandatangani berkas ini" jawab yuli pada aisyah


"tapi suami saya lagi pergi mbak,apa saya boleh mewakilinya" aisyah bertanya pada yuli


"nggak apa² buk" jawab yuli pada aisyah


Kemudian aisyah menandatangani berkas itu


"makasih ya buk" yuli menerima berkas itu dari aisyah


yulipun meninggalkan ruangan bosnya


"apa aku harus menceraikan dia,lebih baik aku tunggu dulu sampai dia pulang dari luar negeri" aisyah pusing dengan pesan yg ditulis oleh suaminya


Sedangkan di Sdn Harapan Bangsa


"sehari tanpa suamiku saja aku sudah gelisah,apalagi mengingat isi surat dari dia ditambah lagi anaknya sama teman smpnya itu pusing aku jadinya" fatimah mengetuk² pulpen di mejanya


"oh iya bu fatimah,suaminya kemana kok nggak ikut??" susi bertanya pada fatimah


Fatimah hanya diam mengetuk² pulpen di mejanya


"buk,kok diam aja sih" susi menepuk bahu fatimah


"ada apa buk" fatimah kaget dengan tepukan susi


"jangan bengong dong buk,kenapa sih bengong aja,saya tadi nanya suaminya mana kok nggak ikut" susi bertanya kembali pada fatimah


"nggak tau buk kemana dia sekarang" jawab fatimah pada susi


"kalau abang iparnya" bu tuti bertanya pada fatimah


"nggak tau juga,suami sama 2 abang ipar saya pada pergi kemana" jawab fatimah pada bu tuti


"tapi kalau kakaknya pergi juga buk" susi bertanya pada fatimah


"kalau kakak sulung saya tadi berangkat ke kantor sendirian,dan kakak kedua saya di rumah tadi sama mertua dan anak² doang" jawab fatimah pada susi


"kira² trio ganteng itu kemana ya buk" by tuti bertanya pada fatimah


"nggak tau buk,menghilang bak ditelan bumi" jawab fatimah pada bu tuti


sedangkan di rumah bu indri


"kalian anak² seusia begini kenapa nggak main keluar" bu indri yg tak sadar pada anak²nya memulai pertanyaan


"kalau aku lebih sering belajar,karena yg namanya main itu aku paling males ma" andra menjawab pertanyaan ibunya


"ma,kok kalian manggil saya mama" bu indri bertanya pada anak sulungnya


"maksudnya,itu oma" ujar andre pada ibunya


"hah iya,oma" jawab andra pada ibunya


"oh,iya tante aku mau tanya dong,waktu papa aku ketemu sama tante itu awalnya gimana" andre bertanya pada istrinya


"dulu waktu saya ketemu sama dia itu,panjang deh ceritanya" jawab rahma pada andre junior itu


"kalau aku liat dari wajah tante sepertinya ceritanya nggak panjang,tetapi karena tante masih kesal sama papanya andre junior" andra sengaja menyinggung rahma

__ADS_1


"pasti bang andra abis baca pikirannya dia ya" bisik andri pada abang sulungnya


"tau aja" jawab andra pada adik bungsunya


"oh iya,kalian ini masih kecil kenapa pikiran kalian itu dewasa banget ya" rahma bertanya pada 3 bocah itu


"oh itu mah nggak apa² tante" andri menjawab pertanyaan rahma


7 hari kemudian


"ma,kok suami kita belum pulang ya" aisyah mengeluh pada ibu mertuanya


"mama juga nggak tau mereka pada kemana" bu indri menjawab keluhan dari menantu pertamanya


"sudah seminggu mereka pergi dari kita dengan meninggalkan surat itu" rahmapun mengeluh pada ibu mertuanya


"apa kita cerai aja ya ma sama suami kita" fatimah bertanya pada ibu mertuanya


"jangan ngomong begitu,mama juga tau pasti kalian nggak terima dengan kehadiran 3 anak² itu kan" bu indri bertanya pada ketiga menantunya


"aku sih sebenarnya nggak terima dengan andra junior itu,selama seminggu ini dia selalu bertanya soal kisah cinta aku dengan suamiku" jawab aisyah pada ibu mertuanya


"iya ma,andre junior itu juga dia berusaha dekat² dengan aku,meskipun awalnya dia itu bertanya soal perjalanan cintaku sama suamiku,jelas aku jawab panjang ceritanya" jawab rahma pada ibu mertuanya


"apalagi andri junior itu dia selalu berusaha membuat aku tertawa,padahal hatiku itu masih sakit karena surat dari suamiku itu ma" jawab fatimah pada ibu mertuanya


"kalau masalah itu lebih baik nggak usah dipermasalahkan dulu,siapa tau suami kalian itu sebentar lagi pulang" ujar pak hendra pada ketiga menantunya


sedangkan di gudang


di gudang ketiga saudara itu sedang mencari ijazah smp mereka,dikarenakan ijazah itu adalah kunci satu²nya agar membuat ketiga istri percaya bahwa mereka adalah suaminya


"oh iya dre kamu cari di kardus yg disana ya,kamu ndri cari di kardus yg disana,kalau belum ketemu sekalian aja kita geledah semuanya" ujar andra pada kedua adiknya


"iya bang" jawab andre dan andri pada abang sulungnya


Mereka bertiga berpencar mencari ijazah smp mereka


"bang udah dapat belum" andri bertanya pada abang sulungnya


"belum ndri" jawab andra pada adik bungsunya


Kemudian andre menemukan ijazah smp itu


"alhamdulillah udah ketemu nih bang,ijazah kita bertiga" andre memberitahu abang sulungnya


"yang benar dre" andra bertanya pada adik keduanya


"kalau salah kenapa aku kasih tau" jawab andre pada abang sulungnya


andra dan andri menghampiri andre


"yes akhirnya ketemu,ayo kita selesaikan ini semua di depan mama,papa dan istri yg sudah tertipu dengan surat palsu itu" andra mengajak kedua adiknya ke ruang tamu


mereka bertiga pergi ke ruang tamu


"assalamualaikum" ujar mereka bertiga pada semuanya


"waalaikumsalam" jawab semua yg ada di ruang tamu


"hai junior" bu indri memanggil mereka bertiga


"cukup ma,jangan panggil kita dengan sebutan junior lagi" jawab andra pada ibunya


"dan aku ini bukan anak dari andra" ujar andra pada mereka semua


"aku juga bukan anak dari andre" andre memberitahu semuanya


"aku juga bukan anak dari andri" andri melanjutkan kata² kedua abangnya


"jadi kalian itu siapa" aisyah bertanya pada mereka bertiga


"kalau kamu mau tahu siapa aku lihat ijazah ini" andra memberikan ijazah smpnya pada istrinya


"kamu juga lihat ijazah ini" andre memberikan ijazahnya pada istrinya


"kamu juga harus lihat ijazah ini" andri memberikan ijazah smpnya pada istrinya


"jujur aku itu bukanlah anaknya andra,tetapi aku adalah andra yg nggak tau sejak hujan petir seminggu yg lalu itu membuat wajahku kembali ke wujudku yg dulu,anak aku itu cuma ilham,dan wanita yg melahirkan anak dari aku itu cuma kamu sayang" andra menangis lalu memeluk istrinya


"jadi kamu itu nggak keluar negeri,dan selama ini ternyata kamu di rumah,aku minta maaf soal aku ingin cerai dari kamu" aisyah membalas pelukan dari suaminya


"sama seperti yg dibilang sama bang andra,aku juga bukan anaknya andre,tetapi aku adalah andre seperti yg aku katakan seminggu yg lalu,aku itu sebenarnya masih ingin kamu mengingat kisah cinta kita sejak awal kita ketemu dan soal surat itu,surat itu adalah surat palsu karena kalau aku memberitahu wujud asliku menjadi seperti dulu kamu pasti tidak akan percaya" andre menangis sambil memeluk istrinya


"nggak apa² yg penting kamu nggak menjauh dari aku,justru aku senang kalau ternyata kamu itu nggak pergi selesaikan masalah kamu dengan teman smp kamu itu" rahma senang dan membalas pelukan suaminya


"seperti yg dibilang sama bang andra dan bang andre,isi surat aku itu palsu terus aku juga kangen tidur sama kamu di kamar sedangkan aku harus tidur bertiga di kamar bang andre yg dulu selama seminggu sempit²an" andri mengeluarkan air matanya sambil memeluk istrinya


"mendengar kalau kamu nggak berbuat seperti yg disurat itu aja sudah lega,tapi aku juga nggak tau cara membuat kamu kembali ke wujud yg sekarang" fatimah membalas pelukan suaminya


setelah memeluk istrinya mereka bertiga kembali ke wujud aslinya


"alhamdulillah akhirnya wajah kamu kembali" aisyah kaget setelah melepaskan suaminya


"wajah kamu juga sudah berubah" rahma kaget setelah melepaskan pelukan suaminya


"muka kamu juga,udah nggak seperti bocah lagi" fatimah juga ikut kaget setelah melepaskan pelukan dari suaminya


"mama juga sepertinya sudah pikun ya" pak hendra bertanya pada istrinya


"kok papa bilang begitu" bu indri tersinggung dengan pertanyaan suaminya


"masa mama lupa wajah mereka bertiga waktu smp dulu" ujar pak hendra pada istrinya


"ya mama memang lupa pa wajah mereka dulu,tapi yg namanya kalau muka 29 tahun tiba² berubah jadi 16 tahun ya gimana nggak lupa" jawab bu indri pada suaminya

__ADS_1


__ADS_2