JODOH TERINDAH Season 1& 2

JODOH TERINDAH Season 1& 2
RashSya~Sang casanova


__ADS_3

Selama di Jerman keluarga Arka menginap dirumah reyno..begitu juga keluarga yang lain..Kediaman reyno menjadi sangat rame apalagi Jay membawa duo somplak asisten si kembar


"Jay loe ngapain sih bawa mereka segala"


"Noh tanyabsi kembar bang"


RashSya yang disebut menoleh kepada Afnan...belum sempat bertanya sudah dijawab


"Kenapa apa uwak keberatan dengan mereka"


"Bukan begitu...Gak seharusnya Jan mereka ikut..toh bukan saudara juga"


"Uwak bule salah mereka saudara kami...jika uwak keberatan dengan mereka berarti uwak juga keberatan dengan kami disini"


"Buk...bukan seperti itu"


"Atau jangan jangan uwak takut mereka menghabiskan makanan uwak...jangan khawatir Daddy kami masih sanggup memberi makan mereka...apa uwak lupa siapa Daddy kami"


RashSya hanya tersenyum diujung bibirnya


"Huh...Sultan mah bebas...iya maafkan uncle ya...Tapi maksud uncle bukan seperti itu RashSya"


"Terus apa...menuhin rumah uwak gitu...gak masalah setelah ini kami pindah ke hotel...Kayak orang tipis aja...ingat uwak jangan pelit pelit..uban sudah bejibun banyakin amal biar kuburan gak sempit...harta gak dibawa mati gak usah disayang sayang...sayang tuh amal terbang bebas karena sifat pelit uwak"


"Iya uda stop uncle gak akan ngomong lagi...stop..salah melulu perasaan gue yak"


Afnan memelankan suaranya dikalimat terakhir..namun Arsya masih mendengar


"Arsya dengar uwak...ngomong didepan orangnya jangan dibelakang...ghibah itu namanya...ingat dosa besar ghibah itu


..Mau tuh lidah ditarik keluar sampai panjang ngalahin leher jerapah"


"Ya Allah tengilll anak loe sumpah bikin gemes pengen gue pites...Gak bapak gak anak sumpah nyebelin"


Jay mengusap lembut kepala Arsya


"Anak Daddy makin pintar saja siapa yang ngajarin nak"


"Bu ustadzah...saat ikut Oma pengajian"


"Wah bagus sekali ya cucu Opa Rey..pinter ngajinya..Juna ajarin gih"


"Ajarin apa opa Rey"


"Ajarin ngaji dong sayang...Juna belum pandai mengaji"


"Oh itu kami tau"


"Oya..Tau dari mana"


"Dari Kak junjun..dia pandai pacaran aja"


"Hahaha...tepat sasaran sekali cucu Opa Rey"


"Daddy gitu amat yak sama cucunya sendiri"


"Fakta kan Af...anakmu itu seminggu berapa kali ganti pacar..padahal bapak ya gak doyan cewek loh dulu"


"Ish dad..Kenapa buka kartu sih...iya Afnan yang salah karena belum bisa didik Juna dengan benar"


"Bagus dong sadar diri"


Afnan hanya bisa mendesah saja..Dari arah dapur maid berkata makanan sudah siap..Saat melihat meja makan Afnan berbinar..karena melihat makanan kesukaannya


"Wah masakan siapa ini"


"Ini mah si Eneng yang masak...Itulah kenapa duo asisten RashSya harus dibawa.. RashSya hidup ditempat orang yang mengkonsumsi nasi...Mereka juga gak begitu suka masakan western"


"Samakan Sam uwak Bule mereka...Haha"


"Betul sekali...dia mah Bule imitasi..Haha"


Afnan tak peduli omongan mereka dan terus memakan masakan Eneng sayur asem sambel terasi dan ikan asin...Dan ikan asin dan terasi khusus mereka bawa dari Indonesia


"Ngil loe bawa banyak gak ini bahan semua"


"Kenapa emang"


"Tinggalin lah buat gue..disini mana ada"


"Huh dasar Bule selera lokal"


"Biarkan saja"


Arash pun berkata


"Bule kok makannya terasi..jadi penasaran deh kalau lagi dinner atau lunch sama klien trus pas pesan makan gini bilangnya..'bisa pesan sambal terasi dan ikan peda'..Sampai ujung dunia tuh waiter langsung ngesot gakndong apa maunya"


"Dasar ponakan nyebelin"


"Oh Arash nyebelin toh...Ok.. Eneng...oh Eneng"

__ADS_1


"Yuhu...Eneng datang dengan Arash..wat hepen"


"Tuh semua bahan makanan yang buat kami sendiri kan simpan ditempat aman"


"Hem gitu ya den...apa ada tikus dirumah ini"


"Oh ada lebih bahaya dari tikus Indonesia"


"Waduh biangnya tikus dong den...kok ngeri ya rumah cakep cakep ada tikusnya"


"Makanya amanin makanan kita...ditempat yang tak bisa dijangkau oleh si tikus"


"Den dilemari gak aman...kulkas apalagi...aha Eneng ada ide den"


"Dimana Neng"


"Lari brangkas pasti aman kan tikus bego gak bisa nembus lemari besi..baca tulis aja gak bisa..gimana den"


"Woke...sana bilang opa Rey minta semua disimpan brankas"


Semua yang dengar auto ngakak...apalagi Afnan disebut sebagai biangnya tikus..Reyno pun menjawab


"Nggak Opa gak kasi kode brankas...yang ada dokumen penting bau terasi sama ikan asin semua..Gak kebayang dah.. sumpah"


"Iya Rey coba loe bayangin pas pengacara loe butuh satu dokumen...bau harumnya bisa buat pingsan..hahaha"


"Dasar cucunya Arka sableng"


"Dad gimana gak sableng gurunya aja titisan Sinto gendeng"


"Buahahaa bener juga tuh...klop dah majikan titisan abu Nawas...punya asisten titisan Sinto gendeng...ambyar"


RashSya dan Eneng santai aja menanggapi semua orang yang sedang tertawa


"Kok tumben diam aja Ars"


"Diam itu emas"


"Iya po...kuning dong"


Afnan gak sadar dengan omongannya.. padahal dia masih santai menikmati jus alpukat


"Kuning itu..."


"Tai den Arsya...jemek jemek kayak bayi"


huek....


"Sumpah gue gak tahan lagi sama anak loe ngil...suka banget bully gue...salah gue tuh apa dari dalam perut sampai segede ini masih aja bully gue"


Jay dan yang lain hanya tertawa..Afnan berdiri hendak menangkap RashSya


"Sini uncle sentil kuping kalian..gemes banget sama kalian"


"Huh..Gak usah sok sokan ngejar kita encok nanti"


"Heh uncle belum tua"


"Iya belum tua cuma beruban"


"Tengilll anak loe...karungin aja sana"


"Apa sih bang teriak teriak...kasian lah cicak pada tidur kebangun lagi"


"Noh anak loe karungin aja Sono...bikin gedeg aja"


"Mereka salah apa memangnya..cuma bilang beruban kan"


"Banyak mereka bilang tadi"


"Gue ingatnya cuma beruban tuh bang..dan mereka bener cuma situ aja menolak tua"


"Huh bapak sama anak sama aja...sama sama ngeselin"


Sikembar keluar dan duduk di teras bersama dengan Ghaisan...Tak lama Juna datang dengan merangkul seorang wanita


"Rash...ganti lagi tuh cewek bang junjun"


"Iya Ghai kayak minum obat aja"


Juna mendekati sepupunya itu untuk mengenalkan ceweknya itu


"Hai eperi bodeh...good night"


"Serasa Eneng yang ngomong yak"


"Heem"


"Kalian kenalin nih pacar abang"


"Yang ke berapa bang"

__ADS_1


"Maksudnya gimana ya..gak paham gue"


Arsya mendekati cewek Juna bukan untuk berkenalan...dengan bahasa Jerman Arsya berkata


"Kak kasian banget ya jadi antrian ke 100"


"Maksud kamu apa"


Arash menunjukkan foto para wanita Juna...dan dalam sehari ini aja uda bawa empat cewek dan yang didepannya yang kelima


Perempuan itu langsung menampar Juna


"Beib jangan percaya mereka..mereka hanya usil beib...percaya sama aku ya...aku sayangnya cuma sama kamu beib"


Juna merayu didepan para sepupunya


"Wow gombalnya receh banget ya"


"Tapi keren Rash...aku pengen deh kayak bang Juna"


"Heleh yang gak bener aja diikuti Ghai"


"Keren tau"


"Mau tau yang lebih keren"


"Apaan"


RashSya berteriak


"Mang Toyib..Eneng"


"Ya den"


Asisten somplak mereka datang


"What hepen den"


"Asoy geboy yuk"


"Kuy den"


Juna yang masih terus membujuk kekasihnya mulai terganggu dengan kebisingan sepupu somplaknya


"Are yu rede den...tarik mang"


Dasar kau keong racun


Baru kenal eh ngajak tidur


Ngomong nggak sopan santun


Kau anggap aku ayam kampung


Kau rayu diriku


Kau goda diriku


Kau colek diriku


Eh ku takut sekali


tanpa basa basi kau ngajak happy happy


Eh kau tak tahu malu


Tanpa basa basi kau ngajak happy happy


Mereka sengaja menyindir Juna... RashSya memukul meja dan kursi sedang Ghaisan membawa kaleng minuman..Si Eneng uda segala macam goyang keluar..goyang macul lah...ngebor dribel..ngesot pun ada dia


Juna kesal sama ulah sepupunya saat dia ingin menghampiri...Eh malah ceweknya ikutan goyang si Eneng..nular oey..Juna Speechless lihat pacarnya uda kayak kesetanan


Orang yang didalam rumah keluar melihat malam malam ada orkes geblek nyasar ke Jerman..dan penari istimewanya Bule Jerman.. Kesempatan itu gak disisa siakan si Oneng...dia minta dipidioin katanya buat bukti teman temannya kalau dugem sama bule


Kompak semua tepuk jidat dengan penuturan Oneng


"Jay loe masukin aja ke museum tuh manusia absurd"


"Gue aja gak keberatan kenapa loe yang ribet sih"


"Susah ngomong sama loe ngil"


"Sultan mah bebas"


____


Maaf ya author lagi sakit gigi jadi baru bisa muncul dikit dikit


Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2