
Kehidupan rumah tangga yang dijalani jay dan Jasmine penuh warna.. Jasmine baru tau jika sang suami itu drama king sejati..dan pencemburu ulung
Yang membuat Jasmine semakin mencintai Jay adalah cara Jay menegurnya jika dia berbuat salah...tak pernah Jay membentaknya..Jay selalu berkata lembut namun tegas
Beberapa hari yang lalu Jasmine mendapatkan klien untuk acara seminar kedokteran secara nasional dan hari ini dia harus ke lokasi untuk pengecekan terakhir karena acara dimulai besok dan berlangsung selama 5 hari
Biasanya jika senggang Jay pasti akan mengantar sang istri namun hari ini kebetulan Jay juga ada meeting dengan beberapa klien penting
Jasmine berangkat bersama Rafika yang diantar oleh supir pribadi Jay..Mereka sudah tiba di aula Hotel yang akan digunakan sebagai tempat seminar
Semua kelengkapan sudah tertata rapi tinggal menunggu waktu pelaksanaan.. Jasmine duduk menunggu Rafika yang sedang mengkonfirmasi mengenai konsumsi..Sambil membalas pesan sang suami Jasmine juga mengambil gambar suasana dan dekorasi yang digunakan saat ini untuk media periklanan WO miliknya
"Assalamualaikum..permisi apakah Anda nona Jasmine"
Seorang pria yang mungkin umurnya jauh diatas Jasmine datang menyapa
"Waalaikumsalam..iya benar..maaf bapak siapa"
"Oh ya perkenalkan saya Dr Ridwan ketua penyelenggara seminar ini"
"Oh begitu.. salam kenal pak..ada yang bisa saya bantu"
"Saya mengucapkan terimakasih karena hasil kerja Anda dan tim sangat memuaskan diluar ekspektasi saya dan tim"
"Terimakasih atas pujiannya pak..ini semua juga kerja keras tim kami"
"Hmm..jika waktu Anda kosong boleh saya traktir makan siang ini"
"Maaf pak saya di bisa karena saya masih ada janji ditempat lain"
"Sayang sekali ya..padahal saya pingin berkenalan dengan Anda lebih dalam lagi...hahaha"
Jasmine menangkap sinyal aneh dalam perkataan Dokter tersebut..Namun dia bersikap biasa saja
"Maafkan saya pak harus menolak ajakan baik Anda"
"Baiklah mungkin lain kali Anda bisa menemani saya untuk sekedar minum kopi...Oya boleh saya meminta no ponsel Anda nona cantik"
Dari arah samping seseorang menjawab pertanyaan dokter itu dengan nada ketusnya
"Tidak boleh...no istri saya hanya untuk saya"
Dokter itu menoleh begitu juga Jasmine.. Jasmine lalu berdiri menghampiri suaminya yang jelas dalam mode cemburu
"Anda siapa dan kenapa menyebut nona cantik ini sebagai istri Anda"
"Jelas saya suaminya..dan jangan menyebut istri saya dengan sebutan nona cantik"
Jasmine tersenyum menggapai tangan Jay dan menciumnya
"Uda selesai sayang meetingny"
Jay membalas senyum Jasmine dan merangkulnya
"Sebenarnya cuma break bentar sayang...karena Abang ingat kamu belum makan jadi Abang jemput kamu dulu..eh taunya ada yang nyoba godain istri Abang"
Jay tersenyum disudut bibirnya melihat kearah dokter itu..Tak lama seorang wanita dengan pakian seksi menghampiri dokter tersebut sambil marah marah
__ADS_1
"Papa itu gimana janjinya tadi bentar kenapa lama sekali...jangan jangan papa cari mangsa lagi...awas ya berani kawin lagi aku sunatin kamu Pah... Belum cukup apa punya bini 2.. mau nyari lagi gitu...ayo pulang"
Jasmine dan Jay saling menatap dan tertawa.. Ternyata pria yang mendekati Jasmine seorang Casanova bangkotan
"Gila Abang gak ngira istri Abang mau dijadiin istri ke 3 kalau tadi sempat kerayu...hahaha"
"Ih Abang gitu deh...siapa juga yang mau..bagi Jasmine cukup Abang seorang saja"
"Pinter ya sekarang nggombalin suaminya sayang"
Jay mencubit ujung hidung mancung Jasmine dengan gemas..Memang setelah kembali dari honeymoon Jasmine merubah panggilan Jay menjadi Abang karena menghormati suaminya itu
"Ya uda sekarang ikut Abang maksi sama meeting..Abang gak mau ya ada yang godain kamu lagi"
"Hehe..iya bang...tapi Fika gimana bang..masa ditinggal"
"Ya diajak aja sekalian sayang...bisa ngamuk dia ditinggal"
Didalam mobil jay saat perjalanan menuju restoran tempat meeting akan berlangsung..Rafika nampak murung..Berbeda saat dia tadi berangkat nampak ceria
"Dek loe kenapa kok jadi diem gini"
"Hem..Gue gapapa kok kak Jas...mungkin sedikit lelah aja"
"Ya uda loe tiduran aja dek nanti kalau sampai kakak bangunin"
Rafika hanya mengangguk tanpa membalas senyum Jasmine..Jay yang melihat dari spion tengah menangkap suatu kejanggalan dengan sikap sepupunya itu
Bahkan Fika terus menatap kearah ponselnya walaupun dia merebahkan tubuhnya di jok belakang.. Jasmine kembali bertanya karena merasa aneh dengan Fika
"Dek..loe bisa cerita ke kita...loe gak biasanya kayak gini..atau loe mau ambil cuti dulu buat istirahat"
"Ya sudah kalau gitu"
Jasmine kembali melihat ke depan tak lama ponselnya berdenting menandakan pesan masuk.. Jasmine membuka dan sedikit kaget dengan isi pesan itu
Jay melihat raut wajah istrinya berbeda mencoba menanyakan
"Kenapa sayang..siapa yang ngechat"
Tanpa menjawab...Jasmine memperbesar gambar sebuah undangan yang dikirim ke pesannya tadi..dan ponsel itu diarahkan ke Jay
Beruntung lampu lalu lintas sedang merah..Jay mengambil ponsel istrinya dan membacanya..Jay juga kaget namun hanya sebentar..Dari jok belakang terdengar suara tangisan lirih
"Dek..loe yang sabar ya...mungkin Kenzou memang belum jodoh loe"
"Kakak sudah dikirimin undangan mereka"
"Iya baru saja lewat surel dek"
Jay menasehati dengan cara berbeda apalagi Jay tau persis gimana perlakuan Rafika selama ini ke Kenzou saat berjuang mendapatkan cintanya..Berbeda dengan Jasmine yang tak sepenuhnya tau..hanya tau saat sudah menjalin hubungan dengan Jay saja
"Jujur ya Fik...Abang setuju Kenzou memilih bertunangan dengan orang lain daripada dengan loe...karena Abang gak suka sama sifat gak tau terimakasih loe itu
Lirih Rafika menjawab dengan suara parahnya.. sedangkan Jasmine ingin membela Rafika namun Jay melarang..Jay pun terpaksa menghentikan mobilnya ditaman terdekat
"Bang...hiks hiks"
__ADS_1
"Apa loe lupa seperti apa perjuangan Kenzou ngejar loe..bukan ditanggapi dengan baik yang ada loe hina..Sejak dulu gue udah nyoba ngingetin loe..tapi loe bebal...dan apa loe lupa saat loe merasa sendiri karena saat itu keluarga loe sibuk sama urusan Bang Bintang..siapa yang ada disamping loe..yang memang loe..nyemangatin loe..bahkan Kenzou rela bolos sekolah demi loe..dia rela dimaki sama Mommy Azkia hanya karena loe..Loe nyesal sekarang Kenzou milih perempuan lain...itu gak guna.. kesempatan terakhir dari Kenzou gak pernah loe gunain dengan baik... sekarang menangislah sekencang mungkin tapi Abang minta setelah ini..ikhlas..lepaskan biar kalian juga bisa bahagia dengan hidupmu masing masing
Jasmine berusaha menenangkan Rafika yang semakin kencang suara tangisnya..Jay kembali melajukan mobilnya karena Andrea terus saja menghubunginya
Setiba direstaurant..Jay tidak langsung kembali ke ruang VIP..namun makan siang bersama sang adek dan istrinya..Rafika masih murung dia terlihat benar benar hancur...dan harus bisa menerima kenyataan jika dia tak berjodoh dengan Kenzou
Kenzou akan bertunangan di Jerman dengan teman kuliahnya pada pertengahan bulan depan..sengaja undangan disebar saat ini agar mereka bisa mempersiapkan waktu untuk bisa hadir
Jay menghabiskan makanannya lebih dulu lalu masuk ke ruang VIP..sedangkan Jasmine masih berusaha membujuk Rafika untuk makan
"Huh...putus cinta boleh tapi jangan juga jadi be*o..orang marah aja perlu energi apalagi orang nangis..loe gak mainkan jadi viral gara gara pingsan karena lapar sibuk menangisi mantan..eh bukan mantan ding tapi calon pacar gak jadi"
Jasmine menahan tawanya dan berekspresi dingin..Rafika menatap Jasmine sebentar lalu mulai menyuap makanannya
Rafika meminta ijin untuk pulang sendiri dia benar benar ingin menenangkan diri..agar lebih mudah melupakan Kenzou.. Jasmine mengijinkan dengan syarat sebelum Maghrib sudah harus berada dirumah jika melanggar Jasmine sendiri yang akan menghukum
Rafika berjalan gontai tak tentu arah..pikirannya hanya pada Kenzou..Entah sudah berapa jauh dia berjalan kini tiba dia disebuah danau buatan kecil dengan taman yang asri
Ponsel Rafika berdering...tanpa melihat nama si penelpon dia langsung mengangkatnya..tak disangka itu adalah Kenzou
"Hallo"
"Fik...ini Zou"
Kaget jelas itu yang dirasa Rafika orang yang tak ingin dia dengar suaranya saat ini
"Fika...kamu masih disana kan..hallo Fika"
"Ada apa..loe telpon gue"
"Loe..?? Fik..kamu marah sama aku"
"Gak ada hak buat gue marah sama loe Zou...Oya mumpung ingat gue ucapin selamat ya atas pertunangan loe..dan maaf mungkin gue gak akan datang kerjaan gue lagi banyak"
"Fik..plis jangan seperti itu ke aku..aku minta maaf..aku gak bermaksud nyakitin kamu Fika..jujur cuma kamu yang aku cinta Fika..plis jangan marah sama aku"
"Cukup Zou..mungkin gue salah selama ini ke loe karena sering ngrendahin loe..dan ijin kan gue bilang ke loe kalau gue cinta sama loe Zou..Gue tau udah terlambat..tapi gue hanya pengen perasaan gue lega itu saja..lupakan gue Zou.. berbahagialah bersama wanita itu..selamat tinggal Kenzou"
Rafika menutup telponnya lalu mematikan ponselnya..dia menangis ditepi danau itu..Saat Rafika berdiri hendak meninggalkan danau dia terpeleset dan masuk ke danau
Seorang pria tampan menolongnya naik keatas
"Mbk putus cinta boleh tapi gak usah bunuh diri juga kali..emang cowok cuma satu di dunia..cantik cantik kok be*o
Pria itu membantu memapah Rafika karena memang kaki nya terkilir..Bahkan pria itu membantu mencarikan taksi
Rafika tak bersuara sedikitpun bahkan hanya sekilas menatap wajah pria itu lalu kembali menunduk
"Mbk..besok lagi jangan berfikiran pendek kasian keluarga mbknya..Gue cabut"
Pria itu lalu pergi usai Rafika masuk ke dalam taksi yang telah dipesannya
Kisah cinta Rafika tak jauh beda dengan Lou..Lou kini juga harus sabar menunggu Alisha sadar dari komanya usai kecelakaan mobil yang ditumpanginya bersama Aditya..Aditya langsung meninggal di tempat sedangkan Alisha koma sudah lima bulan lamanya
_____
**Mulai episode depan udah dipercepat ya alurnya biar cepat lahir noh anak titisan Abu Nawasπππ π π π
__ADS_1
HAPPY READING
ππππππππππππππππ jangan lupa kakak...rate-nya dong kak...ngevote juga Alhamdulillahπ π π **