
Jadi mulai disini story Duo RashSya akan saya kasih judul sendiri...Happy READING
________
"Assalamualaikum...Mom..oh mommy"
"Waalaikumsalam..ganteng gantengnya mommy sudah pulang TPA..Gimana ngajinya nak"
"Nggak gimana gimana"
"Loh maksudnya sayang"
"Lah mau gimana orang gak gimana gimana"
Jasmine masih bingung dengan jawaban putranya
"Abang coba jelaskan ke mommy maksud adek"
Melany ikut menyimak apa yang akan dijelaskan oleh cucunya itu
"Mom...tadi mommy tanya gimana ngajinya...ya kita jawab gak gimana gimana...mau gimana lagi orang gak gimana gimana"
Melany meminta pada Jasmine untuk mencoba bertanya kepada kedua cucunya yang sekarang asyik dengan camilannya
"Coba biar Mama yang tanya"
"Ya Mah.. Jasmine malah bingung jadinya"
"RashSya...tadi ngajinya sampai mana"
"Lah emang berangkatnya dari mana Oma...kok tanya sampai mana"
Jasmine dan Melany saling menatap dengan wajah speechless karena kepandaian cucunya itu dalam membalikkan pernyataan dan pertanyaan
Arka yang sedari tadi mendengarkan hanya bisa tertawa...dan dia kini ikut mencoba bertanya
"Haha...kalian ini salah cara tanya ke mereka..ingat mereka berbeda...mereka spesial..dibikinnya pake adonan unlimited pokoknya...haha"
Arka mendekati kedua cucunya
"RashSya...tadi belajar apa di masjid"
"Ngaji Opa"
"Iqro' apa Alquran"
"Yeah...hari gini Iqro'..gak level dong"
Mereka kompak menjawab dengan gaya super tengilnya
"Wah hebat cucu opa masih TK Uda Al-Quran"
"Biasa aja keles"
Ketiga orang tua itu hanya bisa geleng geleng kepala mendapati sang cucu dengan gaya tengil dan songong setiap kali mendapat pujian
"Jasmine dulu waktu hamil mamah minta banyakin bilang amit amit gak nurut sih...jadi gini kan keluarnya"
Arka dan Jasmine melihat kearah Melany yang sedang cemberut
"Percuma Mah..yang ada Jasmine capek bilang amit amit terus...la sponsor utamanya dia...bapaknya juga dia..makanya jadinya pun 11 12 ma bapaknya"
"Jasmine benar Oma cantik...dia bapaknya ya bakalan kayak bapaknya lah gimana sih...haha"
Tak lama orang yang mereka bicarakan pulang dari kantor
"Assalamualaikum... RashSya Daddy pulang"
Jay berjongkok berharap mendapat pelukan dari putranya..dan nyatanya
"Daddy gak perlu jongkok nanti kejengkang"
Dengan santai mereka berjalan menyalami Daddy dan berlalu pergi...orang yang diperingatkan karena shock dengan ucapan anaknya masih aja jongkok..Kedua bocah yang masih melihat Daddy-nya jongkok itu lalu berucap
"Pindah Dad uda penuh"
Jay auto berdiri sambil melongo... Jasmine mendekati suaminya
"Ayo masuk Daddy...hahaha"
"Mom..itu anak kita kan"
"Iya lah..anak siapa lagi"
"Kenapa tengil banget"
"Anda lupa...Anda sendiri seperti apa"
"Tampan dan menggemaskan jelas itu"
"Haduh kambuh lagi"
Jasmine lalu berjalan menggandeng Jay menuju ke kamarnya sebelum sifat songongnya kambuh
Sedangkan Duo RashSya kini sibuk mencari opanya yang ternyata sedang berpelukan dengan Omanya
__ADS_1
"Astagfirullah Oma sama Opa disini ada anak kecil"
Duo RashSya menutup mata dengan telapak tangan yang sela sela jarinya terbuka
Arka mengerjai mereka
"Eh itu kok ngintip..nanti bintitan loh"
"Arsya ayo kita sucikan mata kita"
Mereka berlari ke wastafel dan mencuci kedua mata mereka.. sebelumnya mereka membaca basmalah..Arka melihat itu heran
"Bismillahirrahmanirrahim"
"Heh kenapa kalian baca bismillah..kaya wudhu aja"
"Kata pak ustadz kalau kita mau menyucikan diri kita sebelum sholat dengan berwudhu...nah kalau cuma mata aja ya dicuci matanya"
"Trus Bismillah nya"
"Biar jauh dari setan"
Kompak menjawab itu..bahkan saat menyebut kata setan mereka menatap tajam opanya..sang Oma tertawa terbahak-bahak
"Ya Allah cerdas sekali cucu Oma"
"Dari dulu"
Auto terdiam dari tertawanya Melany menyadari kesalahannya...yaitu memuji
"Oya kalian nyari opa ada apa"
"Opa mau pahala gak"
"Pahala..emang dijual"
"Ye..kalau ada yang jual uda kita borong duluan sebelum opa"
"Lah terus"
"Kita ada misi mulia untuk melestarikan kesejahteraan hidup"
Melany dan Arka mengerutkan dahinya belum paham maksud dari cucunya itu
"Misi apa sayang"
"Opa ayo kita kebelakang..Oma tidak usah ikut..ini urusan lelaki"
Melany hanya tersenyum lalu kembali masuk ke dalam kamar membiarkan cucu dan opanya bermain
"Ini buat apa RashSya"
"Mau cari tanah liat..Opa bantuin dong jangan cuma jongkok aja"
"Iya opa ini makan pahala buta gak mau kerja"
Arka hanya menghela nafasnya lalu menggali tanah agak dalam agar mendapatkan tanah liat seperti yang mereka inginkan..Setelah merasa cukup mereka lalu membawa masuk ember berisi tanah liat itu dan membersihkan diri
"Arash...kalian ambil tanah liat mau bikin kerajinan tangan"
"Lebih dari itu Opa..Nanti opa akan tau saat makan malam selesai"
Arka hanya tersenyum tak akan bertanya lagi karena pasti cucunya itu tak akan menjawab pertanyaannya
Makan malam telah disiapkan semua..Melany dan Jasmine menunggu semua jagoan mereka pulang dari masjid
Meja makan cukup hening karena Jay meminta agar mereka menghabiskan makanan dahulu baru berbicara...itu khusus dia terapkan pada Duo RashSya namun semua mengikuti
Selesai makan seperti biasa mereka berkumpul sambil berbincang hal hal ringan terutama keseharian Duo RashSya
Saat asyik berbincang..Duo RashSya membawa ember berisi tanah liat itu kehadapan semua orang..mereka memulai misi mulia mereka
"Daddy kita mau minta sesuatu kepada Daddy"
"Apa"
"Kami mau minta dibikinin adek...dan ini kami sudah bawa bahannya"
Mereka langsung menatap kearah ember itu
"Kalian mau minta dibikinin patung adek adek an gitu nak"
"Bukan Daddy tapi adek sungguhan..adek perempuan"
"Terus tanah liat itu buat apa"
"Seminggu yang lalu waktu Oma mengajak kita pengajian di masjid pak ustadz bilang manusia diciptakan dari tanah dan akan kembali kepada tanah"
Arsya menyahut Arash
"Nah kita sudah eksperimen kalau kita pakai tanah pasir trus dikasih air gak akan bisa dibentuk...begitupun pakai tanah biasa..tapi kalau tanah liat bisa dibentuk sesuai keinginan kita..so kita kasi tanah ini untuk dibuat menjadi adek kita"
Semua melongo kaget dengan perkataan si kembar..Arka mencoba bertanya
"Jadi maksud kalian misi berpahala demi kesejahteraan bersama itu ini"
__ADS_1
"Iya Opa kalau ini berhasil kita kan bahagia..jadi pahala Opa bertambah banyak"
"Kalau gak berhasil"
"Jelek sekali doa Opa...kalau sampai gak berhasil kita sedih Opa gak dapat apa apa"
Jasmine mencoba menjelaskan
"RashSya anak Mommy sini duduk dulu..mommy akan jelaskan"
Si kembar patuh duduk diantara orangtuanya
"RashSya memang apa kata pak ustadz benar tapi bukan berarti kita dapat menciptakan manusia sendiri sayang...semua diciptakan Allah SWT..dan bukan dengan tanah liat juga"
"Kalau bukan dengan tanah liat..coba jelaskan dengan apa adek dibuat..karena kami pingin punya adek cewek"
Jasmine saling pandang dengan Jay..bingung ingin berkata seperti apa
"Gini sayang..kalian belum cukup umur untuk penjelasan ini..intinya kalian akan mendapat adek nanti kalau Allah sudah mengijinkan"
"Kenapa Allah belum mengijinkan..apa kami tidak boleh punya Adek"
"Boleh sayang boleh..kami juga sedang berusaha agar kalian cepat punya adek"
"Boleh kami tau seperti apa usahanya mommy"
"Itu..."
Semua bingung dan terdiam..harus bagaimana lagi menjawab
"Apa kami bisa membantu usaha mommy dan Daddy membuat adek"
Deg
Arka dan Melany angkat tangan
"Oma sama Opa gak paham"
"Daddy coba jelaskan...mommy sudah gak sanggup"
"Huh...baiklah"
Jay tersenyum dalam hati berkata
"Anak gue gini amat ya...salah jawab bisa fatal...jawab belibet gak kelar kelar..hadeh masa gue gamblangin bikin adek harus enak enak dulu baru jadi..bisa dibacok gue sama papa...belum lagi kena cermah nona muda..haish jawab apa ini..gara gara ustadz sontoloyo kenapa juga materinya bikin anak"
"RashSya..kalian percayakan sama kebesaran Allah"
"Percaya Daddy"
"Kalian percayakan kalau semua makhluk itu diciptakan atas ijin Allah"
"Percaya Dad"
"Nah..adek kalian masih dalam perijinan Allah..yang perlu kalian lakukan hanyalah berdoa agar dipercepat perijinannya keluar"
"Hmmm..baiklah kami akan terus berdoa"
Arash kembali bertanya
"Jadi kami tidak perlu menggunakan tanah liat ini"
"Tidak perlu sayang..karena jika kalian membuat bentuk sendiri yang menyerupai ciptaan Allah..maka kalian melanggar hak ciptanya..kalian paham sekarang"
"Paham Daddy"
"Apa coba"
"Kita hanya perlu terus berdoa agar Allah segera mengijinkan kita mendapat adek"
"Good boy.. sekarang sudah malam kalian tidur ya"
"Baik Daddy..selamat malam semuanya...selamat tidur"
Duo RashSya mencium pipi semua orang sebelum masuk ke kamar
"Mimpi indah cucu cucu opa"
"Beres Opa..asal jangan mimpiin Opa aja"
"Loh kenapa"
"Mimpi buruk itu namanya"
Mereka berlalu masuk ke kamar sedangkan yang lain menertawakan Arka
_____
**Huh...bikin bayi pake tanah liat gak sekalian pake tepung aja ya😅😅😅
HAPPY READING
jangan lupa Like komen rate dan vote seikhlasnya kakak
Disini cerita Duo RashSya hanya sampai mereka masuk SD ya akan berlanjut di novel mereka sendiri**
__ADS_1