
Karena Juna dan Keynan masih libur sekolah mereka masih tinggal di tanah air...apalagi ini pertama kali Keynan berkunjung ke tanah kelahiran papinya
Rumah nampak sepi karena trio onar sedang sekolah..Juna dan Keynan hanya bermain PS..jika bosan mereka meminta Mang Toyib mengajarkan mereka naik sepeda..karena saat trio rusuh berada dirumah mereka hanya diejek 'Bule gak bisa naik sepeda...cemen' seperti itu mereka selalu mengolok Juna dan Keynan
"Assalamualaikum ya calon mayat"
"Waalaikumsalam ya penunggu kubur"
"Anak mommy sudah pulang"
"Belum mom baru dijalan"
"Huh iya iya..ya sudah kalian ganti baju lalu makan"
"Siap mommy"
Mereka melewati Juna dan Keynan beranjak kedalam kamar untuk berganti pakaian
Saat turun trio rusuh membawa bungkusan makanan yang dibelinya saat pulang sekolah..Dengan tenang mereka duduk di samping Juna dan Keynan..lalu memanggil pengasuh kesayangan mereka
"Eneng where are you"
"Aura kasih datang Aden...ada yang bisa dibanting..eh maksudnya dibantu"
"Ambilkan kami mangkok dan garpu"
"Laksanakan"
Aura kasih kebelakang mengambil pesanan sang majikan..Dengan gaya sedikit centil aura kasih memberikan mangkok dan juga garpu
"Aden mau makan apa pake mangkok dan garpu"
"Cilok"
"Pentol"
"Hah ih tuan muda Atha jorok ih ngomongnya"
"Apa yang jorok..itu nama makanannya Eneng"
"Gak baik loh den ngomong jorok gitu..itu namanya bakso pentol..bukan K*****"
"Duh Gusti...capek eyke ngomong selalu gak nyambung"
"Eneng besok ke dokter THT..bersiin tuh congek"
"Aden minta cobek..mau buat apa den Arsya"
"Getok pala loe Eneng"
"Aden kok..."
"Stop balik sana ke kandang"
Arash memotong omongan aura kasih sebelum lebih kacau lagi..karena memang si aura kasih agak soak telinganya
Juna dan key yang tak begitu paham hanya terdiam saja...namun mereka penasaran dengan makanan trio rusuh
"RashSya apa itu enak"
"Ya..sangat nikmat"
"Kak Jujun mau coba"
"Apa boleh"
"Ini"
Arsya menyuapi Juna sebutir cilok..Juna mencoba merasakan perlahan..karena jarang makan sambal Juna kepedasan lalu berlari mencari air minum..Afnan yang melihat penasaran ada apa dengan Putranya itu
"Kamu kenapa Juna"
"Pedas Daddy"
"Kamu makan apa"
"Cilok"
"Cilok dari mana kamu dapat"
"RashSya"
Afnan berjalan menuju ruang tengah melihat trio rusuh menikmati makanan mereka.. Sejujurnya Afnan sangat menyukai cilok
"Hai boys makan apa tuh"
"Cilok"
"Pentol"
"Wuidih enak dong"
__ADS_1
"Uda tau nanya"
"Huh...sabar Nan sabar"
"Uwak mau"
"Boleh nih"
"Hem boleh"
Afnan memakan cilok milik RashSya..namun Afnan tak sadar sedang live streaming digrup keluarga oleh duo resek itu
"Uwak Bule enak bukan ciloknya"
"Hemm..sangat enak...nikmat sekali"
"Kenapa uwak tidak membelinya sendiri"
"Ada yang gratis kenapa harus beli"
"Apa uwak sudah jatuh miskin..sampai seporsi cilok tak sanggup beli"
"Mana mungkin uwak mu ini jatuh miskin"
Afnan terus menikmati makanannya tanpa sadar Arsya sedang memegang ponsel
"Oh sudah mau dipanggil dengan uwak"
"Sebenarnya tak begitu buruk namun kurang pas saja menurut uncle"
"Oya Paman jangan lupa mengganti cilok kami"
"Kalian bisa meminta pada Daddy kalian kecuali jika Daddy kalian telah bangkrut..hahaha"
"Daddy kami tidak pernah bangkrut..dan tidak seperti uwak Bule"
"Ingat uwak...orang pelit kuburannya sempit...mau saat nanti dikubur badannya harus dilipat lipat kaya kertas"
"Ya Allah amit amit...doa kalian kenapa seperti itu..dan dari mana kalian tau istilah itu"
"Film ayam terbang kesukaan aunty"
"Iya yang lagunya gini...Ku menangissssss membayangkan betapa kejamnya uwak terhadap diriku..cilok ku dihabisin..ku menangis"
"Eleh cuma cilok aja lebay amat sih"
"Hai gaes..gue punya uwak Bule tapi Bule kere masak cilok sepuluh ribu malak punya anak kecil..tega banget kan itu gaes...hiks hiks...parah banget kan uwak Bule kita...hiks hiks...kita butuh keadilan"
Sedangkan ghaydan Juna dan Keynan asyik menonton saja tanpa ikut peduli
"Ya Allah...kalian itu drama banget sih..siapa tadi yang ngasih cilok ini"
"Kita minta uwak nyicipin bukan habisin"
"Lah sama aja dikasihkan"
"Ya bedalah..dari huruf uda beda dari kata juga beda..dimana samanya"
"Ya ampun..gini amat ya"
"Seakarang coba uwak jawab kalau di toko toko tester itu seuprit atau semangkok"
"Seuprit la..kalau semangkok gratisan namanya"
"Nah itu tau"
"Dasar uwak Bule gak modal"
"Iya maunya gratisan melulu"
Semua keluarga yang melihat live streaming duo RashSya ketawa terbahak-bahak ditambah muka Afnan yang sangat cengkok..Alex mengatakan sesuatu kepada Arka yang saat itu Arka dikantor sama dengan Alex
"Arka..loe ingat omongan gue waktu mereka masih diperut"
"Ingat...belum lahir aja nyusahin pasti lahirnya..."
"Bikin hancur...hahaha...dan kenapa selalu Afnan yang kena"
"Sepertinya dendam dalam rahim...Haha"
"Afnan nikmati saja ya..ingat kamu harus sabar hadapi merekam...tau maksud Daddy kan"
"Yes dad..titisan abu Nawas"
"Hahaha...benar sekali"
Semua tertawa begitu juga Jay...Jay saja sampai sekarang tidak tau mengapa hanya pada Afnan Putranya sangat licik namun masih sedikit hormat
Karena mereka bosan.. ditambah Afnan yang masih ngomel tak terima dibuat live streaming jadi Trio onar mencari Mang Toyib dan aura kasih..Juna dan Keynan mengikuti dari belakang
"Eneng Aura kasih"
__ADS_1
"Iya Aden"
"Bikinin kita Jus"
"Hah Bus..Ya Allah Aden mau ditaruh mana busnya Aden...taman belakang penuh sama waterboom"
"Hush kenapa kumat sih...Ghaydan jelaskan"
"Eneng Aura kasih yabg cantik seantero perdapuran..lihat Atha"
Ghaydan mengambil buah alpukat..memperagakan buah itu seolah masuk dalam gelas blender..menekan udara seolah tombol...dan Ghaydan memutar pinggulnya seperti bermain holahop
"Oo...Aden mau Jus alpukat"
semua mengacungkan jempol
"Woke Eneng bikinkan..wait ya"
"Hmm"
Si kembar melihat Mang Toyib sedang mendengarkan lagu dangdut sambil berjoged dia memotong rumput membantu tukang kebun..karena Mang Toyib sedang tidak mengawasi ketiga bocah onar itu jadi bisa membantu yang lain
"Yowes ben suwe bojo seng galak yowes ben seng omongan dengan kadang gawe aku susah namun aku wegah pisah"
Trio onar membawa kaleng dan berteriak bersama
"Cendol dawet...Lima ratusan gak pake ketan hitam ro lu Pat enem pitu wolu...tak kintang kintang "
Sambil berjoged ria..Keynan yang anteng ikut terkontaminasi begitu juga Juna pun sama
Aura kasih yang datang ikut berjoged dan bernyanyi
"Tarik mang.... Goyang dombret ...goyang dombret"
"Hokya hokye Joss"
Karena terdengar keributan Afnan mendekat kebetulan Louis dan Jay baru pulang dari kantor disusul Arka..mereka menganga melihat putranya terutama Afnan dan Louis
"Ngil anak loe bisa bahasa Jawa"
"Sedikit karena sering dangdutan sama Mang Toyib"
"Sumpah ngil itu bukan anak gue..anak gue yang Sholeh jadi ancur Ya Allah"
"Kulkas aja Sholeh"
"Benar kata Louis..Juna yang lebih tua bisa diperdaya sama mereka"
"Gak ingat bapaknya aja bisa apalagi cuma Juna"
Arka langsung berteriak
"Ya Allah orkes gendeng uda mulai...nyawer ah"
Kompak Louis dan Afnan berteriak
"What gak salah itu"
Arka benar benar ikut joged dan nyawer para cucunya itu...para emak sedang shopping tak tau jika para anaknya sedang konser
"Abang baru kali ini aku lihat Bule dangdutan"
"Bule KW itu Arsya"
"Betul betul betul"
"Emang kalian gak...wajah kalian pun Bule"
"Kami Bule dengan kearifan lokal jadi sudah membumi"
"Whatever lah"
"So what gitu loh"
"Eh malah nyolot"
"Masalah buat loe"
"Gelud yuk"
"Hayuk siapa takut"
Untuk meredam kekacauan..Mang toyib berkata
"Ampun bang jago"
Langsung joged lagi semu
______
Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak
__ADS_1
Happy Reading