
"Daddy liburan nanti kita akan kemana"
"Kalian mau kemana"
"Hmm..kami sudah lama tidak bertemu Abang Juna dan juga Keynan"
"Ya sudah kita ketempat uncle Afnan"
"Uwak Daddy uwak...bukan uncle"
"Hei boy Daddy penasaran mengapa kalian memanggil uncle Afnan dengan sebutan uwak"
"Karena lebih pantas daripada kami menyebutnya Uncle"
"Why"
"He looks older than the others"
Jay menahan tawanya
"Tapi dia masih muda sayang"
"So"
"Panggil Uncle saja"
"Tidak kami tidak mau..kami suka menyebutnya Uwak"
"Oh baiklah..Oya Daddy akan mencari hadiah untuk Keynan apa kalian mau ikut"
"Tidak kami ingin bereksperimen"
"Apa yang ingin kalian lakukan"
"Sedikit percobaan Daddy"
"Hmmm...baiklah asal jangan membahayakan diri kalian"
Jay berdiri ingin beranjak mengingat sesuatu
"Satu lagi jangan jahil dengan mang toyib"
"Kami tidak janji Daddy"
Jay hanya bisa geleng dan tersenyum...mengingat malam tadi mang toyib kembali menjadi sasaran kejahilan si kembar
flashback
Mang Toyib yang sedang asyik mendengarkan musik dangdut terusik karena kedua majikan kecilnya meminta ditemani menonton film horor..Kedua orangtua mereka serta Opa dan Oma sedang menghadiri acara kolega mereka
"Mang Toyib yuhu where are You"
"Iya Aden mamang datang"
Mang Toyib berjalan santai sambil menyanyi goyang dumang sambil menggoyangkan pinggulnya
"Ayo goyang dumang biar hati senang pikiranpun tenang galau jadi hilang...Ayo goyang dumang"
Mang Toyib memang luwes saat bergoyang bak penari jaipong..Duo RashSya pun ikutan bergoyang sambil berbicara
"Mang ayo nonton film Drakor"
"Heh pilem apaan itu den"
"Pilem..film amang"
"Susah Aden omong Ep"
"Serah deh sebahagia mamang aja..ayo kita nonton film Drakor"
"Judulnya apa den"
"Kuntil anak bangkit dari kubur"
"Kuy lah den"
"Let go"
Semua cemilan disiapkan oleh pengasuh mereka Kasiyem...tapi Duo RashSya memanggilnya Aura kasih...Aura kasih mengira mereka akan menonton Drakor beneran...dia sudah sangat antusias
"Aden ganteng pemainnya Lee Minho atau Lee Donghae atau jangan jangan Parkir Soo Joon"
Arsya asal nyeletuk..malah membuat si aura kasih bahagia
"Pak Simin"
"Park Jimin...haduh ganteng banget itu mah Aden"
Duo RashSya sudah kebal dengan ocehan pengasuhnya itu..sedangkan mag Toyib hanya mencebik saja
Film pun dimulai musik horor telah terdengar...pengasuh mereka mulai protes
"Aden kenapa drakormya serem"
"La emang film horor Eneng"
"Judulnya apa Aden"
"Beranak dalam kubur"
__ADS_1
"What itu bukan Drakor Aden..itu pilem horor..Ish si Aden boongin Eneng ya"
"Nggak kata Daddy ini film Drakor"
"Ini mah Drahor bukan Drakor"
Si aura kasih ingin kembali ke kamarnya karena kecewa namun sudah takut mendengar lengkingan suara susina..Mang Toyib pun sama dia malah bersembunyi dibelakang punggung aura kasih
"Mamang apaan sih sempit ini"
"Takut Bi...itu kenapa bolong belakangnya"
"Eneng juga takut kali Mang"
Sedangkan Duo RashSya santai sambil memakan camilannya bahkan tak ada raut takut diwajah mereka..Satu jam berlalu film sudah selesai dan kedua orangtua mereka saat ini sudah berada didepan
Jay bingung karena lampu diruang utama mati dan hanya ada penerangan dari cahaya televisi...Jay menyalakan lampu
"Kalian lihat apa"
"Drakor Daddy"
Jasmine menatap heran kearah putranya
"Dari mana kalian dapat film itu nak"
"Koleksi Opa Daddy"
Jasmine menatap Jay bingung sedang yang ditatap malah memainkan matanya
"Sayang apa judul film yang kalia lihat"
"Beranak dalam kubur mommy"
"Hah"
Jay tertawa melihat ekspresi sang istri yang kaget mendengar judul film mereka
"Daddy jelaskan"
"Nanti dikamar ya sayang"
"Heuh modus"
Mereka menatap Bi Aura kasih dan mang toyib sedang menungging menutup mata mereka dan telinga dengan bantal sofa
"Kalian kenapa"
Mang Toyib yang belum sadar kedatangan Jay berteriak kaget saat Jay menepuk pundak mereka..selain itu lampu ruang televisi belum dinyalakan oleh Jay..
"Kuntil bapak"
Mang Toyib berlari diikuti si aura kasih..mereka kaget melihat wajah Jay dibawah cahaya yang remang remang
Namun sudah tak didengar Mang Toyib dan aura kasih sudah ketakutan..Tanpa mereka tau Mang Toyib sampai ngompol
"RashSya kenapa kalian tidak takut"
"Huh lebih serem lihat muka uwak bule daripada Drakor ini Daddy"
"Hahahaha...kalian memang luar biasa"
"Siapa uwak bule Daddy"
"Bang Afnan"
"Hah...kalau orangnya dengar bisa mati berdiri"
"Mommy mati itu tidur kalau berdiri susah nguburnya"
"huh..iya mommy salah"
Si kembar berdiri sambil membawa ponselnya..berjalan dengan gaya tengilnya melewati kedua orangtuanya yang masih berdiri didepan mereka
"Mau kemana kalian ini sudah malam"
"Sebentar saja Daddy"
Jay dan Jasmine penasaran apa yang akan mereka lakukan karena mereka berjalan menuju kamar belakang untuk para maid dan juga penjaga
Arsya mengambil bedak tabur dilaci obat dan Arash mengambil mukena yang dijemur...mereka berjalan mendekati para penjaga juga Mang Toyib yang sedang minum kopi
"ihi hihihihi"
Suara ketawa yang direkam oleh RashSya diputar..para penjaga dan mang toyib seketika menegang..kembali suara tawa itu diputar...dan Arash mendekat sambil meloncat loncat
"Po....po..pocong"
Ada beberapa pengawal yang lari sedangkan Mang Toyib berdiri sambil mengompol dan beberapa pengawal lainnya pingsan
Jay dan Jasmine speechless dengan kelakuan anaknya itu...dengan entengnya mereka berkata pada para pengawal yang masih berdiri agak jauh
"Badan doang besar sama setan aja takut...lebih bahaya setan berwujud manusia daripada setan sungguhan"
Arash menaruh mukena tadi lalu berbelok masuk rumah.. sedangkan Arsya masih menatap tajam semua pengawal
"Dasar Cemen"
Kini sang adek mengekor sang kakak...dan kedua orangtuanya masih saja bingung dan heran dengan kelakuan si kembar
__ADS_1
Flashback off
Sampai pagi ini mang toyib masih sedikit trauma dengan kejadian tadi malam.. Sikembar mengajak Mang Toyib bat berenang agar rileks..namun tanpa Mang Toyib tau jika dia sedang dijadikan bahan eksperimen
Si kembar memesan baju duyung kepada istri Andrea..Jeje beberapa waktu yang lalu lengkap dengan bra dan wig berwarna oranye..dan pesanan itu sudah sampai kemarin..dan akan diuji kepada mang Toyib sebelum dibawa ke sekolahan untuk pentas drama duyung kecemplung got
Dan semua akan tau siapa pencipta judul drama aneh itu jika bukan Trio gesrek... Ghaydan dan si kembar alasannya agar berbeda
Bahkan semua konstum si kembar meminta Aunty Jeje untuk membuat dan mereka membayarnya tanpa meminta ganti rugi pada teman temannya...jika ditanya dari mana dapat uang selalu dijawab ada donatur
"Mang Toyib temani kita berenang"
"Siap Aden"
"Ghaydan belum datang Abang"
"Sebentar lagi adek..rumah opanya kan lumayan jauh dari sini"
"Kenapa harus pulang sih"
"Kan tiap weekend dia harus pulang kerumah opanya..kamu lupa"
"Oiya..kebanyakan gaul sama Opa jadi ikutan pikun"
Orang yang disebut namanya ada dibelakang mereka
"Kamu yang pikun kenapa Opa yang salah"
"Karena kami sudah terkontaminasi"
"Memangnya Opa ini virus"
"Bisa jadi"
"Ya Allah gini amat ya nasibku"
kompak si kembar menjawab
"Alay"
Mereka berjalan membawa kostum mermaid untuk dicoba Mang Toyib...Mang Toyib berteriak karena susah jalan
"Den RashSya gimana jalannya ini"
"ngesot lah"
"Hah...gak mau aden masa saingan sama suster ngesot"
"Nggak usah saingan...berteman saja"
"Lebih nyeremin dong den"
"Uda sekarang mamang pose kita foto"
"Aduh malu dong Aden"
"Mau foto atau potong gaji"
"Ya elah ancamannya"
Mang Toyib hanya pasrah dengan perintah majikan kecilnya itu..para penjaga dan maid tertawa melihat Mang Toyib berpose mermaid jadi jadian..
Jay yang baru saja pulang bersama istrinya heran melihat papanya terus tertawa dan menghadap ke kolam renang
"Ada apa pah"
"Lihat noh perbuatan anakmu"
"Ya Allah...kenapa mereka ngerjain Mang Toyib lagi sih"
Untungnya si kembar sudah hampir selesai ketika Jay pulang..Jay langsung memanggil Duo RashSya
"Ada apa Daddy memanggil kami"
"Kalian kenapa menjahili mang toyib lagi"
"Kami tidak menjahili..kami meminta bantuan kepada mang toyib"
"Bantuan apa"
Arash menceritakan tentang drama disekolah nya dan dia menggunakan Mang Toyib sebagai imajinasinya membuat naskah
"Tapi tak baik jika kalian terus mengganggu Mang Toyib"
"Baiklah Dad kami mengerti"
"Jangan diulangi lagi"
"Kami tidak janji"
"Ya sudahlah"
Si kembar menyaut dengan bernyanyi
"Apapun yang terjadi..ku kan slalu ada untukmu...janganlah kau bersedih coz everything gonna be Ok"
Jay tertawa melihat ekspresi kedua putranya bernyanyi..Walaupun jahilnya gak ketulungan dan pastinya tengil banget..namun Jay sangat bangga kepada putranya..mereka hanya akan bersikap konyol dirumah saja...jika diluar mereka seperti kulkas
_______
__ADS_1
Jangan lupa Like komen rate dan vote seikhlasnya kakak
HAPPY READING