
"Hallo... akhhhh...mantap"
"Heh manusia tengil lagi ngapain loe"
"Heh...lanjut...mantap..Nak nand"
"Jailudin loe jangan gila ya"
"Akhhhh...Si..sia..pa yang gila ishhh...sih bang"
"Loe yang gila...Gue lagi nelpon tengil...masa loe live ***** ma bini...durhakim loe"
"Ish...akhhhh... terus mom..salah siapa nelpon jam segini...ah..ah..Huh"
"Dasar loe yang gak tau diri aja"
"Loe yang gak tau waktu bang...Mom lanjut dong nanggung"
"Mau yang mana lagi dad"
Jasmine pun ikut mengerjai Afnan yang sedang melakukan panggilan melalui gawainya..Sambil menahan tawa Jasmine terus memijat Jay
"Yang atas aja mom..biar mantap"
"Kalian gila...pasangan gak waras"
"Hör auf, erste Mutter ... da ist eine verrückte Person, die tobt"
(Berhenti sebentar mom..ada orang gila ngamuk)
"Kalian itu yang gila"
"Lah emang kita ngapain"
"Loe nyadar gak sih tengil gue nelpon...ngapain masih lanjut adegan 21+"
"Emang Abang tau kita lagi 21+"
"Dari desahan lucknut loe uda ngetara"
"Nething aja bisanya..jangan bilang Abang uda lama dianggurin Jojo ya...kasian..kasian..Ahhh..nikmat sekali sayang.. terimakasih My dear"
"Iya Abang..aku tidur dulu ya bang..hoam ngantuk"
"Tidurlah...aku mau ngobrol sama orang gelo ini dulu..cup"
Jay mencium bibir Jasmine sekilas..sebelum Jasmine terlelap..Sehabis memijat badan Jay yang pegal karena seharian berada di lapangan mengecek proyek yang sedang berjalan
"Uda kelar urusan batin loe ngil"
"Udahlah..kan Abang dengar sendiri...beuh nikmat mana lagi yang kau dustakan"
"Dasar sarap"
"Ada apa malam malam nelpon.. ganggu orang kelonan aja"
"Disini pagi menjelang siang"
"Heh.. tukaran yuk Bang"
"Ogah...Ngil bantuin gue dong"
"Hem..apaan"
"Daddy kurang sehat...dan semalam masuk IGD"
"Innalillahi.. Sejak kapan Daddy Rey sakit bang"
Jay langsung menegakkan duduknya..Kaget mendengar berita dari Afnan
"Sudah hampir satu bulan Jay..Huh..Abang sampai bingung"
"Kenapa baru sekarang ngabarin..apa Abang gak nganggap kita ini ada"
"Kayak loe gak tau Daddy aja gimana Jay"
"Ya setidak-tidaknya Abang tetap ngasi kabar..terus Daddy gimana sekarang"
"Masih dirawat"
"Terus Abang butuh bantuan apa"
"Beberapa pemegang saham mulai ricuh mendengar Daddy sakit..Abang uda coba nenangin..berhasil tapi sepertinya ada penghasut"
"Terus gue harus apa Bang"
"Loe masih megang saham Daddy kan"
"Masih ada 40% ditangan gue Bang"
"Alhamdulillah...Loe bisa kesini buat nguatin perusahaan ini"
"Bisa..Gue terbang besok bang..malam ini gue pesan tiket dulu..Gue kesana sama Andrea"
"Thanks banget Jay..loe tau betapa berartinya perusahaan ini buat Daddy"
__ADS_1
"Iya gue tau makanya saham atas nama Zym group gak gue lepas"
"Ya uda gue cuma mau ngabarin itu..Dan tolong jangan sampe Qilla tau...Loe tau gimana reaksi dia"
"Iya..tapi jangan disembunyikan terlalu lama Bang akan menjadi boomerang nantinya"
"Iya secepatnya Abang akan kabari yang lain"
"Tapi maaf bang gue tetap harus jujur sama Jasmine dan Papa..biar nanti Papa yang akan bicara sama Mama"
"Iya gapapa"
"Ya uda gue tutup bang...gue nyari tiket dulu..semoga masih ada"
"Iya Jay..makasih banget..Maaf gangguin loe malam malam"
"Loe kan emang pengganggu bang"
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
Jay langsung mencari aplikasi pemesanan tiket beruntung masih ada tiga tiket kosong Jay langsung membayar ketiganya..lalu menghubungi Andrea untuk bersiap..Jay lalu mengemasi pakaiannya dan pakaian Jasmine..dia tidak mau mengganggu tidur sang istri dan memilih mengemasi barang-barang mereka sendiri
Jay beranjak keluar kamar menuju ruang kerjanya menyiapkan berkas yang dibutuhkannya nanti..Arka yang kebetulan akan ke dapur mengambil air minum melihat ruang kerja masih menyala lampunya... langsung masuk ke dalam
"Son"
"Pah...belum tidur"
"Terbangun...nyari apa"
"Berkas kepemilikan saham Jay di perusahaan Daddy Rey"
Arka meletakkan air minumnya dan menepuk pundak sang putra..Arka tau pasti ada masalah genting..Karena Jay tak akan mengusik sesuatu yang sudah diberikan pada orang lain.. apalagi saudara
"Ada apa"
Jay menatap Papanya dan mengajaknya duduk di sofa
"Kita bicara sambil duduk disana Pa"
Mereka duduk bersebelahan..Arka masih memperhatikan sang putra yang membereskan beberapa file memasukan dalam amplop..Bahkan Arka melihat pasport dan visa milik Jay dan Jasmine diatas meja dihadapannya
"Untuk apa pasport dan visa ini dikeluarkan Jay"
"Huh...Jay besok pagi akan terbang ke Jerman.. Jasmine akan ikut dengan Jay"
"Ada apa ini.. jelaskan pada Papa"
"Lalu"
Jay menceritakan apa yang disampaikan oleh Afnan dan juga rencananya kepergiannya besok pagi bersama Andrea dan Jasmine..Arka nampak kaget mendengar berita itu
"Son..jujur beberapa hari ini Mama kamu sering gelisah tidurnya..dia selalu memikirkan Reyno..Tapi kami selalu langsung mencari kabar kepada Afnan..Mereka benar-benar keterlaluan..Hal seperti ini disembunyikan"
"Jangan salahkan Bang Afnan ataupun Daddy Rey Pah...mungkin posisi mereka juga sulit...Papa tau kan Opa di Australia juga sedang sakit..Daddy Alex sedang fokus disana mengurus keluarga dan perusahaan Opa"
"Iya kamu benar..jadi besok kamu berangkat jam berapa"
"Jam terbang kami jam delapan pagi Pah"
"Berapa lama..Kan kamu tau bagaimana anak-anak jika mommynya pergi begitu lama..apalagi Mama kamu pasti curiga"
"Jay akan jujur pada RashSya tapi untuk Chila Jay akan membujuknya..Untuk lamanya Jay belum bisa pastikan..setidaknya kondisi sudah sedikit kondusif Jay akan kembali"
"Baiklah..Papa juga akan segera memberitahu Mama kamu..Sebelum Afnan memberitahu"
"Baiklah Pah..Jay masuk dulu ke kamar"
"Iya tidurlah..papa juga akan istirahat"
"Iya Pah"
Mereka masuk ke dalam kamar masing-masing..Arka masih bingung bagaimana cara menjelaskan kepada sang istrinya..Sudah pasti Melany akan sangat sedih
Didalam kamar Jay melihat sang istri terbangun..Dia lalu memasukan berkas yang dibawanya kedalam koper yang sudah siap
"Dad..dari mana"
"Mommy terbangun..Daddy dari ruang kerja ambil pasport dan visa"
"Untuk apa Dad..dan koper itu"
Jay mendekati Jasmine diatas ranjang..dia memeluk tubuh Jasmani membelai lembut rambutnya
"Mom besok pagi kita terbang ke Jerman"
Jasmine kaget mencoba melepas pelukan sang suami dan menatap wajahnya..Jay kembali menarik Jasmine kedalam pelukannya
"Daddy Rey sakit..Bang Af butuh bantuan Daddy disana"
"Ya Allah...Papa dan Mama sudah tau"
"Hanya Papa..Mama nanti Papa yang akan memberitahu.. Daddy minta Mama merahasiakan dulu dari Mama"
__ADS_1
"Jika Mama tanya kita mengapa mendadak ke Jerman"
"Daddy akan bilang kita akan ada urusan bisnis ke korea"
"Baiklah..Mommy ikut maunya Daddy saja..Tapi anak-anak bagaimana"
"Kita bicara kepada mereka besok pagi"
"Iya.. Baiklah"
"Yuk tidur lagi mom...besok kita harus berangkat pagi"
"Iya Dad"
Mereka tidur dengan berpelukan tak butuh waktu lama mereka sudah masuk kedalam dunia mimpi
Pagi hari...usai sholat subuh dimasjid..Jay membicarakan perihal kepergiannya ke Jerman pagi ini..Sengaja dia berbicara saat pulang dari masjid agar Chila tidak mendengar alasan sebenarnya..Jay juga takut Mamanya mendengar
"Kalian sudah mengerti"
"Ya dad kami mengerti..kami akan menjaga Chila"
"Anak baik..tolong bantu Daddy dan Mommy selama kami tidak disini"
"Baik Dad..apa Daddy akan lama"
"Daddy belum tau...jika bisa selesai secepatnya maka Daddy akan segera kembali"
"Baiklah Dad kami paham"
"Terimakasih Sons kalian terbaik"
Mereka berpelukan dan saling tersenyum..Arka pun juga tersenyum melihat begitu pengertian cucunya itu dan memahami posisi orangtuanya
Jasmine sudah rapi..dan segera menemui Chila dikamarnya...Jay yang melihat Jasmine masuk kedalam kamar Chila..dia pun ikut masuk
"Sayang..sudah bangun"
"Sudah Mom..Mom sudah cantik mau kemana"
"Ehem.. Daddy boleh masuk"
"Boleh Daddy"
Jay duduk disamping ranjang Chila begitu juga Jasmine..Chila tiba-tiba saja langsung memeluk manja Daddy-nya seakan tau akan ditinggal pergi
"Ada apa honey...hmmm..kenapa manja"
"Chila hanya ingin memeluk Daddy"
"Oh baiklah Princess daddy"
Jay memberi kode Jasmine agar segera berbicara.. Jasmine mengangguk paham..Dengan sayang Jasmine mengusap rambut panjang indah putrinya yang menempel pada dada bidang Jay
"Sayang...Mommy dan Daddy akan keluar negeri"
Chila terbangun dan menatap kearah Jay dan Jasmine bergantian
"Hah.. kapan"
"Pagi ini sayang"
"Chila tak diajak"
"Chila harus sekolah sayang"
"Huh...Kemana"
"Korea sayang"
"Oh..Korea..Ok Chila tak berminat ikut"
"Hehe...kami diijinkan"
"Hem..Chila ijinkan dengan senang hati"
"Terimakasih sayang"
Mereka bergantian mencium Chila...Jay tau jika putrinya itu tak begitu suka Korea..dan rencananya pun berhasil...Jika dia berkata akan ke Jerman bisa dipastikan Chila rela tidak bersekolah
Setelah urusan anak anak selesai..mereka bergegas bersiap...Dengan koper besar Jay dan Jasmine turun untuk sarapan bersama.. Melany yang belum tau mereka akan pergi.. Langsung bertanya..Jay berkata sama seperti yang dia katakan pada Chila dan Melany pun mengerti
"Maafkan kami harus berbohong Mah..Jay hanya tak mau Mama ikut sakit..Ampuni dosaku ini yang telah berbohong pada ibukku"
Jay bergumam dalam hatinya ada sedikit sesal berbohong pada orang yang paling dicintainya itu..Jay tak pernah berbohong pada Mamanya
Jasmine dan Jay berangkat ke airport diantar supir.. Bersama dengan anak-anak berangkat sekolah..mereka berpisah digerbang depan..Ada kesedihan di mata Jasmine karena tak tau berapa lama dia akan disana..Berpisah denagb buah hati sangat menyakitkan bagi Jasmine
________
Sedih dulu ya....
jangan lupa like **komen rate dan vote seikhlasnya kakak
Happy Reading**
__ADS_1