
Pukul 01 : 30 malam mereka bertiga sampai ke rumah tetapi pager rumah sudah di gembok
"rumah udah digembok gimana nih bang,ndri" andre bertanya pada kedua saudaranya
"nggak tau juga sih ndre" jawab andra pada adik keduanya
"apa kita tidur di rumah inem aja ya bang" tanya andri pada kedua abangnya
"nggak usahlah mending kita tidur di mobil aja" jawab andre sambil merenggangkan jok mobilnya
"iya dah aku juga sama" andrapun ikut merenggangkan jok mobil
"kalo aku enak tinggal tidur disini" andri yg sudah tiduran di jok tengah
mereka semuapun tertidur di mobil sampai pagi
keesokan harinya...!!
saat pagi hari aisyah dan fatimah bingung apa mereka berangkat atau tidak tanpa suaminya
"dek kamu berangkat nggak" aisyah yg sedang bertopang dagu itu bertanya pada adik bungsunya
"sebenarnya males sih kak,ayahnya dia belum pulang" jawab fatimah yg sedang menyuapi anaknya bubur bayi
"aku mau buang sampah dulu ya keluar" tanya rahma pada kakak dan adiknya
"iya" jawab aisyah dan fatimah
saat membuang sampah rahma heran melihat mobil di depan pager lalu keluar
"ini mobil kok mirip mobil suamiku tapi kotor banget" rahma membatin lalu keluar
"woi mas,buka kacanya" rahma yg sedang mengetok kaca mobil
mendengar suara ketukan itu andrepun terbangun
"udah pagi toh" andre yg baru membuka matanya lalu membenarkan jok mobilnya
"hei sayang apa kabar" andre yg membuka kaca mobilnya lalu melihat istrinya di sebelahnya
"bang kamu udah pulang" tanya rahma pada suaminya
"udah dari tadi malam jam 01 : 30" jawab andre pada istrinya lalu turun dari mobil
rahma yg sudah senang dengan kedatangan suaminya itupun lalu tersenyum bahagia
"senang banget kamu udah pulang bang,tapi muka kamu kok lebam semuanya" rahma yg senang lalu melihat2 wajah suaminya yg babak belur itu
"udah gak apa2 lagian ini kan dipukul yanto" andre menjawab semuanya dengan biasa2 saja
"inem sama suaminya gimana bang" rahma bertanya pada suaminya tentang keadaan inem dan budi
"mereka baik2 saja" jawab andre lalu tersenyum
"bang andra,bangun udah pagi" andre abang sulungnya
"iya,iya" andra sudah bangun lalu keluar dari mobil
"ndri bangun ayo kita ke dalam" andre membangunkan adik bungsunya
"iya,iya" jawab andri lalu membuka pintu mobil
kemudian mereka semua masuk kerumah
"assalamualaikum" sapa mereka berempat pada semuanya
"waalaikumsalam" jawab mereka semua
"eih suamiku udah pulang senang deh rasanya" aisyah tersenyum melihat suaminya sudah pulang
__ADS_1
"kita udah pulang dari jam 01 : 30 malam tapi pager udah digembok" andra menjawab pertanyaan istrinya
"my husband udah pulang juga ya senang deh jadinya" fatimah bertanya pada suaminya sambil tersenyum
"aku tuh mikirin kamu dari tadi malam tau gak bang,kasur sepi tanpa kamu" fatimah menggombali suaminya
"ya iyalah jelas,kalau tanpa kamu pikirankupun melayang duniapun serasa milik kita berdua yg lain numpang" andri menjawab gombalan istrinya
"alah gombalanmu basi ndri" andre meledek gombalan adik bungsunya
"meskipun basi tapi pernah ada kan bang" andri menjawab ledekan abang keduanya
"oh iya kok ayahnya kembar bisa lebam begitu mukanya sedangkan ayahnya syifa sama suamiku nggak ada bonyoknya sama sekali" aisyah bertanya pada adik iparnya
"jadi gini kak yg aku hajar itu 2 orang,1 antek si yanto,yg 1 lagi si yantonya" andre menjawab pertanyaan kakak iparnya
"jadi pengen tau si sebenarnya seperti apa ayahnya kembar geludnya" aisyah yg kepo akan cara andre bertarung
"iya,sampai lebam mukanya bang andre" fatimah yg sedang melihat2 wajah andre
kemudian inem dan budi datang ke rumah
"assalamualaikum" sapa inem dan budi di depan pintu
"waalaikumsalam eh inem budi ayo masuk" andre menjawabnya sambil membuka pintu lalu menyuruh mereka masuk
kemudian inem dan budi berjalan di mengikuti andre
"eh ada tamu rupanya" ujar mereka semua pada budi dan inem
"btw ada perlu apa bud,nem kesini" andre bertanya pada mereka berdua lalu duduk di sebelah istrinya
"nggak apa2 ndre,kita cuma mau terima kasih aja atas pertolongan semalam" jawab budi sambil tersenyum
"lagipula seasama manusia harus saling tolong menolong bud,kita kan teman" ujar andre pada budi
"tapi maaf ya pak,waktu bapak menghajar mas yanto itu sebenarnya saya rekam lo" inem yg memberitahukannya secara ragu2
"yg benar nem" aisyah bertanya pada inem
"benar buk" inem menjawabnya lalu mengangguk
"coba liat nem videonya" pinta fatimah pada inem
"iya buk" jawab inem sambil mengambil ponselnya
"ini buk videonya" inem meletakkan ponselnya di meja lalu memutarnya
mereka semuapun melihat video yg berdurasi 15 menit itu
"wih ayahnya kembar ngomongnya sambil jalan lagi" aisyah yg sedang menonton video itu lalu memuji adik iparnya
"ih ya ampun bang andre dipukul" fatimah yg kaget melihat abang iparnya dipukul di video
"wow hebat kamu bang mukul si yanto itu pake ngomong dulu" rahma memuji suaminya
"makasih sayang" andre yg tersenyum mendengar pujian istrinya
"ihh ya ampun bisa banget bang andre nendang yanto sampai ke hadapan inem" fatimah yg kaget melihat video andre menendang yanto
"mungkin kalo misalkan kita yg jadi yanto,sakit banget kali ya dek" aisyah bertanya pada adik bungsunya
"ya iyalah kak,padahal yg ditendang cuma dagunya tapi bisa sampe begitu" fatimah menjawab pertanyaan kakak sulungnya
"kamu mau kemana sayang" andre bertanya pada istrinya
"nggak apa2" jawab rahma yg berjalan ke arah dapur
__ADS_1
kemudian rahma kembali ke sofa dengan membawa ember berisikan air serta handuk kecil
"mukamu itu loh bang lebam begitu emang gak mau di kompres" rahma yg sedang mengompres luka lebam pada suaminya
"aww sakit" andre mengerang kesakitan
"lni kan air hangat bukan air panas" rahma yg masih mengelap bagian2 pipi suaminya
"udah ya sayang" andre bertanya pada istrinya
"nanti dulu ini masih ada yg belum selesai" rahma yg menolak permintaan suaminya
"emang awalnya kamu itu kenapa nem kok bisa diikat sama mereka???" tanya andra pada inem
"sebenarnya pak pas waktu aku sama mas budi mau pulang terus ada yg memukul kita berdua dari belakang pak" inem menjawab pertanyaan suami dari aisyah itu
"terus" aisyah bertanya pada inem
"terus kita berdua diikat sama 3 orang antek2 mas yanto,dan mas yanto bilang ke kita kalau disini tidak akan ada orang yg bisa menyelamatkan kalian" inem menjawab pertanyaan aisyah
kemudian pak hendra dan bu indri keluar dari kamarnya
"hei udah rame aja disini" sapa pak hendra dan bu indri
"mama papa tumben bangunnya agak siang" tanya aisyah pada kedua mertuanya
"nggak apa2" jawab kedua suami istri itu
"kalian bertiga kapan pulang" tanya pak hendra pada ketiga anak2nya
"dari tadi malam ma jam 01 : 30" andra menjawab pertanyaan ayahnya
"oh jam segitu pager udah digembok semalam jadi kalian tidur di mana" tanya bu indri pada ketiga anaknya
"di mobil ma" andri menjawab pertanyaan ibunya
"andra,andri kalian keliatan baik2 saja tapi kok andre lebam semua mukanya" tanya bu indri pada ketiga anaknya
"kan andre menghajar antek yanto dulu ma baru hajar yanto" andra menjawab pertanyaan ibunya
"lihat aja nih ma di hpnya inem video semalam" aisyah memberikan hp inem pada ibu mertuanya
"coba lihat" bu indri yg sedang meraih hp inem dari menantu sulungnya
kemudian pak hendra dan bu indri melihat video berdurasi 15 menit itu
15 menitpun video selesai
"ya ampun ndre cukup kamu marah sama yanto aja ya ini, yg mama takutin kamu nanti marah sama istri kamu bisa2 masuk penjara kamu" bu indri menasihati anak keduanya
"nggak lah ma dia aja mau merawat luka suaminya masa aku balas seperti ya nggak lah" jawab andre pada ibunya
"gombal" rahma yg mulai memerah pipinya itupun selesai membersihkan luka yg ada di wajah suaminya
"oh iya sayang abis ini kita cuci mobil yuk" tanya andre pada istrinya
"boleh" jawab rahma pada suaminya
"kenapa gk cuci steam aja bang" tanya andri pada abang keduanya
"kalo steam pake duit bayarnya,kalo cuci berdua pake cinta bayarnya" jawab andre pada adik bungsunya
"liat ndri kakakmu udah merah mukanya" ujar andre pada adik bungsunya
"iya tuh benar bang pepet terus sampai tenggelam" jawab andri pada abang keduanya
"tenggelam kemana ayahnya syifa" tanya aisyah pada adik iparnya
"lautan cinta lah kak" andri menjawab pertanyaan kakak iparnya
"yaudah ayo kita cuci mobilnya" tanya rahma pada suaminya
__ADS_1
"iya deh buat mamanya si kembar ini" jawab andre lalu berjalan berdua membersihkan mobilnya