
Sejak semalam Jasmine sudah mengalami kontraksi..dan Jay sudah membawanya ke rumah sakit subuh tadi
"Opa dimana mommy dan Daddy"
"Daddy menemani mommy dirumah sakit"
"Apa mommy sakit"
"Tidak..Mommy tidak sakit tapi adek kalian akan segera lahir"
"Benarkah"
"Insyaallah..kalian doakan yang terbaik untuk mommy dan adek kalian..agar segera lahir dengan selamat dan sehat"
"Iya Opa... Bolehkah kami menjenguk mommy"
"Tentu...nanti setelah pulang sekolah kita kesana bersama"
"Baik Opa"
Mereka menikmati sarapan paginya..hari ini Si kembar hanya menjalani ujian akhir sekolah tak terasa mereka segera naik kelas..Selama di sekolah ini Si kembar selalu menjadi juara kelas...Jika Arash peradaban diperingkat satu maka Arsya berada diperingkat kedua selalu dengan selisih nilai sangat tipis.. dan Ghaydan akan ada di peringkat tiga.. seperti itu terus menerus
Saat ini Si kembar sudah berada dirumah sakit bersama Ghaydan dan juga arka
"Opa apa adek kami sudah lahir"
"Alhamdulillah sudah"
"Benarkah...apakah dia seorang adek perempuan yang cantik"
"Tentu saja dia sangat cantik"
"Akhirnya kami memiliki seorang Princess"
Mereka berjalan menuju ruang rawat Jasmine hati si kembar sangat bahagia dan tak sabar ingin melihat adek tercintanya
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam..kalian sudah pulang sekolah"
"Seperti yang Daddy lihat...dimana adek kami"
"Sabar adek sedang tidur di dalam ayo kita temui mommy"
Mereka memasuki satu ruangan lagi...Ruang rawat Jasmine sangat mewah hampir mirip seperti kamar hotel
"Mommy"
"Hei sayang kalian sudah datang... bagaimana ujian kalian"
"Tidak ada masalah..dimana adek kami"
"Itu sedang tidur di dalam boxnya
Si kembar dan juga Ghaydan melihat kearah box bayi...dan melihat sang adek sudah tertidur pulas
"Adek kami sangat cantik Ghay"
"Iya sangat cantik"
"Apa loe gak iri dengan kami"
"Kenapa gue harus iri"
"Karena kami punya adek sedangkan loe tidak"
"Heh adek kalian adek gue juga"
"Oh...tidak bisa..ini hak paten milik kami..dan loe gak boleh mengusiknya"
"Daddy..Princess ini milik Ghaydan juga kan"
"Iya itu adek kalian bersama jadi kalian harus menjaga dan menyayanginya"
"Baik Daddy...Boleh Ghaydan bawa dia kerumah"
__ADS_1
"Tidak boleh kami tidak mengijinkan Princess dibawa kerumah loe Ghay"
Jay dan Jasmine tersenyum melihat ulah mereka
"Dad...aku rasa Princess akan memiliki Abang yang sangat posesif"
"Benar sekali mom...hehe"
"Daddy siapa nama Princess kita"
"Arsyila Qeeva Malik...apa kalian suka"
"Sangat cantik..kami akan memanggilnya Chila"
"Chila...lucu juga.. Mommy suka"
Mereka terus memperhatikan sang adek yang sedang tidur itu bahkan tak ada niat untuk berpindah tempat..Saudara Jay dan Jasmine sudah berada di rumah sakit untuk melihat Princess keluarga Malik
"Wah cantiknya..jadi gumush lihatnya"
"Bang Syam gak pingin ngasih Ghaisan adek"
"Huh...Abang mau banget dek noh mamanya Ichan yang belum mau"
"Rasa sakitnya masih berasa kak Jas"
"Hahaha..kalau itu gue pun sama Qill...tapi gak begitu dipikirkan..nikmati saja ciptaan indahnya"
"Iya betul itu..ayolah mam nambah lagi ya"
"Ntar aja Pah...kalau Ghaisan uda gede"
"Ghaisan uda gede..mau kapan lagi coba"
"Iya betul itu Qill..gak takut bang Syam ketuaan..Yang ada anak kedua dikira cucu...hahaha"
"Sialan loe Jay..Gue belum tua tua amat kali"
"Tapi berumur ya kan"
Ghaisan terus menatap bayi mungil yang sedang dipangkuan Melany..Si kembar pun mulai jahil
"Heh Ghai loe pengen adek juga"
"Panggil gue Ichan aja biar gak ketuker sama Ghaydan"
"Gak kami lebih suka memanggilmu Ghai"
"Ya sudahlah"
"Bagaimana loe pengen adek juga"
"Dia cantik...gue pengen adek cantik seperti Chila"
"Bilang dong sama Papa Mama loe"
"Paling jawabnya...nanti nunggu dapat wangsit"
"Wangsit apa itu Ghai...setau kami pangsit"
"Entahlah Papa selalu seperti itu jawabnya"
"Coba loe sekarang minta lagi"
"Ok..kalian denagar ya"
Ghaisan langsung memanggil kedua orangtuanya...tanpa beranjak dari duduknya dia berkata
"Pah Ichan mau adek seperti Chila"
Semua terdiam melihat ekspresi wajah Ghaisan yang begitu menginginkan adek
"Ya sudah kita bawa saja Chila"
"Enak sekali Paman bicara seperti itu...ini adek kami dan tak bisa dibawa kemanapun"
__ADS_1
"Ck..kalian jangan pelit pelit"
"Kami tidak pelit...mengapa Paman tidak membuatnya sendiri"
Kini tatapan beralih kepada Arsya
"Huh...Paman mau Chila saja"
Syamil berniat menggoda si kembar
"Tidak bisa..jika paman ingin Paman bisa membuatnya sendiri dan jika paman tak bisa kami akan mencarikan tanah liat untuk Paman"
"Tanah liat untuk apa"
"Untuk membuat adek"
"Ilmu dari mana itu"
"Dari ustadz"
"Itu namanya pembohongan publik"
"Tidak pak ustadz tidak berbohong...jika paman tak percaya tanyakan pada Daddy kami"
Jay lalu menjelaskan bahkan tragedi tanah liat yang dia alami itu juga diceritakan...Syamil dan yang lain tertawa
"Arash nanti jika Aunty Qilla sudah diijinkan seperti mommy kalian kami akan beritahu"
"Papa Ichan mau seperti Chila..jika tidak Ichan tak menerimanya"
Arsya langsung menjawab
"Chila tidak akan ada yang menandingi ingat itu Ghai"
Keributan kecil berebut bayi cantik itu terus terjadi...namun sang baby sama sekali tidak terusik
Kini usia Chila sudah satu Minggu dan keluarga Jay mengadakan aqiqah dan pencukuran rambut...Drama terjadi saat rambut Chila akan digunduli...Si kembar protes
"Kenapa rambut Chila harus botak Daddy...kasian dia"
"Nanti akan tumbuh lebih indah lagi Abang jangan khawatir"
"Kami tidak suka penampilan adek kami seperti Ipin"
"Hah...Kenapa disamakan dengan Ipin"
"Karena dia juga botak"
"Tapi jangan Upin juga dong bang"
"Lebih baik Ipin daripada anak tuyul"
"Kalau Chila anak tuyul lalu Daddy"
"Bapak tuyul"
"Dan kalian"
"Pangeran tampan"
"Hush..tak mau merugi...sudah Daddy harus segera menyelesaikan ini keburu Chila bangun"
Si kembar hanya bisa pasrah saja...walaupun dihatinya tak tega melihat Chila menjadi botak
Arsyila Qeeva Malik
____
Ramein ya lapaknya Si kembar dengan Kisah hidup sedikit berbeda dengan orangtuanya tetap dengan gaya tengilnya
Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak
__ADS_1
Happy Reading