
Sedangkan kemarin andre yg sudah datang ke rumah adiknya keesokan harinya sisi bergantian berkunjung ke rumah andre bersama susi
"dek kan kemarin andre udah datang kesini sekarang kita ke rumahnya yuk" ujar sisi pada adiknya
"ngapain kak??" susi bertanya pada kakaknya
"ya silaturahim aja dek,sekalian ketemu sama keluarganya" jawab sisi pada adiknya
"tapi suami aku mau nggak kak" susi bertanya pada kakaknya
"tanya aja dulu sana" jawab sisi pada adiknya
kemudian susi menuju kamarnya
"bang temani aku yuk ke rumah teman??" susi bertanya pada suaminya
"yaudah mumpung sekarang aku lagi nggak ada kerjaan" jawab gilang pada istrinya
Gilang pria dengan visual Jimin BTS itu kemudian mengganti pakaiannya,bagitupun Susi wanita dengan visual Seulgi Red Velvet itu juga mengganti pakaiannya
"sayang kita kan udah siap² begini kakak kamu udah siap² belum???" gilang bertanya pada istrinya
"oh iya lupa lagi ngasih taunya" susi menepuk dahinya lalu kembali ke kakaknya yg berada di luar
"kak,aku udah siap² kakak belum siap²" tanya susi pada kakaknya
"kamu gimana sih,nggak ngasih tau kakak" sisi panik lalu mengganti pakaiannya
beberapa menit kemudian sisi selesai mengganti pakaiannya
"udah dek nih kakak udah selesai" sisi memberitahu adiknya
"bagus lah kak" jawab susi pada kakaknya
kemudian gilang masuk ke mobil tetapi mesinnya tidak menyala
"kok ini mobil nggak hidup" gilang yg berusaha menghidupkan mobilnya
"kenapa mobilnya bang???" susi bertanya pada suaminya
"aku juga nggak tau sayang" jawab gilang pada istrinya
"ya udah kalau begitu kita naik taksi online aja" sisi memberi saran pada adik dan adik iparnya
"tapi alamatnya mereka dimana ya???" susi bingung tentang alamat mereka
"telpon aja dulu adiknya si andre itu,kamu kan temannya" sisi memberitahu adiknya
kemudian susi menelpon andri
"assalamualaikum pak andri" susi yg berbicara pada andri di telpon
(waalaikumsalam,ada apa buk) jawab andri pada susi
"jadi begini pak saya mau ke rumah bapak,kalau boleh tau alamat bapak itu dimana ya??,saya sama kakak saya mau berkunjung ke sana" tanya susi pada andri
(alamat saya itu jalan anggrek rt 12/rw 06 no 98 buk) jawab andri pada susi
"ya sudah terima kasih ya pak" ujar susi pada andri
(iya buk sama²) jawab andri pada susi
kemudian susi memesan taksi online
"aku pesan dulu ya kak" susi memberitahu kakaknya
"iya dek tapi masih jauh nggak???" sisi bertanya pada adiknya
"nggak kok dekat" susi menjawab pertanyaan kakaknya
"atas nama ibu susi mayangsari ya" tanya supir taksi online yg baru tiba
"iya pak" jawab susi pada pengemudi
__ADS_1
"alamat sesuai aplikasi ya buk" tanya driver pada susi
"iya pak" jawab susi
Kemudian mereka semua berangkat ke kediaman pak hendra dan bu indri
"oh iya dek rumahnya andre itu besar apa biasa² aja" sisi memulai pembicaraan di perjalanan
"aku nggak pernah ke sana kak" jawab susi pada kakaknya
"kan abangnya andre itu direktur,sedangkan adiknya guru kalau andre kerjanya apa dek" sisi semakin kepo dengan mantannya itu
"kalau dia itu penyiar radio gudang galau fm kak,waktu aku dijodohin dengan bang gilang aku itu sempat nanya dia dulu kak" susi memberitahu kakaknya
"kamu nanya sama andre kalau kamu mau dijodohin" sisi bertanya pada adiknya
"iya kak,pokoknya dia itu bisa menasihati seseorang yg sedang bermasalah dengan cinta pokoknya" jawab susi pada kakaknya
1 setengah jam kemudian mereka sampai ke rumah andre
"udah sampai buk" driver taksi online memberitahu susi
"ya udah ini pak uangnya ya" gilang memberikan uangnya pada driver
"makasih ya pak" driver mengucapkan terima kasih pada gilang
"sama² pak" gilang menjawab ucapan driver
Kemudian sisi bingung dan bertanya² yg mana rumah andre
"ini rumahnya yg gede ini atau yg ada mobil itu" sisi yg bingung melihat rumah andre dan rumah inem
"tanya aja sama yg lagi nyapu itu kak" susi menyarankan kakaknya untuk bertanya pada wanita yg sedang menyapu
"permisi mbak,mau nanya ini jalan anggrek kan" sisi bertanya pada wanita yg sedang menyapu
"betul mbak" jawab inem yg sedang menyapu rumahnya
"itu yg di depan rumah saya" inem memberitahu sisi
"oh rumah yg gede ini" sisi yg heran kalau mantannya memiliki rumah sebesar itu
kemudian gilang menekan bel rumah yg ada di sebelah pager dan dibuka oleh bu indri
"siapa sih yg datang" bu indri yg berjalan menuju pager rumah
"itu ada yg keluar dek" sisi yg sudah melihat bu indri berjalan menuju pager
"cari siapa ya??" tanya bu indri pada dua orang wanita dan seorang pria itu
sisi yg tak tahu apa² lalu mengira bu indri adalah pembantu di rumah andre
"mau nanya buk majikannya ibu mana ya" ujar sisi pada bu indri
"majikan,saya nggak punya majikan" jawab bu indri pada sisi
"bukannya ibu ini pembantunya andre ya" sisi semakin ngelantur
"andre itu anak saya" bu indri yg sudah geram dengan sikap sisi yg ceplas ceplos itu
"maafin kakak saya ya buk" susi mewakili kakaknya untuk minta maaf
"iya,ya udah ayo masuk" bu indri mengajak ketiga tamunya untuk masuk
mereka semua kemudian masuk
"siapa ma yg datang" aisyah yg sedang menyuapi anaknya makan bertanya pada ibu mertuanya
"ini ada tamu" jawab bu indri pada menantunya
"ternyata bu susi yg datang" rahma yg melihat ketiga tamu itu mengekor di belakang ibu mertuanya
"itu mungkin kakaknya ya kak,yg mantannya bang andre itu" fatimah yg melihat sisi di belakang susi berbisik pada kakak keduanya
__ADS_1
"bu aisyah,bu rahma,bu fatimah apa kabar" susi menanyakan kabar tiga saudari itu
"alhamdulillah baik" jawab aisyah,rahma,dan fatimah pada susi
"ya ampun anak²nya lucu² ya" sisi yg melihat 4 balita itu
"bu susi naik apa ke sini??" fatimah bertanya pada susi
"naik taksi online buk" jawab susi pada fatimah
"itu suaminya ya buk" rahma bertanya pada susi
"iya buk,namanya bang gilang" jawab susi pada rahma
"kalau nggak salah kita pernah ketemu ya" aisyah yg tak asing dengan wajah sisi
"iya buk saya kan sisi juniornya ibu waktu di kampus" jawab sisi pada aisyah
"oh,sisi ya" aisyah yg sudah ingat dengan sisi
Kemudian andra,andre,serta andri turun dari atas dan berjalan menghampiri istri mereka
"oh ada bu susi toh" andri yg sampai duluan ke sofa ruang tamu
"iya pak" jawab susi pada andri
"suaminya buk" andre yg menatap gilang bertanya pada susi
"iya pak" jawab susi pada gilang
"perkenalkan nama saya gilang" gilang memperkenalkan dirinya dan meluruskan tangannya pada andra,andre,dan andri
"saya andra,saya andre,saya andri" ketiga saudara itu membalas jabatan tangan gilang
Mereka semua mengobrol sampai hari menjelang sore
"karena udah sore kita pamit dulu ya" pamit gilang pada semua keluarga itu
"bagaimana kalau pulangnya saya antar,siang² seperti ini taksi online mahal" andre menawarkan gilang untuk diantar
"jadi ngerepotin pak andre" gilang merasa tak enak dengan andre
"nggak apa² pak" jawab andre pada gilang
Kemudian andre membuka garasi mobil dan membuat sisi kaget melihat garasi mereka
"ya ampun itu mobil banyak banget" sisi yg melotot melihat garasi andre
"ayo naik" andre yg sudah mengeluarkan mobilnya menyuruh mereka naik
"iya" jawab mereka bertiga lalu naik ke mobil andre
"ini mobil,kamu ndre" sisi yg sudah masuk ke dalam mobil bertanya pada andre
"iya" jawab andre pada sisi
"itu mobil siapa aja pak" gilang bertanya pada andre
"kalau fortuner hitam itu punya abang saya,pajero sport putih itu punya adik saya,innova silver itu punya almarhum mertua,kijang yg biru itu milik kami berenam,kalau bmw hitam punya papa,dan yg ini punya saya" andre yg sedang menyetir itu menjawab pertanyaan gilang
"maksudnya kijang yg biru itu milik berenam apa pak" tanya gilang pada andre
"ya maksudnya belinya patungan,saya,istri saya,bang andra,kak aisyah,andri dan fatimah" jawab andre pada gilang
"hebat ya pak,punya mobil sendiri dan punya mobil hasil patungan juga" gilang yg salut dengan andre dan keluarganya
"ya pokoknya itulah arti kekeluargaan,kita jangan serakah apalagi soal warisan,kita nggak perlu membagi juga tapi ini milik bersama,kalau diibaratkan orang tua yg menyusun kenapa anak yg menghancurkannya,seharusnya anak itu menyusunnya lagi agar lebih berkembang" ujar andre pada gilang
"nggak nyangka kamu bisa ngomong seperti itu ndre" sisi yg mendengar ucapan andre itu kagum dengannya
"nggak usah ngomong begitu si,tapi yg namanya membangun sebuah keluarga intinya seperti itu" jawab andre pada sisi
kemudian andre mengantar mereka sampai ke rumah gilang sampai ke rumahnya
__ADS_1