Jodoh Takkan Pergi Kemanapun

Jodoh Takkan Pergi Kemanapun
Inem Kebobolan


__ADS_3

5 hari berlalu inem pergi ke pantai,tetapi ia merasakan kepalanya pusing dan tidak enak badan saat membawakan siaran radionya


"assalamualaikum,dengan siapa saya berbicara" inem bertanya pada penelpon


(waalaikumsalam,saya hindun mbak) jawab penelpon pada inem


"mbak hindun ada yg bisa saya bantu" ujar inem pada hindun


(begini mbak inem,saya lagi ada masalah dengan suami saya) jawab hindun pada inem


"kalau saya boleh tau mbak hindun ada masalah apa ya sama suaminya???" inem bertanya pada hindun


(dia orangnya pelit banget mbak) jawab hindun pada inem


"memangnya pelitnya dia itu udah dari dulu atau belum lama" inem bertanya pada hindun


(belum lama mbak) jawab hindun pada inem


kemudian kepala inem terasa pusing


"aduh kok pusing ya" inem berbicara di dekat mikrofon yg masih menyala


(maksudnya pusing apa mbak) hindun bertanya pada inem


"nggak apa² mbak kepala saya pusing" jawab inem pada hindun


Andre yg melihat inem memegang kepalanya itu lalu memberitahu budi


(tok tok tok) andre mengetuk kaca sebelahnya


"apa???" budi bertanya pada andre


"tuh" andre mengarahkan kepalanya ke seberang


melihat istrinya sempoyongan budi masuk ke ruangannya


"sayang kamu kenapa" budi melepaskan earphone dari telinga istrinya dan mematikan obrolan


"aku nggak tau mas" inem yg hendak menjawab kemudian pingsan


"si inem kenapa" anton bertanya pada andre


"nggak tau kenapa" andre menjawab pertanyaan inem


"inem kenapa ndre" santi bertanya pada andre


"nggak tau sempoyongan begitu" jawab andre pada santi


Kemudian budi membawa inem ke rumah sakit dan


"guys gua bawa dia ke rumah sakit dulu ya" ujar budi pada teman²nya


"iya,hati²" jawab andre pada budi


kemudian andre mengatakan sesuatu pada anton dan santi


"oh iya ton apa lu suka sama santi" andre bertanya pada anton


"ya nggak lah" jawab anton pada andre


"kalau sebaliknya" andre bertanya pada santi


"ya nggak dong" jawab santi pada andre


"masa sih,abang gua aja bilang kalian berdua itu saling mencintai cuma karena gengsi aja untuk mengungkapkannya" andre kembali menekan anton dan santi


"oh iya ya,abangnya si andre kan bisa baca pikiran orang,kemungkinan waktu abangnya jadi penyiar radio berarti dia udah baca pikiran gw sama santi" anton diam dan mengingat kejadian waktu itu


"si andre kan sama abang dan adiknya punya kekuatan setelah mati suri itu" santi mengingat kejadian dulu

__ADS_1


"oke jujur memang gua ini suka sama lu santi,lu ini memang cewek tomboy berambut pendek dan ini yg bikin gua suka sama lu" anton mengutarakan isi hatinya pada santi


Mendengar kejujuran dari anton membuat santi mengeluarkan air matanya


"lu kenapa san,kok nangis??" andre bertanya pada santi


"nggak apa² ndre,jujur baru kali ini ada seorang cowok yg bilang seperti ini sama gua,karena gua jadi tomboy itu ada sebabnya yaitu dulu waktu gua sekolah gua sering dibilang cewek gila,makanya gua lebih memilih jadi seperti cowok" jawab santi pada andre


"ya ampun,nggak nyangka gua dengar ini" andre kaget mendengar jawaban dari santi itu


"jadi gimana san,apa lu mau jadi pacar gua" anton bertanya pada santi


"iya,gua terima" santi menjawab pertanyaan anton lalu menghapus air matanya


saat anton ingin memeluk santi kemudian dicegah oleh andre


"makasih ya" anton yg sudah berbunga² itu ingin memeluk santi


"eh jangan peluk dong" andre mencegah anton


"kenapa ndre??" anton bertanya pada suami rahma itu


"lebih baik kalian menikah aja biar bisa bebas berpelukan,lagipula umur kalian itu udah sepantasnya untuk menikah" jawab andre dengan serius


"apa lu mau jadi ibu untuk anak² gua" anton menggapai kedua lengan santi


"hmm" santi mengangguk


Anton Pria dengan visual Nando Helmy itu akhirnya bisa mendapatkan hati Santi wanita dengan visual Riska Bunga Fahira dan melepas gengsinya masing²


Sedangkan di rumah sakit


"bagaimana keadaan istri saya dok" budi bertanya pada dokter


"istri bapak tidak apa² pak,dan jangan biarkan di capek dulu" jawab dokter pada budi


"maksudnya nggak apa² dan jangan capek apa dok" budi bertanya kembali pada dokter


"alhamdulillah" budi bahagia mendengar kabar terbaik ini


inem wanita desa dengan visual Ochi Rosdiana itu sadar dari pingsannya


"mas,mas budi" inem yg baru sadar itu mencari² suaminya


"sayang kamu udah bangun" budi menghampiri istrinya


"aku dimana mas" inem bertanya pada suaminya


"kita ada di rumah sakit sayang" jawab budi dengan senyuman manisnya


"kenapa aku ada di rumah sakit mas??" inem kembali bertanya pada suaminya


"tadi kamu pingsan,terus aku bawa kesini,dan kata dokter kamu lagi mengandung buah cinta kita" jawab budi pada istrinya


"aku hamil mas,alhamdulillah" inem terharu mendengar jawaban suaminya


kemudian mereka berdua ke apotik untuk membeli vitamin lalu pulang ke rumah


"mbak beli vitamin ini ya" budi memberikan resep itu pada apoteker


"iya pak" apoteker mengambil resep itu


"abis ini kita langsung pulang aja ya sayang" ujar budi pada istrinya


"iya mas" inem menurut pada suaminya


"ini pak vitaminnya" apoteker memberikan vitamin sesuai resep


"jadi berapa mbak" budi bertanya pada apoteker

__ADS_1


"150 pak" jawab apoteker


setelah itu budi memberikan uangnya lalu pulang ke rumah


"apa kamu bahagia sayang" budi bertanya pada istrinya


"aku bahagia mas" inem menjawab pertanyaan suaminya


"tapi kenapa muka kamu kelihatan sedih" budi yg sedang menyetir istrinya duduk merenung


"aku masih mikir soal kejadian dulu itu mas" jawab inem pada suaminya


"pas kamu dihamili si yanto dulu??" budi bertanya pada istrinya


"iya mas,dan sekarang aku hamil lagi dan ini buah cinta kita yg pertama" jawab inem sembari memegang perutnya


"apa kamu masih kangen sama anak kamu yg kamu serahkan sama orang kaya itu??" budi bertanya kembali pada istrinya


"iya juga mas,mungkin dia sudah bisa bicara seperti keempat cucunya bu indri" jawab inem pada suaminya


sesampainya di rumah


"udah sampai nih sayang,kamu turun dulu ya biar aku parkir mobilnya" ujar budi pada istrinya


"iya mas" jawab inem pada suaminya


Kemudian rahma keluar rumah dan menghampiri inem


"kamu udah pulang nem,bapaknya dia kok belum" rahma yg sedang menggendong dewi berjalan menghampiri inem


"saya nggak tau buk,saya abis dari rumah sakit" jawab inem pada istri andre itu


"ngapain kamu ke rumah sakit" rahma bertanya pada inem


"saya hamil buk" jawab inem pada rahma


"selamat ya atas kehamilan kamu" ujar rahma pada inem


"iya buk terima kasih" jawab inem pada rahma


Kemudian andre pulang dan melihat rahma mengobrol dengan inem


"nem kamu udah pulang" andre yg baru turun dari mobil itu menghampiri inem


"iya pak" jawab inem pada andre


"itu apa yg di plastik" andre melihat plastik putih yg berisikan vitamin


"vitamin pak" jawab inem pada andre


"vitamin apa" andre bertanya pada inem


"vitamin buat kandungannya ndre" budi menjawab pertanyaan andre


"selamat ya nem atas kehamilan kamu" ujar andre pada inem


"iya pak makasih" jawab inem pada andre


"itu tandanya kamu kebobolan nem" ujar rahma pada inem


"kok kebobolan buk" inem bertanya pada rahma


"kan aku ngeliat kamu guling² di ombak pantai sama suami kamu waktu itu" jawab rahma pada inem


"oh iya ya,hehehe" inem malu² lalu tertawa kecil


"ayo sayang masuk ke rumah,aku masukin mobil dulu" ujar andre pada istrinya


"iya bang" jawab rahma pada suaminya

__ADS_1


"kita juga masuk yuk sayang" budi mengajak istrinya masuk ke rumah


"iya mas" jawab inem pada suaminya


__ADS_2