
Saat sudah mendapatkan kejutan dari suami serta anak dan menantunya bu indri ingin pergi mengajak mereka semua ke pantai
"ngomong² mama mau nanya sama papa dan kalian semua berhubung ini hari sabtu,hari minggu kita ke pantai yuk???" ujar bu indri pada semuanya
"kalau papa setuju aja ma" jawab pak hendra pada istrinya
"kalau aku setuju,kalau kamu sayang" andra bertanya pada istrinya
"iya aku juga" jawab aisyah pada suaminya
"kalau kamu andre" bu indri bertanya pada anak keduanya
"ya jelas lah ma aku setuju" andre menjawab pertanyaan ibunya
"kalau kamu??" bu indri menunjuk menantu keduanya
"ya setuju ma,masa nolak" rahma tersenyum pada ibu mertuanya
"kalau andri sama kamu" bu indri bertanya pada anak dan menantu ketiganya
"yg namanya ke pantai masa aku nolak ya jelas aku terima ma" jawab andri pada ibunya
"aku juga ikut ma" jawab fatimah pada ibu mertuanya
"oke kalau begitu sepakat ya kita semua pergi ke pantai besok??" tanya bu indri pada semuanya
"iya" jawab semuanya
Kemudian andre dan andri membuat kegaduhan
"berhubung si fatimah ada di sebelah istriku aku kerjain dulu ah" andre tersenyum dan melihat ke sebelah kanan
"aduh sakit,jangan cubit pinggang kakak dong dek" rahma menuduh adik bungsunya mencubitnya
"apaan sih kak??,aku dari tadi diam juga" fatimah yg tak terima dituduh itu menjawab pertanyaan kakak keduanya
"udah apa nggak usah berisik" aisyah menasihati kedua adiknya
"iya kak" jawab rahma dan fatimah pada kakak sulungnya
"aduh sakit,kakak juga jangan balas cubit pinggang aku dong" fatimah menuduh kakak keduanya mencubitnya
"enak aja,kakak dari tadi diam juga" rahma tak terima dituduh oleh adik bungsunya
"padahal si andre sama andri yg cubit pinggang kedua adikmu itu" andra berbisik pada istrinya
"iya aku juga tau,pasti pas mereka bersandar di sofa kan" aisyah membalas bisikan suaminya
"hmm" andra mengangguk pada istrinya
"udah kalian nggak usah berantem,yg cubit pinggang kalian itu suami kalian masing²" andra memberitahu kedua adik iparnya
"oh jadi kita dikerjain ternyata" rahma dan fatimah langsung menatap dan mencubit pinggang suami mereka
"hehehe aduh,aduh sakit" andre dan andri teriak kesakitan
"makanya jadi orang jangan iseng" bu indri menasihati anak kedua dan bungsunya
"iya ma" jawab andre dan andri pada ibunya
"lain kali ayahnya kembar sama ayahnya syifa jangan begitu ya" aisyah memberitahu kedua adik iparnya
"iya kak" jawab andre dan andri pada kakak iparnya
"iseng sih boleh aja,asalkan sama istri sendiri ya kalau si andre cubit pinggang si fatimah gimana ndra" pak hendra bertanya pada anak sulungnya
"kalau cubit mah nggak masalah pa,si andre ini levelnya buaya darat waktu di rumah sakit si fatimah aja dicium sama dia" jawab andra pada ayahnya
"oh iya yg waktu itu ya,aku masih ingat kejadian itu" aisyah mengingat kejadian dulu
__ADS_1
"ya udah berhubung ini masih sore bagaimana kalau kita beresin dulu barang yg diperlukan,biar besok kita tinggal berangkat " andre memberi saran pada semuanya
kemudian mereka semua membereskan persiapan untuk ke pantai besok sampai selesai
"kalau bisa kita pakai mobil sendiri² aja ya" ujar andre pada kedua saudaranya
"boleh" jawab andra pada adik keduanya
"memangnya kenapa bang kok harus beda mobil??" andri bertanya pada abang keduanya
"biar nggak sempit aja,siapa tau kita bisa balapan di jalan hahaha" jawab andre pada adik bungsunya lalu tertawa
"kalau balapan jangan lah,kita konvoi aja" andra bertanya pada adik keduanya
"iya" jawab andre pada abang sulungnya
keesokan harinya!!!
"mau kemana buk pagi² udah rapi aja" inem bertanya pada bu indri
"mau ke pantai nem" bu indri menjawab pertanyaan inem
"oh,kalau saya buk belum pernah ke pantai" ujar inem pada bu indri
"minta aja sama suami kamu nem,siapa tau dia mau ngajak kamu ke pantai kalau dia mau ayo kita konvoi bareng" andre bertanya pada inem
"coba saya tanya dulu ya pak" jawab inem pada andre lalu masuk ke dalam rumahnya
"mas kita ke pantai yuk berenang" inem mengajak suaminya
"tumben kamu ngajak ke pantai?? berhubung aku juga lagi nggak ada kerjaan ya udah ayo kita pergi" budi setuju dengan ajakan istrinya
Mereka berdua juga bersiap² pergi ke pantai
beberapa menit kemudian
"ayuk" inem yg sudah memakai kacamata hitam itu mengikuti suaminya
"nah gitu dong rapi,kan terlihat romantis gitu" andre menggoda kedua suami istri itu
"bisa aja lu ndre" budi menjawab godaan dari andre itu
kemudian 4 mobil itu berangkat ke pantai bersama
"sayang nanti nanti kalau udah sampai jangan jauh dari anak² ya" ujar andre pada istrinya
"iya bang aku juga tau kalau menjauh dari anak² aku juga nggak bisa" jawab rahma pada suaminya
"nah itu baru istri aku" andre tersenyum pada istrinya
"memang dia istri kamu ndre,mamanya dewi ya" bu indri memberitahu anak keduanya lalu berkata pada cucunya
"iya" jawab dewi pada neneknya
"mamanya dewa juga ya" pak hendra memberitahu cucu laki²nya
"iya" jawab dewa pada kakeknya
"oh iya pa,ma mereka ngerepotin nggak kalau ngerepotin sama aku aja" rahma bertanya pada kedua mertuanya
"nggak kok mereka nggak ngerepotin,mama malah lebih senang kalau sama cucu² mama" jawab bu indri pada menantu keduanya
"iya dia juga nggak ngerepotin kok,papa juga senang kalau sama cucu² papa" pak hendra menjawab pertanyaan menantu keduanya
"oh iya bang kalau nanti anak² udah besar kita sekolahin dimana" rahma bertanya pada suaminya
"nggak usah cari²,sekolahin aja di sdn harapan bangsa pulangnya mereka berempat bareng si andri" andre menjawab pertanyaan istrinya
"itu kan mereka berdua kalau kak aisyah mau nggak si ilham sekolah di sana" rahma masih ragu dengan kakak sulungnya
__ADS_1
"kalau mau ya bagus,kalau nggak ya mau apa lagi kan kak aisyah yg melahirkan dia jadi dia berhak mau di mana nanti di sekolahin" andre menjawab keraguan istrinya
"benar yg dibilang sama suami kamu,sebagai orang tua kita berhak menentukan dimana anak kita disekolahkan" bu indri menambahkan kata²
2 jam perjalanan mereka semua sampai ke pantai dan memarkirkan mobilnya
"wow,pantai yg indah dengan pemandangan yg indah" andra yg baru turun dari mobil itu melihat pantai dan wanita² seksi berjemur
"ceweknya segar² banget ya" aisyah mendekati suaminya
"iya,coba istriku seperti itu" andra yg masih fokus melihat wanita² berjemur itu tak sadar istrinya disebelahnya
"yakin!!!!" aisyah berbicara di telinga kiri suaminya
"hehehe nggak deh cuma bercanda kok,kamu nggak usah seperti mereka sayang" andra menengok ke sebelah kiri dan mengubah kata²
"kamu bilang ayahnya kembar levelnya buaya darat kamu yg abangnya sendiri sama aja,kamu itu pantasnya buaya buntung tau nggak" aisyah yg sedang kesal itu berbicara pada suaminya
"gimana sayang pantainya menurut kamu" andre bertanya pada istrinya
"lumayan sih asal mata kamu nggak ke arah wanita yg pakaiannya kurang bahan itu" rahma yg melihat sekeliling pantai menjawab pertanyaan suaminya
"sayang cantik² ya wanita itu" andri berbicara pada istrinya
"cantikan mana dia sama aku" fatimah bertanya pada suaminya
"ya kamu dong,mereka kan terbuka kalau kamu tertutup" andri menjawab pertanyaan istrinya
"kalo yg kamu jawab tadi itu kan pakaiannya,siapa tau mereka itu sifatnya tertutup jadi setiap punya masalah mereka sembunyikan dan nggak dia kasih tau orang lain" fatimah bertanya pada suaminya
"iya juga ya,ya udah ayuk kita berenang semuanya" andri menjawab pertanyaan istrinya lalu mengajak semuanya berenang
Kemudian mereka semua berenang di pantai lalu bermain pasir
"sayang ayo kita main pasir" andra mengajak istrinya
"ya udah,ayo sayang kita main pasir sama ayah" aisyah setuju lalu mengajak anaknya main pasir
"sayang itu bang main pasir ayo kita kesana" andre melihat abang sulungnya dan mengajak istrinya
"iya" jawab rahma pada suaminya
"kita ikut juga yuk" andri bertanya pada istrinya
"yuk" jawab fatimah pada suaminya
melihat ketiga pasutri dan anak² itu bermain pasir,budi juga mengajak inem
"sayang kamu mau main pasir nggak" budi bertanya pada istrinya
"nggak usah mas" inem menjawab pertanyaan suaminya
"kalau begitu kita guling² di ombak aja yuk" budi mengajak istrinya
"ayo mas" inem setuju ajakan suaminya
"ma,ngeliat mereka semua keliatan akrab ya" pak hendra yg sedang berada di bawah terik matahari itu bertanya pada istrinya
"iya pa" bu indri yg juga ikut berjemur dengan kacamata hitam menjawab pertanyaan suaminya
"liat itu si inem sama si budi,malah asyik guling² di ombak" pak hendra memberitahu istrinya
"kan mereka udah sah pa,daripada dulu si inem di bawa ke villa sama si yanto itu" bu indri menjawab perkataan suaminya
"tapi kalo si inem kebobolan bisa gol juga dia ya ma" tanya bu indri pada suaminya
"betul pa" jawab bu indri pada suaminya
mereka semua bermain di pantai hingga sore lalu pulang
__ADS_1