JODOH TERINDAH Season 1& 2

JODOH TERINDAH Season 1& 2
RashSya~Menjenguk Rizky


__ADS_3

"Dad kita jadi berangkat besok pagi kan"


"Gak lusa aja Ars..kan besok kalian masih sekolah kan"


"Huh..belum punya cucu sudah pikun"


"Woy bro ngomong apa tadi"


"Belum punya cucu sudah pikun...Kenapa dad"


"Siapa yang pikun.. Daddy tidak pikun Ars"


"Kalau tidak pikun seharusnya Daddy tau kalau besok libur nasional...kecuali semua kalender daddy berwarna hitam..dan hanya Minggu yang berwarna merah"


"Oya... Daddy belum periksa kalender Ars...jadi tidak tau"


"Oh begitukah"


"Ya sudah besok setelah subuh kita berangkat..Ok bro"


"Hmmm"


"Irit banget sih jawabnya bro"


"Hemat energi"


"Wokey bro...met istirahat ya..Jangan lupa baca doa"


"Sudah pasti itu"


Arsya kembali ke kamarnya... sedangkan Arash yang memang sudah sangat lelah sudah tidur lebih dulu


Pagi pagi usai sholat subuh semua sudah siap berangkat Awalbya mereka akan menggunakan dua buah mobil..tapi arka melarang dan dua hari yang lalu arka membeli mini bus...untuk satu keluarga...Sultan mah bebas


"Hole Chila punya tayo"


"Kok tayo Chila"


"Iya kalena walnanya bilu"


Muka Chila berubah cemberut


"Loh kenapa mukanya jadi tambah cantik sih..hehe"


"Bang Alsa nyebelin"


"Chila jangan Alsa dong kayak cewek"


"Solly Chila belum bisa ngomong l"


"Ya sudahlah...terus kenapa cemberut"


"Chila maunya bis lani bukan tayo"


"Emang lani warnanya apa"


"Kuning"


"Kan biru juga bagus dek"


"Gak celah Abang"


Arka menyahut


"Ya sudah besok beli satu lagi warna kuning khusus buat Princess Opa..gimana"


"Hmmm...gimana ya...nanti Chila pikil dulu Opa"


"Kenapa memangnya harus dipikir lagi"


"Karena Chila bingung nanti bis tatonya taro gimana"


"Ya gak gimana gimana sayang"


"Tlus Opa mau punya dua bis gitu"


"Tidak masalah..Opa masih mampu jika harus membeli tiga sekaligus"


"Huuu sombong...tau gak Opa Olang sombong temannya setan...dan setan itu hidupnya dinelaka...ih Chila mah ogah tinggal dinelaka...nanti ketemunya malaikat dengan wajah menyelamkan..kalau disurga wajahnya ganteng ganteng... Makanya Opa jangan sombong...bial gak jadi teman setan...paham Opa"


Arka menepuk jidatnya..sedangkan yang lain


"Hahaha...Chila pintar sekali"


"Tentu dong Chila gitu loh"


"Huh punya cucu semuanya solimi banget"


Perjalanan serasa menyenangkan karena mereka saling bercanda ria...bahkan tempat duduk mini bus di bagian tengah hingga belakang mereka lepas diganti dengan kasur lantai


"Ngomong ngomong tumben si markoneng anteng banget hari ini"


"Iya biasanya uda ngoceh aja apa lagi ada lagu dangdut pasti langsung on"


Si Eneng tersenyum malu malu sambil menutup mulutnya dengan hijab yang digunakannya


"Ish Eneng cantik banget hari ini...saya saja sampai kalah loh"


"Ah nyonya Jasmine sukanya gitu deh...jadi malu kan Eneng"


"Loe bisa malu juga Neng..saya kira uda gak bisa malu lagi..hahaha"


"Tuan Jay...bisa aja deh"


Tangan Eneng yang suka sekali berkelana mencolek lengan Jay


"Eh tangannya ya dikondisikan"


"Ih dasar tangan kebiasaan nyari yang kekar kekar"

__ADS_1


"Hahaha...baru juga dipuji bentar uda kambuh"


Karena hampir menjelang makan siang mereka mencari rumah makan untuk makan siang terlebih dahulu...hari ini Arka membawa sopir cadangan sebagai pengganti Mang Toyib jika lelah


"Mang usep cari rumah makan dulu sama mushola atau masjid uda mau Dzuhur"


"Ya mas Jay...Mau rumah makan apa mas"


"Bentar voting dulu..Mang Usep sama Mang Toyib mau makan apa"


Mang Toyib dan Mang Usep menjawab kompa


"Manut aja mas yang penting kenyang..hehe"


"Ok...kamu Neng mau makan apa"


"Yang pedas pedas segar gitu den"


"Apaan...pedes pedes seger"


"Terserah aja den"


"Ya uda...Boys kalian mau apa"


"Apa aja dad"


"Princess..Mommy..Opa sama Oma mau apa"


"Nasi Padang kayaknya enak deh...Uda lama juga kita gak makan nasi Padang"


Melany memberi ide...dan semua serempak menjawab


"Setujuuuuu"


Chila menyela


"Let go"


"Ok Princess Daddy...Mang Usep cari masjid dulu trus baru makan"


"Siap mas Jay"


Mereka mencari masjid terdekat...setelah menemukan..semua turun untuk menjalankan ibadahnya serta melepas penat sejenak karena jalanan agak macet perjalanan yang ditempuh lebih lama sedikit


"Uda siap jalan lagi kita...sebentar lagi uda sampai kok"


"Iya Dad kami sudah siap jalan"


Mang Usep kembali membawa mobilnya membelah jalanan yang sedikit padat karena libur panjang..Dan mereka kbali berhenti dirumah makan Padang untuk mengisi tenaga


"Daddy lumayan penuh lumah makannya gimana"


"Gapapa..kita tunggu saja sebentar ya sayang"


"Woke Daddy"


Mereka tetap masuk kedalam rumah makan tersebut...dan beruntung satu meja yang memang dikhususkan untuk menampung banyak orang


Arka menulis dikertas yang sudah disediakan disetiap meja.. setelah diambil oleh pelayan mereka tinggal menunggu makanan mereka


"Oya setau saya Mang Usep asli sukabumi ya"


"Iya Tuan besar..semua keluarga saya dan istri asli Sukabumi"


"Wah kebetulan dong Mang..kita bisa sekalian keliling Sukabumi"


"Wah dengan senang saya akan menjadi pemandunya..hehe"


"Oya Daddy...kita gak bisa kan nginep di pondoknya Iky"


"Setau Daddy tidak bisa...dan kita berkunjung pun ada batas waktunya nak.. Kenapa"


"Hmmm bagaimana kalau kita setelah dari ponpes ke kampung Mang Usep saja"


"Boleh ide bagus itu..kita bisa menginap disana juga.. bagaimana Mang Usep"


"Apa tidak masalah tuan besar kami tinggal di pedesaan"


"Asal tak merepotkan"


"Tidak Tuan besar saya malah senang Tuan besar beserta keluarga mau mampir di gubug saya"


Mereka langsung makan setelah pesanan tiba.. setelah membayar mereka langsing menuju Ponpes tempat Rizky menimba ilmu... setelah itu berkunjung ke rumah ibunya Rizky


"Alhamdulillah sudah sampai juga"


"Iya..Kalian tunggu sini Daddy akan melapor dulu di tempat penjaga"


Jay berjalan menuju gerbang ponpes melaporkan kedatangan mereka..Ternyata memang jadwal membesuk banyak sekali keluarga diluar menunggu ijin masuk


"Den Ars..Kenapa Eneng merinding ya"


"Bulu ketek loe berdiri Neng..hahaha"


"Hus den Arash suka bener kalau ngomong..jangan sekate kate dong den"


"Kate siapa yang loe cari Neng"


"Ck..susah ngomong sama bule kearifan lokal...ngeles aja kayak bajaj"


"Bajaj mana ada ngeles Neng"


"Ada Bajaj lagi bimbingan belajar den"


"Hahahaha...Kenapa manyun gak jadi dong julukan cewek lainnya..hahaha"


"Hah iya jadi lupa kan gara gara Aden"


Eneng kembali ke mode alimnya.. RashSya hanya cekikikan

__ADS_1


"Loe matanya jangan jelalatan napa Neng..alim kok matanya jalan jalan"


"Ck.. strategi den..siapa tau ada yang nyantol gitu"


"Nyantol emang jemuran"


"Iya jemuran dihatiku den"


"Alay"


Setelah mendapat ijin semua pengunjung pun masuk area ponpes dan menunggu disebuah aula


"Wah den lingkungannya sejuk banget ya den"


"Iya damai banget rasanya"


Mata Eneng kembali berkeliling melihat ke sekitar..hingga matanya menangkap sebuah seluet sosok tampan dengan baju Koko berwarna biru laut


"Ya Allah liminho mah lewat"


"Apaan Neng"


"Den RashSya coba lihat arah jam 7.45"


"Hah..arah mana tuh"


"Heleh gitu aja gak tau...dekat pintu para santri keluar"


"Ou ou ou..mata loe tajam juga ya dapat tangkapan"


"Emang ikan den"


"Itu mah kelas kakap Neng"


"Kakap masih kecil den..paus dia mah"


"Gak takut ditelan loe kalau paus"


"Mau dong ditelan sama ustadz ganteng"


Sambil menangkupkan kedua telapak tangannya dan menggoyang goyangkan tubuhnya..Tak lama Rizky datang.. RashSya yang tak sabar langsung berlari memeluk sahabatnya


Pucuk dicinta ulampun tiba..akang ustadz berbaju biru laut menghampiri Rizky..karena penasaran dengan keluarga yang menjenguknya mereka berparas Bule


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam"


"Subhanallah..Kalian Muslim"


"Alhamdulillah"


"Apa kalian mualaf"


"Bukan kami memang Muslim semenjak lahir"


"Masyaallah...dimana keluarga kalian"


Arsya menunjuk arah keluarganya


"Disana ustadz mari kita kesana...pasti ustadz penasaran mengapa kami bisa Muslim sejak lahir.. hehe"


"Hehe..iya sedikit"


Ustadz itu mengikuti si kembar dan Rizky..Eneng yang melihat sang pangeran berjalan kearahnya salah tingkah sendiri


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam ustadz"


"Perkenalkan nama saya Ridwan...saya yang menjadi wali kelas Rizky"


"Saya Arka dan ini keluarga saya"


Mereka berkenalan satu persatu


"Oya bapak keluarga Rizky"


"Rizky cucu angkat saya...tapi sudah seperti cucu kandung saya"


Arash berbicara


"Opa ustadz Ridwan itu penasaran kenapa kita Bule tapi Muslim sejak lahir"


"Haha...begitu ya"


"Maaf jika saya ingin tahu...tapi setelah melihat orang tua dari si kembar saya jadi semakin penasaran..Haha"


"Sebenarnya kami semua muslim dari lahir...tapi memang Kakek saya keturunan Pakistan Jerman...dan dari pihak istri saya keturunan Jerman Arab..sedangkan menantu saya ini memiliki darah Melayu..dia berasal dari Malaysia"


"Subhanallah...benar benar mengagumkan"


Si Eneng terus saja menatap kearah ustadz itu sambil senyum senyum...Mang Toyib menggodanya


"Ilernya dihapus Neng udah menggenang"


Eneng reflek menghapus mulutnya dengan ujung lengan bajunya..dan sadar hanya digoda Eneng memukul Mang Toyib


"Ngerjain Eneng ya Mang..jahara banget sih"


"Neng jaga sikap..ini pesantren"


Mang Toyib kembali mengerjai si Eneng..sambil menahan tawa..Eneng menghentikan pukulannya dan kembali bersikap malu malu..aslinya mah malu maluin


Satu jam waktu yang diberikan oleh pihak pondok untuk kunjungan... setelah menyerahkan semua yang mereka bawa untuk Rizky mereka berpamitan...bahkan Rizky kali ini menangis bahagia... karena sahabatnya selalu mengingatnya


______


Happy Reading

__ADS_1


jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak


__ADS_2