
Semenjak adanya twin dirumah Arka semakin ramai...Jay memang tak ingin keluar dari rumah orangtuanya bukan karena tak mampu membeli rumah...namun Jay kasian jika orangtuanya kesepian
Jay sangat mengerti itu karena Kakek neneknya mengalami itu...dan beruntung saat usia senja Aidil kembali kerumah menjaga dan merawat Kakek nenek Jay
Pagi hari akan diributkan dengan perbuatan Duo RashSya...Nama mereka disingkat demikian mempermudah pemanggilan menurut sang Daddy
"Papa..RashSya kemana"
"Dikamar Papa dong"
"ih...balikin. anak aku Pah..masa dari pagi dikekepin melulu..aku juga mau maen sama mereka"
"Nggak ntar aja kamu maennya"
"Papa bikin lagi aja sana biar gak gangguin aku terus"
"His mulutnya itu loh"
"Seksi"
Selalu seperti itu..jika Jay berangkat ke kantor Twin A akan disabotase sang opa hanya saat menangis meminta ASI saja dikembalikan pada Mommynya..Arka sudah jarang ke kantor dia lebih suka dirumah
Jay mengikuti sang Papa...karena seharian dikantor dia merindukan kedua putranya itu..Dan pasti akan selalu beradu mulut dengan opanya..Jay masuk ke kamar orangtuanya melihat kedua jagoannya tertidur diatas ranjang opanya dengan nyenyak
"Anak Daddy bangun dong...ayo kain sama Daddy"
Arka yang menjawab perkataan Jay
"Jangan mau ya cucu opa..mau bobok aja"
"Ayo dong Arash Arsya bangun sayang Daddy kangen sama kalian"
"Gak usah bangun bobok aja"
Jay kesal langsung mengangkat tubuh salah satu putranya diciumi seluruh wajahnya..namun putranya tetap terlelap tak merasa terganggu
"Sama kaya Daddy-nya kalau tidur gak akan pernah terganggu apapun walaupun itu gempa..hahaha...dasar kebo"
Jay cuek saja tetap menciumi putranya perlahan tubuh mungil itu dibawa berjalan keluar kamar oleh Daddy-nya..Arka tak menyadari itu karena sibuk dengan laptopnya
Satu persatu bayi itu sudah berpindah ke kamar Jay..lalu Jay mengunci pintunya dari dalam agar tidak diganggu papanya
"Daddy udah pulang"
Jay menoleh kearah istrinya yang baru selesai mandi
"Heem..hari ini Duo RashSya rewel gak mom"
"Nggak kok mereka anteng banget malah..lagian aku jarang gedong kok Dad..haha"
"Pasti opanya kan yang sabotase"
"Haha..iya...mereka dibalikin kalau haus aja..ntar diambil lagi kalau Uda tidur"
"Baguslah Mommy bisa istirahat..pemulihan badan"
Jay menarik tangan sang istri dan mebdudukannya diatas pahanya
__ADS_1
"Tapi gak enak juga sama papa Bang...takut Papa pengen istirahat ntar ke ganggu sama si kembar"
Jay membelai kepala sang istri dan pipinya juga
"Gak perlu mikir gitu...kamu lihat Papa sangat bahagia dengan si kembar...kalau kita melarangnya Papa akan kecewa dan sedih"
"Hem..baiklah Daddy RashSya.. Tambah cinta deh akunya"
"Love U too Mommy RashSya..Ganti baju kamu..aku takut khilaf..haha"
"Ish gak sabaran banget"
Jay lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri...semenjak si kembar lahir Jay selalu pulang lebih awal dari kantornya
Oek..oek
Salah satu dari si kembar terbangun.. Jasmine langsung menyusuinya..Jay yang baru selesai mandi tersenyum melihat pemandangan itu..Dia bergegas berpakaian karena jika satu bangun maka sepuluh menit kemudian yang satu lagi akan bangun...Jay sudah hafal dengan kebiasaan sikembar
Jay melihat putranya menyusu dengan sangat rakus
"Hei boy pelan pelan saja..minumlah sampai kenyang sebelum kakak kamu bangun"
"Abang Uda bisa bedain mana Arash mana Arsya"
"Sudah dong"
"Apa coba bedanya"
"Alisnya..Arash punya alis lebih tebal dibandingkan Arsya"
"Hahaha..iya..jika tak melihat secara teliti mereka susah dibedakan"
Ternyata baby Arash terbangun sama seperti Arsya kembarannya yang lebih dulu bangun..Jay langsung berdiri mengangkat Arash dari box baginya
"Abang Arash bangun juga...mau mimik juga iya..tunggu adek Arsya selesai dulu..Abang sama Daddy dulu"
Jasmine tersenyum...dia sangat bahagia mendapat suami seperti Jay..dari awal si kembar pulang kerumah Jay ikut turun tangan merawat si kembar...bahkan jay menolak keras menggunakan jasa pengasuh anak..begitupun Jasmine
"Daddy Arsya sudah kenyang..Arash tolong bawa kesini"
"Tuh adeknya Uda selesai...sekarang Abang yang mimik ya"
Jay meletakkan Arash perlahan disamping Jasmine agar mudah untuk memberikan ASI... sedangkan baby Arsya masih membuka matanya diangkat Jay....Jay mrlemangku putranya itu sambil diajak bershalawat dan berbicara
"Arsya sayang..belum ngantuk kamu nak..Arsya mau main dulu dengan Daddy ya"
Jay memangku Arsya hingga tanpa sadar dia dan juga Arsya sama sama terlelap
"Ya Allah duo tampanku tertidur bersama"
Jasmine mengambil Arsya perlahan dan mengembalikan kedalam box bayi bersama dengan Arash.. Jasmine mendekati sang suami membelai lembut pipinya agar terbangun
"Abang sayang...bangun dulu yuk..mau adzan Maghrib loh"
Jay masih diam tak terganggu
"Daddy RashSya bangun yuk"
__ADS_1
"Hem"
"Bangun yuk mau Maghrib nanti lanjut lagi tidurnya"
Jay memeluk erat Jasmine dari samping
"Uda bangun Mommy RashSya"
"Daddy lelah"
"Lelahku hilang karena kalian..Daddy hanya ingin memeluk mu saja mom"
"Hem baiklah"
"Oya tadi Varo nelpon anaknya Uda lahir"
"Oya laki pa perempuan"
"Perempuan namanya Shanum Shidqia Alvaro"
"Wah cantik sendiri ya diantara anak anak kalian bertiga..haha"
"Iya anak Tian cowok dan gak jauh usianya dari si kembar"
"Siapa nama anak Tian Dad aku lupa"
"Ghaydan Atha Septian"
Sambil berpelukan mereka membicarakan anak anak mereka dan anak anak sahabat mereka
"Aku yakin Bang saat mereka besar nanti Shanum akan menjadi putri yang dilindungi"
"Iya jika Varo benar mau kembali ke kota ini jika tidak mereka akan jarang bertemu"
"Hem aku paham Bang bagaimana perasaan Varo..dia dan adiknya merasa dibuang... sekarang papanya sakit dan bangkrut meminta Varo merawat"
"Selama Varo masih bisa menangani kita cukup diam saja sayang..walaupun Mama minta aku bantu dia..tapi aku gak mau Varo merasa diremehkan"
"Oya kemarin istri Tian kak Friska bilang kalau Ghaydan mau disekolahkan disini"
"Trus mereka gak ikut tinggal disini gitu Yang"
"Kata kak Friska sih akan menyusul setelah urusan ganti pimpinan gitu katanya bang"
"Iya Tian pernah cerita..jadi yang disurabaya itu kan perusahaan milik mertua dia..karena gak ada anak lelaki maka Tian diminta mertuanya buat handle...nah sekarang Papa Tian sendiri sudah mulai berumur dan akan segera pensiun...Tian memilih kembali ke keluarganya...untuk yang disurabaya akan dicarikan pimpinan..tian hanya memantau dari sini saja"
"Pasti seru kali ya Bang kalau pada kumpul semua"
"Pastinya...dan mama sama papa juga akan bahagia cucunya kumpul semua"
Suara adzan dari masjid disekitar komplek terdengar....Jay beranjak mengambil wudhu dan bergegas ke masjid bersama dengan Papanya
_____
**Next kita akan tau duo RashSya akan mengikuti jejak sang Daddy atau lebih parah
jangan lupa Like komen rate dan vote seikhlasnya kakak
__ADS_1
Sekalian mengingatkan...jaga kondisi kalian..patuhi peraturan yang berlaku...terutama untuk anak anak tolong dijaga kesehatannya...disekitaran kediaman othor banyak yang OTG dan anak anak semua...tetap jaga kesehatan kalian..Love U all
HAPPY READING**