
Hari ini Syamil menemui Kepala sekolah tempat Ghaisan menimba ilmu sudah hampir empat hari Ghaisan mogok sekolah karena bully-an teman temannya
Ghaisan termasuk anak pendiam dan cenderung cupu..bahkan dia juga mengenakan kacamata.. Sebenarnya itu karena pengaruh dari Syaqilla yang selalu takut dan khawatir putranya kenapa kenapa...Bahkan saat Ghaisan belajar bersepeda dan jatuh Syaqilla yang heboh dan melarang dia belajar bersepeda lagi
"Pak Syamil tolong beri motivasi untuk Ghaisan..Karena Ghaisan adalah salah satu anak cerdas disekolah ini"
"Tapi saya juga minta Anda sebagai Kapala sekolah menangani kasus ini...Nama saya bukan sekali seperti ini...Saya bisa saja mengadu kepada Pak Arka selaku pemilik sekolah ini dan sekaligus Kakek Ghaisan tapi saya tidak ingin melibatkan beliau jika Anda masih bisa mengatasi"
"Baik kami akan mengatasinya Pak..maafkan kelalaian kami"
"Saya harap berita ini tidak terdengar oleh Pak Arka..karena jika beliau tau saya tidak bisa berbuat apa apa"
"Baik pak kami usahakan yang terbaik"
Syamil keluar dari ruangan kepala sekolah dia melihat ke sekitar sekolah anaknya itu
"Mengapa sekolah elit seperti ini masih menyimpan siswa berjiwa rendah"
Syamil bergumam dalam hati..Arka memang selama ini tidak tahu tentang kasus bullying yang dialami Ghaisan karena Syamil masih bisa mengatasinya
Syamil menuju kantor Jay...Dia ingin meminta pendapat adek iparnya itu..Dan kebetulan sikembar juga sedang Disa
"Hai keponakan Paman yang tampan"
"Uda dari dulu"
"Ya ya... walaupun masih tampan Paman"
"Tampan di jamannya"
"Loh kok gitu"
"Iya sekarang uda tua jadi kelihatan keriputnya"
Jay tertawa mendengar jawaban Arsya
"Hahaha...kalian jangan gitu sama Paman Syam"
"Huh selalu seperti ini jika bertemu kalian"
Si kembar tak peduli sibuk dengan gadget-nya
"Ada bang tumben nyamperin kesini gak dirumah aja"
"Gue bingung masalah Ichan"
"Kenapa"
"Kena bully lagi...dan uda empat hari gak mau sekolah"
"Loe uda ngomong sama Papa"
"Belum jangan dulu biar gue selesain sendiri dulu..lagian juga reputasi sekolah bisa jelek"
"Hmmm...terus loe maunya gimana"
"Gue tu pingin anak gue bisa kayak si kembar yang pintar jaga diri dan juga ga begitu peduli hinaan orang"
"Huft...susah bang...karena bini loe terlalu lebay..padahal Ichan bukan anak gadis"
"Gue juga gak mau bini gue sedih tau anaknya diginiin"
"Loe belum jujur sama Qilla masalah ini"
"Belum gue takut dia sedih...Dan lebih lebay sama Ichan"
"Tapi sebaiknya loe jujur bang...biar gimana Qilla ibunya"
"Iya pulang dari sini gue bakal bicara....sekarang gue minta pendapat loe gue harus gimana Ichan masih murung dikamarnya"
Jay melihat kearah si kembar yang kebetulan mereka sama sama menganggukkan kepala
"Ichan biar nginep dirumah gue dulu bang...siapa tau nanti ketemu si kembar bisa terhibur"
"Apa gak masalah"
"Nggak papa Paman biar kami temani Ichan dirumah..kalau nginap dirumah Paman kami tak betah dengan cara aunty yang lebay"
"Hahaha...kamu Rash kalau aunty tau ngamuk dia"
__ADS_1
"Gimana"
"Ok...nanti sore Ichan Abang antar kerumah loe Jay"
Syamil pamit pulang dan bersiap mengantar Ichan kerumah si kembar..Syamil berkata pada istrinya jika permintaan sikembar Ichan menginap disana
Jay mencoba mencari tau apa yang direncanakan si kembar untuk sepupunya
"Arash apa yang akan kalian lakukan untuk Ichan"
"Kenapa Daddy ke...po"
"Wajarlah Daddy pengen tau rencana anak anak Daddy ini"
"Ini misi rahasia...daddy tinggal lihat hasilnya saja"
"Kalian gak semakin mem-bully Ichan kan"
"Bisa jadi"
"Ya jangan dong semakin down dia"
"Ada pepatah bilang pahit ketemu pahit akan menjadi manis"
"Jadi maksud Arsya jika semakin dibully Ichan semakin kuat gitu"
"Bisa jadi"
"Ilmu dari mana itu"
"Prof.Altoyib Mukarim"
"Hah..siapa itu"
"Huh Daddy gak gaul"
Jay berfikir sejenak dan bRu sadar
"Jadi maksud kalian Mang Toyib"
"Yuhu"
"Pakai peta dong dad biar gak sesat"
"Huh tambah puyeng yang ada"
"Jika pusing minum saja borax"
"Daddy mau kalian jadiin mumy gitu"
"Yah benda keramat"
"Ya Allah tega kalian sama Daddy...sungguh teganya dirimu teganya teganya..pada diriku"
"Fals Dad bikin mules"
"Anak gue beneran ini"
Hari sudah sore Jay mengajak kedua putranya kembali kerumah..Saat tiba di gerbang sudah ada mobil Syamil disana
"Assalamu'alaikum..mom oh mommy"
"Waalaikumsalam..berisik amat sih"
"Opa kenapa sewot"
"Nggak papa"
"Ouh"
Si kembar lalu mencari mommynya dan memeluknya..Jay yang melihat ikut-ikutan
"Kangen"
"Daddy juga kangen mom"
"Ish kalian ini menyingkir sana berat"
Mereka melepaskan Jasmine dan masuk kamar..Ichan sudah berada dikamar sikembar
__ADS_1
"Eh si Ghai..jadi nginep sini"
"Heem"
"Ok kalau begitu"
Dibawah Syaqilla sedang dinasehati Melany dan Jasmine karena sikapnya yang terlalu lebay kepada Ghaisan..Dan Syaqilla mulai mu memperbaiki...disitu Arka juga baru tau karena Jay keceplosan membahas bullying Ghaisan
Dikamar setelah mengerjakan PR sikembar mengajak Ichan bermain dan pasti akan dibully si kembar
"Ih kamu gimana sih main gini aja gak bisa"
"Iya iya gue ulangin lagi"
Ghaisan memang tak masalah jika yang mem-bully itu mereka berdua karena sudah terbiasa
Ini hari kedua Ghaisan menginap dirumah Jay dan masih belum sekolah..Dan sikembar setia menemani sepulang sekolah kali ini Ghaydan juga ikut menginap karena besok weekend
"Gha-i...kamu kenapa minder"
"Ya minder aja"
"Kayak apa sih orang yang bully kamu"
Ghaisan mengambil ponselnya dan membuka galeri..Memperlihatkan foto anak yang suka mem-bully dirinya
"Namanya Johan"
Trio rusuh melihat foto itu
"Gantungan kamu jauh ini mah"
"Iya bener kata Arash..bedanya kacamata kamu ketebalan...sama rambut kamu terlalu klimis...kayak iklan minyak rambut aja...Haha"
"Haha Si Ghay printer juga"
"Huh... begitukah"
Trio rusuh sudah tau apa yang harus dikerjakan... setelah tau Ghaisan lebih unggul semuanya dibanding anak itu..hanya butuh keberanian mengubah diri saja
"Loe mau kita bantuin"
"Mau"
"Tapi ada syaratnya"
"Apa"
"Kamu patuhi aturan kita tanpa bantahan dan mengeluh"
"Ok..Aku mau"
Ghaydan mulai melepas kacamata Ghaisan dan menggantinya dengan kacamata yang lebih tipis dan modis.. Sebenarnya ingin memakaikan softlens tapi takut terjatuh..Setelah itu Trio rusuh mencoba gaya rambut yang pas untuk Ghaisan...Dengan bantuan Mang Toyib rambut Ichan sedikit dirapikan
"Ok penampilan sudah perfect..tinggal mental kamu"
"Kamu harus belajar beladiri setidaknya untuk pertahanan bukan untuk berkelahi.. melawan boleh tapi sewajarnya saja"
"Mamah gak akan ijinin"
"Aunty gak akan tau..rahasia kita aman"
Ghaisan hanya mengangguk patuh...Selama empat hari dia belajar beladiri dasar..dan Trio rusuh terus memotivasinya agar memiliki hati yang keras saat di bully
"Jadilah tembok jika kamu dibully tulisan kuping kamu bekukan hati kamu..biar kamu kuat..cukup saat dibully dan bersikaplah normal jika tidak dibully"
"Jika mereka main tangan kamu balas boleh tapi sewajarnya jangan berlebihan cukup seperti gertakan jika kamu tidak lemah..paham"
"Iya aku paham"
Seminggu sudah berlalu.. Ghaisan kembali dengan semangat dan mental baru..bahkan penampilan barunya membuat sang Mama kaget begitu juga Papanya..
Dan Ghaisan juga berani mengungkapkan keinginannya melanjutkan belajar beladiri nya kepada orang tuanya..Awalnya Syaqilla melarang tapi setelah dijelaskan oleh Ghaisan seperti perkataan si kembar mamanya pun setuju
_______
Happy Reading
Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak
__ADS_1