
Malam ini perdana bagi Juna dan Keynan menonton film horor milik anak bangsa..Yang sering disebut film Drakor oleh Trio rusuh
"Mang Toyib nanti malam temani kami menonton Drakor ya"
"Ck..boleh asal jangan iseng saja Aden"
"Ok"
"Baiklah kalau begitu"
"Jangan lupa kasih tau Eneng Aura kasih buat nyiapin cemilan"
"Syiap"
"Sekarang ayo kita patroli"
Juna dan Keynan yang baru lulus naik sepeda ikut mereka berkeliling komplek dan tentunya ke kampung belakang komplek tempat bermain mereka
Hari ini para orang tua sedang asyik bertanding bola dihalaman belakang rumah Arka..Sedangkan Trio rusuh beserta kedua saudaranya asyik memakan mangga di atas pohon
Didekat pohon ada sekumpulan ibu ibu sedang berghibah ria
"Eh jeng masa uang saya ilang lagi sih"
"Berapa lagi jeng"
"Biasa selalu di tumpukan terakhir yang hilang selembar merah"
"Wah tuyulnya makin merajalela saja sekarang..kita harus antisipasi ini jeng"
"Iya benar masa saya setiap mereka Minggu habis gajian selalu hilang selembar atau dua lembar"
"Ih mengerikan itu jeng"
Arash bertanya pada Rizky apa itu tuyul
"Ky tuyul apaan"
"Semacam makhluk tak kasat mata alias makhluk ghaib yang doyan duit"
"Oya..elit sekali makanan tuyul itu"
"Bukan untuk dimakan tali disetorkan pada majikan mereka"
"Jadi mereka punya bos"
"Iya..manusia bos mereka"
"O...seperti itu"
Mereka kembali mendengarkan ghibahan emak emak tentang si tuyul..semoga si tuyul gak panas ya kupingnya
"Jeng saya dengar kemarin suami jeng mau pinjam uang buat bayar air ya"
"Huh...begitulah jeng..saya capek punya suami pemalas"
"Loh jeng kan kerja gajian tiap Minggu masa bayar air gak sanggup"
"Bukan gak sanggup tapi ufa kesepakatan dia bayar air saya listrik dan uang sekolah anak"
"Oh seperti itu"
"Jeng bukannya saat jeng kehilangan uang Minggu lalu bertepatan dengan suami jeng nyari utangan ya"
"Hee"
"Apa gak curiga kalau uang jeng yang ambil dia"
"Dia gak akan berani jeng"
"Iya disunat habis nanti..hahaha"
Duo RashSya mencoba menyimak memang beberapa Minggu ini hanya satu orang ibu yang terus mengeluh uang hilang dan dua hati yang lalu sepeda juga hilang...padahal sepeda dipakai suaminya dan katanya bocor ingin ditambal...namun sang suami pulang jalan kaki dan berkata sepeda hilang
"Abang apa perlu kita bantu mereka"
"Apa pikiran kita sama Arsya"
"Tentu"
"Baiklah kita bantu mereka...Ayo turun"
Arash membisikkan sesuatu kepada ibu yang kehilangan uang itu..dan si ibu akan mencoba sarannya..mereka penganut anak kecil masih suci jadi pasti tak akan bohong
__ADS_1
Sudah hampir setengah hari mereka kini akan pulang kerumah..karena sebelum adzan mereka harus sudah berada dirumah
"Arash dimana adek dan saudaramu"
"Masih diluar Daddy"
"Hmm baiklah...bersiap siaplah kita akan berangkat ke masjid sebentar lagi"
"Iya Daddy"
Arash masuk kamar tak lama adek dan saudara lainnya ikut masuk mereka bersiap-siap berangkat sholat berjamaah dimasjid
Malam menjelang para orang tua menghadiri undangan pernikahan kolega mereka..Dan sesuai rencana Trio rusuh akan mengajak Juna dan Keynan menonton Drakor
"Aden ini Drahor apa Drakor"
"Kalau Eneng takut gak usah nonton"
"Eneng mau luluran aja ah"
Si Eneng Aura kasih kembali ke kamarnya untuk ritual luluran dan maskeran..katanya biar gluwing
Film mulai diputar mereka nonton dengan serius..Juna Dan Keynan yang awalnya tak paham sudah mulai mengikuti dan mereka tak menampakkan wajah takut...seperti biasa Mang Toyib nungging di samping sofa bersembunyi dibawah meja
"Mang sudah selesai filmnya"
"oh syukurlah"
"Kita tidur dulu Mang ngantuk...mamang tidur juga ya"
"Siap den RashSya"
Mereka hanya menonton satu film saja karena memang sudah mengantuk..Orang tua mereka pulang cukup larut malam hari ini
Pagi menyapa semua seperti biasa menjalani aktivitasnya..Trio rusuh bersekolah sedangkan Juna dan Key hari ini akan ikut Daddy mereka ke kantor karena jenuh menunggu Trio rusuh pulang sekolah
"Assalamualaikum mommy oh mommy"
"Waalaikumsalam anak ganteng...akhirnya pulang juga"
"Ada apa mommy"
"Tidak hanya rumah sepi tidak ada kalian sayang"
Mereka seperti biasa membersihkan dirinya lalu turun makan siang..namun kali ini berbeda mereka tidak mau keluar kamar setelah selesai berganti pakaian..Jasmine mencoba mendatangi kamar mereka
"RashSya..mommy boleh masuk"
"Iya mom"
"Kalian tidak makan siang sayang"
"Belum lapar mommy"
Jasmine melihat anak kembarnya seperti menghitung sesuatu
"Kalian sedang apa..Apakah ada PR"
"Tidak mom...kami sedang memperhitungkan sesuatu"
"Apa itu"
"Rencana masa depan kami"
"Wah hebatnya anak mommy...tapi sekarang kalian harus makan Ghaydan serta kedua sepupu kalian menunggu"
"Baik mom"
RashSya menyimpan kertas hitungan mereka lalu berjalan keluar... Jasmine yang penasaran dengan yang dilakukan Putranya mencoba membaca sekilas
"Persiapan membuat PLN"
Judul di atas kertas yang penuh angka itu.. Jasmine mengira Putranya bercita cita bekerjasama dengan BUMN tersebut.. Jasmine memfoto kertas itu dan mengirim pada suaminya
Jay mengerutkan keningnya membaca secara seksama tulisan di kertas itu..Jay belum mendapatkan kesimpulan..nanti sepulang kerja dia akan menanyakan hal itu
Setelah makan malam para keluarga berkumpul dan bercengkrama bersama..Jay ingin menanyakan perihal foto yang dikirim istrinya tadi
"Boys..apa cita cita kalian"
"Pengen sukses dad"
"Kalian pasti sukses dan akan lebih dari Daddy setelah nanti bisa memegang kendali perusahaan"
__ADS_1
"Tapi kami mau buka usaha sendiri Daddy"
"Usaha apa itu"
"PLN"
Semua terperangah dengan jawaban RashSya mereka begitu bangga bahkan takjub dengan pemikiran mereka yang masih kecil itu
"Opa bangga pada kalian...opa sangat mendukung kalian"
"Wuih anak Daddy hebat...dimana nanti kalian akan membangun Sutet"
"Apa itu Sutet Daddy"
"Menara pemancar listrik tegangan tinggi"
"Hmmm listrik"
"Iya listrik...bukannya kalian akan membuka usaha di bidang listrik"
"Tidak"
"Lah terus..itu PLN"
"Ck...Daddy salah paham..maksud kami Perusahaan Lilin Negara"
kompak semua kaget
"What's"
"Gak usah lebay"
"Tunggu jelaskan pada kami maksud kalian"
"Kami terinspirasi dari Drakor tadi malam..yang kami tonton bersama...sekaligus kami ingin menolong Daddy agar tidak terlalu capek bekerja...cukup duduk uang datang dengan sendirinya"
"Daddy belum paham"
"Kami sudah menghitung...jika dalam rumah ini ada 5 orang dewasa dan 5 orang anak kecil..maka masing masing akan menjaga satu Lilin..dan dalam satu malam satu orang akan mendapatkan hasil yang melimpah..dari uang dan juga perhiasan...tanpa perlu bekerja keras cukup menjaga Lilin agar tidak mati saja"
"Tunggu tunggu apa yang kalian tonton semalam"
"Babi ngepet"
"Ya Allah jadi maksud kalian..kami disuruh ngepet kalian jaga Lilin gitu"
"Uwak bule memang cerdas..dan pastinya akan viral karena kami memiliki babi Bule"
Semua hanya melongo dan bertepuk tangan
"Anak Sholeh...hebat kalian ya"
"Sungguh pemikiran luar biasa"
"Tentu"
Jay menasehati Putranya karena pemikiran mereka salah
"RashSya sayang...ide kalian memang bagus namun tidak tepat sayang...didalam agama kita itu dilarang jika kalian tak percaya besok tanya pak ustad....itu perbuatan dosa besar dan juga yang hasilnya haram..kalian tau akibat makan uang haram"
"Perut buncit seperti uwak dan opa dalamnya penuh belatung"
"cerdas..jadi kalian sudah faham maksud Daddy"
"Kami paham Daddy..maafkan kami..kami tidak akan melakukan hal yang dilaknat Allah"
"Anak Sholeh"
"Kuy kita main monopoli"
"Oke"
Mereka pergi ke ruang bermain untuk memainkan monopoli bersama
_____
Tertawa lah sebelum dilarang..jangan ditahan nanti kentut..cerita ini mengandung kontra indikasi
perut dan mulut kram
ingat jangan tertawa sendirian itu berbahaya....
jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak
__ADS_1
Happy Reading