JODOH TERINDAH Season 1& 2

JODOH TERINDAH Season 1& 2
RashSya~Ada Bangke


__ADS_3

Kegiatan berkumpul rutin antar keluarga yang dari dulu sudah sering dilakukan mereka tetap melakukan..dan seperti biasa dirumah Arka


Mereka akan berkumpul Minggu depan..bahkan para sahabat Jay pun akan datang.. Jasmine dan Melany sudah mulai sibuk membuat berbagai macam kue kering..kalau untuk makanan berat mereka akan memasak bersama


"Daddy"


"Apa Abang"


"Apa Shanum dan Ghaisan akan datang"


"Pasti..apa kamu merindukan mereka"


"Tidak begitu..dan uwak bule"


"Iya akan datang bersama yang lain"


"Berarti Uncle Lou juga datang bersama Keynan"


"Itu yang Daddy belum tau"


"Mengapa"


"Uncle Lou masih ada urusan pekerjaan"


"Alasan dia itu..mungkin uncle Lou tak punya uang"


"Bisa jadi..haha"


Tak lama ponsel Jay berdering sebuah panggilan video dari Louis masuk


"Assalamualaikum ya ahli kubur"


"Waalaikumsalam ya calon mayat"


"Tumben loe video call.. biasanya cuma suara cempreng aja yang masuk"


"Ck..macam suara loe bagus aja ngil"


"Emang bagus"


"Gue mau bilang kayaknya gue beneran gak bisa datang acara Minggu depan"


"Why"


"Gue ada meeting dadakan"


Dari arah berlawanan Arash menyela


"Bilang aja gak punya duit buat beli tiket pesawat"


Arsya pun sama


"Terlalu banyak alasan"


"Itu RashSya ngil"


"Siapa lagi"


"Gue mau lihat muka mereka dong Uda lama gak ketemu"


Jay menaruh ponsel dimeja depan RashSya yang asyik bermain PS


"Hallo ponakan uncle tambah ganteng aja nih"


"Uda dari dulu"


"Apa kabar kalian"


"Fine"


"Apa kalian tidak merindukan uncle kalian yang tampan ini"


"Biasa aja"


Louis geram dengan jawaban singkat RashSya yang asyik dengan stik PS nya


"Ya Allah segitunya kalian pada uncle Louis ini"


"Lebay"


"Drama"


Jay tertawa melihat tingkah putranya itu sedangkan Louis yang memang jarang berinteraksi dengan si kembar hanya bisa melongo


"Fix ini anak si tengil"


"Uncle boleh kami bertanya"


"Tentu boy"


"Mengapa uncle masih ingin kami anggap uncle"


Duar


Bak disambar petir pertanyaan mengejutkan dari Arash


"Memang salah jika uncle ini memang uncle kalian"


"Tidak...kami cuma pengen tahu saja"


"Ya karena memang uncle adalah uncle kalian"


"Jadi jika uncle bukan uncle kami maka kami boleh tidak menganggap uncle sebagai uncle kami"


"Tidak begitu juga RashSya..coba jelaskan dulu kepada uncle ada apa ini"


"Dari kami lahir kami belum pernah uncle kunjungi...bahkan kami selalu berkunjung kesana tak jarang uncle lebih memilih meeting daripada kami"

__ADS_1


"Apakah uncle semiskin itu...hingga waktu bersama kami dikalahkan dengan uang"


"Jika memang seperti itu..kami akan belikan uncle tiket pesawat agar uncle bisa datang kemari"


"RashSya mungkin uncle salah kepada kalian..uncle minta maaf"


"Uncle tidak salah..tapi kami merasa uncle tidak pernah ingin mengunjungi kami ataupun bertemu dengan kami saat kami berkunjung"


"Maafkan uncle...Uncle akan datang bersama Keynan"


"Uncle yakin"


Dalam hati Jay berkata..


"Dasar anak licik dan louhan terjebak dalam kelicikan anak gue..hahaha"


"Sangat yakin...Apa kalian ingin menyapa Keynan"


"Boleh"


Jasmine datang membawa semangkok cilok permintaan si kembar


"RashSya ini Keynan"


"Duo RashSya menatap Keynan sambil menyuap cilok kedalam mulutnya"


"Hai kalian si kembar Arash dan Arsya kan"


"Hem"


"Kenalkan aku Keynan Fernandez Santiago"


"Sudah tau"


"Hmm begitukah... kalian sedang makan apa"


"Cilok"


"Apa itu semacam bakso"


"Bisa jadi...apa kamu mau Keynan"


"Aku mau tapi disini tidak ada"


"Maka kemarilah"


"Daddy tidak mengijinkan"


"Begitukah...apa alasannya"


"Daddy sibuk..dan aku tidak boleh pergi kesana sendiri"


"Hu..dasar uncle Lou pelit...kami akan kirim tiket pesawat untuk kalian setelah ini"


Lou yang tak terima menjawab


"Uncle masih punya banyak uang kalian tak usah khawatir"


"Ok kami pastikan datang...oya seharusnya kalian memanggil keynan dengan sebutan kakak atau Abang"


"Why"


"Walaupun usia keynan lebih muda dari kalian namun uncle lebih tua dari Daddy kalian"


"Begitukah"


Louis tersenyum menyeringai dia sengaja melakukan itu agar si kembar menghormati putranya dan juga tidak ditindas seperti Juna..walaupun Juna lebih tua...dia selalu kalah dengan si kembar


"Iya benar...dan kalian tidak boleh menggodannya"


Si kembar langsung saling menatap dan tersenyum licik


"Baiklah kami setuju"


Arsya kini berbicara


"Uncle berarti mengijinkan kami memanggil keynan dengan sebutan Abang"


"Boleh sangat boleh"


"Ok..mulai sekarang kita akan panggil keynan dengan sebutan..."


Si kembar saling tatap dan tersenyum lalu kompak melanjutkan


"****** ynan"


Mereka menekankan kata ****** didepan..jay langsung tertawa...Sedangkan Louis yang sedang minum kopi tersedak


"Tidak boleh seperti itu...kalian panggil saja dengan kakak"


"Kakak ya"


Mereka berlagak berfikir lalu manggut manggut bersama dan menjawab


"Kakey begitukah"


"Abang jika kita memanggil dengan cepat apa tidak salah panggil"


"Kakey...kakey..Kakek..kakek"


"Benar kamu Arsya..Keynan bisa dipanggil Kakek"


"Stop sudah tak perlu cukup Keynan saja sudah itu lebih baik"


"Huh uncle bukanlah pria sejati"


"Why"

__ADS_1


"Pria sejati yang dipegang adalah omongannya..jika sekarang uncle berkata seperti itu uncle bukanlah pria sejati"


"Omongan mana yang uncle ingkari RashSya"


"Panggilan kami pada Keynan"


"So"


"Jika uncle pria sejati ijinkan kami tetap memanggil keynan dengan Abang"


"Tapi.."


"Ya sudah"


"Ok Ok uncle ijinkan"


si kembar tersenyum menang dan jay hanya tertawa..Si kembar pergi meninggalkan Daddy-nya dan beralih dengan sepeda


"Gila anak loe bener bener titisan loe"


"Kenapa loe merasa kalah sekarang"


"Melawan satu orang saja sudah pusing ini bertambah dua orang"


"Nikmat mana lagi yang kau dustakan"


"menyebalkan"


Setelah Louis memutuskan sambungan telponnya Jay mencari kedua putranya yang ternyata sedang mencuci sepeda didepan


"Arash kenapa sepedanya dimandikan dengan bunga mawar milik Oma"


"Biar wangi Daddy"


"Nanti Oma mencari bunganya"


"Gampang tinggal diganti dengan bunga bank"


"Hah...siapa yang ngajarin kalian"


"Mommy"


"Mommy berkata seperti itu"


"Kami mendengar saat Daddy memberi bunga pada mommy dan Mommy berkata..'Huh Daddy ini tak bermanfaat dan lebih bermanfaat bunga bank'..seperti itu"


"Astaga..harus lebih hati-hati ini"


Jay bergumam pelan..


Hari berkumpul yang mereka nanti telah tiba..Keluarga Adrian sudah lebih dulu datang disusul keluarga Alex..Reino dan Afnan..Louis belum datang juga hingga sore menjelang..bahkan sahabat Jay juga sudah datang


"Mengapa Louis belum datang juga"


"Dia pasti datang percayalah"


Dari belakang Arash memanggil Afnan..Afnan sudah sangat kesal dengan panggilan dari si kembar Sedangkan keluarga lain menganggap si kembar memiliki dendam tersendiri sejak dalam kandungan dengan Afnan


"Uwak bule...where are You"


"No uwak..Uncle please"


"No..uwak lebih terhormat"


"Terserah sajalah..ada apa kalian mencari uncle"


"Uwak mari kita bersenang senang"


"Boleh apa yang ingin kalian lakukan"


"Sesuatu yang menyenangkan"


"Baiklah ayo"


"Tunggu kami panggil Duo Gay dulu"


Para orangtua mendengar ucapan si kembar tersedak dan menatap horor..Jay bertanya kepada putranya


"Boys who is Duo Gay"


"Ghaisan dan Ghaydan"


"Karena kami susah memanggil nama mereka jika bersamaan maka kami singkat Duo Gay..seperti nama kami RashSya"


Tian dan Syamil tak terima nama anak mereka di singkat menjadi kata yang menjijikan.. sedangkan si pemilik nama malah bahagia dengan panggilan itu karena mereka belum paham


"RashSya Paman tak suka sebutan itu cukup panggil Ghaisan dengan Ichan jika susah"


"Benar uncle Tian juga tidak suka dengan panggilan itu cukup panggil Atha saja jika susah"


sedangkan si pemilik nama kompak berkata


"Kami suka"


Semua melongo dengan tanggapan Duo bocah itu..Si kembar merasa menang


"Duo Gay yuk main"


"letdo"


Mereka memanggil Mang Toyib..pertunjukkan dimulai dengan Shanum berjoged jaipong..Mereka kompak menyanyikan lagu Jaran Goyang..Afnan merasa Dejavu mengingat saat Jasmine mengidam


Sedang asyik-asyiknya mereka berjoged semua Louis datang bersama dengan keluarga kecilnya..Ghaydan dan si kembar melihat Louis yang pertama kali kompak berteriak


"Ada ******"


Semua langsung panik mencari keseluruh ruangan dimana letak bankai itu..si kembar berlari memeluk Keynan

__ADS_1


"Hore ****** datang....hore"


Mereka lonjak lonjak bersama..muka Louis dan Alisha hanya cemberut tak terima dengan panggilan itu.. sedangkan keluarga yang lain melongo saja lalu tertawa


__ADS_2