JODOH TERINDAH Season 1& 2

JODOH TERINDAH Season 1& 2
RashSya~troubelmaker


__ADS_3

"Daddy...ini"


"Apa honey"


"Surat cinta dong....Haha"


"Ya Allah apalagi ini"


Chila baru saja pulang sekolah dijemput Mang Toyib...saat disekolah Chila kembali berulah dengan rival abadinya


"Baby, komm her ... erkläre es Papa"


(Sayang kemari...jelaskan pada daddy)


"Es ist nicht wirklich wichtig, Papa ... nur eine Ecke"


(Tidak begitu penting dad...hanya sebuah tonjokkan"


"Huh...dan terjadi lagi"


Jay menepuk jidatnya sambil menyenderkan badan kesadaran sofa...tak lama si kembar datang bersama sang atok..tuan Syakir ayah Jasmine


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam... bruder"


"Hallo My baby... what's wrong"


"Nothing"


Chila langsung bermanja-manja didada Arash...mencari perlindungan dari Daddy-nya yang akan ceramah...Atuk Syakir tersenyum melihat cucu perempuan satu-satunya itu manja


"Ars...adek kamu dapat surat cinta...Daddy besok harus kesekolahnya kalian ikut meeting gabungan besok ada Ayah Andrea yang akan memimpin"


"Huh...kenapa lagi sama si ikan buntal kesayangan kamu itu honey"


"Jangan sebut dia ikan buntal kesayangan Chila...dia ikan buntal yang menyebalkan"


"Mau liburan sekolah aja masih pakai ngulah dek...takut rindu ya...Hahaha"


"Abang Arsya... menyebalkan...atukkk"


Chila beralih memeluk atuknya yang sedari tadi hanya tertawa saja...Atuk Syakir sudah tau kelakuan cucu cantik nan barbar nya itu...baginya tak masalah untuk kenangan masa tua nanti


"Sini sama Atuk sayang"


"Atuk kapan kita pergi ke Malay"


"Usai terima nilai ya sayang...Atuk masih ada urusan disini"


"Huh jangan lama sekali Atuk"


"Why"


"Bosan dengan Daddy"


Jay yang masih membaca berkas... langsung mengalihkan pandangan menatap wajah sang putri


"Ouh...seperti itu...tak masalah...Daddy akan holiday sendiri bersama mommy tanpa ada yang ganggu"


"Pergi saja Chila tak minat"


"Baguslah Daddy mau ke Disneyland sama mommy"


Chila sempat melirik kearah Daddy-nya...namun langsung berbalik lagi memeluk atuknya


"Atuk ayo kita ke Disneyland juga dengan bruder"


"Hmmmm...atuk tak ada minat nak kesana"


"Atuk plis jangan menggunakan bahasa Ipin Upin...pening kali pala Chila ini"


Chila berbicara dengan aksen Medan...karena disekolahnya berbagai macam suku berkumpul


"Atuk tak boleh...kenapa Chila berbahasa Batak"


"Hish...serah deh serah"


Hahaha....semua tertawa melihat tingkah Chila yang imut itu...Chila memang selalu menjadi pusat perhatian di manapun...selain cantik dan cerdas gayanya juga unik...tomboy tidak feminim juga tidak... Chila pun bernyanyi


"Sakitnya tuh disini didalam hatiku


Sakitnya tuh disini pas kena hatiku


sakitnya tuh disini kau mengolok diriku


sakitttt.....sakitttt...sakitnya tuh disini"


Dengan gaya lebaynya Chila menghayati setiap syairnya...Yang lain hanya menertawakan saja kelucuan Princess Malik


"Oh ya...atok malam ni nak tidur rumah Ghaisan...Chila nak ikut tak"


"Nak....nak...nakk"


"Bersiaplah"


"Atok bagi chila duit"


Jay langsung menatap sang putri tajam dan menegurnya


"Arsyila...dimana letak kesopanan kamu"


"I'm so sorry Daddy"


"Untuk apa meminta uang atok...Daddy sudah memberikan kamu uang sayang"


"Iya tapi Chila ingin membeli sesuatu"


"Apakah masih kurang uang yang Daddy berikan..hmm"


"Hehe...pasti tidak...tapi kali ini Chila ingin menghabiskan uang Atuk"


Atuk Syakir menengahi menantu dan cucunya...dia sangat paham watak menantunya yang selalu mendidik anak-anaknya untuk tidak meminta namun lebih baik memberi


"Haha...sudah cukup Zaydan...biarkan Ki ini ayah manjakan Princess ini...ayah jarang di tanah air kan"


"Jay tak begitu suka jika ayah terlalu memanjakan Chila...biarkan dia menggunakan uang hasil menabungnya untuk membeli apapun yang dia inginkan"


Jay dan mertuanya melihat Chila menunduk takut jika Jay sudah mengeluarkan taringnya...Chila tau jika dia salah karena tidak sopan dalam mengungkapkan keinginannya...Chila mendekati Jay...meminta maaf dan membujuk agar cinta pertamanya itu tidak marah lagi


"Sorry Chila tidak sopan...Daddy jangan marah...Chila sedih"


Jay langsung memeluk Chila dan menasehatinya


"Daddy tidak akan marah jika Chila bisa sopan dengan atok... Daddy tidak pernah mengajarkan Chila untuk tidak hormat dengan yang lebih tua dan kemana uang tabungan kamu itu hingga kamu meminta uang dengan Atuk bukan dengan Daddy"


Chila sedikit ragu untuk berbicara...karena pasti akan menambah kultum dari Daddy-nya belum lagi sang Abang pasti akan menghukumnya


"Hmmm...itu...hehe"


"Hmm...katakan daddy tidak suka dibohongi kamu ingat itu sayang"


"Hemm...I know...tapi Daddy jangan marah ya...promise"

__ADS_1


"Promise..so..."


"Huhhh... bismillahirrahmanirrahim..."


Chila menghela nafas dalam dan membaca doa layaknya orang akan menghadapi sebuah cobaan berat...yang lain hanya menaikan sebelah alis mendengar Chila membaca doa


"Jad....Chila harus mengganti ponsel si ikan buntal yang Chila injak injak sampai hancur..."


Chila berkata sambil menutup matanya karena takut...Jay melongo mendengar itu...Jay sudah bisa memperkirakan jika harga gawai anak seorang Gautama tidaklah murah..Jay hanya bisa geleng-geleng saja dan yang lain merasa takjub dengan Chila


"Why...apa lagi masalahnya"


"Chila marah...Si ikan buntal mengintip Chila saat berganti pakaian dijam olahraga dan memotret dengan ponselnya...lalu ikan buntal membawa foto itu keliling s


lapangan ditunjukkan pada teman-teman Chila lainnya...dan karena ikan buntal tak mau menghapus foto itu Chila mencoba merebutnya...karena Chila kalah tinggi Chila tendang tulang keringnya lalu Chila tonjok hidungnya hingga mimisan dan Chila rebut ponsel itu dan Chila hancurkan"


Kompak si kembar... Atuk Syakir dan Jay kompak menepuk jidat bahkan pusing mendadak lalu beristighfar


"Astaghfirullah..."


"Sungguh amazing Princess Atuk"


Jay langsung mengambil gawainya lalu menghubungi orangtua bagas yang merupakan rekan bisnisnya


"Selamat siang...Maaf apa saya mengganggu Anda tuan Tama"


"__"


"Saya mau meminta maaf atas kesalahan Putri saya...dan apakah Bagas terluka parah"


"__"


Wajah Jay nampak pias mendengar penjelasan di sebrang telepon..walaupun ada suara tawa namun tak bisa menutupi rasa sedih Jay


"Oh begitu...oh ya apa merk ponsel putra anda tuan...biar kami belikan yang baru"


"__"


"Tapi saya tidak enak hati tuan...tolong ijinkan saya untuk mengganti ponsel putra anda"


"__"


"Baiklah...saya paham tuan...tapi ijinkan chila untuk datang meminta maaf secara langsung"


"__"


"Terimakasih tuan Tama...Maafkan Putri saya atas kelancangannya"


Jay menutup panggilannya...lalu duduk menatap sang putri yang masih menunduk tak berani menatap wajah semua orang disana...kebetulan Jasmine masih dirumah Ghaisan karena selama Syaqilla dan Syamil di jerman dia yang mengurusi keponakannya yang hari ini pulang kerumah untuk bersiap menyusul orangtuanya ke Jerman dan Jasmine membantunya karena biasanya Ghaisan menginap dirumah Arka


"Kata papa Bagas luka Bagas lumayan sedikit parah...karena hidungnya bengkak untung tak patah"


Chila kontan tertawa mendengar perkataan Daddy-nya tentang hidung ikan buntalnya itu


"Buahahaa pasti keren itu hidungnya kayak jambu monyet... Hahaha"


"Arsyila Qeeva"


Nada jay sudah terdengar sangat dingin tandanya dia marah...Chila langsung kembali menunduk dan diam


"Kamu tau apa merk ponsel Bagas"


Chila langsung mengambil sesuatu dari dalam tasnya yang masih diatas sofa..dan menyerahkan pada sang Daddy


"Ini dad...tadi Chila masih sempat mengambil nomor dan ponsel pecah ini sebelum bagas dibawa ke UKS"


Jay mengamati jenis ponsel itu dan langsung tersenyum tipis melihat jenis ponsel yang digunakan seorang anak pengusaha ternama..Arash pun ikut penasaran dan tersenyum seperti Daddy-nya setelah tau tentang benda itu


"Daddy pun juga kaget..untuk anak seorang pengusaha ternama memiliki gawai seharga mobil pun mampu...tapi ini hahaha"


Arsya dan Atuk syakir ikut tertawa...sang Atuk sudah diberitahu tentang barbarnya Chila tapi hanya kepada Bagas dia sangat keterlaluan...dan atuk Syakir pun tahu jika Bagas anak orang berada


Chila yang tidak paham pembicaraan itu hanya menimpali dengan perkataan yang Bagas ucapkan sebelum mereka berpisah diruang UKS


"Dad...tadi ikan buntal bilang..ponsel itu harganya satu mobil merah Abang Arsya...itukan banyak sekali...tabungan Chila tak cukup untuk membelinya dad"


Mereka kompak tertawa karena Chila bisa juga dibohongi oleh bagas...bahkan berani meminta ganti dengan gawai yang harganya sepuluh kali lipat dari gawai yang dirusak oleh chila


"Hahaha...Bagas meminta seperti itu honey"


"Iya Abang Ars"


"Sayang Bagas berbohong honey ponsel itu harganya tak sampai segitu"


"Apa... benarkah"


"Iya sayang bahkan Abang yakin uang tabungan kamu masih sisa banyak sayang nya Abang"


Chila menggertakan rahangnya...dia paling benci jika dibohongi...tanpa ada yang tau chila mengepalkan kedua telapak tangannya sambil bergumam pelan


"Awas loe ikan buntal...kali ini loe berani bohongin gue...awas loe habis ditangan gue loe ikan buntal...tunggu pembalasan gue"


Tak lama Jay mendapat panggilan dari Arka yang masih stay di Jerman...Jay sangat takut jika mendapat panggilan dari Jerman


"Assalamu'alaikum Pah"


"___"


"Baiklah Jay paham...Jay akan pesan tiketnya hari ini juga"


"___"


"Iya Pah...salam buat Mama... Assalamu'alaikum"


Semua menatap Jay yang masih sibuk memesan tiket pesawat untuk ke Jerman untuk weekend nanti bersama seluruh keluarganya


"Ada apa nak"


"Ayah weekend nanti ayah ikut kami ke Jerman..Jay sudah pesankan tiket pesawat"


"Ada masalah dengan Rei"


"Iya Ayah...kita diminta untuk kesana"


"Baiklah"


Arash melihat sedikit raut cemas diwajah Daddy-nya ..mereka tak mau menebak nebak...hanya bisa berdoa saja yang terbaik untuk Reino


"Kita tidak jadi ikut Atuk dad"


"Nanti kita cari waktu lagi honey untuk ke Malay"


"Okay"


"Istirahat dulu...sore nanti kita kerumah Bagas untuk meminta maaf dan menjenguknya"


"Huh...baik Daddy"


Karena sudah beranjak sore mereka bersiap membersihkan diri dan beristirahat sejenak...usai sholat ashar Jay mengajak Chila juga si kembar kerumah Bagas


Satu jam waktu yang ditempuh untuk sampai rumah keluarga Gautama...Jay menggandeng Chila yang malas untuk turun... mereka juga sudah membelikan gawai baru yang sama untuk mengganti milik Bagas


ting tong ting tong

__ADS_1


Tak lama pintu dibuka oleh pelayan rumah itu...Jay pun mengucapkan salam dan menyampaikan maksudnya


"Assalamu'alaikum Bu"


"Waalaikumsalam..Maaf mau bertemu dengan siapa tuan"


"Saya ingin bertemu tuan Gautama apa beliau ada"


"Iya ada tuan...silahkan masuk tuan"


"Terimakasih bi"


Jay melangkah mengikuti pembantu rumah Gautama yang mempersilhakan mereka untuk menunggu diruang tamu


"Silahkan duduk tuan..saya panggilkan dulu tuan Tama....Maaf dengan tuan siapa"


"Saya Zaydan bi"


"Baiklah mohon ditunggu dulu tuan"


"Terimakasih bi"


Jay duduk diikuti oleh anak-anaknya menunggu sang tuan rumah datang...tak lama sang tuan rumah sudah berada diruang tamu menemui tamu kehormatan mereka


"Assalamu'alaikum tuan Zaydan"


"Waalaikumsalam..Maaf saya mengganggu istirahat Anda tuan"


"Hahaha...tidak Tuan...saya yang sangat berterimakasih karena seorang Zaydan Malik mau mengunjungi gubug saya ini"


"Tidak perlu seperti itu Tuan Tama..Haha"


Setelah beramah tamah..Jay pun mengungkapkan maksud kedatangannya yang mendadak tanpa membuat janji dahulu


"Tuan Tama saya datang kemari untuk mengantar putri saya secara langsung meminta maaf pada putra anda"


"Hahaha...saya juga yang harusnya minta maaf...Bagas sudah jujur dengan apa yang sudah dilakukannya...saya juga malu karena kelakuan Bagas yang sudah sangat keterlaluan"


"Sebenarnya saya sendiri bingung sampai saat ini masih belum paham...apa yang menyebabkan mereka bermusuhan seperti ini padahal saat TK masih baik-baik saja"


"Iya benar tuan Zaydan...saya saja juga bingung...dan hanya sejoli ini yang selalu mendapat surat cinta... Hahaha"


"Hahaha iya benar sekali..dimana ada Bagas...disitu ada Arsyila...Haha"


Sang putri hanya bisa mendengus mendengar penuturan sang Daddy dan Papa Bagas


"Oya apa bagas bisa dipanggilkan tuan Tama...Chila ingin meminta maaf secara langsung"


"Baiklah sebentar biar dipanggilkan pembantu saya"


Bagas datang dengan santainya...dihidungnya nampak tertempel plester luka dan nampak lebam sekitar hidung dan pipi...Chila yang melihat itu bukannya iba malah tertawa dan langsung ditegur Arash


"Buahahaha...ada badut ikan buntal...hahaha"


"Arsyila"


"Sorry bruder...ehemm...hek..hek"


Chila masih menahan tawanya...Gautama bukannya kesal atau marah malah ikut mengolok putranya itu dan tertawa kencang


"Hahaha...kenapa om baru sadar ya...kamu benar chila ada badut disini...malahan mirip badut mampang..hahaha"


"Papapaa....jahat banget sih"


Chila pun hanya bisa membekap mulutnya agar tawanya tidak lolos begitu saja...Jay mengingatkan sang putri tujuan mereka datang


"Chila ayo sekarang katakan pada bagas"


Chila berdiri dan mendekati bagas yang masih berdiri...semua mengamati mereka berdua


"Hei ikan buntal"


Jay mengingatkan kembali putrinya untuk memanggil bagas dengan benar...chila pun patuh


"Arsyila"


"Okay...huh...Bagas gue kesini mau minta maaf sama loe...walaupun gue gak salah sepenuhnya...dan gue mau gantiin ponsel loe yang rusak itu"


Wajah chila tidak ikhlas saat meminta maaf pada bagas...namun hanya dia dan bagas yang tau...chila menyerahkan paper bag berisi ponsel untuk bagas...saat bagas akan memprotes ponsel yang diberikan chila...chila berjalan lebih dekat lagi dan membisikkan sesuatu pada bagas yang membuatnya bungkam


"Kenapa sam..."


"Loe berani protes tentang ponsel ini gue pastiin hari pertama masuk sekolah setelah liburan...gue pastiin loe bakalan malu dan gak berani sekolah lagi disana...foto memalukan loe ada digue semua...ingat itu..ikan buntalku sayang"


Bagas diam membisu mukanya berubah pucat...karena dia lupa jika memori ponselnya penuh foto memalukan mililnya ulah maminya...chila berjalan dengan senyum liciknya memukul pundak bagas..bagas bergumam pelan sambil mengepalkan telapak tangannya


"Dasar licik"


Chila tersenyum manis duduk disamping daddynya...sikembar yang sangat paham sifat adeknya itu curiga perubahan sikap sang adik


"Honey apa yang ada diotak kamu itu...abang harap tidak membahayakan"


"Sans aja bang tidak akan separah itu kok"


Jay merasa masalah uda selesai...tinggal urusan mereka besok disekolah yang harus bertemu dengan guru BK mereka


"Wah sepertinya mereka sudah berdamai tuan zaydan...hahaha"


"Sepertinya memang begitu tuan gautama...tinggal kita besok kembali disekolah...semoga tidak bosan...haha"


"Hahaha...bisa saja anda tuan zaydan ini...oya liburan nanti ada acara kemana"


"Lusa kami sudah terbang ke jerman...pulang kampung..hahaha"


"Oya saya baru tau anda berasal dari jerman...karena wajah kalian tidak seperti orang jerman...hahaha"


"Iya kami tidak murni keturunan sana...tapi keluarga semua disana"


"Wah selamat jalan...dan selamat berlibur kalau begitu..padahal kalau belum ada acara saya berniat untuk mengajak liburan bareng"


"Lain waktu saja tuan kita jadwalkan kembali"


"Baiklah saya tunggu"


Jay berpamitan diiringi anak - anaknya...nampak raut wajah bagas sedih mendengar chila akan kembali ke jerman


"Apa perlu kita menyusul ke jerman"


"Ck...kurang kerjaan saja papa ini"


"Haha...wajahmu tak bisa membohongi papamu ini ikan buntal"


"Papapa"


"Hahahaa"


 


Akhirnya kelar juga dari sabtu mau ngetik aja malas banget....lagi hobi baca novel author pemes


jangan lupa like komen rate dan hadiahnya kak


happy reading

__ADS_1


__ADS_2