
Melany dan Arka tiba di Jerman pagi sekali mereka langsung menuju rumah sakit..Melany sudah tak sabar lagi untuk bertemu dengan Reino bahkan sepanjang perjalanan air matanya seperti tak ada habisnya
Arka terus berusaha menguatkan hati sang istri agar lebih tegar..Arka bahkan belum memberitahukan jika Reino sudah dioperasi..Mereka tiba dirumah sakit langsung menuju ICU..Usai operasi Reino belum sadarkan diri
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
Arka mengucapkan salam sambil terus memeluk Melany yang memang sedang lemas..Alex dan Jay kebetulan sedang dirumah sakit..Jay tidak tau jam keberangkatan orangtuanya membuatnya tidak menjemput orangtuanya
"Mama..Pah..Mama kenapa"
Jay langsung mengambil Melany dari pelukan Arka dan memeluknya..Alex pun juga ikut khawatir melihat adik bungsunya itu
"Ka..Melany sudah tau"
Arka hanya menggeleng menjawab pertanyaan Alex..Sedangkan Arka belum menjawab pertanyaan Jay..Melany berusaha mendongak melihat ke sekitar lorong
"Kita sudah sampai Mas"
"Sudah sayang"
Dengan sigap Melany langsung berdiri dan hampir jatuh kembali karena badannya memang masih lemas..Beruntung Jay berada tepat dibelakang Melany
"Mama istirahat saja dulu"
"Tidak Mama ingin bertemu Daddy Rei"
Alex mengangguk kearah Jay..Arka langsung menuntun istrinya masuk kedalam ruangan ICU.. Sebenarnya hanya satu orang saja yang diijinkan masuk namun melihat kondisi Melany yang kurang stabil maka perawat mengijinkan Melany dan Arka masuk
Melany langsung menangis dan meraih tangan Reino..Arka mengambil kursi agar Melany bisa duduk disamping ranjang Reino
"Kak..kakak tega ya sama aku...kenapa kakak gak pernah cerita kalau sakit kenapa kakak nutupin dari aku..hiks hiks..Apa kakak lupa sedari kecil tak ada satupun rahasia diantara kita kak..kenapa sekarang kakak tidak jujur..hiks...hiks..Mel gak mau kakak seperti ini..Mel ingin kakak bangun..Kakak sembuh..hiks..hiks"
__ADS_1
Arka mengusap perlahan punggung Melany dia juga berusaha menenangkan dan istri yang sangat terpukul..Pandangan Melany beralih mengarah kepada kepala Reino yang berbalut kain berwarna putih..Sedari tadi Melany tidak begitu memperhatikan jika kepala Reino sudah tertutup kain putih..Sambil mengusap kepala Reino Melany terus menangis
"Kak apa kakak benar-benar dioperasi.hiks..hiks..Apa tak ada satu orangpun yang menganggap aku ini hidup..hingga berita operasi kakakku saja aku tidak tahu...hiks..hiks..Kak ayo bangun ayo kita main lagi..hiks...hiks...Melany akan marah jika kakak menyerah"
"Sayang sabar kita doakan Reino agar cepat sadar dan pulih kembali seperti sediakala..Sekarang kita keluar ya..biar Reino istirahat"
Melany hanya mengangguk menuruti titah suami tercintanya itu perlahan Melany bangkit namun sebelumnya dia masih berbicara kepada Reino
"Kak Rei..Mel duduk di depan Kakak harus berusaha untuk kembali..jangan tinggalin Mel...his..hiks"
Arka menuntun istrinya perlahan keluar dari ruangan Reino...Di depan Melany menatap Alex dengan tatapan kemarahan dan murka
"Apa kalian tak pernah menganggap aku ada Bang"
"Mel.."
"Kenapa kalian selalu menganggap aku tak berguna hingga sebuah pendapat pun tak bisa aku berikan untuk kak Rei"
"Sekarang setelah semua ini Abang baru mau cerita"
Alex sudah tak sabar lagi...dia langsung mendekap erat tubuh adiknya..Melany tak menolak pelukan Alex dia bahkan menangis semakin menjadi meluapkan segala perasaanya saat ini..Kecewa dan sedih yang teramat dalam..Dalam posisi masih memeluk erat Alex menjelaskan semuanya pada Melany
"Kami tidak bisa menunggu lama lagi dek..Rei harus segera dioperasi jika tidak dia akan semakin tersiksa dan itu sempat terjadi..Rei sempat siuman lima jam sebelum operasi akan dilaksanakan..Saat dia pingsan dia sudah melupakan kami semua bahkan untuk mengingat namanya sendiri"
Melany mulai tenang walaupun masih terisak dalam tangisnya..Alex menuntun Melany untuk duduk di kursi ruang tunggu dengan masih didekap erat..Jay dan Arka hanya diam memperhatikan karena saat ini itu yang Melany butuhkan..Alex pun kembali bercerita apa yang terjadi pada Reino sebelum operasi
"Kami kaget apalagi Silma dia hingga jatuh pingsan karena suaminya sendiri tak mengenalinya..Afnan hanya bisa menenangkan mommynya agar tetap ikhlas dan tabah..Tak hanya hilang ingatan bahkan satu jam setelah itu penyakit Reino kambuh..Dia berusaha membentur benturkan kepalanya kemana saja sambil berteriak kesakitan..Beberapa helai rambutnya pun ikut rontok akibat tarikan tangannya sendiri yang cukup kuat"
Tak kuasa menahan kesedihannya Alex juga ikut menangis dia benar-benar tak kuat menceritakan kondisi Reino
"Itulah kenapa kita memutuskan agar Reino segera operasi..kami juga ingin memberitahukan kamu dek tapi kami yakin kamu sedang dalam pesawat..Maafkan kami sayang...kami tak pernah mengabaikan kamu..kami hanya tak ingin kamu semakin sedih...ingat kamu juga harus menjaga kesehatan"
Melany mulai tenang dan tak terdengar suara tangisan lagi.. Melany melepas pelukan Alex dan menatap ke wajah Abangnya yang juga sembab karena sama sama menangis
__ADS_1
"Terus kapan kak Rei akan bangun Bang"
"Kami juga tidak tau..kita hanya bisa berdoa saja dan Abang minta satu hal sama kamu boleh"
"Apa bang"
"Ikhlaskan Reino..maafkan segala kesalahan yang dimilikinya padamu dan juga Arka..Hanya itu yang Abang minta"
Melany melotot mendengar ucapan Alex tadi..Dia merasa Alex lancang mengatakan hal seperti itu
"Abang mendoakan kak Rei untuk tidak selamat..begitu maksud Abang..Abang jahat sekali berfikir seperti itu...Itu adik abang juga loh kok tega Abang berkata seperti itu..Mel kecewa"
Alex lalu kembali menjelaskan lagi maksud perkataannya itu agar Melany tidak salah paham
"Mel dengarkan Abang dulu..itu juga permintaan dokter Abang sendiri juga tak suka cara dokter berkata seperti itu..Kamu tau yang dimaksud 5% oleh dokter"
Melany mengangguk ragu..karena memang dia hanya tahu kesempatan Reino selamat hanya 5%
"Maksud dokter dengan 5%..5% kemungkinan operasi berhasil..Reino akan lumpuh layaknya penyandang stroke.. Sebagian tubuhnya akan tidak berfungsi maksimal...5% kemungkinan operasi tidak berhasil..Jadi saat ini kita menunggu sambil berdoa diposisi mana Reino akan berada..Reino belum melewati masa kritisnya Mel..Operasi tadi berjalan hampir 10 jam"
Melany perlahan meneteskan air matanya ..Dia menutup mulutnya menahan Isak tangis yang akan keluar...Arka mendekatinya lalu memeluk erat dan terus membisikan agar Melany ikhlas
"Sayang jalan terbaik saat ini adalah doa..dan rasa ikhlas..kita sudah berusaha yang terbaik untuk Reino namun semua tergantung takdir sang pencipta dan apapun itu..itulah yang terbaik untuk Rei"
Melany semakin menangis bahkan dia pingsan dalam pelukan Arka..Jay berlari menghampiri ruang dokter jaga untuk memeriksa mamanya..Selain kelelahan Melany juga stress memikirkan kesehatan dan keselamatan Reino
_______
Huaaah kok ikut nangis ya ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak
Happy Reading
__ADS_1