
"Kring kring ada sepeda..sepedaku roda empat kudapat dari Opa karena rajin meminta"
Daddy dan Opanya yang mendengar VB Arsya bernyanyi penasaran dengan syairnya
"Arsya lagunya salah lirik itu"
"Benar itu Opa"
"Yang benar itu...Kring kring ada sepeda..sepedaku roda tiga kudapat dari Ayah karena rajin membantu"
"Ck...Opa ternyata sudah pikun"
Jay tertawa mendengar Arash membantah Opanya
"Tidak..Opa belum pikun..Ingatan Opa masih sangat bagus"
"Dimana letak bagusnya...coba sekarang Arash tanya"
"Apa"
"Siapa yang membelikan sepeda ini"
"Opa..Tapi syairnya tetap salah Arash"
"Huh...Opa buta angka ya"
"Yang ada buta huruf Arsya"
"Coba Daddy katakan pada kami apa itu buta huruf"
"Tidak bisa mengenal huruf"
"Nah sama kayak buta huruf...buta angka tidak bisa mengira angka"
"Opa bisa"
"Faktanya jumlah roda sepeda kita aja gak tau..huh..masih aja ngeyel"
Arka hanya bisa menutup mulut dengan tangannya sedangkan Jay tertawa tanpa bisa ditahan..Tapi Jay masih penasaran dengan syair terakhirnya
"Boys..Daddy tanya...kenapa merubah syair menjadi karena rajin meminta"
"Iya...karena kami terus meminta sama Opa untuk dibelikan sepeda"
"Kenapa tidak meminta kepada Daddy saja"
"Karena Opa sudah berjanji jika kami rajin membantu Opa berkebun kami akan mendapatkan sepeda"
"Berarti karena rajin membantu bukan meminta RashSya"
"Ck tidak seperti itu...kami rajin membantu Opa namun karena Opa kami sudah pikun jadi kami meminta kembali janji Opa..barulah kami mendapat sepeda"
"Opa tidak pikun..cuma belum ada waktu saja RashSya"
"Huh..alasan aja...udah kami mau keliling dulu Daddy..boleh kami ajak mang Toyib"
"Boleh..jangan pulang sore sore"
Sopir pribadi si kembar bernama Toyiban dan Duo RashSya memiliki cara tersendiri untuk memanggil mereka..Jay dan Arka hanya tertawa mendengar cara RashSya memanggil sopir pribadi plus teman bersepeda mereka
Arash mengambil kaleng bekas...dan Arsya mengambil kecrekan mainan waktu bayi
"Arsya siap"
"Siap abang"
satu
Dua
__ADS_1
Tiga
Deng..Deng
"Mang Toyib...mang Toyib..mengapa tak muncul muncul..tanganku mulutku sudah capek memanggil...mang Toyib..mang Toyib"
Mang Toyib yang mendengar suara musik spesial memanggilnya langsung berlari..Dan karena terbiasa dengan anak majikannya itu...Mang Toyib juga memiliki cara menjawab...Dengan bahasa medognya malah membuat orang tertawa
"Den RashSya I'm Comming (bacanya..em coming tetap dibaca c ya😄😄)"
"Nggak usah sok Inggris... keseleo ntar lidahnya"
"Iya apa den"
"Jangan ngeyel kalau dikasih tau anak kecil"
Karena Duo RashSya selalu berbicara dengan wajah serius dan Mang Toyib yang dari kampung selalu saja percaya
"Tapi kan gak ada tukang urut lidah den"
"Makanya gak usah sok Inggris"
"Siap Aden...mau kemana kita"
"Biasa kita patroli"
"Let's go"
"Mang Toyib"
"Khilap Aden"
"Ngomong F aja gak bisa sok Inggris"
Si kembar keluar dengan membawa sepedanya dan Mang Toyib setia menemani dari belakang..Semenjak si kembar lahir identitas mereka disembunyikan agar mereka leluasa dalam bersosialisasi..Jay selalu menjaga dengan bodyguard secara tersembunyi demi keamanan walaupun duo RashSya sudah menguasai ilmu beladiri tapi Jay sebagai orangtua tetap menjaga mereka
Sikembar berkeliling sampai ke perkampungan seperti biasanya..bahkan dia belajar mengaji dikampung tersebut..Teman temannya pun banyak dari kampung itu..Jay tak mempermasalahkan asal masih terkontrol
"Siap Aden"
Rizky salah satu teman dekat mereka..Rizky hidup hanya bersama ibunya..ayahnya meninggal karena kecelakaan saat bekerja di proyek..yang mengajak mengaji pertama kali si kembar adalah Rizky
Pertemuan mereka tanpa sengaja..Saat itu si kembar pulang sekolah..karena penasaran dengan TK yang berada di belakang komplek..Si kembar meminta bang Toyib untuk diantar kesana..TK sederhana berdekatan dengan SD negeri..Banyak penjual jajanan disana..Si kembar meminta mang Toyib memarkir mobilnya jauh dari sekolah itu..karena mobil yang mereka pakai sangat mewah...Si kembar berjalan setelah mengganti pakaian seragam mereka senang baju biasa dan sandal jepit
Saat melihat penjual cilok si kembar ingin membeli namun kaki mereka terhenti melihat anak seumuran mereka bahkan masih berseragam sekolah duduk menjual kripik opak..Namun para siswa SD dan beberapa siswa TK yang masih disana bukan membeli malah menghina
"Orang miskin kok sekolah disini"
"Oi. si tukang opak jualan lagi"
"Kalian jangan ada yang main sama si tukang opak nanti bau opak kalian..hahaha"
Masih banyak hinaan untuk Rizky namun Rizky hanya tertunduk diam tak menanggapi..Si kembar paling tak suka penindasan..namun mereka juga tak ingin membuat masalah ditempat yang belum mereka kenal..Setelah para siswa yang mem-bully Rizky pergi..Si kembar meminta Mang Toyib membeli semua opak itu
Rizky bahagia dagangan dia habis...dia pulang dengan tersenyum..si kembar mengikuti setiap langkah Rizky..saat tiba didepan rumah Rizky si kembar begitu sedih...rumah kecil nampak usang tapi sangat bersih...walaupun bukan berlantai keramik..ruamah itu tetap bersih...bahkan disekitarnya ditumbuhi sayur sayuran yang ditanam sendiri
Si kembar mendekat kerumah itu...mereka mendengar sayup suara Rizky
"Emak makan dulu Iky tadi jualannya laku semua nanti Iky akan beli obat buat Emak biar Emak sehat lagi"
"Iky uangnya kamu simpan saja dulu buat tambah beli sepatu dan seragam kamu yang Uda jelek nak"
"Ibu harus sehat..nanti Iky bisa beli sepatu kok"
"Baiklah"
Si kembar saling menatap..mereka bersama sama mengangguk kan kepala...mereka bergegas pulang kerumah karena ada misi yang akan mereka kerjakan
Dirumah mereka meminta ijin terlebih dahulu pada kedua orangtuanya dan juga Opa Oma mereka
__ADS_1
"Dad mom...boleh kita minta ijin kepada kalian"
"Ijin apa nak"
"Kami ingin memberikan beberapa koleksi sepatu kami untuk seseorang"
"Dan juga memakai beberapa uang jajan kami untuk membantu orang...apa boleh"
Semua orangtua saling pandang
"Siapa yang ingin kalian bantu"
Arash menunjukkan video yang sengaja dia ambil dari awal mereka tiba di lingkungan sekolah itu hingga percakapan ibu Rizky
Jasmine dan melany nampak meneteskan air mata
"Arash..Arsya..Daddy bangga pada kalian..daddy akan ikut membantu anak tersebut"
"Terimakasih Daddy..we Love U"
"Love tu sayang"
Arka melihat seksama sekolah itu
"Opa juga akan bantu agar teman kalian ini bisa terus bersekolah sampai kapan pun"
"Tapi Oma rasa jika kita tiba tiba datang memberi bantuan akan terlihat seperti keanehan apalagi mereka tidak pernah mengenal kita dan pastinya mereka tak suka"
"Kita bisa memanfaatkan video rekaman jualan anak itu dan juga kita akan datang disaat dia berjualan"
"Opa rasa saran Daddy Jay sangat bagus dengan begitu kita bisa mengenal mereka secara perlahan...dan Opa minta kalian berdua bisa menjadi teman untuk Rizky"
"Kami memang ingin berteman dengan dia Opa..kami bahkan ingin meminta saat SD nanti kami mau sekolah di dekat gerbang kampung itu"
"Kalian serius mau sekolah ditempat itu..bukan disekolah milik Paman Bintang yang elit"
"Huh kami bosan...kehidupan mereka pasti tak jauh beda dengan kami...kami ingin menjadi orang biasa saja Daddy..Sekolah Paman Bintang tidak sesuai dengan kami"
"Baiklah jika itu mau kalian..tapi Daddy minta tetaplah rendah hati"
"Pasti"
Duo RashSya bergegas memngemas beberapa sepatu mereka yang masih sangat bagus bahkan masih ada yang baru
Diruang tengah para orangtua sedang berbincang tentang si kembar
"Papa bangga sama cucu cucu Papa..mereka sangat peduli pada sesama..Apa baru sekali ini mereka pergi kesekolah itu Jay"
"Tidak Pah...mereka sudah satu bulan mengawasi sekolah itu..namun baru kali ini mereka meminta ini"
"Apa mereka baru bertemu Rizky saat ini...jadi mereka baru meminta"
"Sepertinya...karena mereka bukan tipe pemendam rasa..apa yang mereka inginkan langsung diutarakan"
"Kamu benar...benar benar anak anak Sholeh..Disaat anak lain hanya memikirkan mainan mereka sendiri dan juga merengek meminta sesuatu... RashSya memang berbeda jiwa sosial mereka sangat tinggi..benar benar calon pemimpin idaman"
"Pastinya..gak ingat bapaknya siapa"
"Huh... kelepasan"
Hahaha
Melany dan Jasmine menertawakan ayah dan anak itu
_______
**Yuk joged bang Toyib 😅😅
Jangan lupa Like komen rate dan vote seikhlasnya kakak
__ADS_1
HAPPY READING**