
Tiga hari setelah operasi kondisi Reino sempat drop..bahkan nyaris tiada..jika Silma tidak memaksa masuk keruangan ICU memberikan semangat pada sang suami... mungkin sekarang statusnya sudah janda
Kini seminggu sudah Reino masih setia menutup matanya...dokter sudah mengatakan bahwa Reino berhasil melewati masa kritis hanya menunggu Reino untuk sadar saja
Melany setia menjaga kakak tercintanya itu tak bosan banyak kalimat dia bisikan begitu juga doa doa doa bacakan agar Reino segera bangun dan pulih seperti sediakala
"Kak ayo bangun...seneng banget sih main disana...mel kangen tau gak sih kak"
Kini Melany lebih tegar...karena dia meraa jika dia sedih Reino bukannya berkeinginan untuk sembuh tapi malah enggan untuk sembuh
"Kak...Mel tau kakak takut jika kakak bangun kakak akan merepotkan banyak orang..kakak gak mau jadi beban orang lain...tapi asal kakak tau semakin kakak tidak berkeinginan bangun kakak semakin membebani pikiran kami terutama kak Silma... kakak tega melihat orang yang paling kakak cintai setelah mommy terluka...bahkan dengan kondisi kakak yang seperti ini kakak juga melukai hati Mommy dan papi...mereka terus menangis"
Melany menarik nafasnya dalam lalu menghembuskan perlahan dia juga mendongakkan wajahnya keatas agar air matanya tak terjatuh
"Kak bangunlah Mel sudah faham seperti apa kakak..mel akan merawat kakak jika kakak takut merepotkan atau membebani kak Silma"
Entah apa yang terlintas dipikiran Melany tiba-tiba Melany mengatakan hal yang paling ingin dia hindari selama ini
"Kak..Melany mengikhlaskan kakak...jika kakak tak sanggup melihat kesedihan kami pergilah dengan senyuman mungkin itu membuat hati kakak lebih bahagia...mel meminta maaf jika selama Mel hidup bersama kakak hanya menyusahkan kakak saja...mel hanya ingin kakak bahagia...jika keikhlasan mel yang kakak tunggu Mel sudah ridho...pergilah kak..bawalah mimpimu...bawalah kebahagianmu...tunggu kami disana...dan jangan lupa jemput Mel jika waktu Mel sudah tiba...mel akan menunggu kakak menjemput Mel dan bersama pergi ketempat paling indah...pergilah kak"
Tubuh Reino seketika kejang bahkan semua alat yang membantunya berbunyi keras...perawat yang berjaga langsung panik dan memanggil semua dokter yang merawat Reino...melany melangkahkan kaki keluar ruangan dengan gontai...dia merutuki kesalahannya sendiri
Arka menyambut sang istri diruang tunggu bahkan semua keluarga ada disana karena waktunya untuk bertukar shift...hanya Jay yang sudah kembali ketanah air untuk mengurusi perusahaan milik Papanya dan miliknya sendiri
"Mel ada apa...kenapa dengan Reino Mel"
Melany hanya menggelengkan kepalanya...Arka langsung menuntun ya untuk duduk dan langsung mendekapnya...Arka tau hanya itu cara agar istri tercintanya tenang
"Sayang tenanglah...jika takdir terbaik adalah ikhlas...maka lakukanlah"
"Hiks... hiks...Mas mel salah...mel yang bikin kakak kolaps Mel tak tega melihatnya mas....hiks hiks"
"Sudah Allah yang lebih tau jalan terbaik untuk Reino kamu jangan menyalahkan diri kamu sendiri sayang"
Salah seorang dokter keluar sambil berlari bahkan tak memberikan penjelasan apa apa kepada keluarga Reino
"Dok...ada apa...apa yang terjadi dengan Daddy saya"
"Tolong tenang kami sedang berusaha"
Dokter itu berlari secepat mungkin...Namun lima belas menit kemudian dokter itu kembali dengan membawa dokter lain yang lebih berumur
"Dok ada apa ini"
"Kami sedang melakukan yang terbaik untuk pasien mohon tenang dan mohon doa terbaik untuk pasien"
Afnan nampak sangat frustasi dia menyugar rambutnya secara kasar bahkan mondar-mandir tak jelas dia belum siap jika ditinggal Daddynya
__ADS_1
"Dad..af minta bertahan dad...tolong berusahalah... berjuanglah untuk kami dad...untuk cucumu"
Suara rintihan Afnan terdengar sangat parau tak lama tubuhnya bergetar...Afnan menangis...Louis yang juga berada disana langsung mendekap Afnan menenangkan sahabat sekaligus saudaranya itu
"Af...tenang loe berdoa untuk uncle Rei...Gue yakin uncle orang yang kuat dan gak mudah menyerah"
"Lou...Gue benaran belum siap kalau...kalau..Daddy pergi"
"Gak uncle masih disini masih bersama kita semua"
Louis sebenarnya juga menahan sesak tapi jika dia ikut lemah Afnan tak ada yang menguatkan...sekuat kuatnya seorang pria pasti butuh sandaran juga
Hampir satu jam dokter didalam ruangan Reino..bahkan para perawat mondar-mandir mengambil obat ataupun peralatan yang masih kurang..Setiap perawat ataupun dokter yang melintas Afnan ataupun Alex berusaha mencari informasi namun tak ada jawaban pasti
"Sebaiknya kita cari tempat untuk sholat karena sudah waktu ashar...dan Louis kamu sholat belakangan ya jaga aunty Silma dan aunty Melany"
"Iya uncle"
Para rombongan lelaki langsung mencari ruangan yang bisa digunakan untuk ibadah..Alex langsung menjadi imamnya...usai sholat untaian doa mereka panjatkan untuk kesembuhan orangtua Reino dan juga Reino...mereka sudah ikhlas apapun yang terbaik menurut takdir sang kuasa mereka sudah ikhlas
Dokter sudah keluar ruangan semuanya...Louis mendekat dengan merangkul Silma dan Melany bersamaan...Dokter meminta salah satu wali untuk menemui mereka diruangan...dan sementara waktu ruangan Reino disterilkan beberapa jam
"Lou...kenapa perasaan aunty sangat khawatir..apa uncle akan baik-baik saja"
"Lou yakin uncle sangat kuat pasti uncle pasti berjuang untuk kita semua aunty... percayalah"
Melany hanya diam mendengarkan saja...dalam hati dia terus berdoa agar kakak tercintanya bisa selamat
Di Indonesia Jay sedang bergulat dengan berkas yang menumpuk Jasmine setia menemani sang suami...untuk saat ini anak-anak belum boleh tau apa yang terjadi dengan kondisi Reino sebenarnya
"Bang..ayah Syakir lusa pulang ke Malaysia"
"Loh kenapa yang"
"Ayah masih ada pekerjaan yang tidak bisa diserahkan kepada asistennya...Ayah mau bawa anak-anak bersamanya...apakah boleh"
"Tentu saja boleh asal anak-anak juga mau...seingat abang besok mereka nulai libur semester ya"
"Iya"
"Bagaimana nilai mereka"
"Selalu memuaskan..abang tau Princess kita meraih juara umum kembali"
"Hahaha dibalik sifat barbarnya dia anak yang sangat cerdas"
"Dan pastinya licik seperti bapaknya..Hahaha"
__ADS_1
"Ouh begitu ya...licik seperti bapaknya..."
Jay menarik Jasmine kedalam dekapannya ... tangan jahilnya sudah traveling kemana saja bahkan bibirnya tak tinggal diam mengecup setiap bagian yang bisa dijangkaunya
"Dad...stop"
"Apa sih mom"
"Stop lihat pintu terbuka lebar"
"Bentar Daddy tutup dulu ya sayang"
Jay tersenyum sambil mengedipkan matanya dengan genitnya...berjalan menuju pintu dan meraih handlenya untuk ditutup...namun tiba-tiba saja
"Daddy wait"
Chila berlari langsung menubruk badan Jay...merengek meminta gendong
"Daddy...gendong...Chila lelah"
Dengan mengernyitkan dahinya Jay bertanya pada sang putri yang sudah digendongnya bak koala
"Lelah kenapa honey"
"Lelah menjawab semua pertanyaan Eneng"
"Hahahaha...kamu bisa aja sayang"
"Daddy Chila ingin tidur disini"
"What"
"Bobok bertiga"
"Oh no honey...kamu bobok sendiri ya dikamar"
"No...Chila rindu bobok bertiga"
Tanpa persetujuan Chila langsung mengambil posisi ditengah ranjang... Jasmine tertawa melihat wajah Jay ditekuk
"Dasar perusak kesenangan orang...gagal maning son"
________
Maaf ya kemarin mau up mati lampu seharian....dan full kerjaan
jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak
__ADS_1
happy Reading