
setelah saling memaafkan mereka semua sudah siap untuk pergi ke kampung sri
"oh iya sri apa kamu sudah siapkan barang² kamu??" andra bertanya pada sri
"sudah tuan" jawab sri pada andra
"apa nama kampung kamu sri??" andre bertanya pada sri
"nama kampung saya itu desa mekarsari tuan" jawab sri pada andre
"jalannya masih tanah atau aspal sri??" andri bertanya pada sri
"masih tanah tuan" jawab sri pada andri
"jadi begini aja kita saling bagi tugas,di mobil bang andra dan kak aisyah bawa papa dan mama,di mobil aku dan istriku bawa sri,di mobil andri dan fatimah bawa anak²" andre membagi tugas pada semuanya
"ya udah kalau begitu" semua setuju pada andre
Ketiga saudara itu mengeluarkan mobil masing²
"oh iya ndri menurut map di hp kamu jauh nggak desa mekarsari??" andre bertanya pada adik bungsunya
"lumayan sih bang" jawab andri pada abang keduanya
"ayo sayang,pa,ma,naik ke mobil" ujar andra pada istri dan orang tuanya
"iya" jawab mereka bertiga
"ayo sayang,sri,naik ke mobil" ujar andre pada istri dan sri
"iya" jawab mereka berdua
"ayo sayang,anak²,naik ke mobil" ujar andri pada istri dan keempat anak² itu
Setelah rumah dikunci dan di tutup,mereka semua berangkat ke desa mekarsari
"desa mekarsari" ketiga saudara itu saling mengetik layar mobilnya
"oh,iya sri pakai sabuk pengamannya ya" ujar andre pada sri
"dimana tuan??" sri bertanya pada andre
"itu disebelah kamu,kalau tangan kamu pegal tarik aja yg kecil di tengah bangku itu" andre memberitahu sri
"iya tuan" jawab sri pada andre
setelah di jalan andra menghubungi andre lewat layar lcd mobil
(halo bang ada apa) andre bertanya pada abang sulungnya
(gini dre kita lewat jalan tol aja ya biar cepat) jawab andra pada
(iya bang) andre setuju pada abang sulungnya
"itu tv ya tuan??" sri bertanya pada andre
"bukan sri ini itu layar kamera,kalau kita mau parkir kepala kita nggak perlu keluar kaca,jadi lewat ini aja,dipakai buat telponan bisa,musik bisa,video musik juga bisa,kalau kita oper gigi mobil ini ke huruf R maka yg keliatan mobilnya bang andra" rahma menjawab pertanyaan sri
"itu yg segitiga itu mobil ini ya tuan??" sri bertanya pada andre
"iya sri" jawab andre pada sri
Kemudian andre sampai di jalan Tol
"oh iya sayang tolong dong kamu wa kak aisyah dan fatimah" ujar andre pada istrinya
"buat apa??" rahma bertanya pada suaminya
"bilangin ke bang andra dan si andri suruh ngebut" jawab andre istrinya
Setelah itu rahma mengirim pesan pada kakak,dan adiknya
(kak kata suamiku kita bertiga ngebut aja biar cepat sampai) chat dari rahma pada kakak sulungnya
(iya dek) aisyah membalas chat dari adik keduanya
"oh iya bang kata ayahnya kembar kita bertiga ngebut biar cepat sampai" aisyah memberitahu suaminya
"iya sayang" jawab andra pada istrinya
(dek kata abangmu kita bertiga ngebut aja biar cepat sampai) chat dari rahma pada adik bungsunya
(iya kak) fatimah membalas chat dari kakak keduanya
"oh iya bang kata bang andre kita bertiga ngebut biar cepat sampai" fatimah memberitahu suaminya
"iya sayang" jawab andri pada istrinya
Mereka bertiga menambahkan kecepatan di jalan tol
"tuan saya takut,jangan ngebut² tuan" sri ketakutan pada kecepatan andre
"ini nggak ngebut sri,kan saya mau kita cepat sampai" jawab andre secara santai
"ya ampun sri jilbab kamu sampai lepas begitu,saya nggak takut karena saya juga sudah biasa dibawa seperti ini" ujar rahma pada sri
"itu wajar nyonya,sedangkan saya baru kali ini dibawa ngebut seperti ini,apalagi mobilnya mobil mewah" jawab sri pada rahma
"ini kalau kamu mau muntah" rahma memberikan plastik pada sri
"makasih nyonya" sri menerima plastik itu
setelah itu sri muntah🤮 di plastik itu sampai selesai
"akhirnya selesai juga" sri yg baru muntah itu merasa lega
1 jam kemudian mereka keluar dari tol
"udah keluar tol nih buang aja muntah kamu itu sri" andre memberhentikan mobilnya sejenak
"iya tuan" jawab sri pada andre
"kenapa dre,kok berhenti??" andra bertanya dari dalam mobilnya
"buang muntahnya bang" jawab andre pada abang sulungnya
"itu si sri lagi kenapa dra??" bu indri bertanya pada anak sulungnya
"mabuk perjalanan ma,itu buang plastik di tempat sampah" jawab andra pada ibunya
"kalau mau tadi dia itu minum obat dulu sebelum berangkat,muntahnya juga banyak banget satu plastik penuh" ujar bu indri pada anak sulungnya
"niatnya si andre kan agar cepat sampai,di sisi lain sri mungkin udah muntah pas si andre ngebut tadi ma" jawab andra pada ibunya
Sri kembali masuk ke mobil
"sudah tuan" ujar sri pada andre
"iya" andre menjalankan kembali mobilnya
"untung udah selesai jadi lanjut lagi" andra menjalankan kembali mobilnya
"itu bang andre udah jalan" fatimah memberitahu suaminya
"tapi kasian juga ya ngeliat sri sampai mabuk perjalanan seperti itu" andri menjalankan kembali mobilnya
"iya juga sih,aku juga sama" jawab fatimah pada suaminya
5 jam kemudian mereka sampai di desa mekarsari
"ini ya sri,kampung kamu??" andre melihat gapura di dekatnya
"iya tuan" jawab sri pada andre
"masih jauh nggak??" andre bertanya pada sri
"nggak terlalu jauh tuan" jawab sri pada andre
Mereka bertiga masuk ke desa itu
"gimana sih kepala desa disini jalan masih tanah semua,gak ada aspal sama sekali" andra kesal dengan kondisi jalan di desa itu
"bisa jadi dipakai buat judi kali sama kepala desanya" jawab aisyah pada suaminya
"kira² ada nggak tanah kosong di dekat rumah kamu sri buat parkir mobil??" andre bertanya pada sri
"ada tuan,ada lapangan di depan rumah di situ aja parkirnya" jawab sri pada andre
15 menit kemudian!!!
"ini dia lapangannya tuan,dan itu rumah ibu saya" sri memberitahu andre
mereka semua memarkirkan mobil itu di lapangan
"waduh karena jalan tanah semua ban mobil jadi kotor ya bang" ujar andri pada abang keduanya
"benar,sepertinya desa ini juga masih butuh donasi" jawab andre pada adik bungsunya
__ADS_1
"lebih baik begini aja sri,kamu di belakang 3 menantu saya,biar saya yg ketuk pintunya" bu indri memberi ide pada sri
"iya nyonya besar" sri menurut
"assalamualaikum!!" bu indri menyapa penghuni rumah
"waalaikumsalam" bu salma (ibunya sri) membuka pintu rumah
"ada apa ya buk ketok² pintu??" bu salma bertanya pada keempat wanita itu
"surprise🥳" keempat wanita itu bersorak
"ya ampun sri,ini kamu nak" bu salma menangis melihat anaknya berada di hadapannya
"maafin aku ya buk" sri memeluk kaki ibunya
"alhamdulillah akhirnya kamu pulang juga nak" bu salma membangunkan sri dan memeluknya dengan erat
para bapak² dan anak² datang menghampiri rumah sri
"siapa mereka sri??" bu salma bertanya pada anaknya
"mereka semua majikan baru aku buk" sri memberitahu ibunya
"ayo bapak²,ibu²,masuk ke dalam" bu salma mengajak mereka sekeluarga masuk
mereka semua masuk ke dalam rumah sri,dan sri memperkenalkan mereka pada ibunya
"kenalin buk,ini majikan aku yg ini tuan besar namanya pak hendra,yg ini nyonya besar namanya bu indri,kalau yg ini tuan andra anak sulungnya,yg ini tuan andre anak keduanya,yg ini tuan andri anak bungsunya,dan yg ini nyonya aisyah menantu pertama,yg ini nyonya rahma menantu kedua,yg ini nyonya fatimah menantu ketiga" sri memperkenalkan keluarga pak hendra pada ibunya
"halo buk,pak,perkenalkan saya salma ibunya sri" bu salma memperkenalkan dirinya pada mereka semua
"oh iya bu salma cucunya mana ya" bu indri bertanya pada bu salma
"dia lagi tidur siang buk" jawab bu salma pada bu indri
"oh iya bu salma,saya mau tanya tapi bu salma jangan marah ya atas pertanyaan ini,kalau boleh tau apa sih sebenarnya barang yg membuat sri ini difitnah oleh mantan majikannya" andra bertanya pada bu salma
"barang itu adalah satu kotak perhiasan di tasnya sri pak" jawab bu salma pada andra
"sebenarnya kedatangan kami semua kesini itu ingin membuat nama sri ini bersih lagi di desa ini buk,saya dengar dia ini diusir dari desa ini karena habis difitnah kan buk" ujar andre pada bu salma
"nggak usah repot² pak,sampai sekarang semua warga sudah percaya pada omongan orang itu dan bilang sri itu adalah rampok,bahkan setiap kalau lewat di depan rumah selalu bilang 'eh ada ibu dan anaknya si rampok',padahal mereka dulu itu adalah temannya sri pak" jawab bu salma pasa andre
"apa jauh rumah mantan majikannya itu dari sini buk??" andri bertanya pada bu salma
"gak jauh pak sekitar 20 menit sampai ke rumahnya" jawab bu salma pada andri
Melihat rumah sri banyak tamu para ibu² saling bergosip
"itu rumahnya si rampok tumben banyak tamunya" ujar bu yati dengan nada sinis
"ya ilah biarin aja,sekian lama udah gak ada tamu biarin aja namanya juga rampok" bu sumi berkata sinis
sementara 2 ibu² mengobrol berbeda dengan bu lilis yg sibuk melihat 3 mobil yg diparkir di lapangan
"wow mobil siapa ini,cakep² banget bannya besar² lagi" bu lilis memegangi 3 mobil itu
Tak lama kemudian alarm mobil itu berbunyi
"waduh gimana nih kok bunyi semua" bu lilis panik
"mobil kita bunyi tuh,ayo kita lihat" ujar andra pada kedua adiknya
"iya bang" jawab andre dan andri
"bu lilis ngapain sih disitu??" bu yati bertanya pada bu lilis
"aku nggak ngelakuin apa² kok" jawab bu lilis pada bu yati
"ada apa ini??" andra bertanya pada 3 ibu² itu
"aku nggak,ngelakuin apa² tapi dia" jawab bu yati sambil menunjuk bu lilis
Mereka bertiga mematikan alarm mobilnya
"kalian siapa kok ada disini" andre bertanya pada mereka bertiga
"kenalkan saya lilis,saya yati,dan saya sumi" jawab tiga ibu² itu
"oh iya mas daripada di rumah si rampok itu,lebih baik ke rumah saya aja ya,disana kue lebarannya banyak loh" bu lilis mencoba merayu andre
"memangnya kenapa kalau saya maunya disini??" andre bertanya pada bu lilis
"dulu anak wanita tua itu pernah merampok perhiasan saya" jawab bu lilis pada andre
"dulu anaknya itu jadi pembantu di rumah saya,tapi pas mau pulang di dalam tasnya sudah ada perhiasan saya yg dirampok sama anaknya" jawab bu lilis pada andre
"maaf ya buk,itu anaknya yg merampok atau anda sendiri yg menaruh kotak perhiasan anda ke dalam tas anaknya bu salma" andra yg sudah membaca pikiran bu lilis langsung ke inti masalah
mendengar ucapan andra bu lilis langsung bingung
"panik ya" bisik andra pada bu lilis
"oh iya bu yati dan bu sumi lebih baik panggil semua warga desa mekarsari ini termasuk pak rt juga,sedangkan bu lilis tetap disini" ujar andri pada bu yati dan bu lilis
mereka berdua menuruti perkataan andri
"kenapa bu lilis,kok diam aja" andre bertanya pada bu lilis
"saya nggak apa² kok" bu lilis menggelengkan kepalanya
"kalau misalkan yg saya ucapkan tadi itu benar,apa anda siap diarak dan diusir dari kampung ini" andra bertanya pada bu lilis
"bu salma,mama,papa,dan semuanya lebih baik kesini" andre memanggil semua anggota keluarganya
Mereka semua menghampiri mereka bertiga
"ada apa kok tuan andre nyuruh kita semua keluar" sri bertanya pada andre
"apa betul bu lilis ini mantan majikan kamu??" andre bertanya pada sri
"iya tuan" sri mengangguk
seluruh warga desa dan pak rt datang menghampiri mereka semua
"assalamualaikum" pak rt dan seluruh warga desa menyapa mereka semua
"waalaikumsalam" jawab semuanya
"ada ya bapak²,ibu²,menyuruh kami semua untuk datang kesini" pak rt bertanya pada mereka semua
"begini pak rt ada yg mau dibicarakan sama 3 bapak² ini" jawab bu salma pada pak rt
"pak rt perkenalkan saya andra,dan ini adik saya andre,dan andri" andra memperkenalkan diri dan kedua adiknya pada pak rt
"apa yg mau pak andra bicarakan kepada saya" pak rt bertanya pada andra
"saya ingin membersihkan nama baik sri di kampung ini pak" jawab andra pada sri
"alasan bapak ingin membersihkan nama baik wanita perampok ini memangnya apa??" pak rt bertanya pada andra
"saya yakin 2 tahun yg lalu itu bukan sri yg mengambil perhiasan wanita ini pak,melainkan wanita ini yg menaruh perhiasannya di tasnya sri,dan kalian semua jangan pernah memanggil sri dengan sebutan perampok lagi" jawab andra pada pak rt dan warga desa
mendengar ucapan andra,pak rt dan warga desa tak percaya
"bohong apa yg dibilang bapak ini adalah bohong" bu lilis emosi dengan ucapan andra
"kita liat aja siapa yg bohong,kalau bu lilis yg bohong petir akan datang kalau sri yg bohong panas terik yg akan muncul" andre meyakinkan pak rt dan warga desa
Seketika petir datang dengan kencang
"ada petir tetapi tidak mendung ya" warga desa melihat ke atas langit
"kenapa pak rt,apa anda pikir saya itu percaya dengan ucapan sri" andra bertanya pada pak rt
"mungkin" jawab pak rt pada andra
"salah,karena saya bisa membaca pikiran wanita ini dan dipikirannya saat ini adalah 'kalau semua warga desa ini tau selama ini aku berbohong bisa² aku diusir dari sini' iya kan bu lilis" andra berjalan ke hadapan bu lilis
melihat andra yg sudah ada dihadapannya bu lilis takut dan mencoba kabur
"tujuh langkah lagi anda berlari pasti anda jatuh" ujar andre pada bu lilis
Bu lilispun terjatuh mencium tanah yg kotor itu
"aduh sakit" bu lilis yg sudah jatuh itu mengerang kesakitan
"ndri bawa wanita itu kesini" ujar andre pada adik bungsunya
"siap" dengan cepat andri berlari menghampiri bu lilis
"kalau mau bilang dulu buk" ujar andri pada bu lilis
"kamu" bu lilis kaget dengan kedatangan andri
"kamu apa??,KAMU NANYA,ayo ikut saya!!" andri menarik bu lilis ke hadapan pak rt dan warga desa
__ADS_1
"ini bang orangnya" andri memberikan bu lilis pada kedua abangnya
"ayo mengaku pada pak rt dan warga desa kalau anda telah memfitnah sri,cepat!!!" ujar andra pada bu lilis
"iya saya akan mengaku,bahwa dua tahun yg lalu itu saya yg menaruh kotak perhiasan saya di tasnya sri" bu lilis mengakui kesalahannya pada semua warga desa dan pak rt
bu salma akhirnya menampar bu lilis
'plakkk'
"dasar wanita brengsek apa salah anak saya sama kamu,kamu sudah membuat menantu saya meninggal dan membuat cucu saya menjadi anak yatim,dua tahun sakitnya hati ini karena ulah perempuan biadab seperti kamu lilis,pantas saja kamu menjadi perawan tua sampai sekarang" bu salma murka pada bu lilis
"oh iya sri saya selaku rt dan juga mewakili para warga desa atas kesalahan² kami yg sudah memanggil kamu dengan sebutan rampok mohon maaf atas kesalahan² kami" pak rt meminta maaf pada sri
"semuanya sudah saya maafkan,tapi saya sudah terlanjur sakit hati dengan apa yg kalian sebut sebagai rampok" jawab sri pada pak rt
"maafkan saya sri karena sudah memfitnah kamu" bu lilis meminta maaf pada sri
"udah saya maafin kok buk" jawab sri pada bu lilis
"udah syukur kamu nggak dipenjara,kalau kasus ini dibawa ke pihak yg berwajib mungkin kamu sudah pakai baju bertuliskan TAHANAN" ujar aisyah pada bu lilis
"oh iya kak tau nggak kepanjangan dari RUTAN itu apa??" fatimah bertanya pada kakak sulungnya
"tau dong dek,yaitu RUMAH TAHANAN" jawab aisyah pada adik bungsunya
"kalau NAPI apa kak" fatimah bertanya pada kakak keduanya
"sudah pasti NARAPIDANA dek" jawab rahma pada adik bungsunya
"kalau POLRI apa dek" rahma bertanya pada adik bungsunya
"sudah pasti POLISI REPUBLIK INDONESIA kak" jawab fatimah pada kakak keduanya
"kalau begitu lebih baik pak rt dan warga desa bubar aja,dan bawa wanita yg berlumuran tanah itu ke rumahnya" ujar aisyah pada warga desa
"saya nggak mau bawa wanita kotor itu buk,NAJIS" jawab bu yati pada aisyah
"kalau bu sumi mau nggak rangkul dia" rahma bertanya pada bu sumi
"ogah lebih baik sandal saya yg kotor daripada badan dan sifat saya ikut kotor seperti dia" jawab bu sumi pada rahma
"kalau pak rt mau nggak anterin bu lilis ke rumahnya" fatimah bertanya pada pak rt
"jangan buk daripada saya disuruh cuci piring sama istri saya di rumah" jawab pak rt pada fatimah
"hahaha,pejabat kok takut sama istri,dan tidur masih dibawah ketiak istri lagi" andra menertawakan pak rt
mereka semuapun bubar dan bu lilis berjalan sendirian di belakang warga
"oh iya buk,aku ke dalam dulu ya anakku bangun" ujar sri pada ibunya
"iya sri" jawab bu salma pada anaknya
Beberapa menit kemudian
"tuan²,nyonya² perkenalkan ini anak saya namanya yasmin" sri memperkenalkan anaknya pada keluarga pak hendra
"halo yasmin" ujar pasangan andra dan aisyah pada yasmin
"halo om,halo tante" sri melambaikan tangan anaknya pada andra dan aisyah
"halo yasmin" ujar pasangan andre dan rahma pada yasmin
"halo om,halo tante" sri melambaikan tangan anaknya pada andre dan rahma
"halo yasmin" ujar pasangan andri dan fstimah pada yasmin
"halo om,halo tante" sri melambaikan tangan anaknya pasa andri dan fatimah
"oh iya buk,ini ada uang dari kami untuk bu salma" pak hendra memberikan uang pada bu salma
"untuk apa pak" bu salma bertanya pada pak hendra
"ini adalah sedekah dari saya dan suami saya,sudah sewajarnya kami memberikan ini pada janda seperti bu salma" bu indri menjawab pertanyaan bu salma
"makasih ya pak,buk" bu salma menerima pemberian dari pak hendra dan bu indri
"sama²" jawab pak hendra dan bu indri
"kalau ini sedekah dari saya dan istri saya buat bu salma" andra memberikan sedekahnnya pada bu salma
"makasih ya pak,buk" bu salma menerima pemberian dari andra dan aisyah
"sama²" jawab andra dan aisyah
"kalau ini sedekah dari saya dan istri saya" andre memberikan sedekahnya pada bu salma
"makasih ya pak,buk" bu salma menerima pemberian dari andre dan rahma
"sama²" jawab andre dan rahma
"kalau ini sedekah dari saya dan istri saya" andri memberikan sedekahnya pada bu salma
"makasih ya pak,buk" bu salma menerima pemberian dari andri dan fatimah
"sama²" jawab andri dan fatimah
"kalau yg ini buat yasmin anak kamu sri" pak hendra memberikan sedekahnya untuk yasmin
"makasih tuan besar" sri menerima pemberian dari pak hendra
"ini dari saya untuk yasmin" andra memberikan sedekahnya untuk yasmin
"makasih tuan andra" sri menerima pemberian dari andra
"ini dari saya untuk yasmin" andre memberikan sedekahnya untuk yasmin
"makasih tuan andre" sri menerima pemberian dari andre
"ini dari saya untuk yasmin" andri memberikan sedekahnya untuk yasmin
"makasih tuan andri" sri menerima pemberian dari andri
"oh iya tuan andra,tuan andre,dan tuan andri,itu manusia kan" sri bertanya pada ketiga saudara itu
"sri kamu pasti mau bertanya kan tentang apa yg suami saya beserta kedua adiknya itu bisa seperti tadi" aisyah menghampiri sri
"iya nyonya" jawab sri pada aisyah
"ceritanya panjang sri,dulu mereka bertiga itu pernah kecelakaan dan sempat meninggal" ujar aisyah pada sri
"terus apa lagi" sri bertanya pada aisyah
"terus mereka hidup kembali sri,dan mereka mendapatkan kekuatan itu" rahma menjawab pertanyaan sri
"kekuatan apa nyonya??" sri bertanya pada rahma
"setelah mati suri bang andra itu bisa membaca pikiran seseorang,bang andre ini bisa membuat apapun yg belum terjadi bisa terjadi melewati ucapannya,kalau suamiku bisa melakukan segala hal dengan cepat" fatimah menjawab pertanyaan sri
"tapi itu luar biasa loh nyonya,apalagi yg dibilang tuan andre sama bu lilis tadi,kalau dia yg bohong suara petir akan datang,kalau saya yg bohong panas terik akan muncul,berarti kalau misalkan tuan andre bilang bu lilis kesambar petir bisa jadi dia kesambar petir juga" sri takjub dengan kekuatan andre
"semua itu kuasa Allah sri" ujar andre pada sri
"iya juga sih tuan" jawab sri pada andre
"oh iya mama²,waktu itu ayah bilang kalau tante aisyah dan tante fatimah datang masih ingat kan,nggak taunya tante aisyah dan tante fatimah datang ketok pintu" ujar dewa pada ibunya
"iya mama masih ingat" jawab rahma pada anaknya
"oh iya mama ayah juga bisa nulis cepat di kertas" ujar syifa pada ibunya
"ayah nulis apa kalau boleh tau??" fatimah bertanya pada anaknya
"tulisannya HARIMAU BETINA SEDANG PERGI KE PASAR,nulisnya banyak banget depan belakang penuh semua" jawab syifa pada ibunya
"syifa kamu tau nggak siapa harimau betina itu" ujar andre pada keponakannya
"nggak tau om,memangnya siapa" syifa bertanya pada omnya
"harimau betina yg dimaksud sama ayah kamu itu,mama kamu" jawab andre pada keponakannya
"mama kan manusia,kok ayah bisa bilang harimau betina" syifa bertanya pada ayahnya
"udah diam,panjang ceritanya" jawab andri pada anaknya
"oh aku tau bang,waktu itu susi pernah bilang ke suami aku kalau dia dibilang harimau betina sama suaminya" ujar fatimah pada abang iparnya
"udahlah fat,masalah seperti itu nggak usah diperpanjang,yg jelas kalau kamu harimau betina si andri berarti singa jantan" jawab andre pada adik iparnya
"bu salma kalau boleh anak ibu,kita bawa lagi ya ke kota" ujar bu indri pada bu salma
"iya buk,saya juga terima kasih karena berkat keluarga bu indri nama anak saya sudah bersih di kampung ini" jawab bu salma pada bu indri
"oh iya buk,kita ziarah ke makam dulu ya" sri mengajak ibunya ziarah ke makam
"iya,ibuk juga mau ziarah ke makam bapak dan suamimu juga" jawab bu salma pada anaknya
__ADS_1
bu salma mengajak sri ziarah ke makam suaminya lalu ke makam menantunya,setelah itu sri pulang ke kota