Jodoh Takkan Pergi Kemanapun

Jodoh Takkan Pergi Kemanapun
Tukar pekerjaan selama 2 minggu


__ADS_3

andra,andre,dan andri dapat tantangan baru dari kedua orang tuanya yaitu tukar pekerjaan


"hari ini papa mau kasih tantangan untuk kalian bertiga!!" ujar pak hendra pada ketiga anaknya


"apa tuh pa kalo boleh tau" andra,andre,dan andri bertanya pada ayahnya


"papa mau kalian bertiga tukar pekerjaan hari ini" jawab pak hendra pada ketiga anaknya


"tunggu dulu pa kok bisa di tukar" andra bertanya pada ayahnya


"ini gak selamanya kok jadi bertahap,minggu ini andra jadi penyiar radio,andre jadi guru,andri jadi direktur,minggu depan andra jadi guru,andre jadi direktur,andri jadi penyiar radio,minggu ketiga kembali ke pekerjaan masing2" pak hendra menjawab pertanyaan anak sulungnya


"yaudah pa kita terima tantangannya,lagipula ini juga udah waktunya kita berangkat" mereka bertiga setuju atas tantangan yg diberikan ayah mereka


5 menit kemudian mereka semua sudah berganti pakaian


"berarti kamu di rumah ya sayang" ujar andra pada istrinya


"betul" jawab aisyah pada suaminya


"berhubung anak2 udah dua tahun,kayanya gk perlu lagi dibawa kerja kali ya??" fatimah bertanya pada suaminya


"kayanya iya sih" andri yg sudah memakai jas dan dasi itu menjawab pertanyaan istrinya


"nggak apa2 pa,anak2 ditinggal" andre yg sudah berpakaian guru bertanya pada ayahnya


"nggak apa2 lah,biar dia bisa lebih dekat sama kakek dan neneknya" pak hendra menjawab pertanyaan anak keduanya


"baju kamu longgar banget si dek" rahma yg memakai pakaian guru itu bertanya pada adik bungsunya


"kakak kan langsing,sering gendong anak,pakaian kak aisyah aja agak sempit buat aku" fatimah yg memakai pakaian sekretaris itu menjawab pertanyaan kakak keduanya


"makanya dek,diet" ujar aisyah pada adik bungsunya


"iya,lagipula kan minggu depan kakak yg pakai baju aku,siapa tau baju aku sempit buat kakak" jawab fatimah pada kakak sulungnya


kemudian mereka semua berangkat sesuai apa yg diperintahkan pak hendra


Andra Jadi Penyiar Radio


"assalamualaikum" andra menyapa teman2 andre


"waalakumsalam" jawab semua teman2 andre


"pak andra ngapain kesini??" inem bertanya pada andra


"nggak apa2,saya cuma disuruh papa saya tukar pekerjaan sama kedua adik saya" andra menjawab pertanyaan inem


"sampai kapan pak??" tanya santi pada andra


"cuma seminggu kok" jawab andra pada santi


"tapi pak kalo misalkan suaranya beda bilang aja tenggorokan lagi sakit" ujar anton pada andra


"iya saya tau,lagipula minggu depan bukan saya yg disini" jawab andra pada anton


"siapa pak" tanya budi pada andra


"andri" jawab andra pada budi


"oh,jadi begitu" ujar budi sambil menganggukkan kepalanya


kemudian andra melihat anton dan santi lalu membaca pikiran mereka masing"


"oh jadi mereka berdua saling suka,karena gengsi yg berlebihan mereka gak mau ungkapin perasaannya,lihat aja nanti benih cintapun tumbuh di hati kalian" andra membatin lalu masuk ke ruangan andre


lalu andrapun mendapat telpon


"halo assalamualaikum,dengan siapa saya bicara" andra menyapa penelpon


(saya lala mas andre,tapi kok suara mas andre beda ya) jawab penelpon yg bernama lala itu


"saya lagi sakit tenggorokan mbak" jawab andra pada lala


(oh,jadi begini mas andre saya punya pacar tapi yg anehnya setiap kita berdua pergi saya melulu yg membayar biayanya,kalo soal ditanya dia yg bayar selalu aja alasannya lupa bawa dompet kalo nggak duitnya udah habis buat beli bensin motornya) tanya lala pada andra yg ia kira andre


"ya ampun mbak lala,kalo pacar seperti itu untuk apa di pertahankan lagipula putusin aja langsung lebih baik cari suami aja daripada harus berpacaran seperti itu" andra menjawab pertanyaan lala


(tapi saya masih cinta sama dia mas) ujar lala pada andra


"mbaknya aja yg terlalu bucin sama dia coba mbak sehari atau dua hari gk ketemu dulu sama dia" tanya andra pada lala


(iya mas,saya coba dulu nanti) jawab lala pada andra


setelah lala menutup telponnya andrapun berbicara pada dirinya sendiri


"ya ampun,ternyata jadi penyiar radio itu seperti ini toh tapi coba dulu ah" andra berbicara pada dirinya sendiri


Andre Jadi Guru


"assalamualaikum" andre dan rahma menyapa masuk ke ruang guru dan para guru yg lain


"waalaikumsalam" jawab kepala sekolah dan guru2 yg lain


"wow kok yg datang mas andre dan bu rahma,pak andri dan bu fatimah kemana" tanya kepala sekolah pada mereka berdua


"jadi begini buk sebenarnya saya disuruh papa saya untuk bertukar pekerjaan dulu sama saudara yg lain" jawab andre pada bu tuti


"kalo bisa mas andre aja yg jadi guru menggantikan adiknya,eitts maaf keceplosan" bu tuti yg keceplosan lalu menutup mulutnya


"uhuk uhuk" rahma yg pura2 batuk itu mulai geram oleh bu tuti


"ayo bu rahma,mas andre duduk" ujar bu tuti pada mereka berdua


"mas andre apa kabar" tanya bu susi pada andre


"baik buk" jawab andre pada bu susi


"jangan panggil buk dong,panggil mbak aja,saya kan mbak susi yg waktu itu nelpon mas andre" ujar bu susi pada andre


"kan kita guru buk jadi panggil juga suami saya pak" rahma menjawab perkataan bu susi


bu susi pun diam sementara sedangkan andre bertanya pada bu tuti


"oh iya buk hari ini pelajaran apa ya" andre bertanya pada kepala sekolah


"kalo kelas 4 hari ini pelajaran ini pak" bu tuti menjawab pertanyaan andre


"kalo kelas tiga buk" rahma bertanya pada kepala sekolah


"kalo kelas tiga ini buk" bu tuti menjawab pertanyaan rahma


kemudian mereka andre dan rahma masuk ke kelas yg dibimbing oleh adik mereka


"assalamualaikum" sapa andre pada kelas 4


"waalaikumsalam" jawab murid kelas 4


"maaf ya anak²,pak andrinya lagi gk masuk dulu jadi selama seminggu ini pak andre yg ngajar kalian" ujar andre pada anak kelas 4


"iya pak andre" jawab murid kelas 4


"sekarang buka buku matematika kalian halaman 50,kalau gak ngerti tanya sama bapak" andre menyuruh anak kelas 4 untuk belajar matematika


"iya pak" jawab murid kelas 4 lalu membuka buku matematika


"ternyata begini ya jadi guru,nggak apa² lah coba aja dulu" andre membatin sambil melihat2 murid kelas 4


***sedangkan di kelas 3***


"assalamualaikum" rahma menyapa murid kelas 3

__ADS_1


"waalaikumsalam" jawab murid kelas 3


"maaf ya anak²,bu fatimahnya lagi gk masuk dulu jadi selama seminggu ini bu rahma yg ngajar kalian" ujar rahma pada murid kelas 3


"iya bu rahma" jawab murid kelas 3


"sekarang kalian buka buku bahasa indonesia kalian halaman 60 ya" rahma menyuruh anak kelas 3 untuk belajar bahasa indonesia


"iya buk" jawab anak kelas 3 lalu membuka bukunya


"begini ya jadi guru ternyata,coba dulu aja lah" rahma membatin sambil memantau anak kelas 3 belajar


Andri Jadi Direktur


"assalamualaikum" andri dan fatimah menyapa semua staff kantor


"waalaikumsalam" jawab semua staff kantor


"kok pak andri yg datang pak andranya mana" tanya yuli pada andri


"saya cuma disuruh tukar pekerjaan sama kedua abang saya,cuma sementara doang sih" jawab andri pada yuli


"oh jadi begitu yaudah mari pak,buk,biar saya antar ke ruangan direktur" yuli mengantar andri dan fatimah ke ruangan direktur


sesampainya di ruangan direktur


"wah luas juga ruangannya ya sayang" ujar andri pada istrinya sambil melihat² sekeliling ruangan abang sulungnya


"iya bang" jawab fatimah pada suaminya


andri dan fatimahpun berjalan ke meja direktur


"ya ampun,kenapa ya papa nyuruh,bang andra sama bang andre tukar pekerjaan,emang maksud dari semua ini apa ya sayang" andri bertanya pada istrinya


"mungkin nanti ketebak kalau udah normal kembali,pasti papa ada alasan lain dengan menukar pekerjaan anak²nya" jawab fatimah pada suaminya


"meja kak aisyah rapi ya bang jaraknya juga gak jauh dari meja bang andra" ujar fatimah pada suaminya


"iya sayang ini yg membuktikan bahwa bang andra sayang sama kak aisyah" jawab andri pada istrinya


andripun membuka laptop yg ada di meja direktur dan melihat proyek" gedung yg sudah dikerjakan abang sulungnya


"apa gini ya jadi direktur,coba dulu lah tantangan ini" andri membatin lalu bersandar di kursi direktur


setelah 1 minggu mereka bekerja di tempat lain,mereka bertigapun tukar pekerjaan di tempat yg lain


"sekarang kalian gantian,andra jadi guru,andre jadi direktur,andri jadi penyiar radio" ujar bu indri pada ketiga anaknya


"iya ma aku tau" andra,andre,andri menjawab perkataan ibunya


5 menit kemudian mereka sudah ganti pakaian


"ini malah bukan kaya guru ya,tapi malah kaya lurah ya ndre" andra yg memakai pakaian pakaian adik bungsunya


"tapi kalo aku malah gerah pakai baju ini" andre yg sudah memakai kemeja dasi serta jas itu merasa tak enak dengan pakaian abang sulungnya


"tapi kalo aku cuma modal baju sendiri terus jaket doang keren juga" andri yg sedang memakai dan merapikan jaketnya sudah siap berangkat


"minggu kemaren kayanya ada yg bilang aku pakai baju guru sempit,tapi kok malah agak longgar ya" aisyah yg sudah memakai pakaian guru itu kemudian melirik adik bungsunya


"iya aku tau kakak langsing,sedangkan aku agak gemukan" fatimah yg menjawab perkataan kakak sulungnya sambil cemberut


"udah gak usah berantem,siapa tau kamu gemukan karena ada anggota baru di perutmu itu dek" ujar rahma pada adik bungsunya


"bulan kemarin aku haid,masa sekarang udah hamil lagi kak" jawab fatimah pada kakak keduanya


"ya liat aja dulu nanti kamu haid atau nggak dek,kalo nggak berarti benar" ujar aisyah pada adik bungsunya


"ya kalo iya alhamdulillah,kalo nggak ya nggak apa²" jawab fatimah pada kakak sulungnya


kemudian mereka semua berangkat sedangkan fatimah menjaga anak"


"assalamualaikum" andra dan aisyah menyapa guru dan kepala sekolah


"waalaikumsalam" jawab kepala sekolah dan guru yg lain


"kok bapak yg dateng,mana adik bapak yg kemarin" kepala sekolah bertanya pada andra


"kan andre sudah seminggu buk,jadi gantian saya,minggu depan andri sudah kembali kesini" jawab andra pada kepala sekolah


"oh iya pak hari ini semua kelas ada ulangan,kalo kelas 4 ulangan bahasa indonesia,kalo kelas 3 ulangan ips buk" ujar bu susi pada andra dan aisyah


"iya buk,nanti kita akan awasi dengan baik" jawab kedua suami istri itu pada bu susi


kemudian andra dan aisyah pergi ke kelas masing²


***Di kelas 4***


"assalamualaikum" sapa andra pada semua murid kelas 4


"waalaikumsalam" jawab semua murid kelas 4


"perkenalkan anak² nama bapak,pak andra dan bapak guru magang yg menggantikan pak andre kemarin" andra memperkenalkan dirinya pada murid kelas 4


"iya pak,kemarin pak andre udah bilang" jawab salah satu murid kelas 4


"yaudah bagus,dan hari ini ada ulangan matematika bapak harap jangan ada yg menyontek kalau belum paham tanya sama bapak" ujar andre pada murid kelas 4 lalu memberikan kertas ulangan pada mereka


"iya pak" jawab semua murid kelas 4


"sekalian aja dah aku baca pikiran mereka semua siapa tau ada yg mau nyontek atau iseng" andra membatin sambil berjalan membagikan kertas ulangan


***Sedangkan di kelas 3***


"assalamualaikum" sapa aisyah pada semua murid kelas 3


"waalaikumsalam" jawab semua murid kelas 3


"perkenalkan anak² nama ibuk,ibu aisyah dan ibuk guru magang yg menggantikan ibu rahma kemarin" aisyah memperkenalkan diri pada semua murid kelas 3


"iya buk,bu rahma kemarin sudah bilang" jawab semua murid kelas 3


"bagus kalau begitu,dan sekarang ada ulangan ips ibu harap jangan ada yg menyontek ya" ujar aisyah pada murid kelas 3 lalu memberikan memberikan kertas ulangan pada mereka


"iya buk" jawab semua murid kelas 3


Andre Jadi Direktur


"assalamualaikum" andre dan rahma menyapa semua staff kantor


"waalaikumsalam" jawab semuanya


andre dan rahma lalu berjalan menuju ruangan manager


"assalamulaikum" andre mengetok pintu ruangan manager


"waalaikumsalam,pak andre" jawab yuli sambil membuka pintu


"mbak yuli saya mau tanya kira² minggu ini apa ada meeting atau nggak" andre bertanya pada yuli


"kalo minggu ini nggak pak,tapi minggu depan ada meeting sama perusahaan terkenal soal proyek pembangunan gedung di kota xxx" jawab yuli pada andre


"tapi kira² abang saya udah bikin proyeknya atau belum" tanya andre pada yuli


"belum pak" jawab yuli pada andre


"oke kalau begitu saya dan istri saya masuk ruangan dulu ya" ujar andre pada yuli


"iya pak" jawab yuli pada andre


sesampainya di ruangan direktur

__ADS_1


"ini ruangan besar juga ya bang" rahma yg takjub melihat² ruangan milik abang iparnya itu


"kalo aku udah pernah dulu kesini" ujar andre pada istrinya


"kapan??" tanya rahma pada suaminya


"dulu waktu sma,waktu itu masih papa yg jadi direkturnya" jawab andre pada istrinya


andrepun berjalan ke meja direktur lalu membuka laptop yg ada di meja


"wah proyek gedungnya masih belum selesai lagi,coba aku beresin dulu ini semoga bisa bikin perusahaan terkenal itu kagum" gumam andre lalu menyelesaikan proyek milik abang sulungnya itu


"bang kamu kok,buka laptopnya bang andra nanti kalau kacau gimana" rahma yg panik melihat suaminya membuka laptop direktur itu


"sayang aku cuma mau benarin proyek ini,aku tau pasti ini proyek yg mau ditampilkan bang andra pas meeting sama perusahaan terkenal itu makanya aku coba bangun gedungnya biar lebih menarik" jawab andre pada istrinya


"tapi kalo nanti kacau gimana" rahma yg berjalan dari meja sekretaris ke meja direktur itu bertanya pada sumaminya


"sayang kalau kita yakin dan percaya diri pasti kita akan berhasil dalam melakukan sesuatu" jawab andre pada istrinya


"iyadeh aku percaya sama kamu" ujar rahma pada suaminya


“itu baru istri aku” jawab andre sambil mencubit kedua pipi mulus istrinya itu


Andri Jadi Penyiar Radio


“assalamualaikum” andri menyapa semua penyiar radio lain


“waalaikumsalam” jawab yg lainnya


“waduh sekarang gantian pak andri yg dateng” tanya inem pada andri


“iya minggu depan udah normal,abang saya yg datang” jawab andri pada inem


andripun langsung masuk ke ruangan abang keduanya dan mendapatkan telpon


"halo assalamualaikum dengan siapa saya berbicara" tanya andri pada penelpon


(nama saya miranda mas,kok suara mas andre lain ya) ujar penelpon yg bernama miranda sambil bertanya suara andre yg berubah


“saya lagi sakit tenggorokan mbak" jawab andri pada miranda


(jadi begini mas,saya punya suami dia itu orangnya pemalas gak mau kerja setiap hari kerjaannya cuma nongkrong dan ngerokok di warung kopi) ujar miranda pada andri


"emang gak pernah dinasihati mbak suaminya" tanya andri pada miranda


(udah sering saya nasihati,tapi dia paling jawabnya “ah berisik kamu” gitu doang mas yg dia bilang) jawab miranda pada andri


"tapi kalo penghasilan sekarang darimana mbak" tanya andri pada miranda


(ya yg kerja saya mas jualan gado²,tapi saya sekarang susah jualan) jawab miranda pada andri


"nggak bisanya kenapa mbak" andri bertanya pada miranda sambil mengerutkan dahinya


(ya karena perut yg usianya udah 7 bulan ini) jawab miranda sambil mengelus kehamilannya yg sudah 7 bulan


"oh,gini aja mbak kalo soal suami itu pokoknya bilang aja nanti sama suaminya begini «mas emang kamu nggak kasian sama anak kamu,sebentar lagi dia lahir masa kamu gak ada tanggung jawabnya sama sekali butuh biaya sedangkan aku udah gak jualan lagi»,seperti itu semoga suami mbak sadar" ujar andri pada miranda


(makasih ya mas andre nasihatnya semoga nanti suami saya sadar) jawab miranda lalu menutup telponnya


"akhirnya selesai juga,kasian si miranda ini punya suami yg gak tanggung jawab begitu" andri yg melamun karena prihatin dengan nasib miranda


seminggu kemudian!!!


saat hari minggu mereka semua sedang membicarakan masalah mengapa mereka ditukar pekerjaannya


"pa,emang sebenarnya maksud papa kemarin menukar pekerjaan kita itu apa sih" tanya andri pada ayahnya


"jadi gini ndri papa menukar pekerjaan kamu sama kedua abangmu dan kakak iparmu ini alasannya banyak" pak hendra menjawab pertanyaan anak bungsunya


"apa pa" tanya andra pada ayahnya


"papa ingin melihat kalian semua itu bisa saling membantu dalam bersaudara,contohnya seperti rahma yg biasa urus anak kembarnya di rumah dan kemarin aisyah dan fatimah yg bergantian ngurus ilham,dewa,dewi,dan syifa,papa hanya ingin melihat diantara aisyah atau fatimah ini bisa atau tidak mengerjakan pekerjaan seperti rahma" pak hendra menjawab pertanyaan putra sulungnya


"jadi,maksud papa apakah anak dan menantu yg lain kira² bisa atau tidak mengerjakan pekerjaan anak dan menantu yg ini kan" tanya andre pada ayahnya


"benar ndre" pak hendra menjawab pertanyaan anak keduanya


"pas waktu aku jadi guru,sempat tuh si susi muntah² dan pegang bahu aku" ujar andra pada yg lain


"mungkin hamil kali bang" aisyah bertanya pada suaminya


"mungkin juga sih" jawab andra pada istrinya


"masalahnya dia sempat curhat kak sama suamiku" ujar rahma pada kakak sulungnya


"curhat apa dia" aisyah bertanya pada adik keduanya


"begini dia bilang «pak andre,sudah 2 tahun yg lalu saya menikah,tapi kok saya belum hamil ya» gitu dia ngomongnya" rahma menjawab pertanyaan kakak sulungnya


"terus ayahnya kembar ngomong apa dek" tanya aisyah pada adik keduanya


"begini ngomongnya «sekarang bu susi haid atau nggak» terus si susi jawab «nggak pak»,suamiku langsung ngomong «kalo minggu depan bu susi nggak haid,insyallah mungkin bu susi bisa hamil»,habis itu si susi ngomong lagi «saya juga udah 1 bulan 3 minggu nggak haid pak semoga aja saya bisa hamil bulan ini» gitu jawabnya kak" rahma menjawab pertanyaan kakak sulungnya


"waw,hebat dong berarti kemarin si susi mual² hamil sama kamu ndre" tanya andra pada adik keduanya


"ya kagak lah bang,masa aku yg hamilin si susi,bel istirahat aja aku sama istriku terus di sekolah" jawab andre pada abang sulungnya


"maksudnya hamilin lewat kata² gitu,ayahnya kembar kan hebat,dukunpun bangkrut karena ayahnya kembar" ujar aisyah pada adik iparnya


"ya nggak lah kak,dukunkan aliran sesat,tapi kalo aku ngomong itu semua kan karunia dari yg maha kuasa" jawab andre pada kakak iparnya


"oh iya emang besok bang andra ada meeting sama perusahaan terkenal ya" tanya rahma pada abang iparnya


"iya,proyek besar di kota xxx siapa yg berhasil bikin proyeknya dia di cap sebagai perusahaan paling terkenal" jawab andra pada adik iparnya


"tapi kan kalo mau bangun proyek sebesar itu kan butuh waktu yg lama bang apalagi sama perusahaan terkenal" tanya andri pada abang sulungnya


"emang,besok aku harus buru² selesaikan proyek itu" jawab andra pada adik bungsunya


"itu proyek yg di laptop kalo nggak salah nama filenya yg proyek kota xxx ya bang" andri bertanya pada abang sulungnya


"iya" jawab andra pada adik bungsunya


"sebenarnya aku juga sempat nyusun bangunannya sedikit" ujar andri pada abang sulungnya


"semoga yg kamu susun itu nggak berantakan lah" jawab andra pada adik bungsunya


"semoga aja nanti abang jadi mitra bisnis terbaiknya,dan semoga proyek itu lancar" ujar andre pada abang sulungnya


"iya makasih ndre" jawab andra pada adik keduanya


"sayang,sama mama dulu ya ayah mau ngomong sama om andra dan om andri" ujar andre pada dewa


"iya" jawab dewa lalu berjalan ke mamanya


andra,andre,serta andripun pergi ke teras atas


sesampainya di teras atas


"oh iya bang,ndri kalo proyek seperti ini bagus atau nggak" ujar andre pada kedua saudaranya sambil memperlihatkan ponselnya


"wih ini mah bagus ndre luar biasa" jawab andra sambil melihat


"iya bang ini bagus banget malahan" ujar andri pada abang keduanya


"bikin aja kaya gini bang proyeknya" tanya andre pada abang sulungnya


"nanti aku usahain deh semoga aku bisa bikinnya" jawab andra pada adik keduanya


andrepun tersenyum ketika andra melihat proyek yg ia buat selama 1 minggu di laptop andra dan berharap proyek itu membuat klien takjub

__ADS_1


__ADS_2