
Jay yang masih bolak balik Jakarta Jerman karena kondisi Reino masih belum stabil dan mau tak mau dia yang memegang kendali perusahaan Reino karena Afnan fokus dengan perusahaan miliknya sendiri
Melany yang masih belum tahu jika kakaknya sakit semakin hari semakin penasaran karena Jay tak pernah meninggalkan keluarganya dalam waktu lama.. Jasmine pun memilih mengurus anak-anaknya dan hanya sesekali saja menyusul Jay
Siang ini terpaksa Arka harus mengungkapkan kejujuran tentang Reino..Karena Alex yang meminta...Apalagi Melany sudah mulai curiga dengan Jay yang lebih sering tinggal diluar negeri.. Memang semua keluarga sudah diberitahu kecuali Melany..Dan ini tantangan untuk Arka..apalagi kondisi Melany sedang tidak baik..semenjak koma dulu dan kecelakaan yang menyebabkan calon adik Jay meninggal membuat kondisi tubuh Melany tak baik
"Sayang nanti ikut Mas yuk"
"Kemana Mas"
"Kita throwback yuk ke jaman pacaran dulu"
"Ih mas sok banget throwback...ingat cucu uda bejibun...uban juga uda banyak..Haha"
"Ya biar saja...yang penting jiwa masih muda dan tenaga gak kalah sama si anak songong Jailudin itu"
"Songong juga bibit kamu Mas...hahaha"
"Hahahaha..Ya iyalah bibit siapa lagi yang nanam aja Mas bukan orang lain"
"Makin kelihatan kan sifat Zaydan nurun siapa..Haha"
"Huh... serah deh..yuk ganti baju sana..apa Mas yang gantiin"
Arka memainkan alisnya sambil tersenyum kearah Melany..Walaupun sudah berumur tak sedikitpun menghilangkan sikap romantis Arka pada Melany
"Ih uda tua makin genit aja..Opa mesum"
"Eleh Oma sok banget..padahal bahagia tuh dimesumin Opa"
"Hahaha..udah ah Oma mau ganti baju dulu"
Melany berjalan kearah ruang ganti dan Arka mengikutinya dari belakang
"Mas ngapain sih ngikutin aku"
"Mau ganti juga..masa Mas keluar pake celana kolor gini..Mama ikhlas gitu"
"Enak aja..mau pamer roti sobek yang uda mau pudar itu"
"Ck..masih ya Mah...kan ini paling Mama suka dari Papa..selalu dibelai belai"
"Apanya..yang ada Mama cubitin...Uda kelihatan buncit..hahaha"
Walaupun sudah tak muda lagi namun tubuhnya selalu dia jaga agar tetap sehat dan bugar
"Huh...Gak buncit Mama sayang cuma sedikit membukit aja...Haha"
Arka melepas pakaiannya satu persatu...Melany hanya diam menatap sang suami.. Melany sudah mengambilkan satu stel pakaian untuk sang suami..Karena Arka yang memang jahil...dia pun menggoda sang istri
"Loh ngapain itu malah naked..pake lagi"
Melany memalingkan wajahnya..Walaupun sudah puluhan tahun menikah Melany masih saja malu melihat sang suami tanpa sehelai benang pun
"Buahahaa..Mama uda kayak pengantin baru aja..Masih aja malu lihat dia keluar kandang"
"Papa pake gak..atau Mama potong ya"
Melany masih tak mau menatap kearah suaminya yang semakin tua semakin jadi gelo
"Ih jangan dong...ntar Mama gak bisa mendesah keenakan dong...uh Pah...enak banget sih..uh..ah Pah... hahaha"
Melany yang jengkel sama sang suami langsung melemparkan bantal kearah Arka
"Paapapaa"
"Iya My Queen"
Arka langsung mengambil sangkar rudalnya itu..Melany hanya mencebikkan bibirnya saja..Sambil mengambil satu set gamis dan bergonya untuk dia pakai
Melany membuka pakaiannya satu persatu dan tersisa pakaian dalamnya saja...Melany yang lupa jika suami mesumnya itu masih disana mendapatkan sebuah kecupan di pundak polosnya itu
"Mama sekseh banget sih...Papa jadi pengen"
Dengan mode garangnya Melany menatap kearah Arka..Jika tak dicegah yang ada mereka gagal jalan jalan melainkan mendaki gunung lewati lembah dengan desah desah basah
"Pengen apa hah...pengen Mama mutilasi tuh perkutut"
"Ih garangnya...Masa perkutut..Elang ini Mah"
"Elang apa...perkutut yang ada"
"Mama sadis"
Arka sambil kembali memakai celananya dia bernyanyi lagu Jawa...Maklum mereka keturunan Bule yang terkontaminasi oleh Eneng dan Mang Toyib
"Yo wes ben nduwe bojo sing galak
Yo wes ben sing omongane sengak
Seneng nggawe aku susah
Nanging aku wegah pisah
__ADS_1
hokya hokye...
Tak tompo nganggo tulus ing ati
Tak trimo sliramu tekan saiki
Mungkin wes dadi jodone
Senajan kahanane koyo ngene"
Sambil joged joged Arka bernyanyi...Melany hanya tertawa melihat kelakuan sang suami...Dan hal seperti ini hanya Arka lakukan di depan Melany karena sudah dipastikan jika anak tengilnya tau akan menjadi bahan olokan
"Jadi papa gak suka Mama jadi galak gitu"
Arka langsung memeluk sang istri yang dan merayunya
"Siapa bilang Mama galak...Mama gak galak cuma ngegas aja gitu"
"Huh..udahlan ngomong sama Papa kebanyakan ngeles..Ayo jadi jalan gak"
"Jadi dong sayangku... tapi..."
"Ap.."
Belum sempat Melany menyelesaikan omongannya Arka sudah ******* lembut bibir sang istri yang menjadi candunya..Tanpa sadar Melany mengeluarkan desahannya karena tangan Arka yang jahil memainkan squisy favoritnya
"Uh...mmph.."
Arka terus ******* nya bahkan lidahnya sudah menerobos masuk mengabsen setiap celah di mulut Melany..Melany mendorong tubuh Arka karena sudah susah bernafas
"Papa stop..ini juga kenapa tangan uda nangkring aja disini"
"Maaf mah.. kebablasan..habis tadi gak dikasih morning kiss"
"Papa aja dasarnya mesum"
"Mesum juga sama Mama..Aduh..hshhh"
Arka mendesah pelan menahan sesuatu
"Kenapa lagi"
Arka menunjukkan sesuatu pada istrinya dengan tatapan mata
"Hshhhh..nyeri atuh mah"
"Salah Papa sendiri"
"Ck...Gak bisa diajak kompromi dia"
"Jalan aja yuk Mah"
"Gak ditidurin dulu tuh perkutut"
"Gak usah cuma kaget aja dia...ntar tidur lagi..yuk dari pada kita gelud dikasur yang ada gak jadi keluar loh"
"Ayo..Ayo...bisa panjang urusannya nanti"
Arka merangkul mesra pundak sang istri keluar kamarnya diruang tengah para cucu sedang berkumpul ditemani markoneng.. Mulut jahil markoneng pun ikut bersuara
"Cie cie pengantin kadaluarsanya keluar kandang"
"Emang kita macan pake keluar kandanf segala"
"Tuan besar sama Ibu mesra sekali..ih Eneng jadi iri"
"Nikah sono biar bisa mesra kayak kita"
"Eneng mau aja...tapi siapa yang mau sama Eneng tuan...hiks hiks"
Ghaydan menjawab pertanyaan Eneng sambil memainkan stik gamenya yang sedang bertanding dengan Arash
"Noh ada Mang sayur...Mang cilok pada ngantri..Gak usah pilih pilih"
"Ish Mas Ghay suka gitu Eneng kan cuma selektip aja biar perbaikan keturunan"
"Lah emang mereka kenapa"
"Semampai kayak Eneng...kan kasian anak Eneng nanti"
"Oh..semeter tak sampai... hahaha..tarik pake truk biar melar keatas"
"Emang karet apa melar"
Arka lalu berpamitan kepada semua cucunya
"Opa sama Oma pergi dulu kalian baik-baik dirumah jangan berantem..Neng jaga mereka"
"Mau kemana sih Opa kok keren amat yak gayanya"
"Kencan dong Chan"
"Gaya amat yak kencan mentang mentang kita jomblo"
__ADS_1
"Huh kasian yang jomblo"
"Jomblo bahagia kali...oleh olehnya ya Opa"
"Woke nanti Opa belikan oleh oleh buat kalian"
Satu persatu cucu Arka berdiri mencium tangan Arka dan Melany
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam...hati hati Opa kalau ada polisi tidur tabrak aja"
"Huh semprul"
Arka membawa mobilnya sendiri mengelilingi tempat tempat dimana dulu dia dan Melany sering kunjungi..Hari ini benar-benar throwback untukmya dan Melany..Arka membawa ke Mall dimana pertama kali melihat Melany bersama Alex
"Sayang kamu tau gak dulu ditempa ini mas berdiri melihat kamu sedang dipeluk Alex...Mas sempat mikir kalau Alex selingkuh dari Nana"
"Haha...iya aku baru ingat...kalau gak salah aku disini baru seminggu waktu itu"
"Iya dan entah kenapa Mas langsung terpesona sama kamu Sayang"
"Cie...Sok romantis yak"
"Kamu Mah diromantisin selalu aja gitu..Gak asyik"
"Hahaha"
Mereka kembali melanjutkan perjalanan mengelilingi Mall..bahkan Arka juga menceritakan saat kembali melihat melany sebagai teman Aidil..Dan tanpa sengaja melihat Melany bersama Reino
"Tau gak Sayang mas cemburu banget lihat kamu dipeluk Reino...sempat nething juga ke kamu karena gonta ganti cowok"
"Huh...jahat banget sih...dikira pemain lelaki"
"Hahaha mas kan gak tau kalau kamu adik mereka sayang"
Dan saat tiba ditempat favorit Reino dan Melany... Melany tiba-tiba bersedih mengingat Reino
"Kamu kenapa sayang"
"Entah Mas tiba-tiba keinget kak Rei.. Beberapa hari ini Mel mimpi ketemu bang Rei..dia bilang jangan sedih harus kuat..Mel ingin ketemu bang Rei"
Arka tau ikatan batin Reino dan Melany lebih kuat dibandingkan dengan Alex walaupun sama-sama menyayangi Melany namun Rei lebih dekat dengan Melany
"Sayang ada yang ingin Papa bilang..tapi Mama janji untuk kuat..Mama janji untuk tidak histeris"
"Apa pa...Kok kayaknya serius banget"
Arka merangkup kedua tangan Melany membawanya kedalam dekapan tangan Arka
"Sayang..lusa kita harus ke Jerman..Papa sudah pesan tiket pesawat untuk kita"
"Ada apa Pah"
"Sebenarnya Jay tidak di Korea..Jay ada di Jerman untuk memegang kendali perusahaan Reino"
Arka terdiam sejenak melihat ekspresi wajah Melany yang sudah berubah menampakkan kekhawatiran
"Reino...."
"Kenapa dengan kak Rei Pah"
"Reino koma...sudah hampir dua bulan dia dirumah sakit dan seminggu ini dia koma"
"Pah jangan bercanda..Mama gak suka "
Melany mengeratkan genggaman ditangan Arka mencoba mencari kekuatan..Arka melepaskan genggaman tangan itu dan memeluk erat sang istri
"Reino menderita kanker otak Mah..Dia sudah di kemo beberapa kali dan Minggu lalu setelah kemo.. kondisinya menurun dan koma"
"Hiks..hiks hiks..bang Rei..Pah..Mama gak mau bang Rei pergi"
"Kita berdoa yang terbaik ya sayang..Yakin Reino akan sembuh"
"Apakah bisa Pah"
"5% kemungkinannya Mah namun Rei akan lumpuh"
"Kak Rei...hiks hiks"
"Sabar sayang..besok kita kesana ya"
"Kenapa tidak hari ini saja Pah"
"Besok Jay akan kembali kesini...Biar ada yang menjaga anak anak Mah"
Melany hanya mengangguk...Arka mengajak Melany untuk pulang... Tiba-tiba Melany pingsan saat akan berdiri...Arka langsung menggendongnya dan membawa ke klinik terdekat
Setelah sadar Arka membawa Melany pulang kerumah.. Beruntung para cucunya sedang berenang jadi tak melihat Melany yang sedang sedih
_______
Huh berhasil pecah telur😥😥
__ADS_1
Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya
Happy Reading