
sepulang kerja andra andre dan andri memutuskan untuk pergi ke samsat
"oh iya bang kita ke samsat bertiga aja yuk" ujar andri pada kedua abangnya
"ya udah nggak apa²" jawab andra pada adik bungsunya
Kemudian aisyah,rahma dan fatimah datang menghampiri suami mereka
"assalamualaikum" ketiga istri itu menyapa suaminya
"waalaikumsalam" andra dan andri menjawab
"kamu kenapa ndre??? Kok diam" andra bertanya pada adik keduanya
"nggak apa² bang,aku cuma lagi mikir aja" jawab andre pada abang sulungnya
"tapi kamu nggak lagi mikirin sesuatu,malah kamu itu kaya cemas begitu" ujar andra pada adik keduanya
"cemas aja bang kalau misalkan kehidupan kita nggak begini,dan anak serta istriku hidup susah" jawab andre pada abang sulungnya
"aku nggak nyangka kamu bisa bicara seperti itu" ujar rahma pada suaminya
"maaf sayang kalo aku salah" andre meminta maaf pada istrinya
"kamu nggak salah kok,tapi yg kamu bilang tadi itu justru membuat aku bangga punya suami seperti kamu" rahma memuji suaminya
"makasih sayang" andre memeluk istrinya
"iya" rahma tersenyum di pelukan suaminya
"oh iya kalau begitu aku pergi ke samsat dulu ya" andre melepaskan pelukannya
"iya,hati² di jalan" jawab rahma pada suaminya
"ayo ndre,ndri" ujar andra pada kedua adiknya
"iya" jawab andre dan andri pada abang sulungnya
Mereka bertiga kemudian berangkat ke samsat bersama
"kalau beli cash emang cepat ya ndre dapet stnk" ujar andra pada adik keduanya
"iya bang,ya paling lama kalo nggak salah 2 hari" jawab andre pada abang sulungnya
"kalau kredit bisa sampai seminggu kali ya bang" andri bertanya pada abang keduanya
__ADS_1
"iya" jawab andre pada adik bungsunya
"tapi semenjak aku lihat kebanyakan sekarang plat nomor putih semua bang,nggak hitam lagi" ujar andri pada kedua abangnya
"iya,itu yg aku takuti ndri masalahnya kalau platnya masih hitam nomornya nggak keliatan kan kalau dikerok nomornya jadi silver,tapi kalau plat putih nomornya hitam kalau ini nomor nggak keliatan gimana coba" jawab andra pada adik bungsunya
sesampainya di samsat mereka bertiga masuk kedalam
"assalamualaikum" ujar andra,andre,serta andri secara bergantian
"waalaikumsalam" jawab petugas samsat pada mereka bertiga
"ini pak kita mau ngurus ini" ujar andra sambil memberikan stnk motornya pada petugas samsat
Mereka bertiga memberikan stnk motor itu pada petugas samsat
"oke ini nomor serinya B **** DRA,dan ini platnya pak" petugas samsat memberikan plat nomor itu pada andra
"kok kalengnya warna putih pak,emang kenapa nggak hitam lagi" andra bertanya pada petugas
"kita juga nggak tau pak kalo soal itu udah dari sana disuruh" petugas samsat menjawab pertanyaan andra
"oh,jadi begitu" andra menganggukkan kepalanya
"makasih ya pak" ujar andre pada petugas samsat
"iya" jawab petugas samsat pada mereka
"dan yg terakhir ini nomornya B **** DRI, dan ini platnya pak" petugas samsat memberikan plat nomor itu pada andri
"makasih pak" ujar andri pada petugas samsat
"iya" jawab petugas samsat pada andri
mereka bertiga memasang plat nomor itu di motor masing²
"pasang sekarang aja yuk,biar nggak ribet" ujar andra pada kedua adiknya
"ya iyalah bang" jawab andre pada abang sulungnya
setelah selesai memasang plat nomor mereka bertiga pulang ke rumah
"berhubung ini udah masang semua kita langsung pulang aja yuk" andri bertanya pada kedua abangnya
"iya keburu nyonya menir marah nanti" andre setuju pada adik bungsunya
__ADS_1
"siapa tuh nyonya menir,mama ya??" andra bertanya pada adik keduanya
"iya mama,mamanya ilham" jawab andre pada abang sulungnya
"enak aja,mamanya si kembar kali" andra membalas perkataan adik keduanya
"udahlah keburu sore,ayo kita pulang aja" ujar andri pada kedua abangnya
"iya" jawab andra dan andre pada adik bungsunya
mereka bertigapun berangkat pulang
Sedangkan di rumah
"dek kan waktu di pantai abangmu ngeliat pemandangan cewek cakep²,terus kakak bilang ke dia,kalau adiknya buaya darat kamu abangnya buaya apa buaya buntung" ujar aisyah pada kedua adiknya
"haha buaya buntung,kalau ayahnya syifa buaya apa kak" rahma tertawa lalu bertanya pada kakak sulungnya
"kalau bang andra buaya buntung terus bang andre buaya darat suamiku apa ya??" fatimah berpikir julukan untuk suaminya
"oh aku tau kak yg cocok itu roti buaya" ujar rahma pada kakak sulungnya
"kok roti buaya kak??" fatimah bertanya pada kakak keduanya
"kan dia punya roti sobek di perutnya jadi yg cocok roti buaya" jawab rahma pada adik bungsunya
"cocok juga tuh kak" fatimah tersenyum pada kedua kakaknya
Mereka bertigapun sampai di rumah
"kayanya mereka udah pulang kak,keluar yuk" ujar fatimah pada kedua kakaknya
mereka bertigapun keluar rumah
"lah kok platnya putih bukan hitam lagi" aisyah bertanya pada suaminya
"nggak tau mereka,emang baru² ini plat nomor udah ganti putih si katanya" jawab andra pada istrinya
"nggak apa² dah yg penting ada plat nomornya jadinya kita bisa pergi naik ini sama anak²" ujar andre pada istrinya
"betul juga sih,yg penting ada platnya" rahma mengangguk pada suaminya
"tapi punya kamu motornya putih platnya juga putih jadi kaya nggak keliatan gitu" ujar fatimah pada suaminya
"nggak apa²" jawab andri pada istrinya
__ADS_1