JODOH TERINDAH Season 1& 2

JODOH TERINDAH Season 1& 2
RashSya~5%


__ADS_3

Seharusnya Jay tiba di tanah air malam tadi tapi karena ada sedikit masalah yang dialami Afnan membuat Jay menunda keberangkatannya..Jay sudah memberitahu orangtuanya agar mereka tetap berangkat ke Jerman sesuai jadwal tanpa menunggunya kembali


Jasmine sangat paham dengan kondisi yang sedang terjadi dan beruntung sang Papa mau kembali ke tanah air dan menemaninya sementara waktu menjaga anak anak mereka


"Mah Pah"


"Duduk sini Jas"


Jasmine melangkah kearah sofa ruang tengah dimana mertuanya sedang menonton acara televisi walaupun Melany tak fokus pada acara itu


"Papa besok berangkat jam berapa"


"Sehabis subuh kami langsung ke bandara"


"Jasmine sudah menyiapkan semua obat-obatan yang dibutuhkan Mama dan Papa..Nanti tinggal dimasukan koper saja..Siang tadi Jasmine membeli yang baru"


"Terimakasih nak..Papa malah hampir lupa jika kamu tak mengingatkan hal itu"


"Sama sama Pah"


Jasmine melihat Melany yang hanya diam tak seperti biasanya yang selalu ramai jika berkumpul seperti ini


"Jay bagaimana"


"Tadi baru saja Abang telpon kemungkinan Abang akan pulang lusa Pah karena Bang Afnan sedang butuh bantuan"


"Terus Papa kamu jadi menginap kan"


"Insyaallah Pa...Papa sudah berangkat dari Malaysia habis Maghrib tadi..Dan nanti langsung kesini sesampainya bandara"


"Syukurlah..Papa jadi lebih tenang kalau kamu ada yang menemani..Walaupun dirumah ini banyak penjaga dan pembantu setidaknya ada satu orang terdekat yang menemani kamu nak"


"Iya Pah"


Melany melihat kearah Jasmine..Dan tersenyum tipis..Tangan Melany terulur kearah Jasmine seperti meminta sebuah pelukan untuk menguatkan hatinya


Jasmine yang paham itu langsung berdiri menghampiri Mama mertuanya untuk dia peluk dan Arka sedikit menjauh agar memberi ruang kepada Melany yang ingin mengungkapkan apa yang mengganjal dihatinya


"Mah...Jangan sedih Mama harus kuat..Mama harus yakin Daddy Rei akan sembuh"


"Hiks hiks..Jas Mama seperti kehilangan separuh dunia Mama..Mama berusaha hiks hiks tegar tapi tetap tidak bisa"


"Ma ingat jika Mama sedih seperti ini Daddy Rei pun akan sedih"


"Jas...semua berusaha membohongi Mama lagi kan..Hiks hiks...Hanya untuk menghibur Mama kalian berkata Kak Rei bisa sembuh...Hiks..hikss..Butuh keajaiban untuk kak Rei sembuh..Ini otak hiks hiks..pusat segala kendali manusia..Hiks..Hiks..Kak Rei..."


"Mama meragukan Allah..Mama meragukan keajaiban sebuah doa..Jika Mama putus asa bagaimana dengan Daddy Rei..Dia pun akan merasa sama..Lebih baik Mama tidak usah bertemu Daddy Rei jika hanya membuatnya ikut putus asa"


Arka menyeka air matanya yang tiba-tiba ikut menetes..Arka sudah berusaha menahan diri untuk tidak menangis agar Melany lebih kuat tapi nyatanya mendengar tangis pilu istrinya Arka tidak sanggup..Dan baru kali ini Melany menangis seperti itu karena selama hidup bersama Arka dia tak pernah sekalipun meneteskan air mata kesedihan


"Mama harus gimana Jas...Hiks hiks..Mama gak mau Kak Rei pergi begitu cepat"


"Mah semua sudah ditakdirkan..kita manusia hanya bisa menjalani dengan ikhlas..Mungkin takdir ini terbaik untuk keluarga kita dan mau tak mau kita harus melaluinya..Mama harus yakin semua musibah ada hikmahnya"


Melany masih menangis dipelukan Jasmine sebisa mungkin Jasmine tidak ikut menangis agar Mama mertuanya itu lebih kuat lagi


Jasmine melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata Melany dengan ibu jarinya


"Mama istirahat ya..Mama harus sehat untuk bisa memberi semangat pada Daddy Rei besok..Mama harus tetap tersenyum dihadapan Daddy Rei"


"Jas hanya 5% kemungkinannya jas...itu sangat kecil"


"Mah 5% adalah hadiah terbaik dari snag pencipta..Dengan kata lain jika 5% itu bisa dimanfaatkan Daddy dengan baik maka akan mendatangkan kebaikan bagi Daddy nantinya..Tapi jika 5% itu hanya untuk meratapi diri tanpa ada keinginan lebih baik maka akan menjadi hal sia sia bagi Daddy Rei mendapat kesempatan itu..Dan Mama harus menjadi penentu pilihan mana yang pantas untuk Daddy Rei..Mama harus bisa memberikan yang terbaik untuk Daddy Rei.. Sekarang Mama tarik nafas lalu hembuskan"


Melany melakukan saran Jasmine bahkan berkali-kali dari hembusan nafasnya dapat terlihat ketenangan yang diperoleh Melany


"Mama akan berusaha..kamu benar jika bukan Mama yang membuat Kak Rei untuk tetap semangat lalu siapa lagi..Mama ingin Kak Rei sehat walaupun hanya 5%"


"Insyaallah Mah kita terus berdoa yang terbaik..Ayo Jasmine antar ke kamar Mama"


"Tidak usah nak...kamu istirahat saja..Biar Mama akan masuk bersama Papa..Kami juga akan istirahat"


"Baiklah Mah..Pah Jasmine masuk dulu"


Arka pun perlahan berjalan menuntun sang istri menuju kamarnya..Hati Arka sedikit tenang melihat Melany lebih tenang dari sebelumnya


Di negara lain Jay masih berkutat dihadapan layar laptop miliknya..Jay terpaksa memanggil Andrea kembali ke Jerman untuk membantunya


Sudah hampir seminggu Afnan yang ikut tumbang karena konsentrasinya terbagi membuat Jay harus kembali membantunya.. Karena saat ini perusahaan milik Afnan pribadi sedang menjalankan proyek besar jadi tak bisa Jay abaikan


"Dre..menurut loe gimana ini"


"Sepertinya memang harus kita yang ambil alih...Afnan terlalu ceroboh hampir saja dia kebobolan"

__ADS_1


"Mungkin karena pikiran dia sedang terbagi...apalagi gue dengar Jojo habis keguguran lagi"


"Iya... Dua tahun terakhir ini adalah tahun penuh makna buat Afnan"


"Iya gue cukup salut Bang Af masih bisa bertahan hingga kemarin dia tumbang didepan gue"


"Oya loe bakalan balik ke Jakarta kapan Jay"


"Lusa gue usahakan kasian Jasmine jagain anak anak sendirian"


"Bukannya mertua loe balik dari Penang"


"Iya...Yang jadi masalah Chila...hampir tiap dua jam dia pasti telpon dan uda susah dibohongi"


"Haha... Princess memang selalu menggemaskan"


"Huh... terlalu bar bar juga yang perlu loe ingat"


"Haha...Gie uda dengar dari Om Arka kalau kalian selalu dapat surat cinta dari sekolah Chila"


"Hum..dan selalu bermasalah dengan anak Pak Tama"


"Pak Tama yang mana"


"Gautama Permana"


"Serius loe.. Chila selalu bermasalah dengan anak CEO Pratama"


"Ya..sejak TK bahkan"


"Bukannya anak Pak Gautama itu laki ya"


"Iya Bagas Putra Permana namanya..Loe tau apa panggilan Chila buat Bagas"


"Apa"


"Ikan Buntal..karena badan anak itu begitu bongsor sedangkan Bagas memanggil Chila preman pasar saking barbarnya"


"Hahaha...gak kebayang gue lihat Chila jadi garang"


"Huh beruntung Pak Gautama juga mengakui jika putranya juga tak begitu penurut"


Semenjak Andrea menikah dengan Jeje saudara kembar JoJo istri Afnan secara otomatis Andrea menjadi saudara dekat Jay dan Jay tak mengijinkan Andrea memanggilnya Tuan muda lagi


"Iya nanti gue kesana biar Mommy Silma bisa istirahat"


"Iya kasian Mommy semakin kurus"


Jay kembali berkutat dengan pekerjaan miliknya dan segera menyelesaikan agar secepatnya kerumah sakit..Orangtua Reino sudah berada di Jerman sedangkan Alex dan Nana masih seperti Jay karena tanggungjawabnya di Australia juga sama dengan Jay


Dirumah sakit Alex yang kebetulan masih tinggal di Jerman sedang menemui dokter yang merawat Reino


"Bagaimana perkembangan adik saya dok"


"Seperti kita harus secepatnya melakukan operasi sebelum semakin menyebar"


"Apa itu jalan terbaik dok"


"Ya jalan yang bisa dibilang baik tapi tetap mengandung resiko"


"Ya saya paham hanya 5%"


"5% jika selamat kemungkinan akan lumpuh dan bahkan ada kondisi dimana pasien akan seperti pasien stroke..Sedangkan 5% lainnya jika Tuhan tidak berkehendak dan lebih menyayangi Tuan Reino maka sedari sekarang kami tim dokter meminta pihak keluarga untuk ikhlas dan memaafkan apapun yang telah diperbuat Tuan Reino semasa sehat baik sebuah kesalahan ataupun tidak adanya kesalahan"


Mendengar penuturan dokter senior itu membuat sesak dada Alex..Bahkan air mata ikut menetes..Alex melepas kacamatanya dan menghapus air matanya dan juga menekan pangkal hidungnya


"Dok apakah tak ada kesempatan untuk adik saya normal kembali"


"Hanya keajaiban Tuan Alex..Apalagi penyakit ini menyerang bagian vital bagi manusia"


Alex menyugar rambutnya rasanya dia ingin berteriak..ingin marah..tapi tak bisa dia lakukan dia harus kuat jika tidak keluarga lainnya juga akan ikut bersedih


"Jadi tuan mau tak mau kita harus mengoperasi Tuan Reino"


"Tunggu sebentar dok...Kita sudah bahas resiko jika kami sekeluarga setuju Reino operasi..Tapi jika Reino tidak dioperasi bagaimana"


"Anda menyiksa hidupnya Tuan...Karena perlahan penyakit itu menyebar perlahan mematikan seluruh otaknya..Itu lebih menyakitkan tuan"


Alex diam mencoba mencerna perkataan dokter itu..Bagai buah simalakama kondisi Alex saat ini..Semua mengandung resiko yang besar bagi hidup Reino


"Dok beri saya waktu untuk membahas ini kepada anggota keluarga yang lain...Terutama istrinya"


"Baik..kami beri waktu hingga esok siang Tuan"

__ADS_1


"Ya dok secepatnya saya akan memberikan keputusan"


Alex meninggalkan ruangan dokter...Dia tidak langsung kembali ke ruangan Reino...Alex memilih mencari tempat yang bisa digunakan untuknya sholat..Alex butuh sandaran butuh ketenangan sebelum menemui keluarga yang lainnya


Beruntung dirumah sakit itu ada ruangan yang cukup bersih dan cukup sepi untuk Alex melakukan ibadahnya...Dengan khusyuk Alex meminta kepada sang pencipta jalan terbaik yang harus dia ambil


Jay dan Andrea sudah tiba dirumah sakit dan langsung menuju ICU..Didepan ruangan sudah ada Jojo dan Juna yang sedang duduk menunggu menggantikan Syamil dan Syaqilla yang harus pulang beristirahat


"Assalamu'alaikum Jo"


"Waalaikumsalam Jay..Bang Drea uda datang"


"Loe balik aja kasian Juna sampai ketiduran"


"Baiklah makasih uda mau gantiin gue Jay"


"Iya gapapa loe balik jaga bang Af"


"Iya gue balik duluan nitip Daddy"


"Iya hati hati"


Jojo membangunkan Juna untuk diajak pulang karena hari sudah larut..Juna pun esok harus ke kampus..Jay masuk ke ruang rawat Reino...Perlahan duduk disamping ranjang Reino...mencium tangannya seperti biasa yang dilakukannya setiap bertemu


"Assalamu'alaikum Dad..Wah Daddy sepertinya betah ya dialam mimpi..Jangan bilang Daddy ketemu bidadari cantik ya.. Hahaha..Jay aduin Mommy ya"


Jay mengambil kain basah yang sudah disiapkan didekat nakas beserta ember kecil berisi air hangat.. Perlahan Jay mengusap wajah Rei lalu ke tangan dan membuka sedikit baju Reino agar badannya bisa dibersihkan..Sambil membersihkan Jay terus bercerita


"Dad..tau gak cucu perempuan kesayangan Daddy si Chila kemarin berulah lagi..Masa dia nendang benda pusaka milik Bagas sampai memar..Dan Bagas harus disunat saat itu juga..Haha.. Terkadang Jay bingung anak itu kenapa bar bar sekali"


Jay terus mengusap setiap bagian tubuh Reino yang bisa dia jangkau


"Ingat gak Dad...waktu pertama kali Daddy ketemu Chila saat bukan lagi balita ..Daddy ditendang tulang keringnya kan..Haha...Itu pasti sangat sakit ya Dad..Hahaha..Dan alasan Chila karena ada Opa mesum mau nyium Chila...Hahaha..Dia lupa kalau Daddy Opa dia"


Jay membenarkan posisi pakaian Rei dan beranjak menuju toilet untuk membuang air yang dipakainya untuk membersihkan Reino


"Dad semangat yuk..masa letoy amat yak..Bukan Daddy Rei yang Jay kenal..Daddy masih ingin lihat Jay menindas bag Af kan..So Daddy harus bangun..harus semangat kami semua menyayangi Daddy"


Jay memang selalu berkata konyol agar dia berusaha meredam rasa sakitnya melihat orang yang begitu disayanginya hanya terdiam tak bergerak sedangkan dulu Rei paling tidak suka Jay terus menindas Afnan


"Dad gak takut apa Mommy cari brondong atau pengusaha yang lebih tampan dari Daddy kalau Daddy menyerah sampai disini"


"Huh... Sepertinya Daddy memang pingin Mommy punya suami baru ya..Ok..Jay akan carikan yang lebih gagah dan tampan dari Daddy"


Jay tersenyum saat tiba-tiba melihat jari Reino sedikit bergerak mendengar ocehannya yang tak jelas itu


"Dad..Jay minta Daddy harus tetap kuat kita semua ada disini.. Mommy sangat merindukan Daddy..Apa perlu Chila datang dan kembali menendang Daddy agar cepat siuman"


Jay menghela nafasnya dan perlahan menjauh dan berpamitan pada Rei dan bergantian dengan Andrea yang ingin menjenguk Re


"Dad Jay pamit...Daddy harus berjuang kembali dimana tempat Daddy tinggal saat ini.. Assalamu'alaikum Dad"


Jay mencium tangan Reino terasa sedikit Cengkraman dari jari jari Reino..Namun jay masih tenang menunggu hasil dokter nanti memeriksa


Sedangkan Alex yang sudah kembali dari ibadahnya lalu menemui Jay...dia menceritakan semua apa yang dokter katakan..Jay diam membisu..Jay sedih mendengar setiap perkataan Alex


"Dad segeralah beritahu Momm Silma..jay yakin ini jalan yang terbaik"


"Iya Daddy akan pulang dulu membicarakan ini..dan semoga mereka juga setuju..Dan semoga Mama Papa kamu segera sampai Jay agar Daddy tidak terkena amukan Mama mu masalah Reino ini"


"Semoga Dad"


Alex lalu berpamitan kepada Jay karena Andrea masih didalam..Alex harus segera mengambil keputusan agar nyawa Reino masih bisa diselamatkan


Dirumah Alex langsung menceritakan semuanya dan mereka juga sama kagetnya dengan Alex


"Dad..kenapa harus seperti ini..hiks..Daddy tega ninggalin Mommy..hiks..hiks..jika Daddy pergi mommy akan minta pada Tuhan agar menyabut nyawa Mommy dihati yang sama dimana Daddy meninggalkan Mommy..Mommy gak bisa tanpa Daddy..hiks..hiks...hiks"


Jojo memeluk ibu mertuanya yang hanya bisa berbaring lemah karena sejak Rei jatuh sakit Silma terus berusaha untuk kesembuhannya dan saat Reino dinyatakan koma seluruh tubuh Silma lemas seperti tanpa daya


"Bagaimana menurut kalian"


"Kami setuju Reino dioperasi secepatnya"


"Baiklah Alex akan menghubungi dokter"


Hari itu kesempatan 5% diambil keluarga itu..karena mereka yakin hidup mati sudah diatur...Jadi hanya usaha dan doa yang mereka bisa lakukan


______


😭😭😭😭 jadi keingat paman ku meninggalkan karena kanker otak saat detik terakhir mengambil keputusan operasi namun keluarga tidak mau..Al Fatihah...Tenang disana Paman bersama ibu


Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2