
ketika pagi hari di rumah inem andra,andre,dan andri serta kedua orang tuanya membantu mereka agar pernikahannya berjalan dengan lancar
"Saudara Muhammad Setiabudi Bin Ardhani saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Sarinem Binti Karyono dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas 30 gram dibayar tunai" ujar penghulu pada Budi
"Saya terima Nikahnya Sarinem Binti Karyono dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas 30 gram dibayar tunai" jawab budi
"Bagaimana para saksi sah" tanya penghulu pada semua orang
"sah" jawab semua orang
kemudian penghulu membacakan doa dan meninggalkan tempat untuk menghadiri pernikahan orang lain
"selamat ya budi inem semoga langgeng" ujar andra dan aisyah pada kedua pasangan itu
"iya sama sama" jawab budi dan inem
"selamat ya budi dan inem semoga langgeng sampai kakek nenek" ujar andri dan fatimah
"iya sama sama" jawab budi dan inem
"selamat ya bud,nem semoga cepat diberi momongan" ujar andre dan rahma
"iya sama sama" jawab budi dan inem
"selamat ya budi inem atas pernikahannya" ujar pak hendra dan bu indri
"iya pak buk sama sama atas bantuannya juga" jawab budi dan inem
"oh iya kalian setelah ini mau tinggal disini atau di rumahmu bud??" tanya andre pada budi
"disini aja ndre" jawab budi
"rencana bulan madu kemana nem" tanya rahma pada inem
"gak tau buk,mungkin itu mas budi yg tau" jawab inem
"mendingan bulan madu ke kampungnya inem aja bud" bisik andre pada budi
"boleh juga tuh" budi membalas bisikan andre
"kamu cantik nem pakai baju ini" ujar rahma pada inem
"bisa aja buk,cantikan ibuk malahan yg di foto" jawab inem
"lagian saya belum pernah buk merasakan menjadi pengantin dan di rias seperti ini" ujar inem sambil melirik kebaya yg ia kenakan
"oh jadi begitu nem" tanya rahma
"benar buk" jawab inem
"oh iya nem,kalo soal belajar nyetir kamu belajar sama suamimu aja ya" tanya andre pada inem
"iya pak" jawab inem sambil tersenyum
"oh iya sayang anak2 udah makan belum??" tanya andre pada istrinya
"udah tadi,kayanya mereka sudah saatnya berhenti asi" jawab rahma pada suaminya
"kok bisa" tanya andre sambil mengerutkan dahinya
"iya masalahnya udah jarang keluar juga bang asinya lagipula mereka kan udah 2 tahun juga umurnya" jawab rahma
"oh coba kamu tanya kak aisyah sama fatimah" ujar andre pada istrinya
"iya" jawab rahma lalu menghampiri kakak dan adiknya
"oh iya kak dek asinya masih lancar atau jarang keluar" tanya rahma pada kakak dan adiknya
"jarang juga dek" jawab aisyah pada adik keduanya
"iya kak asiku juga jarang keluar" jawab fatimah pada kakak keduanya
"mungkin harus kita kasih makanan lain kali ya buat mereka seperti nasi tim" tanya aisyah pada kedua adiknya
"iya juga kali kak" jawab rahma dan fatimah
kemudian rahma menghampiri andre
"gimana sayang apa kata mereka" tanya andre pada istrinya
__ADS_1
"sama bang katanya mereka juga kaya begitu,kata kak aisyah kasih nasi tim aja" jawab rahma pada suaminya
"terserah kamu aja sayang yg penting itu yg terbaik untuk anak2 kita" ujar andre pada istrinya
"iya suamiku" jawab rahma
kemudian anton dan santipun datang
"ndre udah lama disini" tanya anton pada andre
"dari tadi pagi" jawab andre
"lama juga ndre" tanya santi pada andre
"kaya gitu doang mah gk lama" jawab andre sambil tersenyum
"btw gua makan dulu ya udah laper nih" ujar anton pada andre
"yaudah makanlah" jawab andre pada anton
"gua juga makan ya ndre" ujar santi pada andre
"iya" jawab andre
kemudian andre menghampiri kedua saudaranya yg lain
"bang ndri ngapain aja kalian" tanya andre pada kedua saudaranya
"nggak ngapa2in ndre" jawab andra
"iya bang aku juga nggak ngapa2in" jawab andri
"btw si inem cakep gk pake kebayanya" tanya andre pada kedua saudaranya
"lumayan sih ndre gak menor2 banget" jawab andra pada adik keduanya
"iya bang dandanannya natural banget" jawab andri pada abang keduanya
"tadi tuh aku bisikin si budi suruh bulan madu ke kampungnya si inem aja" ujar andre pada kedua saudaranya
"terus gimana bang??" tanya andri pada abang keduanya
"itukan si budinya yg mau tapi si inemnya gimana,kalo misalnya dia nanti trauma soal masa lalunya dulu sama pacarnya" tanya andra pada adik keduanya
"iya juga ya,tapi yg namanya trauma bisa dilawan,tapi itu kan urusannya si budi semuanya" jawab andre pada abang sulungnya
"tapi udah agak sore juga sih ini kita pulang aja yuk bang" tanya andri pada kedua abangnya
"ayok" jawab andra dan andre pada adik bungsunya
"sayang kita pulang yuk" tanya para suami pada istrinya
"iya bang" jawab para istri
"nem kita pulang dulu ya" tanya andre pada inem
"iya pak" jawab inem pada andre
kemudian mereka semua pulang ke rumah
"akhirnya kita sampai di rumah pada capek gak" tanya andre pada semuanya
"capek sih nggak tapi lelah" jawab andra pada adik keduanya
"mending kita ke kamar yuk sayang" ujar andre pada istrinya
"iya" jawab rahma pada suaminya
mereka masing2 ke kamar dan terlelap
keesokan harinya..!!!
budi dan inem yg sudah siap untuk pergi berbulan madu dengan mobil milik budi itu segera berangkat saat andra dan andri ingin berangkat bekerja
"pak andra buk aisyah mau berangkat ya" tanya inem pada kedua suami istri itu
"iya nem" jawab andra dan aisyah
"pak andri juga sama bu fatimah mau ngajar ya" tanya inem pada kedua suami istri itu
__ADS_1
"iya nem" jawab andri dan fatimah
"pak andra si andre kemana kok gk keliatan" tanya budi pada andra
"si andre katanya ada urusan lain sama istrinya" jawab andra pada budi lalu berangkat ke kantor
kemudian andre keluar dari rumah dengan menggendong putrinya menuju budi dan inem
"wih mobillu cakep juga bud" tanya andre pada budi
"cakepan mobillu lah kemana2" jawab budi
"oh iya pak andre kenapa gk berangkat kerja pak" tanya inem pada andre
"gak apa2 nem,saya lagi ada urusan" jawab andre
"oh iya bud nem kalian hati2 ya nanti di jalan" ujar andre pada pengantin baru itu
"iya" jawab budi dan inem
"oh iya nem nama kampungmu itu apa ya kalo boleh tau" tanya budi pada istrinya
"Desa Mentimun Sari Mas" jawab inem pada suaminya
"kamu jangan marah ya sebenarnya aku mau kita bulan madu ke kampungmu" ujar budi pada istrinya
"oh kirain apaan,saya juga sudah lama kangen pengen pulang ke kampung mas" jawab inem pada suaminya
"kalau nama pacarmu yg dulu itu siapa namanya" tanya budi pada istrinya
"Namanya Yanto mas" jawab inem pada suaminya
kemudian setelah 7 jam perjalanan Budi dan inempun sampai ke desa mentimun sari
"wih suasananya sejuk ya" ujar budi pada istrinya
"iya mas masih seperti dulu" jawab inem
semua orangpun heran melihat mobil yg ditumpangi oleh inem dan budi itu
"wih itu mobil cakep ya" ujar salah satu penduduk desa
"iya" jawab penduduk desa yg lain
kemudian budi dan inempun keluar dari mobil mercy berwarna silver yg mereka tumpangi
"sawahnya luas banget ya sayang" ujar budi pada istrinya sambil melihat sawah yg mereka lihat
"iya mas" jawab inem
"oh iya gak ada penginapan disini ya" tanya budi pada istrinya
"ada si mas tapi aku gk mau lagi kesitu karena sudah buat aku trauma" jawab inem pada suaminya lalu meneteskan air matanya
"yg dulu biarlah berlalu ini sekarang sayang,lembaran baru sudah dimulai" ujar budi sambil menyeka air mata istrinya
"iya mas makasih" jawab inem lalu memeluk suaminya
kemudian budi dan inem berangkat ke sebuah villa yg dulu sempat merenggut masa depan inem
"permisi mas saya mau pesan 1 kamar" ujar budi pada pelayan villa
"iya pak" jawab pelayan yg tak lain adalah yanto mantan pacar inem
"mas yanto" kaget inem melihat sang mantan
"inem" jawab yanto yg juga kaget
"oh jadi kamu yanto yg dulu merenggut masa depan istriku" teriak budi sambil menarik leher kemeja yanto
"iya pak saya yanto" jawab yanto yg masih takut melihat budi yg emosi
"udah mas kita kan disini untuk bulan madu bukan untuk mengotori tanganmu dengan memukulinya" ujar inem pada suaminya
"kalo dia ketemu andre habis pasti dia" tanya budi pada istrinya
"iya mas" jawab inem pada suaminya
kemudian budi dan inem masuk ke kamar dan menikmati bulan madu mereka
__ADS_1