
Pagi ini Jay akan mengajak anak anaknya untuk bersepeda keliling komplek..Arka pun juga akan ikut dengan mereka berolahraga
"Are you ready gaes"
"Hmmm"
"Yuk berangkat..Pamit dulu sama mommy dan Oma"
"Ok"
Mereka berpamitan kepada kedua ratu rumah yang sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk mereka..Usai berpamitan mereka langsung menuju sepeda masing-masing
"Daddy sepeda Chila dimana"
"Oiya Daddy lupa..sepeda Chila sesag diperbaiki"
"So.."
"Chila bisa bonceng Daddy atau Opa"
"Baiklah Chila dengan Daddy saja jika dengan opa yang ada belum nyamoe nafasnya sudah habis"
"Huh selalu saja seperti itu"
"Hahaha Papa yang sabar ya..Haha"
"Kita jalan duluan dad"
RashSya yang tak sabar dengan perdebatan adik dan opanya memilih lebih dahulu berangkat mengayuh sepeda masing-masing
"Abang tunggu Chila...Daddy yang kuat dong goesnya...ish lambat banget kayak siput"
"Ya Allah Chila..ini uda kenceng honey...kan tambah beban jadi semakin berat"
"Jadi Daddy bilang Chila gendut iya..Chila bikin berat gitu"
"Nggak Chila gak gendut Chila gak berat...cuma sedikit montok aja... hehehe"
"Oh begitu... Baiklah tapi kejar Abang twins"
"Syiap honey"
Dengan sekuat tenaga Jay mengayuh sepedanya kembali mengejar si kembar yang sudah jauh didepan..Sedang Arka hanya bersepeda santai saja tanpa ada keinginan untuk mengejar anak dan cucunya
Ditaman si kembar berhenti menunggu yang lainnya...mereka duduk di bangku taman sambil memainkan ponselnya
"Ars...semalam Rizky telpon tapi Abang ke kamar loe...tapi loe uda tidur"
"Iya Arsya capek bang kemarin seharian Chila minta ditemani main..dan sorenya Arsya ada pertandingan futsal dikampung belakang"
"Tumben loe gak bilang keabang kalau ada pertandingan futsal"
"Abangkan nemani Daddy kan dari pagi..Arsya aja nelponin ponsel Abang tapi gak diangkat"
"Oiya dari pagi Abang pergi nemani Daddy cek lokasi buat resort di Bandung"
"Makanya itu Arsya capek"
"Haha ya udahlah gak usah ngambek gitu"
"Nggak ngambek Abang...cuma masih lelah aja"
"Ya uda istirahat aja dulu sambil nunggu Opa sama Daddy"
Diseberang tempat mereka duduk sudah berjajar para penjaja makanan dan minuman...Karena mereka merasa haus Arash pergi membeli minuman
"Ars Abang beli minum dulu kering nih tenggorokan"
"Sekalian gue bang"
"Ya"
Arash menyebrang jalan menuju tukang penjual minuman ringan..Air mineral menjadi pilihannya..dia membeli lima botol karena yakin sang Daddy dan opanya akan kehausan juga
"Pak beli air mineralnya lima botol"
"Dingin gak Mas"
"Yang nggak pak"
"Ya sebentar"
Arash menunggu diambilkan air mineral oleh sang penjual..Tiba tiba datang seorang penjual cilok...Arash kira penjual itu akan menawarkan jualannya tapi nyatanya tidak seperti itu
"Wah Mas kembar ya"
Arash mengerutkan keningnya karena kaget ada yang memanggilnya dengan sebutan Mas kembar
"Bapak kenal saya"
"Ya kenal dong mas...tapi bapak bingung yang mana Mas Arash mana Mas Arsya..jadi saya panggil Mas kembar aja"
"Oh gitu...iya gapapa kok pak..sama saja..hehe"
"Mas Kembar lagi nunggu siapa"
"Nunggu air mineral pak..baru diambilin"
"Oh gitu"
Tak lama si penjual sudah membawakan pesanan Arash dan sudah dimasukan dalam kantong plastik besar
"Mas ini air mineralnya"
"Oya berapa pak"
"Satunya empat ribu mas jadinya dua puluh ribu"
__ADS_1
"Ini uangnya pak.. terimakasih"
"Sama sama Mas"
Arash berbalik untuk meninggalkan kios tersebut...Arash pikir si penjual cilok sudah pergi ternyata masih menunggu disana
"Pak saya permisi dulu"
"Mas tunggu mas"
"Ada apa ya pak"
"Anu...itu..anu Mas"
"Anu kenapa pak"
"Iya gini loh Mas anu"
"Iya anunya kenapa pak"
"Bukan anu saya Mas"
"Terus anunya saya gitu"
"Bukan juga Mas..aduh kok jadi belibet gini sih"
"Coba tarik nafas terus buang perlahan pak"
Si penjual cilok mengikuti arahan dari Arash..tapi bukannya langsung dihembuskan nafasnya malah ditahan
"Pak uda jangan ditahan gitu nafasnya...kentut nanti pak"
"Huh..hah...hah...Saya kira ditahan Mas"
"Uda tenang kan..sekarang bisa ngomong kan"
"Iya bisa Mas...Gini Mas saya mau nitip surat buat Eneng"
"Oalah saya kirain apa tadi"
Tukang cilok itu menyerahkan amplop berwarna putih dengan bau yang sangat menyengat...entah berapa botol parfum yang dipakainya untuk menyemprotkan amplop itu
"Jadi Bapak penggemar Eneng juga"
"Hehe..jadi malu..Uda lama saya suka Eneng tapi selalu saja ditolak Mas"
"Ya sudah saya sampaikan nanti...Ya g sabar ya..Saya pergi dulu pak karena uda ditunggu adek saya"
"Oh iya Mas makasih ya sebenarnya"
"Iya sama-sama"
Arash kembali ke tempat Arsya berada sambil membolak-balik amplop itu sambil bergumam
"Nggak nyangka gue Si Eneng laku banget..Haha"
Arsya yang melihat abangnya datang sambil tertawa membuatnya penasaran
"Iya Sorry tadi ada iklan cilok lewat.. hahaha"
"Loe beli cilok bang"
"Kagak"
"Trus Abang bawa amplop apaan tuh"
"Oh ini...ya gara gara amplop ini jadi lama"
Arash memberikan botol air mineral pada Arsya dan langsung diminumnya
"Maksudnya gimana Bang"
"Jadi si tukang cilok ngefans sama si Oneng..terus nitip surat cinta buat Oneng"
Arsya mengambil amplop itu dan sedikit menjauhkan dari wajahnya karena bau yang menyengat
"Buahahaa...Laku juga si Oneng..tapi ini berapa botol parfum yang dituang bang..Ampe baunya buat pusing"
"Hahaha gue juga pusing nyium baunya Ars"
"Hei bang gue penasaran deh apa isinya tuh surat"
"Hush gak sopan...Gak boleh ini bukan milik kita Ars"
"Iya bang bercanda aja kok"
Tak lama Jay datang dengan Chila dengan nafas yang sangat kelelahan
"Hosh...hosh..air..air..Daddy haus"
Arash memberikan botol minum kepada Daddy dan adeknya
"Ish Daddy Cemen..gitu aja gak kuat"
"Ya Allah Princess Daddy uda gak muda nak...jadi uda gak segesit dulu"
"Alasan saja"
Arash yang melihat kearah belakang Daddy-nya mencari seseorang tapi tak ditemukan juga menjadi penasaran
"Dad mana Opa"
"Ada dibelakang Daddy"
Jay menengok ke belakang karena memang Arka sedari tadi berada dibelakangnya dan bisa dipantau oleh Jay..Namun sekarang sudah menghilang
"Loh kok gak ada..tadi dibelokkan sana masih ada kok dibelakang Daddy..kemana ya"
__ADS_1
"Daddy yakin tadi masih lihat Opa"
"Yakin Arsya"
"Tapi kok gak nyampe nyampe..harusnya kan cuma selisih bentar sama Daddy"
"Iya juga kemana Opa ya"
Chila langsung menyela pembicaraan itu
"Jangan-jangan Opa diculik..kalau gak nyasar"
"Ish Chila mana mungkin..siapa yang mau nyulik Opa"
"Berarti nyasar dong Dad"
"Masa di komplek sendiri nyasar...ada ada aja"
"Ish bisa aja Daddy..Opa kan sekarang sudah mulai pikun"
Arsya mencoba menelaah perkataan sang adek
"Bisa jadi itu Dad..apa yang dikatakan Chila emang opa sudah mulai pikun"
"Apa iya ya..terus gimana dong"
"Ya udah kita mencar aja..kami berdua akan mencari arah barat...Daddy dan Chila kembali ketempat tadi...nanti ketemu di pos sekuriti dekat masjid"
"Ok..ayo jalan"
Arash dan Arsya mengayuh sepedanya berlawanan dengan arah Daddy dan adiknya.. Mereka melihat dengan teliti setiap jalan yang mereka lalui tanpa terlewatkan satu pun..bahkan tiap gamg mereka lewati
"Bang gak ada diderah sini...ini uda ujung gang"
"Ya uda kita ke pos sekuriti aja Ars siapa tau Daddy uda ketemu Opa disana"
"Ayolah"
Di pos sekuriti Jay menunggu si kembar sambil menanyakan tentang Arka..Tapi semua sekuriti mengatakan tak melihat Arka melintasi pos tersebut
"Dad...gimana uda ketemu"
"Belum..para sekuriti juga tidak melihat Opa lewat sini"
RashSya diam sejenak sama sama berfikir
"Pah belokan yang Papa maksud yang setelah portal masuk kampung atau sebelumnya"
"Sebelumnya Rash.. kenapa"
RashSya tau kemana mencari sang Opa
"Kita tau dimana Opa sekarang"
"Oya kemana memangnya"
"Sebaiknya kita pulang saja dad...kita lapar"
"Opa kalian gimana"
"Udah ayo pulang saja dad"
Jay berfikir sejenak dan berkata
"Jangan jangan Opa kalian..."
"Hem"
RashSya hanya berdehem saja...dan mereka menuju kerumah karena sudah lelah berkeliling komplek
Sesampainya dirumah betapa jengkelnya Jay..melihat Arka duduk manis sambil ngopi dan membaca koran..Dengan wajah tanpa dosa dia bertanya kepada anak dan cucunya
"Baru pulang kalian..sana sarapan Opa udah tadi..habis kalian lama pulangnya..Opa uda lapar"
"Opa menyebalkan..kami keliling komplek mencari Opa..Eh malah Opa duduk manis disini"
"Loh Chila kenapa nyari Opa sayang"
"Karena Opa menghilang dan kami kira opa tersesat"
"Hahahaha..masa dikompleks sendiri tersesat yang benar saja..Kenapa kalian bisa punya pikiran seperti itu"
Kompak mereka menjawab
"Karena Opa sudah pikun"
"Opa belum pikun..nyatanya Opa sudah dirumah"
"Opa menyebalkan..membuat kami lelah"
"Siapa suruh nyariin Opa..salah sendiri"
"Huh.. songong"
"Kayak Daddy"
"Iya sama menyebalkan"
"Anak sama Bapak sama"
"Iya 11 12"
Si kembar dan Chila saling beradu argumen sambil berjalan masuk kedalam rumah untuk sarapan..Sedangkan Jay dan Arka melihat anak dan cucunya mengumpat dengan tatapan tak percaya
_____
Uda up lagi...Maaf kalau membosankan
__ADS_1
Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak
Happy Reading