
Di hari kedua libur ketiga saudara itu mengajak istri mereka untuk pergi jogging pagi ke taman dengan membawa stroller anak" mereka
"oh iya udah siap semuanya" tanya andra pada semuanya
"udah" jawab semuanya
"kamu cantik banget sayang pakai kaos begitu jilbab juga dimasukkan ke leher lagi" tanya andra pada istrinya
"ih gombal" ujar aisyah yg tersipu malu atas pujian suaminya
"kok gombal sih kita kan udah sah" jawab andra sambil menunjukkan cincin pernikahan yg ada di jari manisnya
"iya iya kamu juga gk kalah tampan" aisyah membalas pujian suaminya
"nah gitu dong istri sholeha,istri dari seorang andra" jawab andra
"tunggu dulu istriku belum selesai" ujar andre pada abangnya
"kak rahma ngapain emang bang" tanya andri pada abang keduanya
"aku juga gk tau tadi dia bilang mau ikut juga,tapi aku juga bingung kok belum selesai" jawab andre
kemudian rahmapun keluar dengan setelan kaos merah putih dan hijab berwarna putih serta celana training hitam
"itu kak rahma bang" ujar andri
"mana" tanya andre yg menoleh ke arah kamar lalu terdiam melihat istrinya yg cantik dengan setelan seperti itu
"ayo berangkat" tanya rahma pada semuanya
"ayok" jawab yg lainnya
sedangkan andre masih terdiam melihat penampilan istrinya itu
"ayo bang berangkat jangan melamun" tanya rahma pada suaminya
"iya" jawab andre yg masih melihat istrinya berpakaian seperti itu
dijalan ketiga suami itu masih memuji istri mereka yg mendorong stroller anaknya
"gak nyangka ya ndre ndri almarhum ayah mertua kita punya putri secantik mereka bertiga" tanya andra pada kedua adiknya
"iya juga bang kak aisyah kulitnya hitam manis cantik,istriku kulitnya kuning langsat cantik,fatimah kulitnya putih cantik juga" jawab andre
"benar2 bak bidadri bang,kita juga yg beruntung sebenarnya" ujar andri pada kedua abangnya
"udah deh gk usah muji berlebihan kalian juga ganteng kok" balas ketiga istri itu
beberapa menit kemudian mereka sampai di taman
mereka berenampun saling jogging mengelilingi lapangan sebanyak 10 kali putaran
setelah selesai mengelilingi lapangan merekapun melatih anak" mereka untuk saling mengenal
"udah capek juga,minum dulu ah" ujar andra
"iya bang capek juga" jawab aisyah
"oh iya lebih baik kita ajari anak2 kota untuk saling mengenal nanti kak aisyah,fatimah,sama kamu sayang jongkok disana" tanya andre pada kedua iparnya dan istrinya
"yaudah gk apa2" jawab aisyah
"iya malah bagus" jawab rahma
"boleh juga tuh" jawab fatimah
kemudian ketiga istri itu jongkok 5 meter di hadapan suami
"sekarang kamu sayang mama mana" tanya andra pada ilham
setelah berjalan 5 meter ilhampun menunjuk ke arah kiri tepat dimana mamanya jongkok
"ini mama" ujar ilham yg menunjuk mamanya
"hore pintar" jawab aisyah
"sekarang ayah yg mana coba" tanya aisyah pada ilham
kemudian ilhampun berjalan 5 meter dan menunjuk ke arah kanan tepat dimana ayahnya jongkok
"ini yayah" jawab ilham yg menunjuk ayahnya
"hore pintar" jawab andra
"sekarang tante rahma yg mana" tanya andra pada ilham
setelah berjalan 5 meter ilhampun menunjuk ke arah tengah tepat dimana tante rahma jongkok
"ini atte lahma" ujar ilham yg menunjuk tante rahma
"hore pintar" jawab rahma
"sekarang om andre yg mana" tanya rahma pada ilham
setelah 5 meter berjalan ilhampun menunjuk ke arah tengah tepat dimana om andre jongkok
"ini om andle" ujar ilham yg menunjuk om andre
"hore pintar" jawab andre
"sekarang tante fatimah yg mana" tanya andre pada ilham
setelah 5 meter berjalan ilhampun menunjuk ke arah kanan tepat dimana tante fatimah jongkok
"ini atte timah" ujar ilham yg menunjuk tante fatimah
"hore pintar" jawab fatimah
"sekarang om andri yg mana" tanya fatimah pada ilham
setelah 5 meter berjalan ilhampun menunjuk ke arah kiri tepat dimana om andri jongkok
"ini om andli" ujar ilham yg menunjuk om andri
"hore pintar" jawab andri
"sekarang kalian berdua ya mama mana" tanya andre pada Dewa & Dewi
setelah berjalan 5 meter Dewa dan Dewipun menunjuk ke arah tengah tepat dimana mamanya jongkok
"ini mama" ujar Dewa & Dewi yg menunjuk mamanya
"hore pintar" jawab rahma
"sekarang ayah mana" tanya rahma pada dewa & dewi
setelah berjalan 5 meter dewa & dewipun menunjuk ke arah tengah tepat dimana ayahnya jongkok
"ini yayah" ujar dewa & dewi
"hore pintar" jawab andre
"sekarang tante aisyah yg mana" tanya andre pada dewa & dewi
setelah berjalan 5 meter dewa & dewipun menunjuk ke arah kiri tepat dimana tante aisyah jongkok
"ini atte aisyah" ujar dewa & dewi yg menunjuk tante aisyah
"hore pintar" jawab aisyah
"sekarang om andra yg mana" tanya aisyah pada dewa & dewi
setelah berjalan 5 meter dewa & dewipun menunjuk ke arah kanan tepat dimana om andra jongkok
"ini om andla" ujar dewa & dewi yg menunjuk om andra
"hore pintar" jawab andra
"sekarang tante fatimah yg mana" tanya andra pada dewa & dewi
setelah berjalan 5 meter dewa & dewipun menunjuk ke arah kanan tepat dimana tante fatimah jongkok
"ini atte timah" ujar dewa & dewi yg menunjuk tante fatimah
"hore pintar" jawab fatimah
"sekarang om andri yg mana" tanya fatimah pada dewa & dewi
setelah berjalan 5 meter dewa & dewipun menunjuk ke arah kiri tepat dimana om andri jongkok
"ini om andli" ujar dewa dan dewi
"hore pintar" jawab andri
"sekarang kamu ya mama mana" tanya andri pada syifa
setelah jalan 5 meter syifapun menunjuk ke arah kanan tepat dimana mamanya jongkok
"ini mama" ujar syifa yg menunjuk mamanya
"hore pintar" jawab fatimah
__ADS_1
"sekarang ayah yg mana" tanya fatimah pada syifa
setelah jalan 5 meter syifapun menunjuk ke arah kiri tepat dimana ayahnya jongkok
"ini yayah" ujar syifa yg menunjuk ayahnya
"hore pintar" jawab andri
"sekarang tante aisyah yg mana" tanya andri pada syifa
setelah jalan 5 meter syifapun menunjuk ke arah kiri tepat dimana tante aisyah jongkok
"ini atte aisyah" ujar syifa yg menunjuk tante aisyah
"hore pintar" jawab aisyah
"sekarang om andra yg mana" tanya aisyah pada syifa
setelah jalan 5 meter syifapun menunjuk ke arah kanan tepat dimana om andra jongkok
"ini om andla" ujar syifa yg menunjuk om andra
"hore pintar" jawab andra
"sekarang tante rahma yg mana" tanya andra pada syifa
setelah jalan 5 meter syifapun menunjuk ke arah tengah tepat dimana tante rahma jongkok
"ini atte lahma" ujar syifa yg menunjuk tante rahma
"hore pintar" jawab rahma
"sekarang om andre yg mana" tanya rahma pada syifa
setelah jalan 5 meter syifapun menunjuk ke arah tengah tepat dimana om andre jongkok
"ini om andle" ujar syifa yg menunjuk om andre
setelah melatih anak" mereka semuapun bergegas pulang
"oh iya udah mau jam 7 nih kita pulang yuk" tanya andre pada semuanya sambil melihat arlojinya
"iya pulang aja yuk" jawab semuanya
andra,andre,dan andri yg masih capek itu kemudian membuka kaos mereka dan meletakkannya di bawah stroller anak masing"
"masih capek gerah badan,buka aja kali ya ini kaos" tanya andra pada kedua adiknya
"iya betul sudah seharusnya" jawab andre dan andri
tak mau kalah dengan suami masing" ketiga istri itupun membuka hijabnya dan menaruhnya di bawah stroller anak"
"sebenarnya kita juga gerah tapi kita buka ini aja dah,kalo buka kaos kayanya gk bisa" ujar ketiga istri
"ayo kita pulang,kamu itu tambah cantik aja sih" tanya andre pada istrinya
"iya kamu juga ganteng dengan dada bidangmu itu" jawab rahma pada suaminya
kemudian merekapun pulang bersama
sesampainya di rumah mereka semua kaget melihat ada seorang wanita yg berada di seberang rumahnya
"siapa itu cewek" tanya andri pada semuanya
"gak tau" jawab andre
kemudian wanita itupun menghampiri mereka
"permisi pak buk nama saya inem saya baru pindah ke rumah yg di seberang,saya mau tanya kalo rumahnya pak rt dimana ya" tanya inem pada mereka semua
"oh kalo pak rt rumahnya mbak itu nanti lurus aja nanti belok kiri pas dibawah pohon mangga" jawab andre
melihat ketiga cowok itu inempun mulai tertarik dengan ketampanan mereka bertiga dari andra,andre hingga andri
"ya ampun ini cowok keren2 banget" inem membatin
"pak bapak ganteng banget udah punya istri belum" tanya inem pada andra
"dia suami saya mbak kenapa" jawab aisyah dengan nada agak tinggi
"oh maaf buk" ujar inem
"bapak yg ini juga ganteng dadanya bidang bidang lagi udah punya istri belum" tanya inem pada andre
kemudian rahma memeluk andre dr belakang dan melototi inem dengan jawaban yg lebih galak
"saya istrinya kenapa gak suka mau ngerebut dia dr saya" jawab rahma yg memeluk suaminya dr belakang dan melototi wanita inem dr bahu kiri suaminya
"kalo bapak yg ini juga ganteng macho perutnya six pack lagi udah punya istri belum" tanya inem pada andri
"ya jelas aja saya istrinya" jawab fatimah yg menggandeng suaminya
"oh maaf buk" ujar inem
"kalo boleh tau nama bapak2 sama ibuk2 siapa ya" tanya inem pada mereka semua
"saya andra mbak dan ini istri saya aisyah" jawab andra
"saya andre mbak dan ini istri saya rahma" jawab andre
"saya andri mbak dan ini istri saya fatimah" jawab andri
"tunggu dulu mbak kan tadi mbak nanya alamat rt kenapa gk ke rtnya langsung kan udah saya kasih tau" tanya andre pada inem
"jangan panggil saya mbak panggil aja saya inem" jawab inem
"oh yaudah inem" ujar mereka andra,andre dan andri
"nah gitu dong" jawab inem yg memang terlihat centil itu
kemudian mereka semuapun masuk dan menuju meja makan untuk sarapan
"assalamualaikum" ujar semuanya
"waalaikumsalam" jawab pak hendra
"kok papa doang mama kemana pa" tanya andra pada ayahnya
"mama kamu lagi kerumah temannya katanya baru pulang dari rumah sakit" jawab pak hendra
"papa udah sarapan" tanya andre pada ayahnya
"udah tadi bareng sama mama" jawab pak hendra
"kalian kenapa kok mukanya cemberut habis berantem suami kalian" tanya pak hendra pada ketiga menantunya itu
"nggak berantem pa cuma habis kesel aja" jawab aisyah
"kesal kenapa" tanya pak hendra
"itu pa ada cewek tadi centil banget" jawab rahma
"centil gimana maksudnya" tanya pak hendra
"itu tadi kan rumah yg udah lama kosong di seberang itu udah di tempatin sama penghuni baru namanya inem tadi nanya rumah rt dimana sama kita pas bang andre udah kasih tau alamatnya dia malah godain 3 anak2 papa yg ganteng ini" jawab fatimah
"emang orangnya cantik ndre" tanya pak hendra pada anak keduanya
"cantik sih nggak pa" jawab andre
"oh" ujar pak hendra
"tapi bemper depannya gede pa" ujar andri
"semoga aja papa gk kegoda sama dia kasian mama yg udah setia nemanin papa sampe punya cucu lagi" ujar andra pada ayahnya
"ya semoga aja papa gk kegoda" jawab pak hendra
setelah selesai sarapan mereka semua pindah ke ruang tamu dan duduk bersama pasangan masing"
"kamu jangan cemberut lagi dong nanti cantiknya hilang" tanya pria bervisual eza gionino itu pada istrinya
"aku masih kesal sama inem yg godain kamu tadi" jawab wanita bervisual poppy bunga itu pada suaminya
"kamu senyum dong biar cantiknya bertambah" tanya pria bervisual cinta brian itu pada istrinya
"aku lagi kesal gara2 si inem itu,kemarin panitia wanita itu sekarang malah si inem lagi yg nambahin" jawab wanita bervisual zoe abbas jackson itu pada suaminya
"pliss ya kamu jangan ngambek lagi kamu mau apa biar aku beliin" tanya pria bervisual jungkook bts itu pada istrinya
"aku gk mau apa2 aku maunya kamu jauh dari si inem itu" jawab wanita bervisual irene red velvet itu pada suaminya
kemudian pak hendrapun datang dan membawa album foto kenangan
"daripada kalian kesal mending liat foto2 ini dulu" ujar pak hendra pada ketiga anak dan menantunya
"foto apa tuh pa" tanya ketiga menantunya
"foto masa kecil suami2 kalian dan foto kalian juga" jawab pak hendra
kemudian pak hendra membuka album foto kenangan miliknya
__ADS_1
"ini foto waktu masa muda papa sama ayah kalian waktu SMA" ujar pak hendra pada semuanya
"waduh papa sama ayah dulu akrab banget ya keliatannya" tanya aisyah pada ayah mertuanya itu
"ayah kamu itu sahabat terbaik papa dulu" jawab pak hendra
"kalo yg ini waktu papa sama ayah kamu sudah tamat sma" ujar pak hendra sambil menunjukkan foto selanjutnya
"oh yg ini papa lucu banget" tanya andre pada ayahnya
"ini waktu andra umur 1 tahun" ujar pak hendra
"itu kok mama keliatannya lagi hamil pa" tanya rahma pada ayah mertuanya
"ya ini yg di dalam perut mama suamimu" jawab pak hendra
"nah ini waktu berkunjung ke rumah kalian waktu itu andra sudah 4 tahun,andre 3 tahun dan andri 2 tahun" ujar pak hendra pada semuanya
"nah ini waktu kalian berenam,ini yg waktu itu yg fotoin ibu halimah loh" ujar pak hendra pada semuanya
"ya ampun kak aisyah giginya ompong" tanya andre pada kakak iparnya
"iya aku dulu ompong" jawab aisyah
"kalo ini foto andre lagi lap air matanya rahma yg nangis" ujar pak hendra
"ya ampun kak rahma sama bang andre dr dulu udah so sweet ya pa" tanya andri pada ayahnya
"di foto itu kamu imut ya sayang" tanya andre pada istrinya
"kamu bisa aja sih" jawab rahma
"nah ini waktu andra sama aisyah rebutan mainan" ujar pak hendra
"wah bang andra rebutannya sama cewek ciee ciee" tanya fatimah pada abang iparnya
"kalo ini foto andri sama fatimah lagi jalan menuju ibunya masing2" ujar pak hendra
"ya ampun si andri sama fatimah lucu banget mukanya" jawab andre
setelah itu pak hendra menerima telpon bu indri
Drrtt (dering telpon)
"halo ma ada apa" ujar pak hendra pada istrinya
(pa kira2 yg jemput mama siapa ya) tanya bu indri
"ntar dulu ma papa tanya dulu siapa yg jemput" jawab pak hendra
"siapa yg mau jemput mama" tanya pak hendra pada semuanya
"aku aja pa" jawab andre
"oh iya alamatnya di mana pa" tanya andre pada ayahnya
"jalan sirsak rt 08 rw 13 nomor 32" jawab pak hendra
"aku ikut dong bang" tanya andri pada abang keduanya
"yaudah ayo" jawab andre
kemudian andre dan andri bersiap" dan menuju garasi untuk mengeluarkan mobil
"buka pager rumah ndri" tanya andre pada adiknya
"iya bang" jawab andri
setelah membuka pagar rumah andrepun mengeluarkan mobilnya dan menyuruh andri untuk menutupnya kembali
"tutup lagi ndri pagernya" ujar andre
andripun menutup kembali pagernya dan naik ke mobil abangnya
"udah" tanya andre pada adik bungsunya
"udah bang" jawab andri
kemudian mereka berduapun berangkat untuk menjemput ibunya
"kalo gk salah jalan sirsak itu kan jauh bang" tanya andri pada abang keduanya
"emang jauh tapi bawanya agak pelan aja dah biar bisa santai di perjalanan" jawab andre
selama di perjalanan andre & andripun menghidupkan rokok mereka masing"
"kalo kaya kita berdua doang gini kan bebas ngerokok ya ndri" tanya andre pada adik bungsunya sambil menghidupkan rokoknya
"betul juga bang" jawab andri sambil menghidupkan rokoknya juga
"tapi kalo misalkan kak rahma yg ikut abang ngerokok gak" tanya andri pada abang keduanya
"tergantung kalo kakakmu doang yg ikut pasti ngerokok, kalo dewa & dewi diajak sama dia terpaksa gk ngerokok" jawab andre pada adik bungsunya
"btw kalo dilihat2 mobil abang ini enak juga ya kalo di jalanan rodanya kaya gk terasa gitu" ujar andri pada abang keduanya
"ini sebenarnya mobil buat ke gunung ndri,waktu aku mau beli mobil ini ada yg rodanya kecil ada yg rodanya besar ya jelas aja aku pilih yg rodanya besar jadi kalo kaya jalanan tanah becek udah gitu nanjak jadi gampang buat dinaikin" jawab andre
setelah itu merekapun sampai di jalan sirsak
Di jalan sirsak rt 08 rw 13 nomor 32 andre dan andripun mengucapkan salam dan pintu dibuka oleh putri pemilik rumah
"assalamualaikum" ujar andre & andri
"waalaikumsalam" jawab putri pemilik rumah yg bernama rita itu
"mau cari siapa ya mas" tanya rita pada andre dan andri
"ini mbak kita mau jemput ibu kita bu indri ada nggak" jawab andre dan andri
"oh anaknya tante indri ya,masuk dulu mas" ujar rita pada kedua saudara itu dan menyuruh mereka masuk
"assalamualaikum" ujar andre dan andri sambil masuk ke dalam rumah
"waalaikumsalam" jawab semua tamu dan pemilik rumah
"oh kalian sudah datang" tanya bu indri pada kedua putranya
"baru sampai ma" jawab andre dan andri
"siapa ini bu indri" tanya tamu yg lain pada bu indri
"ini anak2 saya yg baju biru namanya andre,yg baju hitam andri" jawab bu indri pada temannya yg lain
kemudian bu indri mengenalkan temannya yg baru keluar dari rumah sakit itu pada kedua putranya
"andre andri kenalin ini namanya tante rahayu yg baru keluar dari rumah sakit,dan yg ini anaknya namanya rita" ujar bu indri pada putranya dan memperkenalkan keluarga temannya
"halo tante saya andre dan ini adik saya andri" ujar andre sambil mengenalkan adiknya juga pada bu rahayu
"iya saya rahayu" jawab bu rahayu
kemudian bu rahayupun berniat ingin menjodohkan rita dengan andre
"oh iya nak andre tante boleh tanya gak" ujar bu rahayu pada andre
"tanya apa tante" jawab andre
"kamu sudah menikah belum kalau belum kamu mau gk menikah dengan rita" tanya bu rahayu pada andre
mendengar perkataan bu rahayu,bu indripun kaget mendengarnya
"ya ampun kok bu rahayu mau menjodohkan rita dengan andre" bu indri membatin
"jujur saya sudah menikah tante dan sudah dikaruniai anak kembar 1 laki - laki & 1 perempuan" jawab andre dengan nada santai
"oh kalau nak andri sudah menikah atau belum" tanya bu rahayu pada andri
"saya juga sudah menikah tante dan sudah dikaruniai anak perempuan" jawab andri dengan nada santai
"yah kasian dong kamu rita belum menikah di usia kamu yg sudah 23 tahun" ujar bu rahayu pada putrinya
"gak apa - apa ma rita masih sabar kok buat menunggu" jawab rita
mendengar perkataan ibu dan anak itu andrepun langsung memberikan saran
"kalo boleh kasih saran ya tante dan rita,insyaallah besok rita dilamar sama seorang pria dan lusa akad dan resepsinya dimulai" ujar andre pada bu rahayu dan rita
"masa sih nak andre secepat itu" tanya bu rahayu pada andre
"ya saya cuma kasih saran doang siapa tau aja bisa terjadi" jawab andre
kemudian bu indri,andre serta andri pamit pulang
"kalo begitu kita pamit ya tante" tanya andre & andri
"iya" jawab bu rahayu
"bu rahayu pamit dulu ya" tanya bu indri pada temannya
"iya bu indri hati2 ya" jawab bu rahayu
__ADS_1
kemudian bu indri & kedua putranya pulang ke rumah