
Liburan sebelum memasuki sekolah baru keluarga Jay terbang ke Jerman...kebetulan seminggu lagi Kenzou akan menikah dengan Rafika...setelah melewati perjuangan panjang takdir jodoh mereka memang bertemu
Perbaikan Zou dan Fika memang diadakan di Jerman karena Fika masih dalam masa penyembuhan setelah tersadar dari komanya...Fika mengalami kecelakaan saat sedang perjalanan ke luar kota
"Jay semua persiapan sudah selesai kan"
"Sudah Pah...pesawat juga uda dibooking"
"Mama jadi mau cari oleh oleh"
"Jadi Pah nanti sama Jasmine kebetulan pesanan kak Rey..jadi mama cari sendiri"
"Hmmm..Ya sudah Papa antar nanti"
"Nggak perlu pah ada Jasmine lagian kita pake supir"
"Suami Mama itu papa atau pak Karyo supir kita sih"
"Mang Toyib"
"Ealah cari yang mudaan dia"
"Ya iyalah yang masih fresh graduate"
"Iya papa uda tua...Uda gak menarik lagi..uda gak lincah lagi...gak kayak Mang Toyib yang masih fresh...masih gesit"
Arka berbicara dengan tangan bersedekah dan cemberut...Jay yang mendengar itu merasa jengah...entah sejak kapan Papanya terkontaminasi menjadi melow drama
"Huh...drama oe drama aja terus"
Arka melempar bantal sofa kearah jay dan mengenai kepalanya
"Dasar anak solimi bapaknya lagi tertindas gak ada sedih sedihnya"
"Tuan Arka Alfatir yang terhormat...tidak ada dalam Anda bisa ditindas...yang ada Anda selalu menindas"
"Ya Allah kenapa punya anak tengil amat yak"
Jay berlalu tanpa memperdulikan drama kedua orangtuanya itu..Jay mencari istri tercintanya yang sedari tadi sibuk dikamar
ceklek
Jay melihat istrinya berpenampilan seksi...hanya menggunakan dres berbahan satin dengan tali seukuran satu jari saja..dan panjang dres itu diatas lutut...Rambut Jasmine diikat tinggi keatas menampakkan leher jenjangnya
Jay memeluk istrinya dari belakang dan membenamkan wajahnya pada perpotongan leher istrinya sambil mengecup pundak yang terekspos
"Hmmm...sayang...sekseh banget sih"
"Panas bang cuacanya...ACnya aja gak mempan"
Memang udara hari itu sangatlah terik
"Iya panas...saking panasnya pengen yang lebih panas lagi Yang"
"Kamu mau makan yang panas panas Bang...ini uda sangat panas loh bang...gak takut kepanasan"
"Ya nggaklah Yang...panas nikmat mana takut"
Jay berkata sambil terus mengecupi lhwr istrinya tangannya sudah piknik dari Sabang sampai Merauke
"Abang tangannya jangan gatel napa"
"Gak gatel Yang cuma lagi jahil aja"
"Bang stop nggak"
"Yang nanggung ah...ayolah bikin yang panas panas...mumpung Chila lagi diajak uyutnya main"
"Gak ah gak kuat panasnya"
Bukan Jay namanya kalau tak bisa membuat Jasmine terlena... Jasmine yang awalnya menolak pun terhanyut menikmati
Jay lupa mengaktifkan mode kedap suara dalam kamarnya...saat sedang asyik asyiknya mendaki gunung lewati lembah.. kebisingan didepan kamar Jay dimulai
"Stop...kau mencuri hatiku hatiku...stop kau mencuri hatiku...."
di dud di du
Trio tengil sedang konser tepat di ruangan depan kamera Jay..Saat mereka berhenti bernyanyi ribut mendengar suara misterius
"Ahhh...ahh"
"Rash tu suara apaan ya"
RashSya terdiam dan mendengar begitu juga Mang Toyib dan Si Eneng yang diminta menjaga Trio Rusuh
"Iya Ghay kayak desisan ya"
__ADS_1
Mang Toyib mulai panik...berbeda dengan Eneng yang memang tau itu suara apa..otaknya traveling
"Aden jangan jangan ada ular...lagi booming kobra masuk rumah loh den"
"Mang jangan nakut nakutin dong..kobra kan mematikan"
"Tenang den kita cari senjata dulu"
Desisan kembali terdengar
"Hssssh..hssssh"
"Mang kayaknya ularnya gak jauh deh..gimana ini"
Melihat Eneng yang malah senyum senyum sendiri mereka pun bertanya
"Oneng kenapa senyum senyum...Loe gak dengar ada ular mendesis"
"Iya ular kenikmatan"
Mang Toyib yang memang tak paham menoyor kepala si Eneng
"Dasar Oneng mana ada digigit atau disembur ular nikmat"
"Ish si Mamang masa kaya gitu aja gak paham"
"Udah jangan berantem..Mamang cepat cari senjata jaga jaga kalau ularny keluar tiba tiba"
"Siap den mamang juga mau cari karung biar bisa dibuang jauh"
Eneng yang melihat si Mang Toyib membawa sapu...stik golf dan karung berdecih..
"Ck...Mamang kenapa bawa bawa kayak gitu"
"Ish kamu uda dikasih tau ada ular kok masih tanya buat apa"
"Dasar mamang itu polos apa b**o sih masa suara kaya ginian aja gak paham..Coba mamang dengar baik baik"
Mereka kembali mendengar dan suara itu keluar lagi lebih kencang...Trio rusuh makin takut
"Mang ayo cepat dicari sebelum berbahaya"
"Siap den"
Dag...dug..dug
Mang Toyib mulai mencari cari hingga terdengar suara kegaduhan si Eneng dengan santainya berkata
Trio rusuh makin panik
"Daddy...Mommy"
Mereka kompak berteriak dan berlari ke depan kamar Jay menggedor pintu itu
Dug dug dug
"Daddy... Mommy..open the door.. danger"
Didalam kamar Jay yang masih nanggung menatap istrinya
"Ada apa dengan mereka dad"
"Gak tau mom..seau daddy mereka tidak dirumah... sedang bersepeda"
Kembali teriakan Trio rusuh mengganggu
"Daddy.. Mommy open the door ada ular dad...ada ular"
Jay dan Jasmine sama sama kaget mendengar kata itu...Dengan cepat Jay menyelesaikan tugasnya..dan berlari ke toilet membersihkan diri dan berpakaian
ceklek
Dengan keadaan acak acakan dan keringat masih sedikit terlihat Jay membuka pintu
"Ada apa kenapa ribut sekali"
"Ular dad ular"
"Ular dimana ularnya"
"Dikamar Daddy"
"Hah"
Jay melongo mendengar ucapan si kembar
"Darimana kalian tau ada ular dikamar Daddy"
__ADS_1
"Eneng yang bilang suara ular itu dari kamar Daddy bukan kamar kami"
Jay menyantap tajam pembantu upnormalnya itu...Yang ditatap senyum senyum malu
"Eneng apa maksudnya ini"
Jasmine yang sudah selesai membersihkan diri dan berpakaian lengkap dengan hijab instannya menghampiri mereka didepan kamar
"Ada apa dad..Kenapa mang Toyib membawa pukulan dan karung"
"Ini nyah buat nangkap ular"
"Ular dimana"
Jasmine mulai panik dan merangkul pinggang suaminya..Jay yang penasaran meminta mereka menceritakan
"Sekarang jelaskan pada Daddy dan Mommy ada apa sebenarnya...kenapa kalian mengira ada ular"
Mereka bercerita...
"Tadi kami sedang asyik bernyanyi..tiba tiba si Ghay mendengar suara desisan...gini dad 'Ahhh..shhhh..shhh'...begitu suaranya dad..dan itu kami dengar tiga kali...kata Mang Toyib itu suara desisan ular...diduga ular kobra...kami sudah mencari sekitar sini tapi tidak ada...dan kata si Eneng dari kamar Daddy"
Jasmine membisikkan sesuatu pada suaminya
"Dad..apa lupa sesuatu.. Kenapa pernyataan mereka mengarah ke kita"
Jay ingat sesuatu dan menepuk jidatnya hingga kepalanya terdorong kebelakang
"Iya mom...lupa diaktifkan"
"Dadddyyyyyyy"
"Sorry mom... Sorry...Uda keenakan"
Si Eneng langsung bersuara melihat kedua majikannya berbisik
"Kalian itu dikasih tau Eneng ngeyel sih. suara tadi dari ular kenikmatan...gak bahaya...malah bikin nagih...kalau disembur nikmat apalagi digigit... Joss"
Muka mesum si Eneng sambil menerawang ke langit langit atas..Jay dan Jasmine melongo mendengar penuturan pembantu gesreknya itu
"Loe ngomong apa sih Neng namabya ular ya bahaya"
"Dasar mamang gak paham paham...Tuan nyonya bener kan omongan Eneng tadi"
Jay dan Jasmine cengok mau mengangguk takut lebih banyak pertanyaan..gak dijawab mereka terus menyangka itu ular sungguhan
"Nyonya Tuan ijinkan saya masuk memeriksa kamar nyonya dan tuan sebelum ular itu makin sembunyi"
Mang Toyib tak menghiraukan omongan si Eneng..Jay pun bertanya
"Terus kalau ada mau diapain Mang"
"Mau saya karungin den..terus dijual di pedang makanan yang menjual daging kobra untuk obat...kan lumayan jadi duit dan ular itu bisa dirica rica"
Jay membayangkan sesuatu yang berharga baginya jadi rica rica...dia bergidik ngeri dan Jasmine hanya tertawa..Eneng kembali menjawab setelah Jay berkata
"Sudah gak usah dicari tadi uda saya cek gak ada apa apa kok aman"
"Dasar Mang Toyib ngeyel sih itu ular spesial blesteran Jerman Turkey..gak ada duanya..Ya kan nyonya"
Si Eneng tersenyum menggoda Jasmine sambil memainkan alisnya naik turun..Jay menghentikan pembicaraan sebelum lebih jauh...setelah Mang Toyib berkata
"Wah ular kobra langka itu..setau saya kobra dari India..ini ada ya yang blesteran ..bisa laku mahal itu"
"Stop gak usah diteruskan...rumah ini aman dan nyaman..dan kamu Eneng masih mau ikut ke Jerman gak...kalau masih ikut gak usah mesum otaknya"
"Ikut dong tuan...saya kan pingin naik pesawat terbang biar bisa ketemu Bule Bule...siapa tau ada yang naksir Eneng"
Mang Toyib menjawab
"Kasian sekali tuh bule nikah sama loe Neng...bukan memperbaiki keturunan...malah memperburuk"
"Syirik aja loe Mang...awas ya kalau Eneng dapat Bule jangan iri"
"Nggak akan"
"Uda stop...Kalian beres beres kalau gak saya tinggal kalian"
"Baik tuan"
Mereka berdua turun dan membereskan pakaian yang akan dibawa ke Jerman...mereka ikut atas permintaan Trio rusuh..untuk dijadikan bodyguardnya
Sedangkan Jasmine yang masih merasa malu karena kegiatan hot mereka didengar anak-anak dan pengasuhnya terus saja menggerutu menyalahkan Jay yang tak tau waktu..Nyang lupa menghidupkan mode kedap suara.. untungnya kedua orangtua mereka sedang pergi kalau tidak bisa semakin malu
_______
Kobra blesteran🤔🤔🤔🤔🤔 kayak apa ya????
__ADS_1
Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak
Happy Reading