
Kabar bahagia menyelimuti keluaga Jay.. Jasmine dinyataka hamil dan usia kandungan Jasmine sudah 10minggu..Untuk kehamilan kali ini hanya Jay yang ngidam dan teler karena terus muntah.. sedangkan Jasmine tak merasakan apapun
Sore ini rencananya Jay dan Jasmine akan memberitahukan kabar kehamilannya pada seluruh keluarga terutama si kembar yang sudah sangat lama menunggu berita ini
"RashSya ada yang akan kami sampaikan kepada kalian"
"Apa dad"
"Keinginan kalian memiliki seorang adek telah terkabul"
"Benarkah..dimana adek"
"Masih ada didalam perut mommy"
"Daddy jangan mencoba berbohong kami"
"Berbohong seperti apa nak"
"Bagaimana mungkin adek kami didalam perut mommy..masuk lewat mana"
"Lewat lorong rahasia"
Jawaban Jay yang seenaknya semakin membuat RashSya penasaran
"Lorong rahasia..dimana letaknya itu"
"Hem karena rahasia jadi kalian tidak boleh tau"
"Oo.. seperti itu"
"Ya begitulah"
Jasmine tersenyum menanggapi kedua putranya yang belum mengerti
"Mom bagaimana bisa adek kami diperut mommy yang kecil itu..apa adek tidaj kesempitan"
"Tidak sayang..adek tidak kesempitan..jika kalian penasaran nanti saat waktunya periksa kita akan ajak kalian melihat adek kalian"
"Hmmm..baiklah"
Mereka kembali menonton televisi..namun si kembar masih bingung bagaimana bisa adek mereka berada dalam perut sang mommy
"Adek...apa kamu masih penasaran"
"Iya Abang... bagaimana jika kita bertanya pada Eneng saja...mungkin dia mengerti"
"Boleh..tapi nanti saja setelah film ini selesai"
"Iya"
Film kartun yang mereka tonton akhirnya selesai..si kembar berjalan menuju kamar pengasuhnya..sedangkan orang tua mereka sudah beristirahat si kamar
"Eneng...oh Eneng"
Belum ada sahutan dari si Eneng Aura kasih yang sibuk berdendang sambil menyetrika pakaian
"Eneng...liminho datang"
"Hah..Bebeb Minho....mana den mana"
"Dikorea"
"Ish Aden bercanda masa Bebeb Minho ganteng korengan"
"Korea Eneng Korea"
"Haha..koreng itu penyakit orang kampung kaya saya atuh Aden"
"Huft serah deh"
Akhirnya mereka menulis di kertas daripada senewen ngomong gak nyambung
Dalam kertas bertuliskan...
"Eneng kami mau tanya bisa"
Si Eneng menjawab
"Bisa Aden...kenapa harus pakai tulisan sih kaya orang bisu aja"
"Kalau kita ngomong gak akan nyambung"
__ADS_1
Si kembar kembali menulis
"Eneng gimana caranya adek kita didalam perut mommy..lewat mana masuknya"
"Hahaha...Aden mau punya adek..wah selamat"
Si kembar hanya senyum dan mengangguk
"Caranya dengan enak enak Aden"
Mereka semakin tak mengerti
"Apa itu Eneng"
"Ya enak enak..jadi si kecebong didorong masuk lewat terowongan"
"Hah kecebong"
"Berarti adek kita nanti jadi kodok dong"
"Ya nggaklah Aden...hahaha..itu cuma istilah calon adek si Aden ganteng"
"Terus terowongan"
"Jalan menuju nirwana"
Si Eneng mendongak sambil tersenyum mesum.. membayangkan yang seharusnya dibayangkan
"Apa itu jelaskan sejelas mungkin kepada kami"
"Jadi intinya gini Aden..si tongkat sakti didorong masuk lewat terowongan dengan gerakan berirama...seperti ini
'Maju...mundur...maju...mundur'...terus nanti si tongkat sakti nyemburin kecebong sampailah kita ke puncak nirwana begitu Aden"
Si Eneng sambil memperagakan gerakan maju mundur dengan pinggulnya..si kembar makin bingung saja
"Memang tongkat bisa nyembur..kaya selang aja"
"Lah emang iya...sangat ajaib..oh...pokoknya bisa bikin melayang"
Lagi lagi si Eneng otaknya sudah piknik kemana mana..sambil memeluk dirinya sendiri dan menggoyang goyangkan tubuhnya
Si kembar yang bingung dengan kelakuan si Eneng memilih meninggalkan manusia setengah absurd itu
"Iya Abang...lalu pada siapa kita bertanya"
"Opa saja bagaimana"
"kalau Paman Bintang"
"Sebaiknya jangan lebih baik opa saja"
"Iya ayo kita cari opa"
Mereka ke belakang mencari Opa mereka..karena jika menjelang sore Opa mereka berada di taman belakang menyiram bunga bunga kesayangannya
"Opa...Opaaaaaa"
"Iya Arash ada apa"
"Opa bagaimana tongkat sakti Daddy menghasilkan kecebong adek kita"
Arka langsung menatap tajam cucu kesayangannya itu..lalu mengajak mereka duduk di gazebo
"Arash dapat darimana istilah itu"
Arash menceritakan semua apa yang dikatakan oleh si Eneng..Arka menepuk jidatnya..Dalam hati dia berkata
"Bagaimana cara seleksi di lembaga penyalur ART..sampai meloloskan orang seperti Eneng yang otaknya sangat amazing...patut dipertanyakan"
Bahkan Arsya mengikuti gerakan si Eneng peragakan tadi
"Ya Allah cucu ku terkontaminasi..kalian aduh gimana ngomongnya ini"
"Apa benar seperti itu prosesnya opa"
"Umur kalian belum cukup untuk itu RashSya..yang jelas sekarang kita bersyukur karena kalian akan memiliki adek dan kalian harus membantu Daddy menjaga mommy dan juga calon adek didalam perut mommy kalian"
"Huft baiklah...kami tidak akan bertanya jika memang kami tidak diijinkan"
"Anak pintar"
__ADS_1
Dalam hati Arka bersorak karena terhindar dari pertanyaan maut dikembar...namun jangan disangka rasa penasaran itu hilang begitu saja...Si kembar bertanya kepada uwak bulenya melalui sambungan video..Karena perbedaan waktu mereka menunggu waktu malam untuk menghubungi uwak bulenya
"Assalamu'alaikum..uwak"
"Waalaikumsalam..eh RashSya..ada apa...kangen sama uwak"
"Tidak"
"Lalu"
"Kami ingin menanyakan sesuatu pada uwak"
"Apa"
Arash menceritakan detail pertanyaannya..Afnan sempat terkejut...karena pertanyaan mereka seperti jebakan..namun jika tidak dijawab mereka tidak akan berhenti bertanya...dijawab jujur pasti Jay akan mengamuk..terpaksa dia menjawab dengan jawaban yang hampir sama dengan si Eneng namun kali ini Afnan pengen sedikit mengerjai si kembar
"Kalian sudah mengerti"
"Jadi tidak hanya Daddy uwak pun punya tongkat ajaib..apakah kami juga punya"
"Semua lelaki punya namun kalian harus menunggu dewasa untuk bisa mengerti dan melihatnya"
"Baiklah kami sudah paham...berarti uwak Bule juga punya"
"Jelas bahkan lebih hebat dari milik Daddy kalian"
"Oya...sehebat apa itu"
"Pokoknya lebih hebat dan lebih perkasa"
"Begitukah...apa ada buktinya"
"Tidak bisa dibuktikan didepan kalian..kalian bisa pingsan hahaha"
"Heleh..uwak Bule mencoba menipu kami ya"
"Uncle tidak pernah menipu kalian..itu fakta"
"Jika tidak ada buktinya hoak namanya uwak Bule"
"Ck..susah sekali menjelaskan pada kalian..coba kalian uncle tanya"
"Apa"
"Bagaimana cara membuktikan kekuatan tongkat sakti Daddy kalian"
"Itu mudah"
"Bagaimana..kalian juga belum pernah melihatnya kan"
"Tanpa melihat kami sudah tau Daddy kami hebat"
"Mengapa yakin sekali"
"Jelas..sudah terbukti"
"Apa buktinya"
"Ada calon adek kami diperut mommy sudah cukup membuktikan"
Afnan hanya bisa diam tanpa tau cara menjawabnya...maksud hati mengerjai agar bisa membuat malu Jay...yang ada senjata makan tuan
"Benarkan apa yang kami ucapkan uwak Bule"
"Sedangkan uwak Bule tak bisa membuktikan kepada kami kehebatan tongkat sakti milik uwak Bule..karena Bang Jujun belum memiliki adek"
Afnan hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal
"Ok uncle mengalah...namun suatu saat uncle akan buktikan kehebatan tongkat sakti uncle...kita tunggu saja"
"Baiklah...uwak boleh sombong setelah terbukti namun untuk saat ini jangan harap"
Tanpa aba aba si kembar langsung menutup sambungan videonya..Afnan bergumam sambil menatap ponselnya
"Gue lupa dia titisan abu Nawas..tapi kenapa selalu gue yang sial ya...gak bapaknya nggak anaknya suka sekali LP ihat gue teraniaya..huft..nasib nasib"
____
Jangan pelit pelit ya sama jempol nya...
kalau berkenan votenya dong...sekarang vote hanya bisa tiap Senin..ngasi bunga juga gapapa..tararangkyu
__ADS_1
Happy Reading