
"Sambala, sambala, bala sambalado
Terasa pedas, terasa panas
Sambala, sambala, bala sambalado
Mulut bergetar, lidah bergoyang
Cintamu seperti sambalado ah ah
Rasanya cuma di mulut saja ah ah
Janjimu seperti sambalado ah ah
Enaknya cuma di lidah saja
O-o-o-ho ..."
Si Eneng Aura kasih sedang konser sambil memasak dan menggunakan centong sebagai mix..bahkan ekspresi nya sangat menggelikan
Jay yang kebetulan hari ini tidak ingin ke kantor sedang berjalan menuju dapur bersama Jasmine
"Mom..noh manusia planet lagi konser"
"Hahaha biarkan saja dad"
"Lihat bibirnya uda kayak ikan louhan aja monyong monyong"
"Ck..syirik aja..Daddy duduk diruang tengah aja sana"
"Nggak mau..aku mau disini nemenin istri tercinta aku masak"
"Baiklah Baiklah"
Jay duduk diruang makan sambil memainkan ponsel menunggu Jasmine yang sedang membantu masak aura kasih
"Eneng masak apa"
Belum ada jawaban dari si Eneng.. Jasmine mengulangi lagi sambil mendekat ke telinga si Eneng
"Eneng masak apa"
Si Eneng tidak menjawab malah berhenti bernyanyi dan mematikan kompor.. Jasmine dan Jay heran dengan kelakuan pembantunya itu
"Audzubillahiminassaitonnirojim... Bismillahirrahmanirrahim..Setan ora doyan demit ora dulit...jangan ganggu Eneng Mbah Jambrong...Eneng anak Sholeh Eneng anak baik...hus hus...pergi kembali kealam kalian hus hus"
Jay dan Jasmine melongo..melihat kelakuan si Eneng..dipikir Jasmine setan kali..karena gemes dengan si Eneng.. Jasmine menepuk pundaknya
"Ampun Mbah ampun"
Bukannya nengok malah si Eneng sujud sambil merem dikaki Jasmine..Jay hanya menggelengkan kepalanya saja
"Eneng ini ibu bukan setan..buka mata kamu atau saya potong gaji kamu"
"Waduh jangan dong Bu"
Jay lalu berbicara
"Giliran duit aja nyambung"
Eneng langsung minta maaf pada sang majikan karena telah mengira tadi setan yang mengganggunya
"Eneng minta maap Bu Eneng khilap Eneng gak tau itu ibu"
"Makanya besok lagi kalau dipanggil nengok dulu jangan langsung takut"
"Syiap Bu...gaji Eneng aman kan"
"Aman aman"
"Ibu emang the best"
"Kamu masak apa"
"Ikan balado Bu"
"Hmmm baik..berarti kurang bikin sayur buat trio ganteng ya"
"Iya ibu..itu kan spesial permintaan Aden RashSya jadi saya gak masak sayur"
"Iya gapapa...dia minta sama saya kok"
Jasmine memulai memasak sayur pesanan si kembar..Jay mengajak ngobrol Jasmine agar dia tidak jenuh menunggu istri memasak
"Mom..anak teman Daddy disunat kita diundang ke acara syukuran"
"Ok berangkat"
"Si kembar kapan mau disunat ya mom"
"Belum coba nanya si dad..nanti coba aku tanya kapan mereka mau disunat"
Karena Jasmine berdiri di samping si Eneng yang kupingnya soak...jadilah salah paham
"Ya Allah pak masa sudah tua anunya mau dipotong sih..habis nanti loh pak"
Jay menanggapi pembantu absurdnya itu
"Anu apa sih Neng"
"Itu terongnya"
Jasmine yang menjawab
"Terong siapa Neng..kamu mau masak sambal terong atau terong krispi"
"Ibu tega banget sih masa terong bapak mau disambal..mutilasi itu Bu..dosa"
Jay sebenarnya paham tapi dia sedang ingin menggoda pembantunya itu
"Saya gak punya terong Eneng...kamu ngaco ah"
"Ck...terong gak paham..belalainya Sinchan pak"
__ADS_1
"Sinchan gak punya belalai Neng"
"Aduh gimana ngomongnya ya..kok bapak jadi oon sih"
Jay melotot dikatai oon.. Jasmine hanya tertawa saja...Eneng yang melihat mata sang majikan mau keluar dia langsung mendekat reflek tangannya menyentuh pundak Jay
"Aduh pak jangan melotot gitu..si Kunti aja kalah sama mata bapak
"Woy tangan dikondisikan mau saya mutilasi juga"
"Eh maaf pak...dasar tangan gak tau diri..taunya tempat yang enak aja..tau aja dia ganteng langsung merayap"
Sambil memukul tangannya si Eneng ngedumel..Jay melanjutkan pembicaraanya tadi
"Bentar lagi mereka liburan mom...bisa kita manfaatkan moment itu"
"Iya juga sih dad..tapi tetap kita tanya dulu ke mereka takutnya mereka belum siap"
Aura kasih masih menutup mulutnya rapat-rapat takut kena semprot lagi.. Jasmine yang melihat menahan tawanya
Trio rusuh sudah pulang sekolah..rumah kembali menjadi ramai..Jay mengambil kesempatan untuk membicarakan masalah khitanan mereka
"Sons..kalian kelas berapa sekarang"
"Harusnya kelas tiga dad"
"Sudah besar ya"
"Apanya"
"Badannya"
"Ouh"
Dikembar meneliti badannya sendiri
"Daddy bilang kita gendut..mananya yang gendut dad"
"Daddy tidak bilang gendut..hanya besar"
"Mananya yang besar"
"Semuanya"
"Begitukah...apa menjadi masalah"
"Tidak..malah semakin baik"
"Ya sudahlah"
Jay kembali berbicara
"Kalian mau gak kalau disunat"
"Apa itu disunat dad"
"Dipotong sedikit bagian intim kalian"
"Kalian belum mengerti...akan Daddy jelaskan"
Jay menjelaskan secara perlahan namun penjelasan Jay masih sedikit yang si kembar mengerti
"Apa ada manfaatnya dad"
"Baik untuk kesehatan sayang"
"Ok kami mau"
"Good boy..Daddy akan segera mencari dokter untuk kalian"
"Dad apa saudara kita ada yang sudah melakukan itu"
"Abang Juna dan Abang Devin..kalian bisa bertanya pada mereka"
Si kembar keluar mencari Mang Toyib setelah mendengar penjelasan Daddy-nya
"Mamang oh mamang"
"Iya Aden"
"Mang kita mau tanya"
"Apa den"
"Mamang sudah disunat"
Mang Toyib tersedak ludahnya sendiri.. menjawab pertanyaan si kembar dengan anggukan kecil
"Seperti apa prosesnya mang dan bagaimana rasanya"
"Hmmm..gimana ya den sudah sangat lama jadi mamang lupa rasanya...hehe"
Mang Toyib mencoba mengalihkan jawabannya agar tak berkepanjangan dia hanya takut salah menjawab dan membuat majikannya menjadi tak ada keberanian
"Coba Aden bertanya pada den Juna atau den Devin mereka belum lama disunat"
"Baiklah kami akan bertanya"
Mereka meninggalkan Mang Toyib yang kembali berdendang ria dan berjoged
Arash mengambil ponselnya dan melakukan sambungan video call dengan Juna karena Devin masih bersekolah
"Bang Jujun"
"Heh ada apa"
"Abang sudah disunat"
"Hem sudah"
"Bagaimana rasanya"
Juna berniat menjahili sepupunya
__ADS_1
"Kalian bayangkan punya kalian yang kecil ditarik ujungnya lalu dipotong dengan gunting besar sekali potong"
Si kembar sempat bergidik ngeri mendengar penjelasan Juna
"Apa saat itu Abang menangis"
"Tentu saja tidak lelaki pantang menangis"
Padahal Juna menangis tanpa henti
"Benarkah"
"Ya benar"
"Lalu setelah dipotong apa jadinya..apa tidak akan berkurang"
"Tidak akan hanya sedikit saja dipotong...dan nanti setelah sembuh akan berubah bentuk"
"Bentuk seperti apa"
"Benda tumpul"
"Tumpul..jadi tidak berfungsi dengan baik dong"
Juna sendiri juga belum memahami jadi dia asal bicara
"Kemungkinan"
"Abang Arsya pernah membaca jika sesuatu yang tumpul itu banyak tak bermanfaat"
"Misalnya"
"Otak tumpul berarti bodoh"
"Jadi punya bang Juna sudah tumpul dan tak bisa berguna"
Juna pun mulai berfikir apa yang dikatakan sepupunya itu
"Benar juga ya..kenapa dulu aku mau disunat kalau sekarang malah tak berguna"
"Apa masih bisa diruncingkan lagi bang agar bermanfaat"
"Mungkin..Abang akan tanya pada Daddy"
"Benar coba Abang tanya pada uwak Bule..nanti kabari kami..kami akan bertanya kepada Daddy"
Usai menutup telponnya Si kembar menemui Daddy-nya dan kebetulan di sana ada Tian yang menjemput Ghaydan serta Arka yang baru pulang dari kantor
"Daddy kami tidak mau dikhitan"
"Ada apa bukannya kalian tadi sudah setuju"
"Kami sudah bertanya kepada bang Jujun..menurut bang Jujun setelah terpotong akan menjadi tumpul..dan kami tidak mau menjadi tumpul..karena sesuatu yang tumpul itu tidak bermanfaat"
Mendengar itu mereka yang sedang menikmati teh tersedak..tak lama panggilan video masuk dari Afnan
"Tengil apa yang dibilang si kembar pada Juna"
"Gue gak tau bang...setau gue Juna yang mengatakan sesuatu yang unfaedah"
Jay dan Afnan sama sama memperjelas apa yang terjadi
"Asal loe tau ngil...gara gara si kembar Juna merengek diantar ke rumah sakit tempat dia khitan buat diruncingkan kembali"
"Wuahahahahha..emang pensil apa diruncingkan"
"Tinggal Abang jelaskan saja kok susah"
Jay menutup telponnya dan beralih pada Trio rusuh
"Sons...memang saat ini belum begitu bermanfaat..namun sangat bermanfaat bagi kesehatan kalian..kalian mau jamur tumbuh menghiasi 'itu'"
"Tidak dad"
"Jadi kalian harus khitan"
"Apa tidak menunggu nanti saja saat akan dibutuhkan"
Tian menjawab
"Keburu alot nak"
"Apa itu Dad"
"Tidak apa.. Ghaydan Daddy minta segera mungkin kalian khitan agar tetap sehat"
"Baiklah dad"
Si kembar kembali berkata
"Jadi ini akan bermanfaat bagi masa depan kami nantinya"
"Iya tentu"
"Baiklah kalau begitu...hitung hitung investasi"
"hahahaha...boleh boleh"
Setelah benar-benar yakin akhirnya mereka bertiga akan segera dikhitan setelah ujian semester nanti
_____
Yang gak tau artinya si Eneng ngomong apa ini author artiin
Setan ora doyan : Setan gak mau
Demit ora ndulit : Dedemit gak nyolek
Jangan ngejar up cepat cepat ya..bisa ikutan gesrek otak author yang Sholehah ini..nanti bakal up lagi setelah pendinginan
Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak
Happy Reading
__ADS_1