Jodoh Takkan Pergi Kemanapun

Jodoh Takkan Pergi Kemanapun
Mertua Sakit,Menantu Mengobati


__ADS_3

Di hari minggu bu indri sakit karena terkena hujan setelah pulang dari rumah temannya kemarin


"mama,sakit ya kok muka mama pucat dan panas juga" pak hendra yg melihat kondisi istrinya


"mama,gak enak badan pa kepala pusing,badan juga lesu" lirih bu indri pada suaminya


"papa bilang sama anak² dulu ya" pak hendra membujuk istrinya lalu keluar kamar


pak hendra yg keluar dari kamarnya pertama ke kamar andre lalu ke atas ke kamar andra dan andri


"assalamualaikum,ndre,ndre" pak hendra memanggil anak keduanya dari pintu kamar


"sayang,papa ketok² pintu dari luar ada apa ya??" tanya andre pada istrinya


"mungkin penting kamu buka aja" jawab rahma pada suaminya


"ada apa pa,ketok² pintu" tanya andre pada ayahnya


"mama kamu sakit kepalanya pusing dan badannya lesu" pak hendra memberitahukan kondisi istrinya pada anak keduanya


"yang benar pa" andre kaget dan bertanya pada ayahnya


"iya ndre,kalau begitu papa mau ke atas dulu ngasih tau andra sama andri" jawab pak hendra lalu naik ke atas


Sesampainya di atas


"assalamualaikum,andra,ndra" pak hendra memanggil anak sulungnya


"ada apa pak ketok²" andra bertanya pada ayahnya


"mama kamu sakit" jawab pak hendra pada anak sulungnya


"sakit apa pa" tanya andra pada ayahnya


"kepalanya pusing dan badannya lesu" jawab pak hendra pada anak sulungnya


"ya udah nanti aku ke kamar papa" andra masuk kembali ke kamar


"assalamualaikum andri,ndri" pak hendra memanggil anak bungsunya


"ada apa pa" tanya andri pada ayahnya


"mama kamu sakit ndri,kepalanya pusing badannya juga lesu" jawab pak hendra pada anak bungsunya


"oh ya udah kalau begitu aku ganti baju dulu ya,papa duluan aja" ujar andri pada ayahnya


"iya" jawab pak hendra pada anak bungsunya


mereka semua kemudian ke kamar


"ma,mama kenapa bisa begini ma" tanya andra pada ibunya


"mungkin karena kemarin kali pas mama dari rumah temannya pulang² kehujanan makanya jadi begini" andri menebak penyebab ibunya sakit


"lebih baik gini aja,papa,kamu bang,ayahnya kembar sama ayahnya syifa keluar dulu biar kita bertiga yang ngobatin mama" aisyah menyarankan pada para bapak² untuk keluar

__ADS_1


"ya udah kalau begitu" jawab para bapak²


Kemudian aisyah,rahma,dan fatimah mengobati ibu mertuanya


"mama,ini sepertinya masuk angin ya" tanya aisyah pada ibu mertuanya


"hmm" bu indri mengangguk pada menantu pertamanya


"dek tolong ambil balsem koin sama minyak urut" pinta aisyah pada adik bungsunya


"iya kak" jawab fatimah pada kakak sulungnya


"sekarang mama duduk dulu" rahma memapah ibu mertuanya untuk duduk


"nih kak" fatimah memberikan balsem,koin,dan minyak urut pada kakak sulungnya


"oke terima kasih" aisyah menerima apa yg ia pinta pada adik bungsunya


"dek tolong buka punggung baju mama" pinta aisyah pada adik keduanya


"iya kak" jawab rahma pada kakak sulungnya lalu membuka punggung baju ibu mertuanya


"oke aku kerok dulu ya ma" tanya aisyah pada ibu mertuanya


"hmmm" jawab bu indri pada menantu pertamanya


setelah itu aisyah mengerok ibu mertuanya yang masih lemas itu


"aduh" lirih bu indri pada menantu pertamanya


"waduh merah banget ya kak,melebihi dicambuk" rahma dan fatimah yg melihat punggung ibu mertuanya


"mau muntah nggak ma" tanya aisyah pada ibu mertuanya


"hmm" bu indri mengangguk pada menantu pertamanya


"dek tolong ambil wadah buat muntah mama" pinta aisyah pada adik bungsunya


"iya kak" jawab fatimah pada kakak sulungnya


"sekarang udah selesai dikerok ma" ujar aisyah pada ibu mertuanya


"nih kak" fatimah memberikan wadah pada kakak sulungnya


"makasih ya,ini ma muntahin sekarang" jawab aisyah pada adik bungsunya lalu memberikan wadah itu pada ibu mertuanya


Setelah itu bu indri muntah🤮 di wadah yg sudah di sediakan sampai selesai


"udah selesai ma??" tanya rahma pada ibu mertuanya


"udah" lirih bu indri pada menantu keduanya


"kalau begitu sini wadahnya" pinta rahma pada ibu mertuanya


"ini" bu indri memberikan wadah itu pada menantu keduanya

__ADS_1


"iya" rahma menerima wadah itu lalu menaruhnya di atas nakas


"masih pusing kepalanya ma" tanya aisyah pada ibu mertuanya


"masih" jawab bu indri pada menantu pertamanya


"kalau begitu sini kak minyak urutnya" pinta rahma pada kakak sulungnya


"nih dek" jawab aisyah pada adik keduanya


"sekarang kepalanya di pijit ma" ujar rahma pada ibu mertuanya


"iya" jawab bu indri padda menantu keduanya


"dek tolong pijitin kakinya" pinta rahma pada adik bungsunya


"iya kak" jawab fatimah pada kakak keduanya


"makasih ya kalian udah bantuin mama,mama juga sebenarnya pengen banget punya anak perempuan makanya dulu mama sering main ke rumah kalian waktu kalian masih kecil" bu indri memberitahukan isi hatinya pada ketiga menantunya


"kita kan keluarga ma sudah seharusnya saling tolong menolong,lagipula anak itu kan mau laki² atau perempuan kita harus terima banyak orang yg sudah lama menikah tapi nggak bisa punya anak" jawab aisyah pada ibu mertuanya


"benar yg kamu bilang apalagi sekarang yg hamil duluan malah dibanggakan" ujar bu indri pada menantu pertamanya


"makanya itu ma aku heran kenapa yang nggak bisa punya anak selalu dibully sedangkan yg hamil duluan dibanggakan" jawab rahma pada ibu mertuanya


"jadi rasanya mereka itu kaya nggak pernah punya salah gitu ya kak bangga aja gitu hamil duluan baru menikah" tanya fatimah pada kakak keduanya


"benar dek hamil duluan bangga,mungkin karena mereka takut nggak bisa hamil kali pas setelah menikah,jadinya dia tunjukkan kemampuannya" jawab rahma pada adik bungsunya


"kamu bisa aja dek" aisyah tertawa atas apa yg dikatakan adik keduanya


"kamu emang lucu nak" bu indri yg juga menertawakan apa yg dikatakan menantu keduanya


"gimana ma masih pusing nggak kepalanya" tanya rahma pada ibu mertuanya


"masih pusing sedikit,tapi udah enteng sih" jawab bu indri pada menantu keduanya


"oh kalau begitu rambut mama biar diluruskan dulu" rahma yang baru selesai memijit kepala itu lalu meluruskan rambut ibu mertuanya


"pijitan dan kerokan kalian emang luar biasa ya,kalau suami kalian paling langsung bawa mama ke rumah sakit" bu indri memuji ketiga menantunya


"kalau misalkan ke rumah sakit beli obatnya juga mungkin udah 300 ribu ma,belum bayar parkirnya" ujar aisyah pada ibu mertuanya


"memangnya kalian bisa seperti ini darimana??" tanya bu indri pada ketiga menantunya


"kan dulu kalau ibu lagi sakit aku juga sering kerokin ibu,ibu juga yg ngajarin ma" jawab aisyah pada ibu mertuanya


"kalau kalian bisa memijit seperti ini darimana" tanya bu indri pada menantu kedua dan ketiganya


"sebenarnya kita bertiga bisa ma kalau pijit sama kerok" jawab rahma dan fatimah pada ibu mertuanya


"kalau begitu mama terima kasih sama kalian semua ya nak" ujar bu indri pada ketiga menantunya


"sama² ma" jawab aisyah,rahma,dan fatimah pada ibu mertuanya

__ADS_1


__ADS_2