
Malam hari setelah pulang tarawih ke 15 istri bilang pada suaminya bahwa esok pembagian raport dan pengumuman libur
"sayang kamu mau kan program hamil lagi" andra membujuk istrinya
"aku sih mau tapi habis lebaran aja ya" jawab aisyah pada suaminya
"tapi aku takut nanti kamu haid sebelum lebaran" andra takut
"kamu tenang aja" aisyah menenangkan suaminya
"iya" jawab andra pada istrinya
"bang aku mau ngomong sesuatu sama kamu!!" ujar aisyah pada suaminya
"ngomong apa kalau boleh tau??" andra bertanya pada istrinya
"besok pagi itu kita harus ambil raport sekalian pengumuman libur" jawab aisyah pada suaminya
"syukur tadi siang aku udah bilang sama karyawan bahwa mulai besok sampai habis lebaran libur jadi aku ada waktu luang" ujar andra pada istrinya
"itu baru suamiku,kadang cuek,kadang dingin,tapi pengertian" jawab aisyah pada suaminya
"oh iya sayang kita jadi nggak bikin adik buat ilham!!" andra merayu istrinya
"jangan keras² ngomongnya,nanti ilham bangun" bisik aisyah pada suaminya
"oke" jawab andra pada istrinya
Sementara andre dan rahma mengobrol di kasur mereka
"sayang sebenarnya aku juga nggak bisa menahan tangis sewaktu ceramah tadi" ujar andre pada istrinya
"saat kamu ceramah tadi itu juga bikin aku nangis,karena perjuangan kamu untuk mendapatkan aku itu berat" jawab rahma pada suaminya
"besok kita pergi yuk!!" andre mengajak istrinya
"pergi kemana??" rahma bertanya pada suaminya
"ikut aja,kita pergi sama anak²" jawab andre pada istrinya
"oh iya bang,aku mau kasih tau sama kamu besok pagi ambi raport anak²" rahma memberitahu suaminya
"iya" jawab andre pada istrinya
Sedangkan andri dan fatimah bingung bagaimana cara mereka mengambil raport syifa
"sayang besok kan pengambilan raport kira² yg ambil raport syifa kamu atau aku" andri bertanya pada istrinya
"iya" jawab fatimah pada suaminya
"kalau minta tolong bang andre takutnya syifa ngambek karena bukan orang tuanya sendiri yg ngambil" ujar andri pada istrinya
"iya juga ya" jawab fatimah pada suaminya
"bagaimana kalau kita ambil raport syifa dulu baru,ngurusin raport murid kita" andri memberi saran pada istrinya
"ya udah kalau kaya begitu nggak apa²" fatimah setuju atas saran suaminya
Keesokan harinya!!!!
"oh iya bang bareng aja yuk berangkatnya??" andre bertanya pada abang sulungnya
"boleh,tapi biasa ya" jawab andra sambil memberi kode pada adik keduanya
"biasa apa maksudnya??" aisyah bertanya pada suaminya
"sudah pasti nyetir kak,seorang bos pasti begitu" andre menjawab pertanyaan kakak iparnya
"kan kalau sama andre cepat beda sama aku" ujar andra pada istrinya
"ya udahlah yg penting kita berangkat" jawab aisyah pada suaminya
"oh iya bang,kak kita duluan ya" ujar andri pada abang dan kakak iparnya
"iya ndri" jawab andre pada adik dan adik iparnya
"oh iya syifa kamu kan berangkat sama ayah dan mama kamu nanti pulangnya bareng om andre ya" ujar andre pada keponakannya
"iya om" jawab syifa pada omnya
"dewa tolong ambil kunci mobil yg innova ya di kamar" ujar andre pada anaknya
"iya ayah" jawab dewa pada ayahnya
"oh iya ndri kamu pakai motor atau mobil" andra bertanya pada adik bungsunya
"mobil aja dah" jawab andri pada abang sulungnya
"kalau kamu udah buka garasi,nanti jangan ditutup ya biar aku nanti yg tutup" ujar andra pada adik bungsunya
"iya bang" jawab andri pada abang sulungnya
setelah itu andri langsung berangkat ke sekolah sedangkan andre masih menunggu kunci mobil
"ini ayah kuncinya" dewa memberikan kunci mobil pada ayahnya
"oke,ya udah ayo berangkat" ujar andre pada semuanya
"ayo" jawab semuanya
mereka semua berangkat ke sekolahan
"oh iya sri mereka semua udah pergi??" bu indri bertanya pada sri
"sudah nyonya besar" jawab sri pada bu indri
__ADS_1
bu indri yg sudah menaruh album foto di meja ruang tamu itu mengajak sri melihat²
"oh iya sri sini" bu indri memanggil sri
"ada apa nyonya besar??" sri bertanya pada bu indri
"saya mau kasih tau kamu album foto anak² saya" jawab bu indri pada sri
setelah itu sri menghampiri majikannya itu
"foto apa nyonya besar kalau saya boleh tau??" sri bertanya pada bu indri
"ini foto anak² saya" jawab bu indri pada sri
bu indri memperlihatkan album foto itu pada sri
"ini mereka saling berpasangan,itu jas hitam andra,jas biru andre,jas kuning andri" bu indri memberitahu sri
"anak² nyonya besar dari dulu udah ganteng ya" sri melihat foto itu
"terus ini waktu menantu saya sedang hamil" bu indri memberitahu foto yg lain
"nyonya aisyah biasa² aja tapi tuan andra lemas banget,yg ini nyonya rahma lucu tuan andre dijadiin anak punk lagi,dan yg ini nyonya fatimah pakaian guru sedangkan tuan andri pakaian badut" sri tertawa melihat 3 pasangan itu
"dan yg ini saat cucu² saya lahir" bu indri memberitahu sri
"den ilham,den dewa,non dewi sama non syifa gemas² ya nyonya besar waktu bayi" sri memuji cucu bu indri
setelah itu bu indri menutup album foto itu
"oh nyonya besar saya mau tanya kenapa ya nyonya besar memanggil menantunya dengan sebutan nak" sri bertanya pada bu indri
"ada dua hal sri yg membuat saya dekat dengan menantu saya,satu karena ibu mereka itu teman saya waktu kuliah yg kedua karena saya nggak punya anak perempuan,saya ingin sekali punya anak perempuan tapi anak sulung,kedua dan bungsu laki² semua makanya itu saya memanggil mereka dengan sebutan nak,apalagi rahma karena dia adalah tipe ibu rumah tangga jadi saya lebih dekat dengan dia beda dengan aisyah dan fatimah mereka itu tipe wanita karir jadinya ketemu mereka siang sampai malam saja,meskipun saya dekat dengan rahma tapi saya nggak memanjakan dia,saya juga masih menyayangi aisyah dan fatimah saya lega karena mereka itu bekerja didekat suami mereka,seperti andra yg direktur dan aisyah sekretarisnya,andri guru kelas 4 dan fatimah guru kelas 3" jawab bu indri pada sri
"kalau nyonya rahma itu hanya bisa di dapur doang ya nyonya besar" sri bertanya pada bu indri
"nggak,dulu sewaktu almarhum ayahnya masih hidup dia itu adalah guru ngaji setelah ayahnya meninggal dia memutuskan untuk berhenti jadi guru ngaji,seminggu setelah ayahnya meninggal ibunya yg juga sahabat saya meninggal juga" jawab bu indri pada sri
"kasihan juga ya nyonya besar" sri terharu mendengar ucapan bu indri
"sewaktu ayahnya rahma meninggal saya dan suami saya sempat melayat ke rumahnya,tetapi saat ibunya meninggal saya tak bisa ke rumahnya karena saya dan suami saya melakukan ibadah haji ke tanah suci" bu indri meneteskan air matanya
"yg sabar ya nyonya besar memang apa yg kita mau kadang tak terwujud dan apa yg kita tak mau datang secara mendadak" sri membujuk bu indri
"iya sri" jawab bu indri pada sri
Sedangkan di Sdn Harapan Bangsa
Setelah sampai andri dan fatimah langsung masuk ke kelas satu untuk mengambil raport syifa
"assalamualaikum" andri dan fatimah menyapa bu nurul
"waalaikumsalam" jawab bu nurul pada mereka
"iya pak,saya cari dulu ya" jawab bu nurul sambil mencari raport syifa
"ini dia udah dapat,jadi begini pak dalam semua pelajaran syifa ini anak yg lumayan pintar pak,karena setiap pelajaran pasti dia ini selesai lebih dulu dan dia juga masuk ke dalam 10 besar pak" bu nurul memberitahu andri dan fatimah
"10 besar kalau boleh tau dia dapat peringkat berapa ya buk" fatimah bertanya pada bu nurul
"dia masuk peringkat ke 2 buk" jawab bu nurul pada fatimah
"kalau boleh tau yg pertama siapa buk??" andri bertanya pada bu nurul
"4 besar dari mereka yaitu yg pertama jatuh pada dewa,kedua syifa,ketiga ilham,keempat dewi" jawab bu nurul pada andri
"memangnya diantara anak dan ketiga keponakan saya itu cerdas semua buk" fatimah bertanya pada bu nurul
"sangat cerdas buk" jawab bu nurul pada fatimah
"kalau begitu terima kasih ya buk,masalahnya murid saya ingin ngambil raport juga" andri pamit pada bu nurul
"selamat ya syifa" ujar bu nurul pada syifa
"iya buk makasih" jawab syifa pada bu nurul
Mereka bertigapun keluar kelas dan andre sampai ke sekolah
"udah sampai turun yuk" andre mengajak mereka semua turun
"iya" jawab semuanya
Setelah turun mereka semua masuk ke kelas
"assalamualaikum" sapa mereka semua pada bu nurul
"waalaikumsalam" jawab bu nurul pada mereka semua
"buk saya mau ambil raport anak saya" ujar andra pada bu nurul
"iya pak,saya cari dulu ya" bu nurul mencari raport ilham
"ini dia udah dapat,jadi begini pak ilham ini adalah anak yg sangat luar biasa karena sebelum saya memberitahu tentang pelajaran kadang dia bisa menebaknya lebih dulu,seperti dia gurunya saya yg muridnya" bu nurul memberitahu andra
"yang benar buk,masa sih dia di rumah biasa² aja kok,setelah mengerjakan pr dia bermain bersama dewa di rumah" aisyah tak percaya pada bu nurul
"iya buk,masa saya bohong di bulan ramadhan ini" bu nurul meyakinkan aisyah
"apa anak saya ada peringkat atau tidak buk??" andra bertanya pada bu nurul
"untuk peringkat dia dapat peringkat 3 pak,4 besar dari mereka adalah,dewa,syifa,ilham,dan dewi pak" jawab bu nurul pada andra
"kalau begitu terima kasih ya buk" andra pindah ke kursi belakang
"selamat ya ilham" ujar bu nurul pada ilham
__ADS_1
"iya buk,makasih ya" jawab ilham pada bu nurul
andre dan rahma menghampiri bu nurul
"saya mau ambil raport anak saya buk" ujar andre pada bu nurul
"iya pak,saya cari dulu ya" jawab bu nurul pada andre
"ini dia udah dapat,jadi begini pak dewa dan dewi ini seperti anak yg ajaib mereka berdua ini kalau ada orang yg nakal pada mereka,mereka ini bisa membalas hanya melewati kata²,seperti dibilang nilai kamu jelek mereka bisa membalas dengan cara kalau nilai kamu nol jangan salahin aku ya,dan anak yg nakal itu mendapatkan imbasnya pak" bu nurul memberitahu andre
"anak yg nakal itu dapat nilai nol juga buk" rahma bertanya pada bu nurul
"iya buk" jawab bu nurul pada rahma
"apa anak saya dapat peringkat atau tidak buk" andre bertanya pada bu nurul
"dewa dapat peringkat 1,kalau dewi peringkat 4,mereka berdua termasuk kategori 4 besar bersama ilham dan syifa" jawab bu nurul pada andre
"kalau begitu terima kasih ya buk" andre pamit pada bu nurul
"selamat ya dewa,dewi" ujar bu nurul pada si kembar
"iya buk,makasih ya" jawab dewa dan dewi pada bu nurul
"oh iya pak andre" bu nurul memanggil andre
"iya ada apa" andre bertanya pada bu nurul
"khotbah yg semalam itu bikin saya adem sekali di hati" jawab bu nurul pada andre
"memangnya bu nurul sholat di masjid itu juga" andre bertanya pada bu nurul
"iya pak,rumah saya kan nggak jauh dari rumah pak ustadz" jawab bu nurul pada andre
"oh,kalau begitu kita semua pamit ya" andre pamit pada bu nurul
"iya pak,buk hati²" jawab bu nurul pada mereka semua
Setelah keluar andra dan andre berniat menemui andri
"oh iya dre ada yg mau aku omongin" ujar andra pada adik keduanya
"kebetulan aku juga,kita ngomong sama andri juga yuk" jawab andre pada abang sulungnya
"oh iya sayang kamu masuk mobil aja dulu,aku mau ke kelas 4" ujar andra pada istrinya
"iya" jawab aisyah pada suaminya
"mau ngomongin apa ya kak mereka??" rahma bertanya pada kakak sulungnya
"mungkin soal kenapa anak² bisa seperti ayahnya" jawab aisyah pada adik keduanya
"oh iya ya,aku juga sempat kaget dengar itu" ujar rahma pada kakak sulungnya
"makanya itu,masalahnya si ilham bisa baca pikiran gurunya juga" bisik aisyah pada adik keduanya
"mama panas,ke mobil yuk" ujar dewi pada ibunya
"iya sayang masalahnya kuncinya sama ayah" jawab rahma pada anaknya
setelah menghampiri andri,andra dan andre bertanya padanya
"andri sini" andra memanggil adik bungsunya
"sebentar dulu ya buk" ujar andri pada wali muridnya
"iya pak" jawab wali murid
"ada apa bang??" andri bertanya pada kedua abangnya
"jadi gini si nurul sempat ngomong sesuatu nggak sama kamu soal syifa" andra bertanya pada adik bungsunya
"sempat bang dia bilang katanya kalau syifa itu selalu cepat ngerjain tugasnya" jawab andri pada abang sulungnya
"dewa dan dewi juga bisa seperti aku ndri" ujar andre pada adik bungsunya
"yg benar bang??" andri bertanya pada abang keduanya
"iya" jawab andre pada adik bungsunya
"nurul juga bilang ke aku kalau si ilham itu malah seperti gurunya dan dia yg muridnya" andra memberitahu adik bungsunya
"waduh pokoknya kita harus bilang ke mereka bang!!" jawab andri pada abang sulungnya
"gimana si syifa jadi pulang bareng nggak" andre bertanya pada adik bungsunya
"dia di kelas 3 bang" jawab andri pada abang keduanya
Mereka berduapun menghampiri kelas 3
"fat syifa jadi ikut nggak??" andre bertanya pada adik iparnya
"ntar dulu bang aku tanya dulu" jawab fatimah pada abang iparnya
"sayang kamu ikut sama om apa nggak" fatimah bertanya pada anaknya
"iya ma" jawab syifa pada ibunya
Setelah itu syifa menghampiri 2 omnya
"om aku jadi ikut sama om" ujar syifa pada kedua omnya
"ya udah ayo kita ke mobil" jawab andre pada keponakannya
Kemudian mereka semua pulang ke rumah
__ADS_1