Jodoh Takkan Pergi Kemanapun

Jodoh Takkan Pergi Kemanapun
Meninggalnya 3 Napi di Hari Jum'at


__ADS_3

saat sedang melaksanakan sholat dzuhur setelah pria sholat jum'at membuat dina,yuyun,dan sari menemukan ajalnya di saat itu juga


"seli nggak sholat dzuhur kan para bapak² udah pulang sholat jum'at" tanya dina pada seli


"buat apa aku sholat kalau nggak bikin aku keluar dari penjara ini juga,yang ada bikin aku busuk disini" jawab seli dengan lantang


"heh kamu jangan ngomong seperti itu sel kalau kamu bilang nggak mau ya sudah nggak usah,lagipula sholat itu kan perintah tuhan bukan perintah kamu" yuyun menasihati seli


"ceramah di masjid sana nggak usah disini sok alim kamu" seli membantah yuyun


"udahlah dia ini yg gak mau sholat ayo kita sholat aja" sari yg tak mau ada keributan langsung mengajak yuyun dan dina sholat


seketika ketiga wanita itu sholat petir⚡ datang bergemuruh dan hujan petir⛈️datang dengan deras


"ini hujan deras banget petir pakai berisik banget lagi" seli yg kesal dengan datangnya hujan petir⛈️ itu


saat sudah rakaat terakhir mereka bertiga tak bangun² dari sujud


"ini orang sujud lama banget sih,udah pada mati kali" seli yg melihat ketiga wanita itu sujud


kemudian petir⚡ datang lagi dengan suara yg lebih keras hingga membuat seli kebingungan dan ketakutan seperti orang gila


"hei kamu kenapa" sipir penjara bertanya pada seli


seli hanya menutup wajahnya seperti orang yg mau menyerah lalu sipir membuka sel tahanan untuk melihat wanita yg masih sujud itu


"kenapa mereka belum bangun,innalilahi wa innailaihi raji'un" sipir membuka sel lalu menyenggol jasad dina dan melayangkan jarinya ke lubang hidung dina


"yang ini,innalilahi wa innailaihi raji'un" sipir melayangkan jarinya ke hidung yuyun


"kalau yg ini,innalilahi wa innailaihi raji'un" sipir melayangkan jarinya ke hidung sari


"jangan² dia gila" polisi yg mengarahkan wajahnya ke seli


Kemudian sipir memberitahukan pada polisi untuk menelpon andra


"pak saya minta tolong pak,coba telpon pak andra ada berita penting" ujar sipir pada polisi yg berjaga


"berita apa pak" tanya polisi pada sipir


"bahwa saudari dina,yuyun,dan sari sudah meninggal dunia" jawab sipir pada polisi


"innalilahi wa innailaihi raji'un" polisi yg kaget mendengar berita itu


polisi kemudian menelpon kantor andra


"halo assalamualaikum,apa ini dengan pak andra" sapa polisi di telpon


(ini saya istrinya,suami saya lagi ada meeting pak) jawab aisyah pada polisi


"jadi begini buk,tolong bilang pada pak andra bahwa saudari dina,yuyun,serta sari sudah meninggal dunia buk" polisi memberitahukan kabar duka itu


(inalillahi wa innailaihi raji'un,baik pak nanti saya kasih tau suami saya) aisyah yg kaget mendengar kabar duka itu


selagi menunggu andra datang aisyah menghubungi rahma


"halo assalamualaikum dek" sapa aisyah pada adik keduanya


(waalaikumsalam,ada apa kak??) tanya rahma pada kakak sulungnya


"ayahnya kembar udah pulang apa belum??" tanya aisyah pada adik keduanya


(ada kak,tuh baru pulang) jawab rahma pada kakak sulungnya


"tolong dong kasih hpnya ke dia kakak mau ngomong" pinta aisyah pada adik keduanya


(iya,nih bang kakak mau ngomong) rahma yg memberikan hpnya pada suaminya


(halo kak,ada apa??) tanya andre pada kakak iparnya


"jadi gini ayahnya kembar,dina,yuyun,sama sari udah meninggal" jawab aisyah pada adik iparnya


(inalillahi wa innailaihi raji'un) andre yg kaget mendengar kabar duka cita itu


(ya sudah kalau begitu kak aisyah sama bang andra ke sana biar aku,istriku nunggu andri sama fatimah dulu sekalian ajak mereka) andre memberi saran pada kakak iparnya

__ADS_1


"makasih ya ayahnya kembar kalau bisa kasih tau papa juga ya" ujar aisyah pada adik iparnya


(iya pasti aku kasih tau kak) jawab andre pada kakak iparnya


Setelah itu andra selesai dari meeting dan kembali ke ruangannya


"alhamdulillah selesai juga meeting kali ini" andra berjalan menuju mejanya


"akhirnya kamu datang juga" aisyah yg sudah tenang melihat suaminya datang


"aku harus pergi lagi dari sini,kok kamu ngomong begitu" tanya andra pada istrinya


"bukan begitu tapi tadi polisi nelpon aku katanya dina,yuyun,dan sari udah meninggal" jawab aisyah pada suaminya


"inalillahi wa innailaihi raji'un,kalau begitu ayo kita ke sana" andra yg kaget kemudian mengajak istrinya pergi


"iya" jawab aisyah lalu mengambil tas miliknya


kedua suami istri itu berangkat menuju ke penjara,sedangkan andre menunggu andri dan fatimah pulang


"mana nih si andri lama banget" andre yg menunggu adik bungsunya


"assalamualaikum" andri dan fatimah yg baru pulang mengajar


"akhirnya kalian pulang juga" andre yg lega melihat adik dan adik iparnya pulang


"kenapa sih bang??,buru² banget kayanya" tanya andri pada abang keduanya


"dina,yuyun,sari,udah meninggal ndri" jawab andre pada adik bungsunya


"inalillahi wa innailaihi raji'un" jawab andri dan fatimah


"tapi anak² gak bisa dibawa juga bang" tanya andri pada abang keduanya


"udah biar mama aja yg jaga mereka kalian pergi aja" ujar bu indri pada kedua anak dan menantunya


"kasihan juga si dina masih muda udah meninggal" pak hendra prihatin pada mantan manager anak sulungnya


"namanya juga takdir pa,hari jum'at lagi meninggalnya bagus" ujar andre pada ayahnya


"udah kamu ganti baju dulu aja ndri,abang kamu aja udah kaya ustadz tuh,mungkin dia mau jadi imam sholat jenazahnya" pak hendra menyuruh anak bungsunya mengganti pakaian


"pa,ma aku keluarin mobil dulu ya" andre menuju garasi dan mengeluarkan mobilnya


andri dan fatimah sudah mengganti bajunya


"mana bang andre pa,kok kak rahma doang" andri bertanya pada ayahnya


"keluarin mobil,ya sudah sana berangkat hati² ya" ujar pak hendra pada anak dan kedua menantunya


"iya pa" jawab andri,rahma,& fatimah


mereka bertiga kemudian masuk ke mobil andre


"udah" tanya andre pada semuanya


"udah" jawab mereka semua


"gak nyangka juga ya bang,sari meninggal secepat itu" andri prihatin pada mantan guru kelas 2 itu


"iya,si yuyun juga" andre juga prihatin pada mantan penyiar radio itu


"tapi kita tanya aja mereka dulu seperti apa mereka meninggalnya,kalau meninggalnya bagus pasti jenazah mereka senyum,ya dek" ujar rahma pada adik bungsunya


"iya kak" jawab fatimah pada kakak keduanya


2 jam perjalanan merekapun sampai


"udah sampai turun yuk" andre yg baru saja mematikan mesin mobil


"iya" jawab mereka semua


"berarti bang andra udah sampai ya" tanya andre pada adik bungsunya


"iya bang,tapi disini kaya abis hujan ya" jawab andri pada abang keduanya

__ADS_1


mereka berempat masuk ke dalam


"assalamualaikum" andre menyapa mereka semua


"waalaikumsalam,makasih ya pak ustadz udah datang untuk memakamkan 3 jenazah ini" jawab sipir penjara pada andre


"pak saya bukan ustadz,saya andre adiknya bapak itu" ujar andre pada sipir sambil menunjuk abang sulungnya yg berada di seberangnya


"oh,masalahnya udah kaya ustadz sih penampilannya" sipir yg melihat andre berpakaian seperti itu


"jenazah ini udah di mandikan atau belum pak??" tanya andri pada sipir


"baru 1 pak belum semuanya" jawab sipir pada andri


"awal mula kejadiannya seperti apa pak" tanya andri pada sipir


"saya nggak tau pak tapi pas saya lihat mereka itu meninggalnya dalam keadaan sujud pak" jawab sipir pada andri


"subhanallah,meninggalnya mereka sungguh luar biasa pak" ujar andre pada sipir


"oh iya pak sipir,kan yg meninggal ini ada 3,kalau yg satu lagi kemana pak" tanya rahma pada sipir


"justru itu kalau yg satunya,seperti orang bingung dan ketakutan buk" jawab sipir pada rahma


"boleh saya lihat dia pak???" tanya andre pada sipir


"boleh pak,ayo" jawab sipir lalu mengajak andre ke sel tahanan seli


"tunggu dulu dong aku ikut" ujar rahma pada suaminya


"ayo" jawab andre pada istrinya


lalu sipir,andre,serta rahma pergi ke sel tahanan seli


"nah,seperti itu dia pak keadaannya" sipir yg menunjuk seli yg sudah gila itu


"astaghfirullah" andre dan rahma yg kaget melihat seli yg seperti orang kebingungan


"dia sudah gila pak" ujar andre pada sipir


"oh,masalahnya tadi ada petir yg besar pak" jawab sipir pada andre


"ada cctvnya nggak pak,kalau ada kan kita bisa tau kronologi awalnya seperti apa" tanya rahma pada sipir


"ada buk" jawab sipir pada rahma


kemudian sipir menuju ke meja polisi


"bang andra,kak aisyah,andri,fatimah sini" andre memanggil keluarga yg lain untuk ke meja polisi


"apa ndre" tanya andra pada adik keduanya


"lihat rekaman cctvnya dulu biar kita tau awal mula kejadiannya" jawab andre pada abang sukungnya


Mereka berenampun melihat video rekaman cctv itu bersama


(video berdurasi 8 menit itupun diputar)


"jadi awalnya si dina ngajak si seli sholat,tapi malah seli jawab seperti itu" aisyah menonton video itu


"iya,si yuyun juga ngasih tau yg benar tapi seli juga jawabnya seperti itu" rahma yg menonton video itu


"si sari daripada ribut mendingan dia sholat ya benar" fatimah yg menonton video itu


(8 menit video itu selesai diputar)


"jadi petir yg besar itu adalah teguran dari yg maha kuasa untuk seli sehingga dia bisa menjadi gila" ujar andre pada semuanya


"betul yg bapak bilang,3 jenazah itu juga senyum pak pas saya periksa nafasnya sudah nggak ada" jawab sipir pada andre


"mereka senyum pak??" tanya andra pada sipir


"iya pak" jawab sipir pada andra


"berarti meninggalnya bagus yaitu dalam keadaan sujud di hari jum'at" ujar andri pada mereka semua

__ADS_1


"3 jenazah sudah selesai dimandikan saatnya disholatkan" ujar warga yg memandikannya


Merekapun pergi ke masjid untuk menyolatkan 3 jenazah itu,sedangkan seli dibawa ke rumah sakit jiwa oleh polisi lain


__ADS_2