
Tak terasa tiga bulan lagi RashSya akan masuk SD..Sang Opa mempersiapkan mereka untuk masuk SD yang cukup elit namun RashSya menolak
"Daddy..Opa bolehkah kali ini kami menentukan sekolah kami"
"Kalian boleh memilih kami tidak akan memaksa..karena kalian yang akan menjalani"
"Kami ingin bersekolah dengan Rizky"
Jay dan Arka saling menatap
"Apa kalian tak mau sekolah bersama Gaishan"
"Kami sudah bosan bergaul dengan mereka yang sama dengan kami..kami ingin mencari teman yang benar benar tulus bukan karena derajat yang sama"
"Baiklah Opa setuju jika itu tujuan kalian"
"Daddy juga setuju..nanti Daddy akan daftarkan kalian ke sekolah itu"
"Hmmm...bolehkah saat Daddy mendaftar tidak berpakaian mencolok dan menggunakan kendaraan biasa saja"
"Why"
"Karena kami tak mau calon kawan kita kabur melihat penampilan Daddy dan mobil mewah Daddy"
"Ok..no problem"
Setelah mendapat kesepakatan..mereka kembali bermain bersama sama dengan Daddy dan Opanya
Tak jauh beda dengan Duo RashSya..Gaydan juga meminta sekolah yang sama dengan si kembar..Awalnya Afriska tidak setuju karena khawatir dengan keselamatan putranya namun setelah berkonsultasi dengan Jay..Tian yakin dengan pilihan putranya
Selama Tian masih sibuk di Surabaya..Gaydan memilih tinggal dengan Jay...dia tidak mau dirumah Opa Omanya sendiri...karena Opa Oma Gaydan sibuk dengan perusahaan mereka...Gaydan takut kesepian
"Mom dimana RashSya"
"Di kamar mereka Dad"
Jay langsung menuju kamar putranya melihat apa yang dilakukan putranya itu karena tidak keluar kamar setelah sholat bersama
"RashSya Daddy boleh masuk"
"Masuklah Dad"
"Kalian sedang apa"
"Membereskan barang Dad"
Jay melihat jam mahal...sepatu mahal..tas mahal mereka masukan ke dalam kardus
"Mengapa semua barang pemberian Opa dan Uncle kalian kemasi"
"Kami akan menyimpan ini..dan akan kami gunakan sesekali saja saat diperlukan"
"Hmm kalian tak ingin mencolok"
"Iya kami tak ingin mereka menganggap kami berbeda dengan mereka"
"Baiklah Daddy paham..jadi apakah kalian butuh sesuatu"
"Belikan kami jam telepon biasa saja dan ponsel akan kami simpan dirumah"
"Emm...jadi kami akan memantau kalian dengan jam tangan itu"
"Benar Dad...jam itu masih standar...dan banyak dari murid disana menggunakan jam itu"
"Baik Daddy akan meminta Paman Andrea membelinya..ada lagi"
"Belikan kami sepatu merk pasar tradisional saja Daddy atau merk toko standar...jangan sepatu yang seperti ini yang akan membuat mata mereka melotot jika tau harganya"
"Syiap..untuk pakaian"
__ADS_1
"Kami rasa tidak perlu karena pakaian ini desain khusus Aunty Jeje untuk kami"
"Ok..boleh Daddy berpesan"
"Hmm"
"Jangan menilai seseorang hanya dari sampulnya saja..kalian paham maksud Daddy"
"Hmm...kami tak boleh sembarangan dalam memilih teman"
"Dan jika kalian sudah memutuskan jalan seperti ini..jangan mudah goyah..niat kalian sangat Daddy apresiasi..daddy bangga dengan pilihan kalian..jangan seenak hati kalian memperlakukan orang..tetap berlaku sopan pada siapa saja..hormati yang lebih tua..kalian paham"
"Paham Daddy"
"Bagus..kalian istirahat...nanti saat sholat Maghrib Daddy panggil"
Jay keluar dari kamar sang putra...Dalam hati ada sedikit rasa khawatir mengenai putranya itu...namun Jay percaya jika Duo RashSya bisa diandalkan..
Minggu depan mereka sudah akan bersekolah...sesuai kesepakatan Jay datang kesekolah RashSya meminjam motor matic Mang Toyib walaupun keluaran terbaru namun masih standar..Jay berpakaian biasa saja namun tetap elegan
Ghaydan sudah tinggal dirumah Jay..bahkan Ghaydan menirukan gaya RashSya tak berpenampilan mencolok
"Pagi semua"
"Pagi jagoan jagoan..Ayo sarapan kalian harus sekolah"
"Baik"
Penampilan mereka benar benar biasa tka ada mencolok...namun dimata orang lain mereka tetap mencolok
Arash Shauqi Malik
Arsya Abdellah Malik
Ghaisan Yasser Mahardika
Shanum Shidqia Alvaro
Disekolah tak hanya Guru para wali murid yang melihat tiga murid baru yang berangkat naik sepeda bersama itu ikut terpesona
Ghaydan dan Duo RashSya memang meminta naik sepeda saat bersekolah karena memang jaraknya dekat... Seperti biasa Mang Toyib dan bodyguard tersembunyi mengawasi mereka
Trio anak ganteng itu berjalan bersama dengan wajah cool namun tetap memberi senyum dan salam kepada Guru bahkan penjaga sekolah
"Hei kalian murid pindahan dari luar negeri ya"
Sapa salah seorang kakak kelas mereka
"Tidak"
"Atau kalian memang keturunan bule ya"
"Nggak"
"Hmm nama kalian siapa"
Tanpa menjawab mereka berjalan mencari kelas mereka... Setelah menemukan mereka langsung masuk..Mereka duduk bersebelahan Ghaydan duduk dengan Rizky karena sebelumnya sudah berkenalan
"Hai boleh kenalan gak"
__ADS_1
"Nanti juga kenal"
"Oh ya sudah kalau gitu"
Begitulah sikap Duo RashSya dan Ghaydan jika teman wanita mendekati mereka..jika itu teman pria mereka welcome
Bel telah berbunyi dan wali kelas sudah masuk..Guru wali kelas mereka bernama pak Malik...sebuah kebetulan dengan nama si kembar
"Pagi anak anak"
"Pagi pak"
"Selamat datang di SD Negeri X... Perkenalkan nama saya Pak Malik wali kelas sekaligus guru matematika kalian..Sekarang kita perkenalan satu persatu maju ke depan sesuai absen"
Pak Malik memanggil semua murid...kini giliran si kembar...Karena mereka duduk satu meja...mereka maju bersama
"Hallo semua perkenalkan nama saya Arash dan ini adik kembar saya Arsya"
"Hallo semua"
"Wah ternyata kalian kembar ya"
"Iya pak kami kembar"
"Hmm..baiklah Arash dan Arsya bisa kembali ke meja"
"Terimakasih pak"
Salah satu siswa meminta si kembar menyebut nama lengkap mereka seperti yang lain
"Pak mereka curang tidak menggunakan nama lengkap"
"Oya...bapak lupa..Arash dan Arsya bisa diulang"
"Baik pak"
Si kembar sempat menatap tajam kearah siswa yang protes tadi
"Nama saya Arash Syauqi Malik"
"Saya Arsya Abdellah Malik"
"Wah nama kalian sama dengan nama bapak ya..haha"
"hehe... kebetulan sama pak"
Si kembar berjalan kembali kearah meja...dan perkenalan terus berlanjut...saat ini sudah ada Ghaydan didepan kelas
"Hallo teman teman nama saya Ghaydan Atha Septian kalian bisa panggil saya Atha"
Si kembar menarik sedikit sudut bibirnya saat Ghaydan meminta mereka memanggil dengan nama tengahnya...
Hari pertama mereka membentuk struktur kelas dan juga menulis jadwal setelah itu mereka akan pulang
Arash menjadi ketua kelas..Ghaydan sebagai wakilnya sedangkan Arsya sebagai sekretaris.. Sebenarnya ada seorang siswi yang mengajukan diri menjadi sekretaris namun Arash menolak dan memilih mundur jika sekretarisnya perempuan
Jam sekolah usai...para siswa kembali kerumah masing masing..begitupun si kembar dan Ghaydan..Mang Toyib setia menunggu didepan..dan akan mengawal mereka yang juga menggunakan sepeda..
Saat akan keluar seorang siswa menyenggol bahu Arsya..Arash menatap tajam ke siswa itu
"Kalian boleh tampan tapi gue yakin kalian tak sekaya gue...kenalin nama gue Rofiq Akmal..Bokap gue presedir di ZM Group..Kalian jangan macam macam sama gue..ingat itu"
Rofiq berlalu dengan teman temannya..Rofiq memang kakak kelas si kembar..Duo RashSya dan Ghaydan tersenyum meremehkan Rofiq yang berani menyebut perusahaan milik Daddy-nya
____
Mungkin untuk novel ini akan saya selesaikan dan berganti dengan novel RashSya
jangan lupa Like komen rate dan vote seikhlasnya kakak
__ADS_1
HAPPY READING