Jodoh Takkan Pergi Kemanapun

Jodoh Takkan Pergi Kemanapun
Menyelamatkan Budi & Inem dari Yanto


__ADS_3

Di hari minggu jam 1 siang andra,andre,serta andri yg sedang mengobrol di teras atas sambil menghisap rokok🚬 masing" sambil melihat rumah dan mobil inem yg ditutup terpal itu


"heran gk sih bang si budi sama inem kok belum pulang ya,padahal udah seminggu" tanya andre pada abang sulungnya sambil melihat rumah inem dari atas


"lah kita dulu 2 minggu bulan madu" jawab andra pada adik keduanya


"kita kan dua minggu kasih kabar sama papa dan mama,lah si budi gk masuk sehari aja ngasih kabar biasanya" ujar andre pada abang sulungnya


"iya juga ya" jawab andra pada adik keduanya


"semoga gak ada yg terjadi apa2 sama pengantin baru itu bang" ujar andri pada abang keduanya


"semoga aja lah" jawab andre pada adik bungsunya


kemudian istri" mereka datang ke teras atas dan menghampiri suaminya


"assalamualaikum" sapa ketiga wanita itu pada suaminya


"waalaikumsalam" jawab ketiga suami itu pada istrinya


"kok anak2 gak dibawa sayang" tanya andre pada istrinya


"ya gimana mau bawa mereka kesini kalau ayahnya lagi bakar batangan kecil itu" jawab rahma lalu menunjuk rokok🚬 yg ada di jari suaminya dengan bibirnya


kemudian andre menerima telpon📳 dari budi


"halo,assalamualaikum" sapa andre pada budi


(saya bukan budi saya adalah yanto) jawab yanto dari hp budi


"yanto siapa ya kok hp budi sama kamu??" tanya andre pada yanto


kemudian yanto mengulurkan tangannya dan menyuruh budi berbicara dengan andre


"nih,ngomong sama andre buruan" ujar yanto sambil mengulurkan tangannya di mulut budi


(ndre pliss ndre tolongin gua!!,tangan gua sama inem diikat sama yanto di pohon) pinta budi pada andre sambil ketakutan


"apa?? diikat,sebenarnya siapa si yanto ini bud" tanya andre pada budi


(mantan pacar inem) jawab budi pada andre


mendengar ucapan budi andrepun membulatkan matanya dan bertanya apa nama kampungnya inem


"bilang sama gua bud apa nama kampungnya inem,terus apa nama villanya" tanya andre pada budi sambil membulatkan matanya


(desa mentimun sari,kalau nama villanya Villa Mawar🌹 Merah) jawab budi pada andre


saat andre mematikan ponselnya,andra dan andripun bertanya" padanya


"kenapa ndre si budi" tanya andra pada adik keduanya


"dia disekap sama yanto" jawab andre pada abang sulungnya dengan nada serius


"emang siapa yanto bang" tanya andri pada abang keduanya


"mantan pacar inem" jawab andre pada adik bungsunya dengan nada serius


"kalo mantan pacar inem,berarti si yanto ini dong yg udah hamilin si inem bang" tanya rahma pada suaminya


"sepertinya iya sayang" jawab andre pada istrinya


"bang tolong searching di map desa mentimun sari" pinta andre pada abang sulungnya


kemudian andra mengeluarkan ponselnya dan mencarinya di map🗺️


"Desa Mentimun Sari" andra yg sedang mengetik di map🗺️


setelah itu andra memberikan ponselnya📱 pada andre


"nih ndre" andra memberikan ponselnya📱 pada adik keduanya


"lumayan jauh juga sih bang,tapi bisa lah" ujar andre dengan yakin sambil melihat layar ponsel📱abang sulungnya


"kamu mau pergi kesana ndre??" tanya andra pada adik keduanya


"iya bang" jawab andre pada abang sulungnya


"bagaimana kalau kita bertiga aja yg pergi bang??" tanya andri pada abang keduanya


"yaudah" jawab andre pada adik bungsunya lalu berdiri dari tempat duduknya


"aku ikut ya bang" pinta aisyah pada suaminya


"jangan sayang tempatnya jauh" jawab andra sambil memegang kedua pipi istrinya


"aku juga ikut ya bang" pinta rahma pada suaminya


"ini bahaya sayang,jagain aja anak2" jawab andre sambil memeluk istrinya


"aku juga mau ikut bang" pinta fatimah pada suaminya


"jangan sayang kamu doain aja biar kita pulang selamat" jawab andri sambil memegang kedua tangan istrinya


kemudian pak hendra dan bu indri naik ke atas dan bertanya pada anak"nya


"waduh kalian romantis2an gak ajak papa sama mama" tanya pak hendra pada mereka semua


"papa rambut udah ubanan masih minta romantisan aja" ujar bu indri pada suaminya


"ya ubanan begini juga kan masih bisa romantisan sama mama" jawab pak hendra sambil tersenyum pada istrinya


"kita mau pergi pa,ma" ujar andra pada kedua orang tuanya


"pergi kemana kalian" tanya pak hendra pada putra sulungnya


"jadi gini pa,ma,aku,andre,sama andri mau pergi ke desa mentimun sari,dan si budi sama si inem diikat di pohon sama orang yg namanya yanto" jawab andra secara detail pada kedua orang tuanya

__ADS_1


"yanto??,siapa itu yanto" tanya bu indri pada putra sulungnya


"Yanto itu adalah mantan pacar inem yg udah perkosa dia di villa mawar merah dulu ma" andre menjawab pertanyaan ibunya


"bukannya papa gak izinin kalian ya,tapi demi menyelamatkan seseorang kalian papa izinin" ujar pak hendra lalu tersenyum pada ketiga putranya


"makasih ya pa" jawab andra,andre,andri sambil tersenyum pada ayahnya


"andra kamu harus membaca pikiran si yanto ini dulu,andre kamu yg membuat si yanto ini kalah,andri kamu harus mengelilingi si yanto ini sampai dia pusing" ujar bu indri pada ketiga putranya


"siap ma" jawab ketiga saudara itu lalu bersiap2


Setelah 5 menit bersiap" mereka pamit pada anak"nya yg sedang tidur siang


"ilham ayah pergi dulu ya" ujar andra lalu mencium anaknya


"dewa dewi ayah pergi dulu ya" ujar andre lalu mencium kedua anaknya


"syifa ayah pergi dulu ya" ujar andri lalu mencium anaknya


kemudian mereka bertiga menuju garasi


"pakai mobil siapa nih" tanya andra pada kedua adiknya


"aku aja bang" jawab andre pada abang sulungnya


setelah andra yg membuka garasi yg di tampungi 6 mobil itu,andripun membuka pager rumah lalu andre mengeluarkan mobilnya



"udah ayo naik bang,ndri" ujar andre pada kedua saudaranya


"iya" jawab andra dan andri


setelah itu mereka bertiga berangkat ke desa mentimun sari


"awas kamu yanto" ujar andre lalu menambahkan kecepatan mobilnya


"buset bang jangan cepat2 dong" tanya andri pada abang keduanya


"gimana gak cepat kita harus bisa sampai disana" jawab andre pada adik bungsunya


"tapi kalo lama juga bisa besok kita sampainya ya ndre" tanya andra pada adik keduanya


"benar bang kita harus bisa cepat,kalo nggak bidadari nanti ngomel pulang2" jawab andre pada abang sulungnya


6 jam perjalanan merekapun sampai ke Desa Mentimun Sari dan bertanya pada penduduk desa dimana letak villa mawar merah


"coba tanya bang sama ibu2 itu dimana villa mawar merah" pinta andre pada abang sulungnya


kemudian andra turun dari mobil


"permisi buk,mau numpang tanya boleh" sapa andra pada ibu2 yg sedang duduk


"boleh" jawab ibu2 yg sedang duduk itu


"kalo villa mawar merah itu dimana ya" tanya andra pada ibu2 yg sedang duduk itu


"yaudah terima kasih ya buk" ujar andra pada ibuk itu


"sama2 mas" jawab ibu2 yg sedang duduk itu


kemudian andra naik lagi ke mobil dan menjelaskannya pada andre


"dimana bang villanya" tanya andre pada abang sulungnya


"nanti lurus terus,abis pertigaan belok kiri⬅️,kalo udah ketemu pemakaman,nanti ada tanjakan ke kanan↗️,gak lama lagi sampai ke villa itu" jawab andra pada adik keduanya


kemudian andrepun menjalankan mobilnya dengan pelan2


"ini jalanan aneh banget ya bang" tanya andri pada abang keduanya


"iya,yg anehnya itu jalanannya juga becek tapi mobil sama motor lewat sini" jawab andre pada adik bungsunya


"berarti benar yg dibilang sama inem ya ndre mobil kijang aja udah termasuk keren disini orang juga heran kayanya ya melihat mobilmu ini yg paling beda" ujar andra pada adik keduanya


"iya bang innova juga baru 2 aku liat yg lewat" jawab andre pada abang sulungnya


"kayanya desa ini memang terpencil ya bang" tanya andri pada kedua abangnya


"bener" jawab andre dan andri pada adik bungsunya


kemudian mereka sampai di villa mawar merah dan melihatnya dari dalam mobil



"akhinya sampai juga kita" ujar andre pada kedua saudaranya sambil mematikan mesin mobilnya


"ini villa apa rumah hantu,kayanya seram banget" andra yg melihat villa itu sambil menggelengkan kepalanya


"apalagi pemakaman yg tadi bang seram banget lagi" tanya andri pada abang sulungnya


"pas banget lagi di sebelah aku tadi,kaca mobil lagi dibuka langsung ngeliat pemandangan seperti itu ngeri banget" jawab andra pada adik bungsunya


mendengar andra dan andri berbicara andre hanya biasa2 saja,kemudian melihat budi dan inem dibawa oleh yanto beserta anak buahnya


"apa itu andre temanmu itu" tanya yanto pada budi


"hmm" budi yg mengangguk dan tak bisa bicara karena mulutnya yg di lakban oleh yanto


"hei kalo kamu mau temanmu dan mantanku ini selamat lawan dulu anak buahku" teriak yanto di depan villa pada andre yg masih di mobil


melihat kedua temannya seperti itu andre,andra,serta andri menghadapi ketiga anak buah yanto



"maju kalian sini" teriak ketiga saudara itu lalu menghajar antek2 yanto

__ADS_1


Andra yg dari tadi menghindar dari pukulan anak buah yanto masih sempat membicarakan apa yg ada dipikiran antek yanto itu



"saya tau pasti kamu mau hajar saya kan" tanya andra pada antek yanto


"iya emang ngapa" jawab antek yanto


"emangnya kamu gak kasian sama saya" tanya andra pada antek yanto


"ya nggak lah" jawab antek yanto


"oh,kalo misalkan saya mati,kamu mau tanggung jawab,kasian istri saya nanti jadi janda dan anak saya jadi anak yatim,sedangkan istrimu pasti menceraikanmu karena suaminya nanti masuk penjara dan kamu nanti dihantui oleh saya lama2 kamu menyesal dan bisa gila" tanya andra pada antek yanto


mendengar ucapan andra antek yantopun diam dan andra langsung menghajarnya


"napa bingung" tanya andra pada antek yanto lalu menghajarnya


"aduh sakit" antek yanto mengerang kesakitan dihajar oleh andra


"masih,mau di hajar" tanya andra antek yanto


"nggak" jawab antek yanto dengan terbata2


Andre yg sudah dihajar oleh antek yanto itupun hanya biasa" saja


"pukul lagi" pinta andre pada antek yanto


"enak ya hajar kamu,nggak ngebalas2 dari tadi" antek yanto yg senang dan merasa dirinya akan menang


"ayo lagi" pinta andre pada antek yanto


"bos enak nih menghajar dia" ujar antek yanto pada bosnya


"terus aja sikat kalo bisa biar aku nanti yg hajar dia sampai mati" jawab yanto yg sudah takabur itu


mendengar perkataan yanto andrepun langsung menghajar antek yanto tanpa ampun


"kalo kali ini aku gk minta dihajar sama kamu,sekarang kita gantian" andre yg memegang kepalan tangan antek yanto


"kok keras" tanya antek yanto pada andre


"baru dipegang udah keras kan sekarang rasakan ini" andre yg membalas menghajar antek yanto


"aw sakit" antek yanto mengerang kesakitan


"baru sekali masa udah sakit kalo 10 kali bagaimana" tanya andre pada antek yanto


"hahh" antek yanto melongo melihat wajah andre


"rasakan ini" andre kembali menghajar antek yanto sampai tersungkur di jalan



"jangankan kamu yg ku hajar seperti ini,bosmupun akan kuberikan lebih dari ini" andre mengatakan dengan wajah yg sudah geram pada antek yanto


"ampun,ampun" antek yanto yg sudah menyerah kepada andre


Andri yg dari tadi mudah sekali menghindar dari pukulan antek yanto hingga dirinya tidak terluka sama sekali



"kenapa kamu heran ya" ujar andri pada antek yanto


"kok kamu gk kena2 dari tadi" tanya antek yanto pada andri


"coba kamu pukul aku" pinta andri pada antek yanto


"nih,lah mana orangnya" antek yanto yg kebingungan


"hei aku disini" andri yg sudah ada di belakang antek yanto


kemudian andri memutari antek yanto hingga membuatnya pusing


"udah,udah aku capek" antek yanto yg sudah sempoyongan


"tunggu dulu dong" pinta andri pada antek yanto


"apa lagi" tanya antek yanto pada andri yg sudah sempoyongan


"nih rasakan pukulanku" andri yg memukuli antek yanto hingga 50 kali dan tersungkur


setelah 3 antek yanto dikalahkan oleh ketiga saudara itu,yantopun mengancam akan membunuh budi dan inem dengan pisau🔪


"jangan mendekat,kalau kalian ingin mereka berdua selamat" yanto yg mengancam mereka agar tidak mendekatinya


"setelah aku baca pikirannya dia itu sudah takut ndre,ndri" ujar andra pada kedua adiknya


"kalo orang ini lebih baik aku aja yg ngurusin bang" andre yg membulatkan bola matanya dan mengepalkan tangannya


"ini sih gampang bang" ujar andri pada kedua abangnya lalu berlari menuju yanto


kemudian andri mengambil pisau🔪 yanto lalu menarik inem dan budi ke hadapan andre dan andri


"nih bang,udah selesai" andri mengatakan pada kedua abangnya


"makasih ndri" ujar andra dan andre pada adik bungsunya


"apa yg sekarang kamu bisa" andre yg berjalan menghampiri yanto


"kamu kira saya takut sama kamu" ujar yanto pada andre lalu memukulnya


melihat darah yg sudah ada di sela" bibirnya andrepun membalasnya tanpa ampun


"pukulan ini karena kamu memukul saya" pukulan pertama andre untuk yanto


"pukulan yg ini karena kamu menyandera mereka" pukulan andre yg kedua untuk yanto

__ADS_1


"dan yg ini karena kamu telah memperkosa inem dan tidak bertanggung jawab" andre yg sedang salto hingga membuat yanto berada di hadapan kedua saudara dan temannya


budi dan inempun selamat dari kejahatan yanto lalu andra menelpon polisi untuk meringkus yanto dan antek"nya kemudian mereka semua pulang ke rumah


__ADS_2