
Jasmine langsung terbang ke London setelah mendapat kabar Jay masuk rumah sakit..Dito sengaja mengabari Jasmine bukan Melany...karena takut Melany akan shock dan mengganggu kesehatannya..
Jay sendiri berpesan agar tidak mengabari siapapun...Dito terpaksa mengabari Jasmine tanpa seijinnya karena sudah kewalahan menghadapi Jay yang tidak mau minum obat ataupun disuntik..
Setiba di London tanpa istirahat Jasmine dan raga langsung menuju rumah sakit..Dito sudah mengetahui kedatangan Jasmine langsung meninggalkan rumah sakit dengan alasan ada meeting
Disebuah ruang VVIP rumah sakit tersebut Jay dirawat..Jasmine yang akan masuk ruang rawat itu dikagetkan dengan suara ribut dari dalam
(percakapan dengan bahasa Inggris ya gaes)
"Tuan tolong kerjasamanya...jika Anda tidak mau meminum obat ini maka akan lama Anda pulihnya...seorang perawat sedang membujuk Jay
"Saya sudah sembuh dan tidak peu obat itu lagi..Jay menolak keras
"Anda belum sembuh tuan...bahkan sejak awal Anda tidak mau meminum obat ini sama sekali...saya mohon kerjasama Anda tuan... perawat terus membujuk Jay
Jasmine yang mendengar itu heran jika Jay bersikap seperti itu...berbeda dengan raga yang sudah tau sifat bosnya itu..
"Nona jangan kaget..Tuan muda memang tidak suka minum obat jika sakit dan tuan muda sangat takut jarum suntik..Raga menjelaskan sambil menahan tawanya
"Apa... Jasmine mendengar itu sangat kaget tak menyangka seorang CEO yang terkenal garang bisa lemah hanya dengan jarum suntik
Tanpa pikir panjang Jasmine la gsunh masuk untuk menghentikan perdebatan unfaedah itu...jay yang melihat Jasmine bukan senang namun takut...kemarahan Jasmine ancaman buat Jay
"Selamat pagi Sus...biarkan saya yang mengatasi pasien ini... Jasmine langsung menengahi...
"Anda siapa nona... perawatan itu heran dengan kehadiran Jasmine...karena biasanya Dito yang ada disana
"Saya tunangan pasien ini Sus... Jasmine menjelaskan sambil tersenyum
"Baguslah Anda disini nona...tolong bantu kami pasien ini tidak mau meminum obat ataupun disuntik untuk mengambil sampel darah... kami belum memastikan penyakit pasien ini sejak 3 hari yang lalu beliau masuk sini nona... perawat menjelaskan kondisi Jay
Jasmine mendengar perkataan perawat semakin khawatir dan juga kecewa dengan sikap Jay tersebut..
Usai perawat meninggalkan Jay diruanganya bersama Jasmine dan raga..Raga duduk tenang sambil memangku laptop mengecek beberapa laporan dari Malaysia..
Jay tak berani menatap Jasmine...dia menundukkan wajahnya..perlahan Jasmine mendekati Jay mencoba memegang keningnya...dan benar Jay sangat panas..bahkan sangat pucat
"Makan dulu bee...sini aku siapin.. Jasmine berbicara dengan nada dingin
Jay hanya mengangguk pelan.. Jasmine dengan telaten menyuapi Jay..Jay terus menatap kearah Jasmine.. Jasmine masih diam dan terus menyuapi Jay
"Sekarang minum obatnya bee..Jasmine mengambil obat dan segelas air
Jay menggelengkan kepalanya pertanda tak mau meminum obat itu...bahkan kedua tangannya menutup mulutnya..Raga yang melihat itu menahan tawanya
"Buka mulutmu Bee.
"Nggak mau Yang..itu pahit gak enak..Dengan nada manja Jay mencoba membujuk Jasmine
"Kalau manis minum gula Bee..cepat buka mulut kamu
"nggak mau sayang..
"Huh...Raga...pesanin tiket...kita pulang ke Jakarta sekarang...
"Sayang...jangan dong...masa kamu tega ninggalin aku yang lagi sakit gini
__ADS_1
"kalau merasa sakit kenapa gak mau dirawat...merasa kuat...merasa mampu tanpa bantuan apapun dan siapapun gitu
"Bukan gitu sayang..sekarang ada kamu disini jadi aku butuhnya kamu sayang
"heh...butuh aku setelah 3 hari sakit tanpa ngasi tau...sekarang butuhnya aku..gak ada manfaatnya pun aku disini Bee...kamu gak mau minum obat ataupun disuntik..jadi aku balik aja sama Raga
"No..no..no..sayang...pliss jangan pulang aku janji nurut sama kamu..tapi disini aja..suruh aja raga yang pulang
Jay menggenggam tangan Jasmine.. Jasmine semakin khawatir karena dia bisa merasakan suhu badan Jay yang masih panas..
"Ok..kalau gitu tunggu bentar aku mau ke depan dulu
"Mau kemana sayang disini aja
"Ke dokter bentar gak lama kok.
"Trus kenapa tas nya dibawa kalau cuma ke tempat dokter
"Ck...iya iya ini aku tinggal..
Jasmine langsung keluar menuju meja perawat menanyakan tentang Jay...serta bertanya tentang dokter yang merawat Jay
Lima belas menit kemudian Jasmine kembali ke ruang rawat Jay dengan membawa dokter dan juga perawat
Jay masih santai...saat obat dimasukan lewat infus dia tetap tenang...namun kehebohan terjadi saat Jay harus disuntik
"Nggak..gak mau aku disuntik..itu jarumnya terlalu tajam sayang..pasti sakit banget
Raga yang mendengar itu tertawa pelan..
"Terus kamu minta jarum yang tumpul gitu Bee..kamu aneh aneh aja..mana ada jarum tumpul kayak keinginan kamu dan gak akan sesakit yang kamu bayangkan Bee..rasanya kayak digigit semut
"Tadi ada yang berjanji padaku akan patuh...belum lima menit sudah ingkar
Jay terus mengiba agar tidak disuntik... sedangkan Raga terus terkikik... Jasmine menatap garang pada Jay.. sedangkan dokter dan perawat masih bingung apa yang terjadi..
Raga menjelaskan..membuat dokter dan perawat tertawa...bahkan sang dokter ikut berkelakar...
"Tuan jika Anda menginginkan jarum tumpul itu cuma satu di dunia...dan tidak bisa sembarangan menggunakan itu...sambil terkikik dokter mencoba menenangkan Jay
"Saya mampu membayarnya dok...yang paling penting tidak sakit...Dengan polos Jay menjawab
Seketika dokter dan Raga tertawa terpingkal-pingkal...sang suster yang awalnya belum paham ikut tertawa dan mukanya memerah karna malu...sedangkan Jasmine dan Jay sama sama melongo...karna tak mengerti maksud mereka
"Tuan saya tidak berhak menggunakan jarum itu...karena itu privasi Anda...saya hanya punya ijin menggunakan jarum suntik ini saja tuan..
Jay masih tak paham..matanya kembali melotot melihat suster menyiapkan jarum itu..
Jasmine langsung memanggil Raga untuk memeluk jay... sedangkan dia menahan lengan jay..
Jay berontak..namun mereka masih bisa menahan dan akhirnya berhasil mengambil sample darah itu..
Usai dokter dan perawat pergi...Jay yang masih penasaran dengan ucapan sang dokter tentang "jarum suntik" tadi...kembali menanyakan pada Raga
Raga berbisik menjelaskan agar Jasmine tak mendengar... mendengar penjelasan raga Jay pun tertawa
"Kok Gue jadi oon ya Ga...dasar tuh Dokter enak aja barang keramat disebut sebut..belum saatnya dia launching... hahaha
__ADS_1
Raga pun ikut tertawa mendengar Jay berucap.. sedangkan Jasmine yang tak mengerti memilih diam...dan dia juga masih kesal dengan Jay
Jay melihat Jasmine yang membisu menjadi khawatir...Jay meminta Raga untuk mencari sarapan...karena memang sejak datang pagi tadi mereka belum makan...hanya didalam pesawat..
Usai Raga keluar ruangan rawat Jay..Jay mendekati Jasmine yang duduk disofa
"Sayang....kamu gak istirahat dulu
Jasmine diam dia menatap ponselnya
"Kamu marah sama aku sayang
Jasmine menengok sekilas kearah jay masih dengan aura dingin
"Kembali ke tempat tidur mu bee kamu masih sakit...Tanpa menoleh dia menjawab jay
Jay menatap Jasmine sendu... karena dia tahu Jasmine marah
"Sayang...lirih Jay bersuara
"Huh...kembali ke tempat tidurmu sekarang atau aku keluar Bee
"Baik aku akan kembali...tapi tolong jangan pergi dan tolong jangan marah sayang..badanku sakit dan hatiku akan ikut sakit jika kamu marah padaku sayang
Jasmine sangat tidak tega melihat Jay..dia pun luluh...dan lebih baik dia ungkapkan daripada dipendam dan masalah tak akan selesai
"Bee... sebenarnya kamu anggap aku ada atau nggak sih
"Kok gitu sayang...kamu selalu ada di hatiku dan selalu kurindukan
"Begitu..terus kenapa nglarang Dito buat rahasiain kamu yang sakit..kalau gak ngasi tau Mama aku maklum karena takut Mama shock dan malah ikut sakit...tapi aku..kamu sengaja lupa sama aku Bee
"Bukan gitu sayang aku tau jika kamu tau kamu pasti akan ngomel ke aku karena gak bisa jaga diri..dan aku juga takut ganggu kamu sayang... apalagi di Malaysia lagi ada masalah..takut kamu terbebani
"Kamu takut aku terbebani atau aku yang jadi beban kamu Bee
"Kamu bukan beban buatku sayang..kamu anugerah terindah yang tercipta hanya untukku...untuk menemaniku hingga kita akan menua bersama..menutup mata bersama..jadi jangan kamu berfikir sebagai beban ku sayang..
Jay menggenggam kedua tangan Jasmine..dia menatap sendu kearah Jasmine..
"Bee...aku sayang banget sama kamu..dan kamu tau itu...jadi tolong jangan berfikir aku akan terbebani dengan kondisimu apapun itu..aku akan menerima apapun itu..aku akan merawatmu jika kamu mempercayaiku..tapi jika seperti ini seolah kamu gak percaya sama aku..dan tak ingin aku merawatmu Bee..
"Maaf..maaf kan aku sayang..aku salah..aku gak akan ulangi lagi sayang..mulai sekarang apapun kondisiku kamulah orang pertama yang akan tau sayang
"Janji Bee
"Iya sayang..jangan marah lagi ya
Jasmine tersenyum sambil mengangguk kearah Jay..Jay sangat bahagia dengan itu..dia hanya bisa menggenggam tangan Jasmine tak bisa lebih
"Sayang pengen peluk...ah..
Jay mulai frustasi
"Peluk guling tuh Bee..haha..sabar pak
"Ayo nikah sayang...hahh.. menyebalkan
__ADS_1
"Hahaha.mmsabar pak sabar..
Jay kembali membaringkan tubuhnya..tak lama Raga kembali dan Jay pun sudah mulai mengantuk