JODOH TERINDAH Season 1& 2

JODOH TERINDAH Season 1& 2
RashSya~Berbagi part 2


__ADS_3

Selama ini RashSya sudah diajarkan oleh orangtuanya untuk menghargai apa yang didapatkannya termasuk semua pemberian para Opa Oma serta uncle dan auntynya


Karena mereka sangat menyayangi RashSya...Walaupun orangtua dan Opa Omanya sendiri juga tak pernah membatasi keinginan sang putra...Si kembar tidak sesuka hatinya..Setiap bualan pasti akan ada kiriman dari sang Opa di Malaysia dengan jumlah yang fantastis begitu juga keluarga yang lain


Uang yang mereka dapat bukan untuk mereka foya foya...mereka sudah tau ada hak orang lain dalam uang mereka dan setiap bulan mereka akan berkunjung ke yayasan menaungi anak yatim piatu yang terlantar dan juga mereka memiliki sekolah khusus untuk anak-anak tidak mampu


"RashSya sayang besok jadwal kita berkunjung seperti biasa"


"Iya mom..apakah barang yang dibutuhkan sudah disiapkan semua mom"


"Untuk kebutuhan pokok..Daddy dan Opa sudah mengurus...Kalian mau membawa apa...mainan lagi dan buku buku cerita baru..atau yang lain"


"Hmm Daddy apa Daddy sudah membelikan peralatan tulis yang baru untuk mereka"


"Daddy sudah memesankan semua kebutuhan belajar mereka Bang"


"Huh jika memang seperti itu kali ini kami akan memberikan uang saja"


"Good boy"


"Perlu opa bantu"


"Tidak perlu uang kami lebih dari cukup"


"Opa tau...maksud Opa bantu mengemasnya"


"Itu juga tidak perlu"


"Kenapa"


"Karena kami takut Opa shock lihat uang kami yang banyak"


"Dasar semprul"


"Hahahaha...Opa selalu saja kalah jika berdebat dengan kalian"


Arash menjawab perkataan Omanya


"Dan oma akan bahagia jika Opa tertindas"


"Hahaha kalian memang terbaik"


"Daddy ada uang cash dirumah"


"Kalian mau berapa..Daddy ada tapi tidak banyak"


Arsya melihatkan nominal yang dituliskan di ponselnya dia tunjukkan kepada sang Abang untuk disepakati..Setelah Arash mengangguk mereka langsung menunjukkan pada Daddy-nya


"What sebanyak ini...apa kalian yakin"


"Daddy tidak percaya atau Daddy kepo dengan tabungan kami yang tak kami sentuh ini"


"Jadi ini tabungan bukan uang jajan dari Daddy"


"Bukan"


Arka penasaran langsung melihat


"Arsya ini sudah termasuk uang jajan dari Opa"


"Bukan...ini uang tabungan diluar uang pemberian Daddy dan Opa"


"Jay anak kamu bisa beli kapal pesiar ini mah"


"Iya Pah...baru tau Jay mereka punya uang sebanyak ini"


"Itu sudah kami kurangi hampir seperempatnya Daddy"


"Hah..yang benar saja seperempatnya diambil masih sebanyak ini..ck...ck"


Jay bergeleng geleng sambil berdecak...dia speechless melihat saldo yang dimiliki anaknya


"Itu seperempat yang kalian bilang buat apa"


"Buat yang membutuhkan Opa"


"Setipa bukankah kalian bagikan"


"Tidak...setiap Jumat kami bagikan"


"Dan uang kalian masih sebanyak ini"


Duo RashSya yang melihat Opanya melotot karena kaget mereka tanggapi santai dengan memakan es cream


"Pah pikiran Papa sama denganku"


"Hmmm..Papa akan minta Raga mengeceknya"


Arsya berkata kepada Opanya


"Tak perlu kalian curiga...jika kalian tau kenapa yang kami sebanyak itu..karena kami percaya jika kami bersedekah harta kami semakin banyak bukan akan berkurang...dan terbukti"


Prok prok prok

__ADS_1


"Anak mommy memang terbaik...Sholeh terus ya sayang...cup"


Jasmine bertepuk tangan dan mengecup pipi mereka


"Kami RashSya mom...bukan Sholeh"


"Itu kan doa sayangnya mommy"


"Oh begitukah"


"Heh.. sudahlah mommy gak mau debat sama kalian"


"Bagaimana Daddy apa uang Daddy ada"


"Ada akan Daddy ambilkan nant..dan kalian tidak perlu ganti"


"Tidak...kami sudah transfer ke rekening Daddy...dan ini buktinya"


"Huh... Daddy tidak minta ganti uang Daddy uang kalian juga..Daddy cari uang juga buat kalian"


"Kami tidak mau...kami sudah berniat bersedekah dengan uang kami sendiri...jika kami tidak mengganti uang Daddy itu berarti Daddy yang bersedekah bukan kami"


"Ya sudah anggap saja begitu"


"Dad..sedekah kok numpang..Daddy mau amalnya ditumpangi orang lain"


"Ya tidaklah"


"Kami pun sama"


"Du hinterhältiges Kind"


(Dasar anak licik)


"Ich erinnere mich nicht, wer der Vater ist"


(Gak ingat siapa bapaknya)


"Hahaha skakmat Jay"


"Ya sudahlah"


Jay lalu beranjak ke kamarnya mengambil uang yang diminta kedua putranya...Saat Jay keluar membawa koper berisi uang Chila keluar dari kamar bermainnya


"Was hat Papa mitgebracht?"


(Apa yang Daddy bawa)


"Hmm koper honey"


"Sudah lelah bermainnya sayang"


"Sudah Daddy.. gendong"


"Baiklah kemari...Daddy gendong"


Jay menggendong Chila seperti koala dan Chila menaruh kepalanya diceruk Jay


"Apa kamu mengantuk sayang"


"Just a little Daddy"


"Ya sudah tidurlah sayang..Daddy akan menggendongmu"


"Love u so much dad"


"Love u more and more baby"


Jay yang baru turun dari lantai atas sambil menggendong Chila membuat Jasmine bertanya


"Dad..bukannya Chila bermain dengan Oneng"


"Dia sudah lelah mom..dan minta digendong"


"Sini berikan pada Mommy"


"Tidak perlu mom...Daddy ingin menggendongnya...takut sebentar lagi dia tak mau digendong Daddy seperti si kembar"


Jasmine mengusap pelan kepala Chila dan mencium keningnya sambil berkata


"Maafkan mommy sayang...kamu mommy tinggal bantu oma memasak"


Jay tersenyum melihat kasih sayang istrinya itu...dia merasa beruntung memiliki Jasmine kasih sayang yang tulus yang ditunjukkan oleh Jasmine benar benar dari hati paling dalam..Setiap detik perkembangan anak anaknya dia pantau sendiri


Sambil tetap menggendong Chila sambil menaruh koper di atas meja dan diserahkan kepada si kembar


"Ini boys"


"Thanks dad...kami akan membawa ke kamar"


"Kenapa tidak disini saja"


"Nanti opa tau berapa kami isi kedalam amplop ini"

__ADS_1


Sambil menunjukkan tumpukkan amplop putih kehadapan Arka sambil berjalan menuju kamar mereka


"Kalian ini sungguh menyebalkan"


Jay memangku chila yang sudah tertidur lelap...sambil menonton TV Jay berbincang dengan Arka


"Jay Papa mau ambil anak angkat dari panti"


"Hmmm...cewek apa cowok dad"


"Seorang anak perempuan cantik dan juga cerdas"


"Dia tinggal di panti mana"


"Panti yang kita kunjungi"


"Mama bagaimana"


"Mama setuju...dan kami sudah cek siapa anak itu"


"Terus"


"Anak itu diserahkan oleh warga sekitar karena dibuang di hutan dekat panti..Papa sudah pastikan jika orangtua anak itu tak akan bisa melacak keberadaannya karena mereka sudah tega membuang sejak lahir tidak bisa dipungkiri jika nanti anak itu akan dibuang lagi walaupun dengan cara lain"


"Berapa usianya"


"Beda tiga tahun dengan RashSya..dia sudah bersekolah disekolah kita dan dia memegang juara umum"


"Trus akan Daddy ajak tinggal disini"


"Rencananya...namun kemarin Louis menelpon Papa..dan dia juga ingin mengangkat anak...jadi papa biar anak itu Louis bawa ke Jerman...bagaimana menurutmu"


"Jay terserah papa saja gimana baiknya...tapi sebaiknya perkenalkan ank itu kepada si kembar dan Princess kita dulu..biar bagaimanapun mereka akan menjadi saudara"


"Baiklah nanti akan Papa kenalkan"


Acara amal yang selalu keluarga Arka lakukan akan dilaksanakan hari ini mereka sudah bersiap dengan membawa dua mobil...satu khusus untuk barang bantuan


Diperjalanan Chila nampak lesu tak ceria seperti biasa


"Honey kamu kenapa nak"


"Tak apa dad"


"Sini Daddy peluk sayang"


Chila sangat manja dengan Jay dan Arka dia selalu bermanja-manja dalam dekapan kedua bodyguardnya itu


"Chila kenapa sayang"


"Lelah mom"


"Ya sudah tidurlah sini mommy pangku"


"No mom..Chila mau Daddy"


"Baiklah"


Butuh waktu tiga jam untuk sampai ke panti yang biasa mereka kunjungi...karena memang di daerah pedalaman dan jalan memang sedikit rusak


"Alhamdulillah sudah sampai yuk turun"


Chila yang tadinya loyo menjadi semangat bahkan dia langsung berbaur dengan anak anak panti seusianya...merek juga dekat Chila


Mereka sudah melaksanakan keinginan mereka...dan Arka memanggil seorang anak perempuan cantik yang diceritakan pada Jay


Si kembar sempat kaget memiliki saudara angkat namun mereka menerima...namun Arka kembali berucap jika anak itu akan ikut Louis ke Jerman


Arash mendekati sang adik


"Sabar ya bro nanti kalau uda waktunya dan juga kalau jodoh dia balik kok...Haha"


"Sialan loe bang"


"Ngaku aja napa sih"


"Sesuka loe lah bang



Arsyilla Qeeva Malik


Princess Zaydan Malik yang sangatirip dengan Daddy-nya


______


Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak


dan mampir juga dikarya recehku lainnya kak


Teman Tapi Nikah


Three MASKENTIR

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2