
5 tahun kemudian
"Daddy....Daddy..where are You"
(bacanya sambil nyanyi ya😅😅)
"Hei Abang Arash kenapa teriak nak"
"Mom Daddy kemana"
"Daddy sedang bermain dengan adek Arsya"
"Ok aku akan menyusul"
Arash berjalan sambil bersiul siul tak lupa membawa kertas yang diberikan oleh gurunya tadi disekolah..Sedangkan Jay sedang menemani Arsya bermain
Melihat Daddy nya berjongkok membelakanginya..Arash berlari lalu meloncat ke punggung sang Daddy
"Daddy I'm comming"
Jay yang terkejut tak bisa mengimbangi tubuhnya dia tersungkur masuk kedalam bak mainan Arsya
"Astagfirullah Abang...jangan melompat nanti kamu jatuh"
"Abang gak jatuh...Daddy yang jatuh...makanya Daddy jangan jongkok nanti kejengkang"
Jay hanya melongo mendengar jawaban Arash..Arash lalu melihat kearah adeknya dan menanyakan PR yang sama dengannya
"Sya kamu uda ngerjain PR apa kok main"
"Ih Abang jangan Sya doang dong...belum"
Jay pun bertanya kepada si kembar mengenai PR mereka
"Kalian ada PR..kenapa gak dikerjakan dulu"
"Arash kesini mau nanya ke Daddy karena Arash bingung"
"Wait..anak anak Daddy kan jenius kenapa bingung"
"Ya karena kita jenius jadi bingung"
Arsya berlari menuju kamarnya mencari kertas soalnya..Dan Arsya kembali dengan wajah cemberut karena kertasnya tak ketemu
"Kenapa boy cemberut gitu makin ganteng lihatnya"
"Ck aku emang ganteng Daddy"
"Iya iya Daddy tau...terus ada apa cemberut"
"Kertas tugas Arsya gak ketemu"
"La tadi kamu taruh mana Sya"
"Daddy jangan Sya..Ars aja..ck..gak ngerti ngerti deh"
Jay hanya menghela nafas dan menyenderkan tubuhnya di kursi
"Ck...makanya sebelum apa apa nanya dulu...apa gunanya tuh mulut"
Arash memberi kertas tugas Arsya
"Ck... kebiasaan besok lagi langsung ngomong aja kenapa..bikin capek aja"
Jay hanya terdiam mendengar perdebatan kedua putranya...gaya mereka berdua pun juga tengil sama seperti Daddy-nya
"Sudah berhenti debatnya...sekarang apa yang mau kalian tanyakan ke Daddy"
"Ini Dad..."
Arash menunjukkan kertas tugasnya berisi gambar bermacam macam binatang..Jay meminta Arash membaca perintah tugasnya...walaupun usia masih 5 tahun si kembar menuruni IQ sang Daddy mereka sudah lancar membaca dibanding teman-teman seusianya
__ADS_1
"Coba Abang baca apa perintahnya"
"Berilah tanda centang pada gambar binantang yang termasuk hewan ternak"
"Sekarang dimana letak bingungnya nak...kan sudah jelas disana ada gambar sapi...kambing..ayam..bebek..mereka kan termasuk hewan ternak"
"Kucing Daddy"
"Iya Daddy jadi aku sama Abang itu bingung kata tema teman kucing bukan hewan ternak..tapi tempat Paman Bintang Bang Devin pelihara banyak kucing katanya buat ternak"
Jay tersenyum kepada keduanya...tanpa mereka tau opa dan oma mereka sedang duduk dibalik jendela tempat mereka duduk
"RashSya sayang coba salah satu dari kalian jelaskan pada Daddy pengertian hewan ternak...pasti guru kalian sudah menjelaskan disekolah bukan"
"Adek yang jawab Daddy...hewan ternak itu hewan yang hidup berkelompok dan dalam kandang besar..memiliki manfaatnya untuk semua"
"Bagus...terus kenapa kalian memilih kucing...sedangkan kucing bukan binatang ternak"
"Daddy bagaimana sih...tadi adek kan sudah bilang mereka dikandangin dan bermanfaat...kucing juga dikandangin dan bermanfaat..saat mereka beranak bisa dijual dapat duit kan..Selain itu bisa dimanfaatkan buat ngusir tikus"
"Pintar...tapi yang dimaksud disini bermanfaat dagingnya nak...jadi binatang ternak itu bisa dimakan..sekarang mengerti kenapa tidak boleh memilih kucing"
"Itu gak adil dong Dad"
"Dimana gak adilnya Abang Arash"
"Hanya karena mereka tidak bisa dimakan terus bukan hewan ternak...padahal kalau dijual laku mahal"
Jay mulai mencari jawaban yang bisa dimengerti
"Hmmm...jadi memang kucing menghasilkan uang tapi tidak semua jenis kucing hanya kucing yang memang tergolong mahal seperti milik Abang Devin...Sudah paham"
"Ya bisa diterima"
"Sudah.... ada lagi kah pertanyaan yang membuat bingung"
"Hampir sama Dad..tapi bedanya ini hewan buas atau yang hidup dihutan"
"Kenapa kucing juga ikut dicentang"
"Apakah salah"
"Belum tepat...kucing itu hewan peliharaan dan bukan hidup dihutan"
"Daddy pernah kah Daddy melihat acara flora dan fauna di televisi"
"Ada apa memangnya"
"Kita pernah menonton...disana ada kucing hutan...jadi kucing termasuk hewan liar...dan juga buas karena mereka suka gigit dan nyakar"
"Betul kata bang Arash"
Jay hanya bisa tersenyum simpul...tak ada raut kesal diwajahnya ataupun marah
"Anak anak Daddy memang cerdas...tapi sayang kucing digambar ini adalah kucing peliharaan yang jinak...sedangkan kucing hutan atau kucing bengal itu tidak seperti ini...sebentar Daddy carikan gambarnya"
Jay menunjukkan gambar kucing hutan..duo RashSya mulai paham..
"Ok kami paham Daddy"
"Sudah sore kalian mandi sebelum Mommy mengamuk"
"Iya kayak singa betina"
"Hei darimana kalian tau istilah itu"
"Daddy"
"Kapan Daddy bicara seperti itu"
"Kemarin waktu Daddy pulang kemalaman dan mengendap ngendap..Daddy bilang..gawat bisa diamuk singa betina gue"
__ADS_1
Jay kaget tak mengira jika saat itu putranya belum tidur
"Kalian ada dimana waktu itu"
"Diruang makan...kami lapar jadi ambil camilan"
Jay menasehati putranya dengan lembut
"RashSya..kata kata Daddy tidak baik dicontoh...kalian tidak boleh menirunya..Daddy tau Daddy yang salah..berkata tidak baik..kalian paham sayang"
"Kami paham..dan Daddy harus minta maaf pada mommy karena berkata buruk"
"Baiklah..Daddy akan minta maaf pada Mommy kalian....sekarang kalian mandi ya"
"Baik Daddy"
Si kembar berjalan masuk rumah mereka melihat opanya sedang duduk tak jauh dari tempat mereka duduk
"Opa nguping ya"
"Hei..mana ada Opa sedang santuy"
"Ngaku aja ntar uban Opa makin banyak kalau bohong"
"Hei yang benar itu hidungnya panjang kalau bohong"
"Ck..Opa gak baik berbohong seperti itu pada anak anak...dosanya besar"
Jay yang mendengar itu dibelakang anaknya menahan tawa
"Tapi tadi kalian juga bilang kalau Opa bohong ubannya nambah banyak...itu juga bohong..Opa belum ubanan"
Arash berjalan mengambil kaca didekat meja televisi
"Huh...sudah beruban kok gak ngaku si Opa..lihat ini"
Arsya...Arash dan Jay berjalan sambil geleng geleng kepala dan kompak berkata
"Tak patut"
Arka melongo melihat ulah Trio tengil itu..Dan Arka bergumam
"Like Father Like Son...menghadapi satu anak tengil sudah pusing..ini tiga..kuatkan hati hamba Ya Allah"
Jay dan si kembar mendengar perkataan Arka walaupun sedikit pelan.. Mereka berhenti memutar sedikit biasanya dan kompak berkata
"Drama"
Melany yang tahu sedari tadi jika suaminya mulai digoda cucu dan anaknya hanya bisa tertawa
"Opa yang sabar ya..hahaha"
Jay mengantarkan anak anaknya ke kamar untuk bersiap mandi..Mereka sudah tidak mau dimandikan lagi...Tapi terkadang Jay memaksa mereka
"Daddy keluar sana kami mau mandi"
"Memang kenapa kalau disini"
"Tak patut...Daddy ingin mengintip kami ya"
"Hah..apanya yang mau diintipin boys..kita sama sama laki laki"
"Daddy nanti bintitan"
Dengan santai mereka menutup pintu kamar setelah Jay berhasil mereka suruh keluar
___'__
HAPPY READING
jangan lupa Like komen rate dan vote seikhlasnya kakak
__ADS_1