
Setelah selesai membersihkan mobilnya andre bosan di rumah dan mengajak istrinya pergi ke suatu tempat
"sayang ini kan hari senin,tapi aku bosan di rumah" ujar andre pada istrinya
"terus kamu mau kemana bang??" rahma bertanya pada suaminya
"ya kemana aja gitu sama kamu,kalo perlu sama yg lain" jawab andre pada istrinya
"ayo kita tanya dulu yg lain" rahma bertanya pada suaminya
"yaudah ayo" andre menjawab lalu merangkul istrinya ke dalam rumah
sesampainya di dalam rumah mereka berduapun bertanya pada yg lain
"akhirnya selesai juga" andre yg baru duduk lalu bersandar di sofa
"udah nyuci mobilnya ndre" tanya budi pada inem
"udah bud" andre menjawab pertanyaan temannya
"kalo begitu gua pulang dulu ya,ayo sayang kita pulang" budi pamit kepada mereka semua lalu mengajak istrinya pulang
"iya mas" jawab inem pada suaminya
kemudian budi dan inem pulang lalu andre mengajak saudara"nya untuk pergi
"btw aku lagi bosan di rumah aku pengen pergi ngajak bang andra sama kamu ndri enaknya kita kemana" andre bertanya pada kedua saudaranya
"kalo itu mah terserah kamu aja ndre" jawab andra pada adik keduanya
"iya terserah abang aja deh" andri melanjutkan jawaban abang sulungnya
"kalo kakak mau kemana" tanya rahma pada kakak sulungnya
"kakak gk tau dek" jawab aisyah pada adik keduanya
"kalo kamu dek" tanya rahma pada adik bungsunya
"terserah kakak aja deh" jawab fatimah pada kakak keduanya
"mendingan kalian ke penjara aja deh,kasih peralatan sholat untuk mereka disana" ujar pak hendra pada mereka semua
"benar yg papa bilang,kita beli mukena sama sajadah lalu berikan kepada mereka agar dia ingat sama tuhan" tanya andre pada semuanya
"yaudah deh kita sama anak2 ikut" jawab aisyah pada mereka semua
"ndre,ndri lebih baik kita mandi dulu" tanya andra pada kedua adiknya
"iyalah bang" andre dan andri menjawab pertanyaan abang sulungnya
10 menit kemudian mereka selesai mandi
"sayang aku udah selesai nih" para suami memberitahukan istri mereka masing2
"yaudah ayo berangkat" para istri bertanya pada suaminya
"tapi kita beda mobil aja ya" ujar andre pada semuanya
"maksud ayahnya kembar gimana" aisyah bertanya pada adik iparnya
"jadi gini aja kak,biar aku bang andra sama andri minjem mobil inem,kak aisyah pake kijang yg di garasi" andre menjawab pertanyaan kakak iparnya
"yaudah kalo begitu" aisyah setuju dengan saran adik iparnya
kemudian mereka membawa anak"nya serta membuka garasi
"oh iya salah satu keluarin kijangnya biar aku masukin mobilku" andre bertanya pada semuanya lalu masuk ke mobilnya
kemudian rahma mengeluarkan mobil kijang itu dan andre memasukkan mobilnya
"udah nih aku pinjam dulu mobilnya ya" andre mengatakan pada semuanya
"yaudah buruan ndre" andra bertanya pada adik keduanya
"iya" jawab andre pada abang sulungnya
"assalamualaikum" sapa andre sambil mngetok pintu rumah inem
"waalaikumsalam" jawab budi yg membuka pintunya
"wih andre rapi banget mau kemana" ujar budi pada andre
"gini bud inem ada nggak" tanya andre pada budi
"lagi masak ndre" jawab budi pada andre
"gini gua mau minjem mobilnya masalahnya" ujar andre pada budi
"oh ntar gua ambil dulu kuncinya" jawab budi
kemudian budi bertanya pada inem bahwa mobilnya ingin dipinjam andre
"sayang mobil kamu mau dipinjam andre boleh gk" tanya budi pada istrinya
"ya bolehlah mas,kasih aja langsung kuncinya" jawab inem pada suaminya
kemudian budi kembali keluar rumah dengan kunci mobil di tangannya
"nih ndre kuncinya" ujar budi pada andre
"makasih ya bud,bilang juga sama inem makasih" tanya andre pada budi
"iya" jawab budi
kemudian andrepun membuka terpal mobil inem lalu masuk ke dalam mobil itu
"tunggu dulu ya" andre bertanya pada semuanya sambil menghidupkan mesin mobil
"iya" jawab semuanya
kemudian andre menyuruh andra dan andri naik
"ayo bang,ayo ndri" ujar andre pada kedua saudaranya
"iya" jawab andra dan andri sambil membuka pintu mobil
setelah itu andre mengobrol dengan andra dan andri
"oh iya bang kayanya sebelum kita ke penjara kita harus ke toko peralatan sholat dulu deh" andre bertanya pada abang sulungnya
__ADS_1
"terserah kamu aja" andra menjawab pertanyaan adik keduanya
45 menit kemudian andre sampai di tempat penjualan busana muslim
"udah sampai turun yuk" tanya andre pada kedua saudaranya
"yaudah" jawab andra dan andri yg ikut turun dari mobil
sedangkan di mobil belakang para istri bertanya" mengapa suami mereka berhenti disini
"kok mereka bertiga turun ya kak" tanya fatimah pada kedua kakaknya
"iya juga ya mereka masuk ke tempat busana muslim" jawab rahma pada adik bungsunya
"oh iya lupa kan papa yg bilang supaya para pembunuh itu sholat di masa2 hidupnya sekarang apalagi hukuman mereka itu kan hukuman mati" ujar aisyah sambil menepuk dahinya
"tapi kayanya kok ayahnya kembar tahu tempat ini ya dek,sedangkan kita aja tahu karena ngikutin dia" tanya aisyah pada adik keduanya
kemudian rahma melamun dan mengenang saat andre memberikan mukena yg diberikan untuknya dulu
"dek kenapa melamun" aisyah yg menepuk2 bahu adik keduanya
"ada apa kak" rahma yg baru sadar dari lamunannya
"jangan melamun" ujar aisyah pada adik keduanya
"iya,tapi aku kayanya ingat sesuatu yg dulu deh kak" jawab rahma pada kakak sulungnya
"apa tuh kayanya seru" aisyah bertanya pada adik keduanya sambil menautkan alisnya
"kakak masih ingat gak mukena warna biru yg aku pakai sampai sekarang kalau sholat" ujar rahma pada kakaknya
"ingat" jawab aisyah pada adik keduanya
"sepertinya suamiku dulu beli mukena itu disini,makanya dia hafal banget tempat ini" ujar rahma pada kakak sulungnya
"oh mukena yg itu ya kak,ya ampun waktu itu bang andre datangnya juga pakai kado lagi ya" tanya fatimah pada kakak keduanya
"iya dek,kakak yg dulu dikasih sama abangmu waktu masih perawan sekarang udah punya anak kembar yg lucu2" jawab rahma pada adik bungsunya
"kakak juga masih pakai nih arloji yg ada di tangan kiri ini meskipun udah lama tapi kenangan sewaktu masih belum menikah" ujar aisyah pada kedua adiknya
"tapi kalo aku boleh tau itu kayanya arloji mahal deh kak" tanya fatimah pada kakak sulungnya
"mungkin juga kayanya" jawab aisyah pada adik bungsunya
"kita yg dulu ngefans sama bang andre,tapi sekarang karena kita sering ketemu jadi kaya biasa2 aja ya kak,tapi tunduknya cuma ke kak rahma doang" tanya fatimah pada kakak sulungnya
"iya juga dek,tapi suami2 kita kayanya spesial banget buat kita,ada yg direktur,ada yg penyiar radio terkenal,ada yg guru pokoknya mereka bertiga itu suami the best deh" jawab aisyah pada adik bungsunya
setelah 25 menit merekapun keluar dari toko itu
"sekarang kita langsung ke lapas" ujar andre pada kedua saudaranya
"yoi dong" jawab andra dan andri
"itu mereka udah keluar dari toko" ujar para istri
"yaudah dek hidupin mesinnya" tanya aisyah pada adik keduanya
"iya kak" jawab rahma lalu menghidupkan mesin mobil
45 menit kemudian mereka sampai ke lapas dan turun
"oh iya fat sini dewi sama aku" andre yg menghampiri mobil yg dibawa oleh istrinya
"nih bang" fatimah yg memberikan dewi pada abang iparnya
"sayang anak ayah jangan gigitin jari dong" andre yg menasihati anaknya
kemudian mereka semua masuk ke lapas
"assalamualaikum" sapa semuanya pada polisi
"waalaikumsalam" jawab polisi yg sedang berjaga
"ada apa ya bapak2 ibuk2" tanya polisi pada ketiga suami istri itu
"ini pak,kita mau besuk,seli,dina,yuyun,dan,sari" andre mewakili semua untuk menjawab
"tunggu sebentar ya pak" tanya polisi pada andre lalu ke sel tahanan 4 wanita itu
kemudian 4 wanita itupun menghampiri mereka semua
"ada apa kalian kesini" seli yg memulai pembicaraan dengan nada sinis
"jadi begini kita mau kasih sesuatu ke kalian" ujar andre pada keempart wanita itu
"apa" tanya keempat wanita itu
"ini ada sajadah dan mukena untuk kamu din" jawab andra lalu memberikannya pada dina
"kenapa bapak kasih ini ke saya" tanya dina pada mantan bosnya
"ingat jangan lupa sholat dan minta ampunan pada tuhan agar nanti ketika hukuman mati berlangsung kamu bisa tenang" ujar andra pada mantan managernya
"yaudah terima kasih" jawab dina
"kalau ini untuk kamu seli dan yuyun,seperti yg abang saya katakan tadi meskipun kalian berdua berada di sel tahanan tapi jangan lupa sholat karena sholat bisa membuat hati kalian tenang" ujar andre pada seli dan yuyun
"kamu gk usah sok alim ndre kamu kalau mau bicara seperti ini di masjid sana" seli menjawab dengan lantang pada andre
mendengar seli berbicara lantang pada andre,rahmapun menampar seli
*plakkkk*
"mengapa kamu tampar saya" tanya seli pada rahma
"saya menampar kamu karena kamu berani berbicara seperti itu terhadap suami saya,kamu seperti ini karena kamu yg menyuruh wanita ini untuk membunuh suami saya dan disaat itu suami saya baru selesai sholat dzuhur" rahma menjawab pertanyaan seli sambil menunjuk yuyun
"udah sayang biarkan saja" ujar andre pada istrinya
karena takut ditampar rahma yuyunpun mengambil sajadah dan mukena yg diberikan oleh andre itu
"oh iya andre terima kasih ya sajadah sama mukenanya" yuyun mengatakan pada andre dengan ekspresi ketakutan
"dan juga ini buat kamu sari,kamu jangan lupa sholat ya minta ampun sama yg maha kuasa agar kamu nanti saat hukuman tiba kamu bisa meninggal dengan cara lebih baik" ujar andri pada sari
"makasih ya pak andri" jawab sari pada andri
__ADS_1
"oh iya sebelum kita semua pulang ada yg mau saya bicarakan pada kalian,tau nggak kenapa saya,abang saya,&,adik saya,memberikan sajadah dan mukena ini" ujar andre pada mereka berempat
"nggak tau,emang kenapa" tanya keempat wanita itu
"siapa tau saja kalian bisa meninggal dengan cara yg lebih baik,seperti ketika sedang sujud,atau,di hari jum'at,pokoknya saya mendoakan kalian meninggal dengan cara yg lebih baik itu aja,kita pulang dulu ya" andre memberikan pesan untuk mereka berempat lalu tersenyum dan pamit
"iya" jawab ketiga wanita kecuali seli
saat mereka berempat masuk kembali ke sel tahanan mereka,ketiga wanita membicarakan andre sedangkan seli hanya diam
"btw kalian lihat nggak waktu andre senyum" tanya yuyun pada dina dan sari
"lihat senyumannya itu seakan - akan bukan sembarang senyuman" jawab sari pada yuyun
"senyuman andre itu seperti sihir ya,aku nyesal dulu malah suka sama abangnya bukan suka sama dia" dina yg mulai terpesona dengan adik dari andra itu
"aku juga menyesal nabrak andre gara2 perintah dia itu" yuyun yg menyesal sambil menunjuk seli
"aku juga,mungkin kalo gk dengarin perintah seli aku masih jadi guru" sari yg ikut menyesal akan perbuatannya
"aku juga sakit rasanya di tampar oleh aisyah waktu itu di pipi kanan" dina yg mengingat tamparan aisyah sambil mengeluarkan air matanya
"aku juga waktu itu ditampar sama rahma sakit sekali,apalagi pas dia tampar seli tadi pasti rasanya sakit banget" yuyun yg mengingat tamparan rahma sambil mengeluarkan air matanya
"iya aku juga waktu itu ditampar sama fatimah sakit juga rasanya" sari yg mengingat tamparan fatimah sambil mengeluarkan air matanya
"oh iya waktu itu andra tau apa yg aku pikirkan waktu hari terakhir aku masih jadi manager" dina yg mencurigai kekuatan andra
"iya waktu itu juga andre pernah bilang sama aku hati2 kesetrum dan aku juga kesetrum" yuyun yg mencurigai kekuatan andre
"iya apalagi waktu aku lari,andri juga ngejar aku cepat banget" sari yg mencurigai kekuatan andri
"jangan2 setelah mereka mati suri,mereka bertiga punya kekuatan,dan jadi hebat" dina,yuyun,serta sari yg bertanya2
ketiga pasutri itu saling pindah mobil,andra yg naik mobil kijang warna biru bersama aisyah serta ilham,sedangkan andre,rahma,andri,fatimah serta anak2 mereka berada di mobil inem
"oh iya bang,heran gk sih sama bang andra kenapa kalo bawa mobil selalu di belakang bang andre" tanya andri yg berada di sebelah abang keduanya
"aku juga nggak tau ndri" jawab andre pada adik bungsunya sambil menyetir mobil inem
kemudian rahma mendapatkan chatt dari seorang wanita
(maaf apa ini dengan bu rahma,nama saya linda,saya mau ngekost di kostan ibu) ujar wanita yg bernama linda itu
"iya benar saya rahma,tunggu dulu ya sebentar lagi saya kesana" rahma membalas chatt dari linda
"oh iya bang kita ke kostan dulu ya ada yg mau ngekost" ujar rahma pada suaminya
"tapi sayang emang kamu bawa duplikat kuncinya" tanya andre pada istrinya
"bawa dong ini ada di tas aku" jawab rahma pada suaminya
"tapi sayang pliss biarkan aku kasih tunjuk muka aku bahwa aku ini andre bukan tarjo" tanya andre pada istrinya
"iya,iya" jawab rahma pada suaminya
30 menit kemudian mereka sampai ke kostan
"alhamdulillah kita sampai juga" ujar andre pada semuanya
"ndre kok kita kesini" andra bertanya pada adik keduanya dari dalam mobil
"itu ada 2 cewek yg mau ngekost" andre yg baru keluar dari mobil inem menjawab pertanyaan abang sulungnya
andra,aisyah,serta ilhampun turun dari mobil
"assalamualaikum" sapa mereka semua pada linda
"waalaikumsalam" jawab linda pada mereka semua
kemudian stella dan ninapun baru pulang kuliah
"permisi ada apa ini rame2" tanya stella pada mereka semua
"eh stella,nina" ujar fatimah pada stella dan nina
"bu fatimah apa kabar" tanya stella pada fatimah
"oh iya buk rahma saya linda,saya mau ngekost disini dikasih tau sama stella dan nina,kebetulan mereka juga teman saya buk" ujar linda pada rahma
"oh yaudah ini kuncinya ya" rahma memberikan kunci pada linda
"terima kasih ya buk dan ini uangnya" linda mengucapkan terima kasih dan memberikan uangnya pada rahma
andre yg sedang melipat kedua tangannya di dada dan hanya diam saja di sebelah rahma sambil menundukkan kepalanya
"itu suaminya ya buk" tanya linda pada rahma
"iya,ini suami saya" jawab rahma sambil menggandeng tangan suaminya
stella dan ninapun hanya fokus pada andre yg menunduk
"bang itu dilihatin sama orang" andri memanggil abang keduanya
"apaan" jawab andre pada adik keduanya sambil menampakkan wajahnya
"ya ampun mas andre" stella,nina,dan linda yg terkejut melihat idola mereka
"iya saya andre,dan rahma ini adalah istri saya dan yg menjadi tarjo waktu itu adalah saya" andre menjelaskan secara detail pada mereka bertiga
"oh tapi kita bertiga boleh gak foto sama suami ibuk pliss ya" tanya stella,nina,dan linda pada rahma
"boleh" jawab rahma lalu tersenyum
setelah selesai berfoto mereka semuapun pamit pulang
"oh iya kita pulang dulu ya" andre pamit pada mereka bertiga
"iya,terima kasih ya" jawab stella,nina,dan linda pada andre
kemudian mereka semua pulang dan andre bertanya pada istrinya
"oh iya sayang makasih ya kamu udah izinin mereka foto sama aku" andre bertanya pada istrinya
"iya gak apa2 lagipula berbagi kebaikan itu justru akan mendapatkan kebaikan juga" jawab rahma pada suaminya
setelah mereka sampai ke rumah andrepun langsung mengembalikan mobil milik inem dan andra memasukkan mobil le garasi
__ADS_1